Sinopsis My Love Eun Dong Episode 8 Part 2

[ Sinopsis Episode 8 Part 1 ]

18 (2)_thumb[1]

Jung Eun masuk kedalam rumahnya dengan raut wajah yang cemberut. Ia bahkan tak sudi untuk melihat suaminya, Jae Ho. Dikamarnya, dengan santai ia menceritakan mengenai pertemuannya dengan Eun Ho.

“Aku sudah berkata padamu, untuk tak menemui Ji Eun Ho!” ucap Jae Ho. Jung Eun bertanya, mengapa ia tak boleh melakukan hal itu, “Apakah kamu pikir pria sepertinya akan tertarik dengan pada ahjumma, yang sudah memunyai suami dan anak? Aku penasaran mengapa kamu tak mau aku bertemu dengannya”.

“Jung Eun-aa.. kita sudah mempunyai Ra Il. Pikirkanlah dia. Aku harap kamu tak melupakannya, apapun yang kamu lakukan” pinta Jae Ho.

“Mengapa kau melakukannya? Kamu tahu Ji Eun Dong, kan? Kenapa kamu berpura-pura tidak tahu?” tanya Jung Eun. “Aku ingin melindungimu dan Ra Il. Aku hanya memikirkan itu” jawab Jae Ho.

“Tak ada seorang pun yang memberitahuku kebenarannya. Untukku yang kehilangan ingatanku, aku berharap seseorang akan mendatangiku dan menceritakan semuanya padaku.” ucap Jung Eun.

“Itu karena tak ada yang sanggup mengatakan hal ini padamu.” ungkap Jae Ho.

“Mengapa?” teriak Jung Eun. “Karena kau penyebab semua ini! Kaulah yang membuatku seperti ini! Aku minta padamu hentikanlah keinginanmu itu” ucap Jae Ho.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Jung Eun bertanya apa dirinya mencintai Eun Ho, “Lalu apa aku mencintai Ji Eun Ho saat kau dan aku berpacaran? Apa kisah dibuku itu palsu atau ucapanmua yang palsu?”

“Hentikan!” teriak Jae Ho. “Menurutnmu yang mana? Yang penuh kepalsuan?!” ucapnya. Jung eun tak mau menjawab hal iyu dan memilih untuk pergi meninggalkan Jae Ho.

19 (2)_thumb[1]

Jung Eun meninggalkan ponselnya dikamar. Kebetulan, Eun Ho mengirim sms kepadanya ‘selamat tidur….. aku juga akan tidur’, Jae Ho yang melihatnya langsung emosi dan menghapusnya.

20_thumb[1]

Keesokan harinya, Eun Ho pergi ke kantor agensinya. Ia mengajak Dong Gyu untuk berbicara berdua. Dong Gyu menceritakan mengenai, sikap Jung Eun yang tiba-tiba mau menerima uang pemberiannya tanpa berkata apapun, “Fakta mengenai dia menerima uang dari pria terkenal, ini menunjukkan penulis itu orang yang sangat terbuka. Jika aku mengalami hal yang serupa, seandainya Jun Ji Hyun memberiku uang, aku juga akan menerimanya”

“Jun Ji Hyun memberimu uang? Apa itu mungkin?!” celetuk Eun Ho. Dong Gyu berkata, “Tapi seandainya seorang wanita jelek memberiku uang….. ”. “Kau harus menerimanya, ambilah saja! Kalau sudah selesai bicara, pergilah” ucap Eun Ho.

Baru beberapa langkah Dong Gyu pergi Eun Ho menghentikannya dan bertanya mengenai wanita si pemilik toko yang seenaknya memecat Jung Eun. “Pecat saja dia!” teriak Eun Ho.

21_thumb[1]

Dan benar saja, karena saat Eun Dong tiba di toko, wanita itu sedang membereskan barang-barangnya. Wanita itu meninggalkan toko seraya mengomeli Jung Eun. “Kudoakan semoga toko ini bangkrut!” celetuk si wanita.

