MADAME ANTOINE EPISODE 1

MA1 223

“KEKUATAN TERBESAR YANG MENGGERAKAN HATI WANITA, ADALAH UANG.

INTINYA, WANITA TIDAK MENGENAL CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI ITU TIDAK ADA!!!”

=CHOI SOO HYUN=

Beberapa orang berlarian menuju sebuah pohon tinggi besar di tengah kota yang telah dihiasi oleh pita warna-warni di setiap rantingnya. Di bawah pohon itu, seorang wanita berdiri dengan sangat percaya diri seraya berteriak “Sayang! Aku mencintaimu!”

Berkali-kali wanita itu mengulang apa yang diucapkannya, sehingga semakin mengundang banyak perhatian orang yang lewat. Tak sedikit dari mereka yang sengaja mengabadikan kejadian itu lewat ponselnya.

MA1 009MA1 011

Ternyata, itu adalah cuplikan sebuah dokumentasi milik Choi Soo Hyun (Sung Joon), seorang ahli psikologi yang melakukan sebuah eksperimen mengenai CINTA.

Soo Hyun memutarkan video itu dihadapan seorang pria asing dan seorang wanita penerjemah di dalam sebuah ruangan tertutp dan terdapat juga beberapa kru yang sedang mendokumentasikan presentasinya ini. Ia mengatakan jika kejadian menghebohkan tersebut terjadi pada 10 Oktober 2015.

“Usianya 26 tahun. Dia mengajar sebuah SD di Korea. Dia sedang jatuh cinta. Mmmm…. Salah! Aku yang membuatnya jatuh cinta” Soo Hyun

“Kau membuatnya jatuh cinta?” Pria asing

“Iya……. Ini adalah eksperimen psikologis untuk memunculkan rasa cinta” Soo Hyun

Ternyata, semenjak 3 bulan sebelumnya, dengan sengaja, Soo Hyun telah mengirimkan 3 orang pria untuk mendekati guru SD tersebut.

MA1 016MA1 026

Pria pertama, berumur tua dan pemarah, namun kaya raya dengan penghasilan 100 juta won. Pria kedua, masih muda, bekerja sebagai pelatih fitness dengan badan yang seksi. Terakhir, pria ketiga, berwajah tampan yang mendekati wanita itu dengan pesonanya. Setelah kencan sebanyak 36 kali, akhirnya wanita itu memilih salah satu dari ketiga pria itu.

Berdasarkan eksperimen tersebut, yang membuat Soo Hyun sangat penasaran ialah, mengapa wanita itu mau melakukan hal gila seperti itu hanya demi seorang pria “Dapat kekuatan dari mana dia?” tanya Soo Hyun.

“Cinta” celetuk si pria asing. “Tepat! Cinta! Apa hebatnya cinta sampai membuat orang segila ini? Apapun yang kamu lakukan, kamu jadi selalu membayangkan orang itu. Kamu jadi sangat bahagia seakan dunia hanya milik berdua saja. Cinta yang dapat menggerakkan dunia. Begitu kuatnya sampai membuatmu mengorbankan nyawa. Aku penasaran dari mana datangnya kekuatan cinta itu.” Ungkap Soo Hyun.

Lebih lanjut lagi, Soo Hyun menjelaskan jika ini baru awal dari penelitiannya. Berikutnya, ia ingin mencari target yang berumur 30-an dan pernah mengalami jatuh cinta. Pada tahap selanjutnya, ia akan melakukan eksperimen ini pada 500 wanita dengan usia yang beragam.

Pria asing itu bertanya, apakah Soo Hyun telah menjelaskan mengenai eksperimen ini kepada targetnya. Soo Hyun mengungkapkan jika ia telah menceritakannya, namun tak menjelaskan tujuannya. Ia hanya menceritakan jika ini adalah penelitian tentang pria idaman.

“Tapi, hal ini berarti melanggar etika” ucap si pria asing. Dengan santai, Soo Hyun mengatakan jika selama ia mendapat izin dari targetnya, ia tak akan melanggar etika sama sekali.

