MADAME ANTOINE EPISODE 2

Episode sebelumnya<<<<

MA2a (19)

“PADA DASARNYA SETIAP ORANG INGIN DICINTAI…”

=GO HYE RIM=

MA2 009MA2 014

Choi Soo Hyun (Sung Joon) mengijinkan adiknya, Choi Seung Chan (Jin Won) untuk tinggal bersamanya asalakan ia mau menjadi salah satu dari tiga pria yang akan terlibat dalam eksperimennya. Sebagai pria yang masih muda, Seung Chan pastinya agak kurang tertarik jika harus mendakati wanita berusia 35 tahun seperti Hye Rim (Han Ye Seul). Namun, demi kelangsungan hidupnya akhirnya ia mau melakukannya ditambah lagi, Soo Hyun setuju untuk membelikannya motor yang diinginnkannya jika ia berhasil mendapatkan hati Hye Rim. Jelas saja, Soo Hyun tidak asal-asalan menjanjikan barang mahal seperti itu, karena saingan Seung Chan adalah si pria lugu murid Soo Hyun yaitu Ji Hoo, yang masih sama-sama muda dan menarik.

MA2 029

Sayangnya, Ji Hoo yang ‘menarik’ ini masih sangat amat  tak berpengalaman dalam mendekati wanita. Gaya bicaranya yang kaku bukan malah membuat Hye Rim tertarik padanya, melainkan membuat Hye Rim ingin terus menghindarinya.

Berbeda drastis dengan Seung Chan yang nampaknya memang sudah pro dalam memikat hati wanita. Memanfaatkan badannya yang ‘seksi’, ia memakai baju tanpa lengan yang mengekspos otot-otot biceps dan triceps di lengannya itu sambil membantu Hye Rim menjemur pakaian.

MA2 043MA2 042

Mereka duduk berdua sambil memakan jajangmyun, beberapa kali Seung Chan mengatakan hal-hal yang pastinya akan membuat perasaan seorang wanita melayang-layang di urdara. Saat tak sengaja melihat layang ponsel Hye Rim akhirnya ia mengetahui jika hye Rim telah memilikin seorang putri. Hye Rim menceritakan jika putrinya itu sekarang sedang sekolah di Amerika dan suaminya telah meninggal.

MA2 049

Merasa jika dirinya kesulitan untuk mendekati Hye Rim, Ji Hoo pun menemui Yoo Rim untuk mencari informasi mengenai apa yang disukai Hye Rim. Bahkan tanpa basa-basi,  kepada Yoo Rim Ji Hoo mengatakan jika dirinya mencintai Hye Rim.  Yoo Rim memang agak terejut mendengarnya namun ia akhirnya mau untuk membantu Ji Hoo dengan sayarat Ji Hoo mau menjadi objek dalam film dokumenter yang dibuatnya.

MA2 070MA2 067

Soo Hyun masih berfikir keras untuk memecahkan masalah yang diallami kliennya, Lee Ma Ri. Hye Rim datang dan mengatakan jika Ma Ri merupakan korban bullying. Ia mengatakan itu, karena menurutnya apa yang di alami Ma Ri, hampir sama dengan yang dialami anaknya dulu.

Soo Hyun tak mau dengan mudah menerima apa yang Hye Rim katakan, ia menjelaskan teori-teori yang digunakannya dalam permasalahan ini. Namun, Hye Rim menyanggahnya dan berkata jika perilaku Soo Hyun sekarang hanya akan membuat masalah ini menjadi semakin rumit.

Menurut Hye Rim, Lee Ma Ri hanyalah ingin disukai dan dicintai oleh orang lain. Begitu pun dengan Soo Hyun yang sebenarnya dalam hatinya pun ingin merasakan dicintai oleh orang lain. Tidak disangka, perkataan Hye Rim ini terus terngiang-ngiang dalam pikiran Soo Hyun semalaman itu.

MA2 082MA2 086

Berdasar pada perkataan Hye Rim, Soo Hyun pun menemui Lee Ma Ri. Ia bertanya mengenai apa yang terjadi di hari pertandingan itu. Meskipun pada awalnya Ma Ri tak mau membahas apapun akhirnya ia mau menceritakan apa yang telah terjadi.