Tak lama kemudian, Eun Ho mengirimnya sms ‘Sedang apa? kenapa kemarin kamu tak membalas pesanku?’

‘Pesan apa? Aku tidak mendapatkan pesan darimu?’ tanya Jung Eun.

‘aku punya bukti, bahwa aku mengirimu pesan. Mulai detik ini, kalau kau tidak membalas pesanku, aku akan langsung menelponmu’ ucap Eun Ho.

22_thumb[1]

Baru juga beberapa detik, Eun Ho langsung menelponnya. Ia berkata ini balasan karena Jung Eun tak membalas pesannya kemarin, ia bertanya Jung Eun ingin makan apa. “Naengmyon (Mie soba/dingin)” jawab Jung Eun. “Baiklah, mari kita makan bersama”

24_thumb[2]

Ternyata makan bersama ala mereka adalah makan makanan yang sama berbarengan, namun di tempat yang berbeda. Eun Ho mengiriminya sebuah MMS, berisi foto makanannya, dibawahnya bertuliskan ‘ayo makan bersama, ini menu makan siangku hari ini’

sf_thumb[1]

Tak mau kalah, Jung Eun juga mengirimkan foto makanannya pada Eun Ho, ‘makanlah yang banyak’ ucapnya. Eun Ho tersenyum melihat hal  Tentu saja, hal itu berhasil membuat Jung Eun tersenyum.

26_thumb[1]

Jae Ho semakin menunjukkan kemajuannya. Hyun ah sangat senang melihatnya kemudian memintaya agar cepat sembuh agar bisa melindungi Jung Eun.

27_thumb[1]

Di kantor, seorang gadis bernama Oh Nan Sil menghampiri Hyun Bal, dan berkata jika dirinya ingin mengikuti audisi. Ia pun menunjukan kemampuan bahasa prancis-nya, kemudian kemampuannya yang lain. Sepertinya… Hyun Bal agak tertarik dengan gadis ini.

28_thumb[1]

Jung Eun datang kerumah ibunya untuk mengobrol dengannya. Tapi sebelumnya, ia ingin berterimakasih atas segala sesuatu yang telah ibu berikan kepadanya, “Meskipun bukan ibu yangg melahirkanku, aku sangat ingin terlahir dari rahim ibu”

“Berapa banyak yang sudah kau ketahui?” tanya ibu. “Ternyata, aku Ji Eun Dong. Ini lucu, bukan? Gadis yang dicari Ji Eun Ho selama ini adalah aku. Bu… Maukah ibu menolongku? Kalau ibu tak mau, maka tak ada seorang pun yang bisa menolongku.” pinta Jung Eun.

Dengan suara yang bergetar, ibu berkata jika dirinya tak bisa menolong Jung Eun. Ibu meminta agar mereka melanjutkan hidupnya seperti ini saja. Karena atak ada yang akan berubah, meskipun Jung Eun ingat masa lalunya.

“aku akan memulai dari detik ini… di hari saat terjadi kecelakaan. Di hari saat Park Hyun Soo menungguku” tegas Jung Eun.

Ibu memohon agar Jung Eu tak melakukannya. Namun, ia menolah dan bertekad untuk melakukan hal ini.

Dengan air mata yang mulai membasahi pipinya, Jung Eun berkata, “Bu… saat aku melihatnya, Jantungku berdebar-debar. Haruskah kukatakan yang sejujurnya? aku sangat menyukai pria itu”

29_thumb[1]

30_thumb[1]

Eun Ho menunggu gilirannya untuk syuting, I melihat foto Ra Il kemudian memikirkan Jung eun. Ia pun bertanya kepada Dong gyu apa yang sedang Jung Eun lakukan searang. Dog Gyu melihat jam tangannya kemudian berkata jika Jung eun pasti masih kerja. Tanpa berpikir panjang, Eun Ho langsung pergi untuk menemui Jung Eun.