“Hal ini memang tidak nyaman. Namun, psikologi bukanlah moral, melainkan sains. Menyelidiki hati manusia dan mendapatkan bukti. Penelitian ini bukan cuma main-main” Soo Hyun.

Pria asing itu mengangguk, kemudian Soo Hyun melanjutkan cerita mengenai eksperimennya. Ternyata, dari ketiga pria itu, yang dipilih oleh si wanita adalah pria kaya.

MA1 033

“Itulah cinta menurut wanita. Dia lebih memilih uang dari pada cinta. Kekuatan terbesar yang menggerakan hati wanita, adalah uang. Intinya, wanita tidak mengenal cinta sejati. CINTA SEJATI ITU TIDAK ADA. Inilah hipotesis dan kesimpulan dari eksperimen ini.” Soo Hyun.

[ EPISODE 1 ]

MA1 044MA1 050

Lalu lintas di salah satu jalan raya terganggu, karena ada seorang pria yang diam di tengah jalan dan tak mau pergi meskipun telah dibujuk oleh polisi. Pria itu, hanya duduk sembari behitung dengan nada panik dan tangannya terus memegang sekitar lehernya.

Tak lama, Soo Hyun ditemani Ji Hoo (Lee Joo Hyung), datang dan langsung menghampiri pria itu. Ia mencoba untuk mengajaknya berbicara, namun tak direspon. Seorang pria disampingnya menjelaskan jika pria itu, baru-baru ini mengalami sebuah perampokan di rumahnya dan lehernya terluka.

“Apakah penjahat itu mencekik lehermu?” tanya Soo Hyun, yang langsung berhasil membuat mata si pria itu melihat ke arahnya.

Soo Hyun, menganggkat dua jari lemngannya dan menggerakannya ke kanan dan kiri secara terus menerus (namanya teknik EMDR: Eye Movement Desnsitiazion and Reprocessing). Perlahan, bola mata pria itu mengikuti arah jari Soo Hyun dan bibirnya mau mengungkapkan apa yang telah dialaminya

Ternyata, pria itu mengalami depresi berat karena tak bisa melindungi istrinya saat kejadian pencurian tersebut. Soo Hyun pun, memberikan kartu namanya dan meminta agar pria itu mau menjalani pengobatan lebih lanjut di kliniknya.

MA1 063MA1 067

Sementara itu, di Café Madame Antoine, Go Hye Rim (Han Ye Seul), sedang ‘meramal’ kliennya yang merupakan seorang wanita parubaya yang nampaknya memiliki banyak kekhawatiran dalam pikirannya. Dengan sangat meyakinkan, Hye Rim berlaga seakan-akan, Marie Antoinette membisikan sesuatu kepadanya. Padahal, ia tak memiliki kemampuan meramal sama sekali. Ia hanyalah membaca gestur tubuh dan memanfaatkan pengalamannya untuk memprediksi permasalahan kliennya.

Saat Hye Rim sedang berbicara dengan kliennya itu, tiba-tiba papan nama tokonya terjatuh. Ia pergi keluar untuk melihatnya. Ternyata, papan nama tokonya sengaja dijatuhkan karena di lantai dua bangunan itu akan dibuka klinik konseling, yang kebetulan namanya sama persis seperti nama cafenya, “Madame Antoine”. Dan kebetulan juga, pemilik klinik itu adalah Choi Soo hyun.

Klinik itu sendiri, dibuat Soo Hyun untuk mengobati pasien yang sekaligus ingin ditelitinya. Mesikpun dirahasiakan, klinik ini sangatlah menjadi perhatian banyak media dan investor. Bahkan, Presdir Kim (Byun Hee Bong), pemilik bangunan tempat klinik itu, yang asalanya hanya ingin menyewakan bangunannya jadi ikut tertarik untuk berinvestasi.

MA1 115MA1 116

Soo Hyun mengundang wanita yang menjadi subjek penelitian pertamanya untuk datang menemuinya melalu sebuah video. Wanita itu pun datang dan mengalami serangkaian tes yang berhubungan dengan perasaannya terhadap ketiga pria yang pernah mendekatinya dulu. Setelah serangkaian tes itu selesai, Soo Hyun mengajaknya berbicara, kemudian mengajukan beberapa pertanyaan yang akhirnya membuat wanita itu sadar jika kisah cintanya waktu itu hanyalah skenario yang dirancang Soo Hyun. Merasa kesal, wanita itu melempar tasnya ke muka Soo Hyun dan langsung pergi meninggalkan Soo Hyun yang mimisan.