MA2 093

Pada hari itu ia merasa tertekan karena kedatangan para anti-fans nya di bangku penonton. Mereka membenci Ma Ri karena kejadian beberapa waktu yang lalu. Saat itu Ma Ri di interview bersama seorang idol bernama ‘TX’. Saat sesi pemotretan, secara tak sengaja Ma Ri memeluk pinggang idol itu. Semenjak itu lah, seluruh fans ‘TX’ membully-nya habis-habisan di media sosial.

MA2a (73)MA2a (74)

Seung Chan, datang terlambat ke klinik. Sebagai hukuman, Soo Hyun memintanya untuk membungkus seluruh ranting pohon di halaman dengan plastik. Tak sengaja, salah satu plastik itu jatuh ke kepala seorag wanita yang sedang duduk di bawah pohon. Wanita itu ialah, Bae Mi Ran (Jang Mi Hee), yang merupakan profesor psikologi sekaligus gurunya Soo Hyun.

Seung chan bergegas untuk menolong Mi Ran tanpa mengetahui jika wanita itu merupakan guru Soo Hyun. Mengetahui jika taksi yang hendak menjemput Mi Ran tak bisa datang, Seung Chan berinisiatif  untuk mengantar Mi Ran ke terminal bis karena mengira Mi Ran adalah salah satu pasien di klinik Soo Hyun.

MA2a (54)

Sambil mengendarai skuternya, Seung Chan terus saja mengeluarkan kata-kata yang manis agar Mi Ran datang lagi ke klinik untuk konsultasi. Ia bahkan mengatakan jika, dirinya akan erawat Mi Ran dengan baik. Tentu saja, Mi Ran yang mendengar hal itu tersenyum geli, tanpa disasadinya tangannya pun semakin erat memeluk Seung Chan dari belakang. (Aduuuuhhhh… ini si nenek yang kegeeran atau Seung Chan yang terlalu over?)

MA2 144MA2 145

Lee Ma Ri menelepon Hye Rim, dengan panik ia mengatakan jika pelatih memaksanya untuk mengikuti pertandingan. Hye Rim langsung menemui Soo Hyun untuk memintanya berbicara pada pelatih Ma Ri. Sayangnya, Soo Hyun tak mau melakukan hal itu, karena memang Soo Hyun-lah yang meminta pelatih untuk memaksa  Ma Ri kembali bertanding tujuannya agar Ma Ri tidak terus-terusan dimanjakan.

Tentu saja, Hye Rim marah dan sangat tidak suka dengan sikap Soo Hyun. Ia merasa jika Soo Hyun memaksakan kehendaknya pada Ma Ri tanpa memikirkan perasaannya.

MA2a (1)MA2a (2)

“Dia tak bisa melihat! Orang lain pasti akan menangis seperti orang gila! Kau tahu dia seperti apa? Dia tak khawatir sama sekali. Dia sangat tenang saat ini! Kau tahu kenapa dia seperti itu? Karena jika buta, dia tak perlu bertanding. Dia jadi tak perlu bertemu dengan haters-nya itu. Dia juga akan mendapat perhatian dari orang lain! Secara tak sadar dia menikmati hal ini!” tegas Soo Hyun

“Tak bisakah kau terima apa yang kau lihat? Kenapa harus kau putar balikan perkataan anak itu—” ungkap Hye Rim

“Aku ini PROFESIONAL! Tingkatan kita berbeda! Kau hanya menggunakan intuisi dan asumsi… Aku melihat secara langsung! Karena itu aku melakukan hal ini! Dia harus sadar bahwa ini bukan masalah fisik! Dengan begitu ia akan menyadari tak ada gunanya jadi buta!” tegas Soo Hyun

Tak disangka, tepat saat itu juga, Lee Ma Ri berada di depan pintu dan mendengar semua perkataan Soo Hyun yang pastinya sangat amat menyakiti hatinya. Ma Ri berjalan mengahmpiri mereka, sambil menangis ia berkata jika dirinya hanya ingin melanjutkan pengobatannya denga Hye Rim.

MA2 166

Di dalam ruang kerjanya yang gelap Soo Hyun, duduk sendirian sembari mendengarkan voice note dari ibunya Lee Ma Ri yang isinya mencaci-makinya habis-habisan. Tapi, ia tak memikirkan hal itu dan lebih memilih untuk kembali fokus pada eksperimennya terhadap Hye Rim. Ia membuka lembar demi lembar laporannya dan akhirnya memutuskan jika dirinya sendiri yang akan menjadi pria ke tiga untuk menjadi umpan Hye Rim.