31_thumb[1]

Eun Ho menghampiri Jung Eun dan mengajaknya makan. Namun, Jung Eun menolak karena ini masih jam kerja. Eun Ho memaskanya dan menarik tangannya. Sial.. ada pelanggan yang datang. Jung Eun pun langsung menyembunyikan Eun Ho di ruang ganti.

32_thumb[1]

Eun Ho mengintip Jung Eun dari dalam kemudian tersenyum. Ketika pelanggannya sudah pergi, Jung eun meminta  Eun Ho untuk keluar. Tapi, tak ada jawaban. Ia pun membuka pintu itu dan Eun Ho langsung menariknya kedalam.

Eun Ho menaruh tangannya di samping kepala Jung Eun, kemudian menatapnya dengan tajam, “Kau takut padaku?” tanyanya. ‘”Tidak takut” jawab Jung Eun.

33_thumb[1]

“Kau tahu kenapa? Eun Dong juga seperti itu. Dia tidak takut apapun, saat dia ada bersamaku. Itulah sebabnya, kau tidak merasa takut padaku” ungkap Eun Ho.

“Aku tahu, aku tidak takut padamu. Aku takut… pada diriku sendiri” ucap Jung Eun seraya berusaha untuk keluar dari tempat itu.

35_thumb[1]

Eun ho menahannya dan bertanya, apakah Jung Eun sudah mengingatnya. Jung Eun, tak mau menjawabnya dan berusaha untuk pergi dari hadapan Eun Ho. Untungnya, seorang pelanggan datang dan membuatnya bisa lepas dari situasi menyesakan ini.

Eun Ho ingin membantu Jung Eun untuk merapikan pakaian. Namun, Jung Eun menolaknya karena ia melakukannya asal-asalan. Ia akhirnya memilih untuk memperhatikan Jung Eun seraya bercerita, jika dirinya akan syuting di Jeju besok.

36_thumb[1]

Sayangnya, Jung Eun tak mempedulikan hal itu. Ia lebih fokus untuk merapikan pakaian. Eun Ho bertanya mengapa ekpresi Jung Eun biasa saja. Jung Eun tak mau membahas mengenai itu, tapi ia ingin tahu tentang sesuatu.

“Selama berpisah dengan Ji Eun Dong, apakah kau pernah, mengencani seorang wanita?” tanya Jung Eun.

Sebelum menjawabnya, Eun Ho ingin agar mereka berbicara sambil duduk. Eun Ho menarik tangannya, namun Jung Eun mengelak dan berkata jika mereka bisa ngobrol disini.

Akhirnya, Eun Ho mengalah dan menceritakan jika dirinya belum pernah sekalipun berkencan dengan wanita  manapun. “Kenapa kau begitu?” tanya Jung Eun. “Aku merasa jika aku berbuat itu, maka Eun Dong juga akan melakukan hal yang sama. Aku tidak ingin melihat Eun Dong bersama pria lain. KArena itulah, tidak kubiarkan seseorang mendekatiku. agar aku tidak dipersalahkan. Sebelum mendegar semuanya dari Eun Dong, aku tidak akan percaya pada siapapun” jawab Eun Ho panjang lebar.

“Pernahkan terfikir olehmu? Mungkinkah jika dia melirik pria lain?” tanya Jung Eun. “Kau sengaja menanyakan itu padaku!” tegas Eun Ho.

Entah kenapa, Eun Ho seakan kesal, lalu bertanya, “Apa kau terlahir untuk menggerogoti hatiku? Bagaimana bisa kau menanyaan itu padaku? Teganya kau menanyakan itu padaku”, bahkan ia sampai mengacak-acak pakaian yang sudah dirapikan Jung Eun.

