Sinopsis My Love Eun Dong Episode 8 Part 1

[ Sinopsis Episode 7 Part 2 ]

3

Episode ini, sepertinya Jung Eun alias Eun Dong terjebak di ruang nostalgia. Setelah ingatannya perlahan kembali, ia masih merasa antara percaya dan tidak percaya……

———————————————————————–

[EPISODE 8]

———————————————————————–

1 (2)

Setelah menemukan bukti kuat jika dirinya memanglah Eun Dong, Jung Eun tak kuasa lagi menahan air matanya. Berkali-kali, ia melihat Eun Dong yang seakan-akan berjalan dihadapannya. Puncaknya, ketika ia berdiri di bis dan hampir terjatuh, seakan-akan ada Hyun Soo yang menahannya seraya memanggilnya ‘Eun Dong’.

2 (2)

Namun, itu hanya-lah khayalan semu. Tak ada siapapun didekatnya saat itu. Bagaikan istilah ‘jauh dimata dekat di hati’, pada waktu yang bersamaan, Eun Ho memang sedang beristirahat sambil membaca naskahnya, tapi tak dapat dipungkiri lagi, pikirannya selalu tertuju kepada Eun Dong.

34

Jung Eun makan malam bersama keluarga kecilnya. Dari raut wajahnya, kita bisa melihat dengan jelas bagaimana isi hatinya sekarang. Jae Ho bertanya apa ada masalah yang terjadi kepada Jung Eun. “Tidak ada” ucap Jung Eun yang bahkan tak mau melihat wajah Jae Ho, suaminya.

43

Keesokan harinya, Jae Ho menemui ayah angkat Jung Eun. “Pria itu sudah tahu siapa Eun Dong. Ji Eun Ho sudah tahu. Kenapa perasaanku begitu khawatir dengan hal seperti ini? Aku tidak mau. Mungkin saat seseorang telah cacat, kemampuan indera lainnya jadi lebih baik. Sepertinya ini akan menjadi tragedi untuk kami” Ungkap Jae Ho.

Ayahnya Eun Dong lalu bertanya, apa yang telah dilakukan Eun Ho setelah mengetahui hal itu.  Jae Ho tak menjawabnya, tapi malah berkata jika tak ada satu orang pun yang bisa memisahkan Eun Dong darinya.

“Ra Il…. Jung Eun adalah ibunya dan Ra Il adalah anak kesayangannya. Tak seorang pun yang bisa mematahkan hal itu. Ternyata, waktu telah mengungkap semua. Dia tak boleh masuk dalam hubungan atara kalian berdua” tegas ayahnya Jung Eun.

“Bukankah aku, yang mengganggu hubungan mereka berdua?” celetuk Jae Ho.

44

Jung Eun yang baru tiba di toko, langsung dikejutkan dengan sikap pemilik toko yang tiba-tiba baik kepadanya. Ternyata, si pemilik toko memintanya untuk berhenti kerja saja. Dengan kata-kata yang sopan, dia beralasan jika keponakannya masih menganggur, untuk itulah ia memecat Jung Eun. Tapi, Jung Eun tak perlu khawatir, ia telah mentransfer pesangon selama ini ditambah bonusnya juga.  Tak punya piliha lain, Jung Eun pun hanya bisa mengiyakannya.

45

Jung Eun kembali dibuat terkejut, karena ia melihat jumlah uang di rekening tabungannya. Dong Gyu telah mentransfer uang sebesar 48 ribu won untuknya. Saat berjalan pulang, ia menelon Dong Gyu dan bertanya uang apa ini. Dong Gyu menjelaskan jika ini adalah uang bonus hasil penjulan bukunya Eun Ho. Berbeda dari biasanya, kali ini Jung Eun dengan mudah mau menerima uang itu. Ia bahkan menitipkan ucapan terimakasihnya untuk Eun Ho.