MA2 179

“Bagaimana denganku, Go Hye Rim-ssi…? Aku akan membuatmu bertekuk lutut! Mencintaimu… lalu mencampakanmu!” gumam Soo Hyun dalam hatinya.

Esok paginya, saat Hye Rim memasuki café ada sua orang tukang yang sedang memasang CCTV. Hye Rim bertanya untuk apa itu, pekerja itu pun mengatakan jika mereka memasang ini untuk alasan keamanan. Padahal, CCTV itu ternyata ditujukan Soo Hyun untuk memonitor kegiatan Hye Rim.

MA2 189MA2 190

Saat Seung Chan dan Ji Hoo berebut untuk mendapatkan perhatian Hye Rim, Soo Hyun muncul dan langsung menghampiri Hye Rim untuk bertanya apakah Hye Rim bersedia untuk menjadi subjek dalam eksperimen psikologinya. Tentu saja, saat itu juga Hye Rim langsung menolaknya. Soo Hyun menerima jawaban itu dan tak memaksa atau meyakinkan lagi Hye Rim, ia malah langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

MA2 194

Seung Chan mendatangi Soo Hyun, dan bertanya mengapa Soo Hyun mengatakan hal ini pada Hye Rim, bukannya Soo Hyun sendiri yang meminta mereka untuk merahasiakan hal ini. Soo Hyun menjelasakan jika, mereka haruslah mendapat persetuajan dari Hye Rim terlebih dahulu, meskipun sebenarnya dia tidak mengetahui ini eksperimen tentang apa.

Lama-kelamaan, Hye Rim jadi teringat akan perkataan presdir Kim yang memintanya untuk terus mendekati Soo hyun untuk mengetahui dan mempelajari apa yang dilakukan Soo Hyun. Akhirnya, hye Rim membuang jauh-jauh gengsinya dan datang dengan kakiknya sendiri menuju ruang kerja Soo Hyun. Hye rim mengatakan jika dirinya bersedia untuk berpartisipasi dalam eksperimen itu, asalakan Soo Hyun mau membantunya menangani Lee Ma Ri.

MA2 215MA2 217

Soo Hyun menyetujuinya dan mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang yang disukai Hye Rim.

Soo Hyun : Baju apa yang kau suka?

Hye Rim : Tidak tanya data diri dulu?

Soo Hyun : Hal itu sudah kuurus. Aku sedikit tertarik padamu.

Hye Rim : Tertarik bagaimana? Sebagai subjek atau….

Soo Hyun tak menjawab pertanyaan itu dan langsung mengalihkan pembicaraan dengan bertanya menenai model baju yang disukai Hye Rim.

“Kenapa dengan pria ini? Aku tak bisa membacanya.” gumam Hye Rim. Ia pun memancing Soo Hyun dengan bertanya, apakah Soo Hyun akan membelikan baju itu untuknya.

“Iya” jawab Soo Hyun singkat

Hye Rim : Aku suka bohemian style, apalagi model-model vintage.

Soo Hyun : Suka bunga?

Hye Rim : Kenapa? Mau belikan bunga juga?

Soo Hyun : Iya…. Lalu bagaimana dengan makanan? Korea atau Jepang? Bagaimana nilainya dalam angka 1 sampai 10?

Hye Rim : Kenapa? Kau mau belikan juga?

Soo Hyun : Tidak

Hye Rim : Lalu kenapa tanya?

Soo Hyun : Karena kau adalah subjek penelitianku. Aku harus tahu kesukaan subjek supa penelitiannya berjalan lancar.

Hye Rim : Suasana lebih penting daripada makanannya. Yang mewah, yang nyaman dan punya pelayanan bagus. Lebih bagus lagi kalau bisa mellihat pemandangan malam Seoul.

MA2a (14)

“Kau lebih matre dari yang kukira. Yaaa, kau memang matre sih…” celetuk Soo Hyun

Mereka pun melanjutkan pemeriksaan berikutnya, dengan cara Hye Rim harus mengisi form MBTI untuk mengetahui kepribadiannya.