Melihatnya, Jung Eun tersenyum karena tadi Eun Ho menggunakan banmal (bahasa yang kurang sopan) padanya. Eun Ho jadi malu sendiri dan membereskan laki pakaian yang telah dijatuhkannya, sambil berkata, “Aku melakukan hal bodoh, kekanak-kanakan”

Eun Ho mengajak Jung Eun untuk pergi ketempat yang Jung Eun inginkan sebelumnya. Jung Eun menolak karena ini masih jam kerja-nya. “Ah.. toko ini milik temanku!” ucap Eun Ho.

37_thumb[1]

Meskipun, Jung Eun belum pernah memberitahu padanya kemana ia ingin pergi. Eun Ho bisa menebaknya dengan tepat. Ia membawa Jung Eun ke bioskop yang pernah mereka datangi bersama. Sebelum turun dari mobil, Eun Ho memakai jaket serba hitam (biasa, kalo artis Korea lagi nge-date dandanannya gak akan jauh-jauh dari gini :p)

38_thumb[1]

Mereka berjalan berdampingan. Jika Jung Eun, melihat sekelilingnya dengan raut wajah penasaran. Eun Ho malah tersenyum indah dan perlahan menggenggam tangan Jung Eun, seakan mengulan kisah mereka 10 tahun yang lalu.

39_thumb[1]

40_thumb[1]

“Tanganku ini masih tetap tangan yang sama. Menggenggam tanganmu 10 tahun yang lalu” –Eun Ho

Jung Eun tersenyum dan mereka melanjutkan langkah kakinya, hingga sampai di tempat mereka berciuman untuk yang pertama kalinya. Eun Ho memberikan senyuman indahnya untuk Jung Eun……

41_thumb[1]

My Comment :

Iyeyyyy…..

Semuanya memang harus dimulai dari awal 😀 Kayaknya, Eun Ho agresif banget yaaaa kalo lagi deket-deket Eun Dong :p

 10562919_1589006958039231_3521496705368554864_n_thumb[1]

Awalnya, aku naruh simpati sama keadaan Jae Ho. Tapi, setelah sifat buruk-nya nampak. Aku mulai mikir-mikir lagi buat kasihan sama dia. Heloooo… separuh hidup Eun Dong udah dikasih buat dia, so sekarang udah waktunya Eun Dong untuk bahagia 😀

Ayoooo… Eun Ho sama Eun Dong pasti bisa bersatu. Apalagi, Ra Il kemugkinan besar anaknya Eun Ho. Jadi, buat apa lagi Eun Dong harus deket-deket Jae Ho. Bapak tirinya Eun Dong juga, ngapain terus-terus maksa Eun Dong buat jadi istri (lebih ke pembantu sih) Jae ho. Eun Ho jauh lebih kaya dan lebih baik daripada si Jae Ho!!!!

Kalian juga pasti mikir gitu 😀

[ Sinopsis Episode 9 Part 1 ]

Advertisements

12 thoughts on “Sinopsis My Love Eun Dong Episode 8 Part 2

  1. Pingback: Sinopsis My Love Eun Dong Episode 8 Part 1 | my-eternalstory

  2. Aku suka banget sama drama ini. Ceritanya bagus tapi ringan dan mengalir apa adanya.

    Meskipun udah nonton sampe episode 10. tapi aku selalu suka baca sinopsis disini.

    Ayo fighting unni lanjutin sinopsisnya sampe episode minggu inii.. 🙂

    Like

  3. hai unn, salam kenal. aku pengen liat episode ini tapi ga bisa, jaringan lemot. aku ijin baca aja ya, untuk part ini dan selanjut selanjutnya. hehe. salam kenal, IDku yasminh.
    aku juga yakin itu anak EunHo kalo pas kecelakaan lalu JaeHo langsung lumpuh. kok kayanya ntar bakal ada love line juga JaeHo-HyunAh yaa… feeling aja sih. feeling sok tau. haha. salam kenal sekali lagi. terima kasih sinopnya dan tetep semangat nulis ya. fighting unn!!

    Like

  4. Pingback: Sinopsis My Love Eun Dong Episode 9 Part 1 « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s