Jung Eun ingin menelpon Eun Ho secara langsung. Namun, ia mengurungkan niatnya dan memilih untuk pergi ke toko buku. Ia mengambil kemudian membuka sebuah buku dongeng berjudul ‘A Dog of Flanders’. Dalam ingatannya, terlukis saat-saat ketika Eun Dong kecil, membacakan dongeng ini untuk neneknya, dan ternyata dari luar Eun Ho menguping semua perkataannya :

46

“Nero pun kembali ke pangkuan Tuhan, lalu Patra memeluknya dan menyusul Nero. Saat air mata aloise jatuh di tangan Nero, tubuh Nero menjadi hangat. Saat tubuh Nero menghangat, tiba-tiba tubuh Patra pun ikut menghangat. Nero dan Patra akhirnya hidup kembali” – Eun Dong

Ternyata dulu, ketika Eun Ho mendengar cerita itu, untuk pertama kali dalam hidupnya ia menangis karena orang lain.

47

Kembali ke masa sekarang. Jung Eun, menutup buku itu, kemudian melanjutkan langkah kakinya. Namun, Ia terdiam sejenak, karena melihat foto Eun Ho yang begitu besar terpampang nyata dihadapannya.

2 (2)

Sambil menunggu gilirannya syuting, Eun Ho duduk ditemani kedua asistennya. Lagi-lagi, ia bertanya hal-hal aneh pada si asisten wanita yang mendandaninya. ‘apa yang paling kau benci dari suamimu?’, tentu saja wanita yang mendengar pertanyaan itu pasti jadi kegeeran. ‘Setelah kau menemuiki, lalu pulang kerumah. Bukankah suamimu jadi terlihat jelek?’ tanya Eun Ho.

Dengan gugup asistennya berkata, “Oppa, kau itu aktor! Sangat tidak adil membandingkan aktor dengan pria seperti dia”

“Tidak adil, matamu sowek, aigoo…” celetuk Eun Ho. “Oppa aku mencintai suamiku!” tegas si asisten. “Tentu saja! Lagian, adakah yang berkata bahwa kalian tidak saling mencintai? Hey, akulah yang menjodohkan kalian sampai kalian bisa menikah!” ucap Eun Ho.

Eun Ho kembali bertanya, bagaimana jika seorang pria, mencintai wanita yang sudah menikah, “Aku harus berhenti mencintainya, bukan?”. “Tentu saja! kau harus” tegas si asisten.

“Kenapa harus berhenti?” tanya Eun Ho. “Oppa, itu tidak pantas. Perselingkuhan itu tiak pantas!” jawab si asisten.

“Perselingkuhan matamu sowek!” celetuk Eun Ho. “Jika seseorang melakukan perselingkuhan, apa masih pantas untuk disebut manusia?” tegas si asisten.

“Iiih, kenapa jadi kamu yang marah? Apa jagan-jangan suamimu berselingkuh?” goda Eun Ho. “Tidak!!!!!” ucap si asisten.

Tiba-tiba sebuah pesan masuk. Eun Ho tersenyum membacanya, karena Jung Eun mengajaknya untuk makan malam berdua. Eun Ho lalu bertanya pada asistennya, “Ketika seorang wanita mengajak pria, untuk makan bersama, apa maksudnya?”

Dengan ketus, si asisten menjawab, “Ketika kau lapar kau juga sering melakukannya. Maksudku, seseorang mengajak makan, karena dia tidak mau makan sendirian.”

Eun Ho tak suka mendengar jawaban itu, ia pun mencari-cari Dong Gyu untuk bertanya kepadanya. Namun, Dong Gyu sedang berada di toko tempat Jung Eun bekerja (Sekarang sih udah jadi tokonya Eun Ho, yaa).

3 (2)

Ia terkejut setelah mendengar kalau si pemilik toko yang dulu memecat Jung Eun. Lebih parahnya, wanita itu meminta agar dirinya saja yang jadi pekerja paruh waktu di toko. “Kalau Eun Ho tahu tentang ini, Ahjumma dan aku pasti akan mati. Jadi cepat telpon Jung Eun dan minta maaflah padanya. Katakan padanya, untuk kembali bekerja! Cepatlah!” pinta Dong Gyu.

4 (2)

Seo Ryeong menumi Hyun Ah di rumah sakit. Tanpa basa-basi, ia langsung menceritakan mengenai sosok Eun Dong yang selalu mengisi hati dan pikiran Eun Ho. “Aku pernah mendengar, pria sangat sulit melupakan cinta pertama. Selain cinta pertama, juga sulit melupakan ibu yang sudah meninggal yang sangat disayanginya” ucapnya

“Tapi, wanita itu, cinta pertama kakakku” tegas Hyun Ah.