Tiba-tiba Hye Rim mendapatkan kiriman satu buket bunga rose merah dan biru, itu adalah buka favoritnya sesuai dengan apa yang dikatakannya pada Soo Hyun tadi. Tentu saja, ia ingin bertanya langsung ke pada Soo Hyun mengenai bunga itu. Sayangnya, saat memasuki ruang kerja Soo Hun, tak ada siapapun disana. Hye Rim berjalan masuk dan sangat terkagum-kagum saat melihat berbagai sertifikat perhargaan yang tertata rapi di rak lemari Soo Hyun.

MA2a (57)

Saat Soo Hyun datang, ia langsung menyatakan jika dirinya bukanlahlah pengirim dari bunga itu. Hye Rim masih agak setengah tidak percaya dengan hal itu karena, bagaimanapun juga, baru saja tadi ia bercerita mengenai bunga favoritnya pada Soo Hyun. Tapi, setelah ia memikirkannya lagi, untuk apa pula pria sedingin Soo Hyun memberikannya bunga. Padahal, ternyata bunga itu merupakan salah satu strategi Soo Hyun untuk mengambil hati Hye Rim, ia mengetahui jika Hye Rim adalah tipe wanita yang sangat menyukai kejutan.

MA2 241MA2 242

Hye Rim yang masih penasaran, bertanya pada Ji Hoo dan dengan jujur Ji Hoo mengatakan jika bunga itu bukanlah darinya. Seung Chan, berbohong dengan mengatakan jika bunga itu darinya. Sayangnya, pengalaman meramal Hye Rim dengan mudah langsung bisa mengetahui jika bunga itu bukan dikirim Seung Chan.

MA2 245

Seung Chan menemui Soo Hyun dan mengeluh jika ada orang lain yang ternyata mendekati Hye Rim. Ia menuduh jika Soo Hyun-lah orang itu. Namun, Soo Hyun yang masih merahasiakannya tak berkata apapun.

“Bersumpahlah demi langit, dan bersumpah atas nama ayah dan ibu, jika pengirim bunga itu buka kau!” pinta Seung Chan

“Bukan.” ucap Soo hyun dengan wajah datar

“Oh iyaaa… Hyung membenci ibu, kan? Maaf sudah bertanya yang aneh-anah” ucap Seung Chan yang langsung pergi meninggalkan ruangan itu.

MA2 250

Ingatan Soo Hyun terlempar ke masa lalu saat ia melihat Seung Chan kecil yang sedang dibaringkan di tempat tidur bayi. Teernyata, mereka ini adalah saudara satu ayah, namun berbeda ibu. Namun, saat itu nampaknya Soo hyun sangat senang melihat Seung Chan dan sangat akrab dengan ibu tirinya itu.

MA2 253

Keesokan harinya, Hye Rim masih penasaran pengenai si pengirim bunga itu. Dan setiap harinya ia mendapatkan kiriman bunga itu lagi. Saat diperhatikan, ternyata ada yang spesial dalam sebuket bunga itu. Setiap harinya, jumlah bunga rose birunya semakin berkurang. Saat pertama kali ia mendapatkannya terdapat 10 tangkai, kemudian esoknya 9, 8,7…. layaknya sedang menghitung mundur.

MA2 284

Tibalah saat ketika Lee Ma Ri akan berkonsultasi dengan Hye Rim, Soo Hyun akan membantunya dengan cara melihat memonitor mereka dari sebuah ruangan dengan kaca satu arah dimana ia bisa mengawasi semua yang terjadi. Ia pun memberikan sebuah alat earphone, supaya Hye Rim bisa mendengarkan instruksinya. Dengan sengata, Soo Hyun memberikan earphone itu sambil menyentuh telapak tangan Hye Rim yang tentunya membuat Hye Rim jadi agak nerves.

MA2 291MA2 292

Sesi konseling mereka dimulai. Awalnya suasana agak kaku, karena Ma Ri sibuk sendiri mendengarkan lagu favoritnya dari headphone-nya. Hingga akhirnya, Ma Ri sendiri protes dan mengatakan jika tak ada yang ingin Hye Rim katakan lebih baik  ia pulang.

MA2 294

Hye Rim megikuti kata-kata yang diintruksikan Soo Hyun…. Setelah mendengarkan itu, perlahan Ma Ri mulai mau membuka apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Dia membayangkan, jika ia melihat sosok dirinya sendiri yang berjalan si sebuah jembatan dengan baju compang-camping. Ia sendiri nampaknya benci melihat keadaan dirinya yang begitu kelas kepala dan tak mau mengakui kesalahannya.