MA1 123

Setelah kejadian itu, ia mendapat kabar bahwa pria yang ditolongnya di jalan raya waktu itu memutuskan untuk berhenti melakukan pengobatan karena merasa jika dirinya sudah baikan setelah bertemu dengan seorang peramal. Ternyata, peramal yang disebut pria itu adalah Madame Antoine, mereka bertemu di café madame antoine saat pria itu sedang menunggu Soo Hyun.

MA1 189MA1 187

Kesal, Soo Hyun langsung menemui Hye Rim tanpa memberitahukan identitasnya. Ia berpura-pura menjadi klien yang ingin diramal oleh Hye Rim. Mereka duduk berdua di ruangan tempat Hye Rim melakukan ‘praktek’-nya. Nampaknya, sangat sulit untuk Hye Rim bisa menebak isi pikiran Soo Hyun. Sebaliknya, Soo Hyun beberapa kali berhasil membaca pikiran Soo Hyun.

Tak mau kalah, Hye Rim akhirnya bisa membaca sedikit isi pikiran Soo Hyun. Beberapa kali Soo Hyun mengelaknya, namun ia tak bisa berbuiat apapun ketika Hye Rim menyinggung mengenai ibu Soo Hyun yang secara kebetulan langsung membangkitkan memori trauma yang menghilang dari kepala Soo hyun selama ini. Sebuah kejadian, ketika seorang anak laki-laki berada di teman hiburan, ditengah keramaian. Ada seorang wanita yang nampaknya adalah ibunya, kemudian ia menangis dan lelehan es krim, jatuh di tangannya.

MA1 216MA1 219

Adik Hye Rim, Go Yoo Rim (Hwang Seung Eon), secara tak sengaja mengenali sosok pria yang datang bersama Soo Hyun, yaitu Ji Ho adalah orang jenius yang sangat ahli di bidang matematika. Yoo Rim mendekatinya kemudian melihat Ji Ho memegang buku tentang psikologi.

“Kamu kan, lulusan matematika, mengapa belajar psikologi” tanya Yoo Rim.

“Aku tak bisa memahami sifat manusia” jawab Ji Hoo

Tiba-tiba telepon berbunyi, Yoo Rim bergegas mengangkatnya. Itu adalah telepon dari presdir Kim yang menanyakan mengenai keberadaan penyewa bangunan di lantai dua. Ji Hoo langsung mengambil gagang teleponnya dan berbicara dengan presdir. Jelas saja, Yoo Rim sangat kaget karena ia baru saja menyadari jika klien yang sedang bertemu dengan Hye Rim ternyata Soo Hyun, si pemilik klinik di lantai dua.

Yoo Rim berniat memberitahu Hye Rim, namun tepat saat itu juga, Soo Hyun memberikan kartu namanya kepada Hye Rim. Untuk beberapa detik suasananya seakan membeku. Hye Rim menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian memeperdebatkan masalah mengenai nama “Madame Antoine” yang sama-sama digunakan oleh mereka berdua sebagai nama temat kerjanya. Soo Hyun beralasan jika dirinya telah menggunakan nama itu semenjak di luar negeri. Namun, Hye Rim berkilah jika dirinya-lah yang lebih dulu menggunakan nama itu di Korea. Sayangnya, kata-kata Hye Rim hanyalah menjadi agin lalu bagi Soo hyun.

MA1 239MA1 240

Kesal, Hye Rim pun mencoba untuk berakting layaknya seorang peramal dan menakut-nakuti Soo Hyun dengan mengatakan jika malam ini akan terjadi sesuatu, dan Soo Hyun tidak boleh melihat cermin. Soo Hyun, tertawa geli dan pergi begitu saja.

MA1 254

Saat malam hari, Soo Hyun yang sendirian di rumahnya mulai teringat akan ucapan Hye Rim. Saat ia masuk ke kamar mandi, ia berlaga sok berani, namun saat harus melewati sebuah cermin besar dihadapannya, ia langsung berjalan jongkok dan tak mau melihat ke arah cermin sedikit pun.