“Demi wanita itu, ia membeli toko, tempat wanita itu bekerja. dia masih saja mencampuri kehidupannya. Yang jadi masalah, wanita itu sudah bersuami dan mempunyai anak” Ungkap Seo Ryeong.

Dengan santai, Hyun Ah berkata jika dirinya sudah mengetahui hal itu. Dan fakta mengenai Eun Ho yang lebih dulu mengetahui keadaan Eun Dong itu, malah membuat Seo Ryeong semakin kecewa. “ini urusan oppaku dengannya. Kadi kau tak usah ikut campur” pinta Hyun Ah.

Seo Ryeong, tak bisa tinggal diam saja. Ia pun menceritakan mengenai identitas Jae Ho, suami dari Eun Dong yang pada kenyatannya adalah salah satu pasien yang ditangani Hyun Ah. “Apakah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dokter? Istri Choi Jae Ho, Seo Jung Eun adalah Ji Eun Dong!” ucapnya.

Hyun Ah menggelengkan kepalanya, pertanda ia masih belum percaya dengan hal ini. “Maka dari itu… kita harus menghentikan oppa untuk bermain-main dengan api. Karena dia tidak akan bisa memadamkan api itu” pinta Seo Ryeong.

5 (2)

Saat masuk kerumah, Eun Ho telah ditunggu oleh pelayannya. Ia memintanya untuk memakan risoto ayam buatannya lebih dulu. “Aah.. aku tak boleh makan ayam karena aku masih syuting drama. Berat badanku tak boleh naik….” ucap Eun Ho. “Maka dari itu aku hanya memakai dada ayamnya saja…” ungkap si pelayan. Namun, Eun Ho sudah tak sabar untuk bertemu dengan Eun Dong. Karena kasian, Eun Ho pun berencana untuk menelpon seseorang agar menemani pelayannya makan.

6 (2)

Dengan semangat yang menggebu-gebu, Eun Ho memilih pakaian yang ingin dikenakannya saat bertemu Eun Dong. Sementara itu, Jung Eun juga mendandani dirinya di salon Noona. “Buatlah aku terlihat seksi! Aku punya banyak uang, jadi tolong layani aku sama seperti pelanggan yang lain. Aku akan membayarmu dan menerima pelayananmu seperti pelanggan yang lain. Juga untuk besok dan besoknya lagi, aku akan terus datang kesini untuk menerima pelayananmu” pinta Jung Eun.

Noona kebingungan dengan sikap Eun Dong, ia pun bertanya apa ada yang salah. Dengan nada yang agak sombong, Jung Eun berkata jika dirinya sekarang punya banyak uang. “Uang Apa?” tanya noona. “Uang yang boleh aku habiskan” jawab Jung Eun.

“Sepertinya kamu sedang kesal akan sesuatu sekarang. OK, mari kita lakukan apapun yang kamu mau” ucap Noona. “Buatlah aku terlihat cantiik” pinta Jung Eun. “Untuk siapa kamu melakukan ini?” tanya Noona. “Ji Eun Ho…” jawab Jung Eun.

Noona langsung terkejut mendengarnya. “Bukankah dia tampan?” ucap Eun Dong yang berhasil membuat noona semakin terkejut. “Tak bolehkah aku berkata jika Ji Eun Ho itu tampan?” tanya Jung Eun. dengan terbata-bata, Noona berkata jika ia tak bermaksud seperti itu.

7 (2)

Dengan mata yang berkaca-kaca, Jung Eun berkata jika dirinya adalah seorang wanita juga. Dan ketika ia melihat seorang pria tampan ia mulai merasa jika dirinya sangatlah jelek. Tak tahan lagi menahan air matanya, Jung Eun mengambil sebuah majalah untuk menutupi wajahnya.

Sambil menangis, Jung Eun meminta agar Noona tak bertanya apapun lagi kepadanya, “Pokoknya, buatlah aku menjadi cantik. Buatlah rambutku terlihat seperti wanita yang ada di foto itu”

Noona, tak tega melihatnya, ia berusaha untuk melepas majalah yang dipakai Jung Eun untuk menutupi wajahnya. Tapi, Jung Eun menolak dan meminta Noona untuk mendandaninya saja.