“Dia tidak mau berhenti. Sampai semua orang muak padanya” ucap Ma Ri

MA2 299MA2 300

Secara tak sengaja, perkataan Ma Ri itu, juga membuat Hye Rim mengingat kembali kejadian antara dirinya dengan mantan suaminya dulu. Ternyata mereka bertengkar kemudian suaminya pergi meninggalkan rumah karena suaminya memiliki wanita idaman lain. dan suaminya meninggalkannya karena ada wanita idaman lain. Saat itu, Hye Rim pun sangat membeci dirinya sendiri.

MA2 308MA2 314

“Tidak, kau itu cantik… Dimataku, kau itu cantik. ” ucapan Soo Hyun itu langsung membangunkan Hye Rim dari lamunannya. Kata-kata itu seakan tertuju apadanya, padahal Soo Hyun memintanya untuk mengatakan hal itu kepada Lee Ma Ri.

Soo Hyun menginstruksikan lagi kata-kata apa yang harus diucapkan Hye Rim kepada Lee Ma Ri, “ Kau keras kepala, tapi kau pekerja keras. Kau itu lucu dan menggemaskan juga mempesona…..”

Tanpa disadari, kata-kata dari Soo Hyun itu bukan hanya bisa membuat Lee Ma Ri kembali tersenyum, Namun, sekaligus juga membuat Hye Rim merasa bahagia.

Setelah sesi konseling berakhir, Soo Hyun tiba-tiba menghilang saat Hye Rim hendak menemuinya. Ternyata, itu memang salah satu strategi Soo Hyun untuk membuat Hye Rim semakin penasaran akan dirinya. Berkali-kali Hye Rim berusaha menemponnya. Namun Soo Hyun juga sengaja untuk mengabaikannya.

MA2 321MA2 323

Mi Ran, yang merupakan profesornya Soo Hyun, berubah fikiran dan akhirnya mau bekerja bersama Soo Hyun. Saat menjemputnya, Soo hyun melihat sebuah luka bengkak di leher profesornya itu. Namun, Mi Ran tak mau menanggapi hal itu. Hingga kamera tiba-tiba mengambil gambar sebuah poster mengenai tes kanker (kayaknya secara eksplisit, si profesor ini punya kanker yaaa?)

Setelah tiba di ruangan kerja Soo hyun, ia berdiri di dekat jendela sambil melihat keluar. Tak lama kemudian, datanglah Seung Chan yang langsung memintanya keluar karena ruagan itu tak boleh dimasuki orang asing.

MA2 333

Mi Ran menjelaskan siapa sebenarnya dirinya, hingga membuat Sung Chan malu dan minta maaf. Namun, Mi Ran yang agak ‘ganjen’ terhadap Seung Chan malah mengingatkan, yang sebelumnya Seung Chan katakan padanya yaitu akan merawatnya dengan baik. Tentu saja hal itu membuat Seung Chan jadi merasa kikuk di hadapan Mi Ran.

MA2 355

Soo Hyun berbicara dengan Ji Hoo dan Seung Chan. Masing-masing dari mereka memberikan laporan mengenai perkembangan hubungannya dengan Hye Rim. Seung Chan agak kesal karena mengetahui jika Soo Hyun ternyata salah satu kompetitor mereka. Soo Hyun tak mau memperdebatkan masalah itu, pokoknya ia hanya ingin agar mereka melakukan masing-masing tugasnya dengan baik. Karena dalam satu bulan kedepan Hye Rim akan menjalani tes fisik dan jika hasilnya menunjukan salah satu dari mereka kurang dari 5% dalam fikiran Hye Rim maka Soo Hyun akan menggantinya dengan pria lain. Tak lupa, Soo hyun juga mengingatkan jika sesama kompetitor dilarang untuk saling menjelekan.

MA2 357

Akhirnya,tibalah hari pertandingan Lee Ma Ri dan tentu saja para haters-nya itu datang lagi. Tapi tenang saja, karena Soo hyun telah menyusun sebuah rencana yang sangat apik.