MA1 269MA1 256

Keesokan harinya, baik Soo Hyun maupun Hye Rim sama-sama berusaha meyakinkan Presdir Kim agar salah satu dari merka diusir dari bangunan itu. Namun, Presdir Kim sama sekali tak menggubris permintaan mereka.

Hye Rim sedang asyik menonton adegan romantis dalam film The Notebook. Tiba-tiba, ia mendapat telepon yang mengabarkan jika seseorang telah membaawa kabur uang yang sebenarnya ia ingin gunakan untuk membayar uang sekolah anak perempuannya.

MA1 277MA1 282

Saat, Hye Rim sedang menangis histeris di depan Yoo Rim, tak sengaja Soo Hyun lewat dan melihat kejadian itu. Tentu saja ini alah kesempatan emas bagi Soo Hyun untuk mengusir Hye Rim. Ia langsung menelpon presdir Kim dan mengatakan jika sebentar lagi Hye Rim pasti akan menghubungi presdir untuk meminjam uang.

MA1 305

Ternyata tepat sekali, setelah presdir menutup telepon Soo Hyun, Hye Rim langsung menelponnya. Ia pun meminta Hye Rim untuk menemuinya di kantornya. Hye Rim datang ke kantor itu dan sangat terkejut, karena sebelumnya ia mengira jika presdir itu hanyalah seorang pemilik bangunan, namun ternyata presdir juga merupakan pemilik perusahaan kosmetik yang sangat terkenal.

MA1 316MA1 313

Hye Rim berbicara dengan presdir, ia mengatakan jika beberapa tahun kedepan akan ada sebuah krisis keunganan yang melanda. Maka dari itu, presdir harus melakukan sebuah ritual agar terhindar dari masalah. Ia pun meminta sejumlah uang dari presdir untuk melakukan ritual ini. Presdir memang menyetujui hal itu, namun raut wajahnya berkata jika ia kecewa akan kelakuan Hye Rim ini.

Dengan sebuah amlop berisi uang di tangannya, Hye Rim berjalan keluar dari ruangan presdir. Tiba-tiba,ada telepon masuk dari anaknya, saat ia mengangkatnya dan mendengar suara anaknya seketika itu juga Hye Rim terjatuh ke lantai dan tak bisa berkata apapun.

MA1 330MA1 335

Saat Presdir Kim hendak masuk ke dalam mobil, Hye Rim langsung mendekatinya dan memohon maaf karena telah mengatakan kebohongan pada presdir. Ia pun mengembalikan uang dari presdir dan berkata jika dirinya akan pindah dari bangunan itu. Tanpa ragu, Presdir Kim langsung memaafkan Hye Rim dan mengungkapkan jika Soo Hyun-lah yang membuatnya ingin mengetes Hye Rim seperti tadi.

MA1 352

Soo Hyun menandatangani kontrak dari Presdir Kim yang akan berinvestasi padakliniknya. Namun, ia merasa terganggu dengan salah satu poin pada kontrak itu yang mengatakan jika, Presdir akan merekrut seorang pegawai yang telah dipilih sendiri oleh Presdir. Dan ternyata, pegawaiitu ialah Go Hye Rim, yang akan dipekerjakan sebagai penasihat ‘tradisional’

Presdir memberikan pekerjaan ini pada Hye Rim sebagai hukuman karena Hye Rim telah membohonginya. Untuk bayarannya, Presdir membiarkan Hye Rim untuk tinggal di lantai tiga bangunan itu.

MA1 368MA1 366

Merasa jika keluhannya pasti tak akan digubris oleh Presir, Soo Hyun langsung mendatangi Hye Rim secara langsung dan memaksanya untuk berkata pada presir jika dirinya tak mau mengambil pekerjaan itu. Sayangnya, sikap kasar Soo Hyun malah membuat Hye Rim yang pada awalnya menolak pekerjaan itu, berubah pikiran dan dengan yakin mau mengambil pekerjaan itu.