8 (2)

Ternyata orang yang ditelpon Eun Ho untuk menemani pelayannya makan adalah Hyun Bal dan Dong Gyu. Awalnya suasana diantara meraka terasa kaku, apalagi sikap si pelayan yang agak tegas. Tapi, setelah mencicipi masakannya yang enak, Hyun Bal dan Dong Gyu mulai mau bercerita mengenai Eun Ho. Mereka menceritakan selera makanan Eun Ho saat dulu.

“Ngomong-ngomong… apa kamu sudah menikah?” tanya Dong Gyu. “Ya. Dan sudah bercerai!” jawab si pelayan. “Apa suamimu meninggalkanmu? Karena, kamu lebih terlihat sebagai seorang tukang pukul daripada tukang masak” celetuk Dong Gyu.

Si pelayan kesal, ia menaruh sendoknya dengan keras, lalu berkata, “Apa benar kau seorang direktur? Perkataanmu sangat memuakkan!”

9 (2)

Eun Ho menunggu Jung Eun sambil melamun. Tak lama kemudian, lamunannya buyar setelah melihat sosok Jung Eun yang begitu cantik muncul di hadapannya. Mereka pun duduk saling berhadapan.

Kali ini Jung Eun yang memulai pembicaraan. Ia berkata jika dirinya suka dengan drama Eun Ho. Ia juga memberitahukan alasannya mengajak Eun Ho makan bersama ialah karena ia mendapat uang bonus dari penjualan buku. Dengan senyuman dibibirnya, Eun Ho berkata jika dirinya akan menikmati makanannya dengan senang hati.

10

Sambil menunggu makanannya datang, Jung Eun meneritakan jika dirinya telah dipecat dari pekerjaan paruh waktunya. Ia kemudian menjelaskan jika dirinya sekarag telah diterima disebuah perusahaan penerbit, dan akan mulai bekerja Minggu depan.

Eun Ho : Bukankah menjadi penulis itu impianmu?

Jung Eun : Bagaimana kamu bisa tahu?

Eun Ho : Ingatkah di pertemuan sebelumnya, aku pernah berkata… aku bisa membaca pikiran seseorang

Jung Eun : Aku ingat, kau mengatakan itu..

Eun Ho : Sebenarnya Dong Gyu lah yang mengatakan itu padaku. Kau mulai menulis saat berada di Amerika.

Jung Eun : Ya.. benar..

Seiring waktu berlalu, entah mengapa, mata Jung Eun mulai berkaca-kaca. Eun Ho bertanya apa telah terjadi sesuatu. “Tidak,.. hanya saja sepertinya semua pikiranku bisa terbaca olehmu” ucap Jug eun.

“Boleh kutebak? Kau memikirkan sesuatu yang tidak bisa kau ketahui. Benar?” tanya Eun Ho. Jung Eun, terdiam beberapa detik kemudian tersenyum dan mengiyakannya. “Aku tahu, kau tidak usah menceritakannya. Tapi sebenaranya…. aku sangat ingin tahu apa yang mengusikmu” ucap Eun Ho.

Jung Eun menatap wajah Eun Ho, kemudian berkata, “Dunia akting pasti sulit, kan? Kau jangan sampai, lupa makan. Makanlah yang banyak, meski kau tidak diet, kamu tetap terlihat tampan. Karena itu, makanlah yang bayak”

Eun Ho nampak sangat terharu mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Jung Eun. Iya mengiyakannya kemudian berkata, “Menjadi seorang editor, apa itu akan membantu karirmu sebagai seorang penulis? Itu sama sekali tak akan membantumu. Jadi, biarkan aku yang membantumu. Sepertinya kita ini ditakdirkan. Impian Eun Dong juga, ingin menjadi seorang penulis. Dulu dia pernah mengubah ending dari dongeng ‘A Dog of Flanders’. Dan itu membuatku sangat takjub”

11

Jung Eun lalu berkata, jika setiap kali dirnya menonton drama Eun Ho, ia selalu ingin untuk menulis kisah seperti drama itu. Dengan semangat, Eun Ho berkata jika Jung Eun pasti bisa melakukannya.

“Apa yang harus kutulis?” tanya Jung Eun. “Tentang cinta pertamamu” jawab eun Ho.