MA2 386MA2 387

Yoo Rim mengumpulkan para haters itu di kantin. Kemudian, Hye Rim muncul dan mulai beraksi untuk meramal para anak remaja itu. Dengan mudah, Hye Rim berhasil membaca satu persatu dari mereka. Hingga akhirnya, Hye Rim mengancam jika ‘TX’, idol mereka akan mengalami sebuah kesialan dan untuk meghindari itu mereka harus menunjukan dukungan mereka kepada Lee Ma Ri dengan cara bernyanyi sekeras mungkin lagu favoritnya Lee Ma Ri saat pertandingan dimulai nanti.

MA2 380

Di ruang atlit, Soo hyun mengampiri Lee Ma Ri untuk memberikannya sebuah rekaman suara piano dari pemain China yang pertama kali dimainkan pianis itu setelah bebas dari penjara. Soo Hyun menjelaskan jika selama di dalam penjara pianis itu tak pernah memainkan pianon-ya secara langsung dan hanya berlatih dengan menggunakan perasaan dan imajinasinya. Setelah Soo hyun pergi, Ma Ri mau mendengarkan rekaman itu dan hatinya mulai merasa terpacu karenanya.

Tibalah giliran Lee Ma Ri untuk bertanding. Awalnya ia masih merasa agak tertekan karena melihat para haters itu tepat duduk di tempat yang sama dengan waktu itu.

MA2 408

Ia berusaha tenang dengan menutup matanya, perkataan Soo Hyun terngiang-ngiang di kepalanya, “Lukislah dalam kepalamu… Garis start, lintasan dan papan loncat. Ambil nafas yang dalam. Terbanglah ”

MA2 414MA2 419

Saat membuka matanya, pandangannya tidak lagi buram. Saat ia akan mulai berlari, hatinya langsung bergetar karena mendengar para haters-nya itu menyanyikan lagu favoritnya yang tentu saja langsung memancing semangat untuk kembali bangkit lagi. Dengan percaya diri, Ma Ri berlari dan berhasil melakukan loncatannya dengan sangat indah.

MA2 429

Malam harinya, Hye Rim mengobrol dengan Yoo Rim. Ia menceritakan jika dirinya merasa sedang berada dalam drama dimana ia diperebutkan oleh dua orang pria yang lebih muda darinya dan satu orang penggemar rahasianya.

“Drama yang selalu kakak tonton itu sekarang menjadi kenyataan. Jadi nikmati saja…” ucap Yoo Rim

Esok harinya, Hye Rim pergi ke supermarket diteani Ji Hoo dan Seung Chan. Ia merasa sangat bahagia meskipun agak kesal karena Yoo Rim ikut juga.

MA2a (32)

Yoo Rim beberapa kali memberikan tips kepada Ji Hoo. Sayangnya, Ji Hoo selalu gagal melakukannya dan malah Seung Chan yang berhasil melakukan hal itu. Saat pulang, Ji Hoo dan Seung Chan suit dan yang menang akan mendorong roda belanjaan yang diduduki Hye Rim. Meskipun Ji Hoo yang menang, pada akhirnya Seung Chan juga ikut mendorong kereka itu dan membuat Hye Rim tertawa sangat lepas seakan-akan lupa dengan masalah apapun yang pernahh menimpanya.

MA2 461MA2 462

Saat sampai di rumah, akhirnya buket bunga terakhir tiba. Tak ada lagi bunga rose biru di dalamnya. Namun, ada sebuah amplop berisi tiket pertunjukan musik. awalnya Hye Rim ragu untuk pergi atau tidak. Karena penasaran, ia pun memberanikan diri untuk datang ke tempat itu.

MA2a (62)

Hye Rim datang ke tempat itu dengan perasaan yang sangat gugup. Namun, sampai pertujukan itu selesai orang yang ditunggu-tunggunya itu tak kunjung datang. Dan hanya meninggalkan sebuah kekecewaan besar dalam pikirannya.

MA2 483

Esok harinya, Soo Hyun mengajak Hye Rim berbicara sebagai subjeknya. Ia pun menyinggung mengenai kejadian yang dialami Hye Rim kemarin dengan alasan untuk materi penelitiannya.