Akhirnya dengan sangat amat terpaksa, Soo Hyun menerima keinginan Presdir. Ia melihat Hye Rim yang membawa barang-barang rumahnya untuk dibawa ke lantai tiga. Tiba-tiba, Ji Hoo datang dan mengatakan jika sepertinya Hye Rim sangat cocok untuk dijadikan subjek eksperimen mereka selanjutnya.

MA1 383MA1 379

Mendengar hal itu, Soo Hyun langsung terbayang jika Hye Rim akan melakukan hal gila seperti yang subjek pertamanya lakukan dulu.

MA1 396

Untuk pertama kalinya, Soo Hyun memeprnalkan diri secara resmi kepada Hye Rim. Ia juga memperingatkan mengenai batasan-batasan yang tak boleh dilampaui oleh Hye Rrim ketika bertemu dengan kliennya. Hye Rim merasa kesal dengan hal itu, ia pun berusaha untuk mengungkit masalah ibu Soo Hyun. Kali ini, Soo Hyun dapat menghentikannya dengan bertanya bagaimana jika anak perempuan Hye Rim mengetahui perilaku ibunya yang selalu membohongi orang.

MA1 412MA1 410

Soo Hyun pulang ke rumahnya, namun saat baru turun dari mobil, ia langsung dibuat kesat karena melihat Choi Seung Chan (Jung Jin Won), yang merupakan adiknya, muncul di hadapannya dan memohon agar bisa ikut tinggal bersama dengan Soo Hyun.

“Hyung…. Izinkan aku tinggal bersamamu. Kau juga tahu, aku keluar dari tim Baseball karena cedera dan tak mempunyai pekerjaan saat ini” renget Seung Chan.

Dengan dingin, Soo Hyun langsung menolaknya dan masuk kembali ke mobil kemudian pergi meninggalkan Seung Chan.

MA1 417

Hye Rim menemui Presdir Kim, ia mengeluh mengenai pekerjaan yang harus di hadapinya. Presdir pun membawanya berkeliling di toko kosmetik kemudian menunjukan sebuah poster iklan kosmetiknya. Ia menjelasakan jika Hye Rim harus bisa mempelajari mengenai psikologi wanita dari Soo Hyun. Karena, ia meyakini jika hal itu akan sangat membantu bisnis kosmetiknya.

MA1 425

Hye Rim pun langsung pergi ke toko buku untuk membeli buku psikologi. Awalnya si penjual memberinya buku asli yang berbahasa Inggris. Hye Rim, mengerungkan alisnya dan meminta agar si penjual memberinya buku terjemahan saja.

MA1 440

Lee Ma Ri, seorang atlet loncat indah tiba-tiba ambruk di tengah perlombaannya. Sebelum melakukan loncatan, pandangannya tiba-tiba kabur sehingga ia tak bisa dengan jelas melihat kedepan.Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tak ada masalah apapun dengan matanya. Oleh karena itu, Soo Hyun diminta untuk memeriksa psikis Ma Ri, yang otomatis akan menjadi pasien pertama di klinik yang baru dibukanya itu.

MA1 463MA1 465

Saat diperiksa oleh Soo Hyun, Ma Ri menunjukkan difat yang tidak kooperatif. Ia merasa jika dirinya tak gila jadi tak perlu berkonsultasi dengan Soo hyun. Untungnya, dengan gaya bicara Soo Hyun yang agak ‘mengancam’, Ma Ri akhirnya mau menjalani tes yang diminta Soo Hyun.

MA1 471

Dihadapan Hye Rim dan Ji Hoo, Soo Hyun mengungkapkan jika Lee Ma Ri mengidap Conversion Disorder yang sudah sangat akut, kemungkinan ini dikarenakan rasa stress akan pertandingan. Dengan sengaja, Soo Hyun mengatakan istilah-istilah asing mengenai psikologi yang tentunya akan membuat Hye Rim kesulitan untuk memahaminya.

MA1 482MA1 475

Pantang menyerah, Hye Rim mencari tahu sendiri mengenai hal-hal yang dikatakan Soo Hyun. Namun, ia memang tak bisa jika hanya sekedar melihat dari buku. Ia pun menemui Soo Hyun dan meminta waktu tiga menit saja untuk berbicara dengannya. Namun, Soo Hyun hanya menganggukan kepalanya namun tak mau menjawabnya.