“Aku tidak bisa mengingat kenangan apupun tentang cinta pertamaku. Kisah itu menghilang dari kepalaku. Jadi, aku tidak bisa menulis tentang itu” ungkap Jung Eun.

“Kalau begitu… anggaplah aku sebagai cinta pertamamu” pinta Eun Ho. “Bolehkah seperti itu?” tanya Jung Eun. Eun Ho mengiyakannya dengan anggukan kepalanya.

“Jung Eun…. jangan pernah palingkan wajahmu saat aku berbicara padamu” ucap Eun Ho.

Kelihatannya, Jung Eun sudah tak sanggup menahan air matanya, ia bahkan tak sanggup lagi melihat wajah Eun Ho. Ia pun meminta izin untuk pergi ke toilet.

13 (2)

Jung Eun melihat bayangannya dicemin, kemudian berusaha untuk menenangkan emosinya sekarang. Ia pun kembali menemui Eun Ho.

14 (2)

Eun Ho bertanya, apakah Jung Eun memberitahu suaminya jika ia akan bertemu dengannya. Jung Eun menjawab, jika dirinya belum memberitahukan hal ini. Lagian, alasannya menemui Eun Ho, karena kemarin, Eun Ho  yang ingin agar mereka sering bertemu. Tapi, Jung Eun menambahkan, setelah pulang dari sini ia akan langsung memberitahu suaminya.

15 (2)

Eun Ho mengantar Jung Eun pulang. Dari kejauhan, asisten Seo Reyeong mengawasi dan memotret semuanya.

Di dalam mobil, Jung Eun bertanya mengapa Eun Ho belum bisa melupakan Eun Dong. dengan mata yang tajam, Eun Ho menatap Jung Eun kemudian menepikan mobilnya.

16 (2)

“Aku tidur dengan gadis itu. Aku tak bisa melupakan itu.” ungkap Eun Ho. “”Maaf, aku bertanya sesuatu yang tidak pantas…” ucap Jung Eun.

“Aku pernah mengatakan hal itu dengan jelas direkaman yang aku kirimkan padamu. Hari itu.. Eun Dong tak pulang kerumah. Lalu, seminggu kemudian, dia libur semesteran. Kita berlibur selama 3 hari 2 malam. Kamu ingat?” ungakap Eun Ho. Namun, nampak jelas jika Jung Eun kebingungan saat mendengarnya.

“Kenapa? Kamu bahkan bisa tahu hal yang tak pernah aku ceritakan padamu. Tapi, hal seperti ini bisa membuatmu bingung? Saat kita pergi jalan-jalan hari itu, malam itu kita…” ungkap Eun Ho. “Berhenti!” teriak Jung Eun. “Dengarkan ini sampai selesai!” pinta Eun Ho.

“Hari itu, kami sangat mencurahkan rasa cinta kami yang begitu besar. Dihai berikutnya juga! Dan tiga hari kemudian, dia mengilang tanpa meninggalkan jejak apapun. Kamu tahu betapa gilanya aku saat itu! Tolong temukan Eun Dong untukku!” ungkap eun Ho.

“Jika kamu menunggu.. dia akan muncul jika kamu menginginkannya” ucap Jung Eun.

“Bagaimana caranya? Dia tinggal dengan pria lain! Dia mempunyai anak dari pria lain! Dia bahkan tak bisa mengingatku!” teriak Eun Ho.

17 (2)

Akhirnya mereka sampai di depan tempat tinggal Jung Eun. Saat akan turun, Eun Ho memintanya untuk diam disampinya lebih lama lagi. Tapi, Jung Eun hanya meminta Eun Ho agar menghubunginya jika jadwalnya kosong. Karena, ada sebuah tempat yang harus mereka datangi bersama-sama. Eun ho mengiyakannya, namun, sebelum Jung Eun pergi, Eun Ho memintanya aar tak dtidur dengan Jae Ho malam ini (mmm, perkataannya yang eksplisit banget)

Bersambung ke part 2

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis My Love Eun Dong Episode 8 Part 1

  1. Pingback: Sinopsis My Love Eun Dong Episode 8 Part 2 | my-eternalstory

  2. Pingback: Sinopsis Drama Korea My Love Eun DOng ( Beloved Eun Dong ) 1 – 16 Lengkap | Sinopsis Paling Lengkap

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s