“Aku sangat kesal. Awalnya bersemangat tapi akhirnya tidak lagi. Aku merasa kosong dan membuang-buang waktu. Bunganya juga tak datang lagi.” ungkap Hye Rim dengan nada putus asa

“Lalu apa yang ingin kau lakukan?” tanya Soo Hyun

“Aku ingin bertemu dengan orang itu. Setelah bertemu, akan kutanyakan kenapa memberiku bunga. Kelakuannya itu terlalu drama, aku tidak suka.” jawab Hye Rim

“Kau akan segera bertemu dengannya” gumam Soo Hyun

Saat kembali ke ruang kerjanya, sudah ada Ji Hoo yang berdiri menunggunya.

MA2 487MA2 486

Ji Hoo : Bunga. anda yang mengirimnya bunga. Tokonya tanya kenapa tidak pesan bunga lagi.

Soo Hyun : Aku sudah bilang rahasiakan. Tidak ada yang tahu, kan?

Ji Hoo : Iya, cuma aku.

Soo Hyun : Lupakanlah dan tutup mulutmu

Ji Hoo : Kalau anda memberitahuku rencanamu—

Soo Hyun : Kenapa?

Ji Hoo : Anda sedang melakukan simulasi psikologi kan? Kupikir ini akan membantu belajarku.

Soo Hyun : Kau tahu bunga digunakan untuk membuatnya penasaran, kan? Lalu kurekayasa agar dia menikmatinya. Contohnya, hitungan mundur yang kugunakan. Dan tidak muncul saat hari-H. Maju dan mundur untuk mempersiapkan perang kedua. Setelah itu, meskipun wanitanya kecewa kau harus tetap tidak muncul dihadapannya. Sebagai gantinya, luluhkan hatinya dengan surat maaf dan ajak dia makan malam mewah di hotel terkenal dan tiket perjalanan wisata dan saat itu baru kau muncul dihadapannya.

Benar saja, malam itu, Soo Hyun telah mepersiapkan sebuah makan malam mewah untuk Hye Rim. Ia telah mengatur semuanya dengan sempurna. Namun apa yang terjadi? Tiba-tiba sebelum waktunya Hye Rim muncul dihadapannya dengan tatapan tajamnya……

MA2 497MA2a (37)

“Choi Soo Hyun, apa kau bersenang-senang?” tanya Hye Rim dengan nada sinis.

My Comment :

MA2a (43)

Mmm…. Soo Hyun memang udah jago banget kalo masalah teori. Tapi secara praktek? Dia belom bisa mengantisipasi hal tak terduga yang bisa terjadi kapanpun. Pastinya, kedepannya Soo Hyun bakalan melanjutkan srateginya dengan berkata kalau dia suka sama Hye Rim. Dan pastinya juga Hye Rim gak bisa dengan mudah jatuh ke pelukan Soo Hyun.

MA2a (7)MA2a (8)

Tapi, kayaknya bakalan Soo Hyun duluan nih yang cinta beneran sama Hye Rim. Dan Hye Rim juga bakalan mulai punya perasaan buat Soo Hyun. Secara, lihat aja kompetitor yang lainnya. Ji Hoo masih terlalu kaku untuk bisa menarik hati hye Rim. Seung Chan? OK, dari segi fisik dan strategi, dia memang berkali-kali lebih baik dibanding Ji Hoo. Tapi, Hye Rim bukan tipe wanita yang bakalan mau jatuh ke pria yang pecicilan kayak begitu.

Intinya, Seung Chan + Ji Hoo belum mampu mengambil hati Hye Rim. Tapi, setidaknya mereka bakalan bisa membuat hari-hari Hye Rim lebih berwarna.

MA2a (5)

Dan, akhirnya di episode ini, Soo Hyun mulai mau bekerja sama dengan Hye Rim. Ide yang sangat brilian dengan memanfaatkan kemampuan ‘menipu’-nya Hye Rim itu. Karena, cuma Hye Rim yang bisa kayak gitu, Soo Hyun gak akan pernah bisa.

Harus kita akui, Soo Hyun memang punya cara yang tepat untuk menangani Lee Ma Ri. Sayangnya, implementasinya yang salah. Mungkin salah satu faktornya adalah kejadian di masa lalunya, yang aku sendiri sebenernya belum begitu faham kayak gimana…

>>>>Recap Madame Antoine Episode 3

Advertisements

2 thoughts on “MADAME ANTOINE EPISODE 2

  1. Pingback: MADAME ANTOINE EPISODE 3 | my-eternalstory

  2. Pingback: MADAME ANTOINE EPISODE 1 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s