“Choi Soo Hyun! Aku tahu kau tak ingin aku ada sisini. Tapi mengajaku dalam rapat tadi. Itu artinya kau menerimaku, kan?” Hye Rim

“Aku menerimamu, tapi aku tak punya tenaga untuk mengajarimu” Soo Hyun

“Maka dari itu, aku belajar sendiri, tapi istilah ini—-” perkataan Hye Rim terpotong karena Soo Hyun langsung mengatakan jika Hye Rim bisa langsung mengundurkan diri jika tak sanggup untuk mempelajari hal-hal itu.

“Beginikah kau menyelesaikan masalah? Hitam atau putih, begini atau begitu. Tak ada tengah-tengah di kamusmu? Manfaatkan aku! Sebagai peramal, aku sudah bertemu dengan ratusan orang. Kau pikir itu semua hanyalah penipuan? Mungkin tidak tepat, tapi aku sedikit paham. Kenapa kau tak memanfaatkan instingku? Kau tahu apa yang kau lakukan saat ini? Sok arogan karena lancar bahasa Inggris! Bukankah sifatmu ini kekanak-kanakan!” Ungkap Hye Rim dengan kesal. Ia pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan itu, namun Soo Hyun menghentikannya karena masih ada satu menit tersisa.

Soo Hyun menceritakan jika fisik Lee Ma Ri baik-baik saja dan yang bersmasalah adalah mentalnya. Ma Ri merasa jika dirinya tak bisa melihat. Hal itu dialaminya secara tidak sadar karena telah terjadi sesuatu.

“Contohnya? Terjadi apa?” Hye Rim

Soo Hyun tak memberikan jawaban dari pertanyaan Hye Rim, karena menurutnya waktu 3 menit mereka telah habis.

“Waktu habis pantatmu! Kau aslinya juga gak tahu, kan!” gumam Hye Rim

MA1 492MA1 494

Ji Hoo memberikan data-data pria yang akan menjadi umpan untuk Hye Rim. Namun, Soo Hyun tidak menyukai satu pun dari mereka. Karena, ia faham betul jika Hye Rim tidak bisa didekati oleh sembarang pria.

“Tak ada calon yang lain lagi. Selain kaya, pria yang akan kita jadikan umpan haruslan tampan, menarik dan kekar. Pria semacam itu sudah jadi artis semua. Dan yang paling utama adalah masalah kerahasiaan, tapi tak ada orang lain yang bisa dipercaya” ungkap Ji Hoo.

Soo Hyun berpikir sejenak, kemudian berkata jika dirinya sepertinya telah mendapatkan pria yang cocok…….

My Comment :

Agak telat memang aku memposting recap ini, karena ada sedikit masalah teknis, heheheheh…..

Aku tertarik sama drama ini tuh karena ada Sung Joon yang disini berperan sebagai Choi Soo Hyun yang sok ‘jenius’ dan tak memperdulikan perasaan orang lain. Karakternya emang agak annoying yaaa… bagaimana pun juga bermain-main sama perasaan orang lain itu perbuatan yang jahat banget.

Sementara, Go Hye Rim yang katanya berprofesi sebagai ‘peramal’, menurutku gak bisa dianggap orang yang baik juga. Karena meskipun sifat aslinya baik dan gak tegaan, tetep aja apa yang dia nasehatkan ke kliennya belum bisa menyelesaikan permasalahan secara tuntas.

Yang jadi benang merah disini adalah sosok Soo Hyun yang nampaknya tak memiliki hubungan baik dengan ibunya. Sebaliknya, Hye Rim adalah seorang ibu yang sangat berusaha untuk menjaga hubungan dengan anaknya.

MA1 386

Mmm……. Apakah eksperimen cinta dari Choi Soo Hyun ini bakalan berhasil kalau targetnya si ‘Madame Antoine’….?

>>> Episode Selanjutnya

Advertisements

3 thoughts on “MADAME ANTOINE EPISODE 1

  1. Pingback: MADAME ANTOINE EPISODE 2 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s