MADAME ANTOINE EPISODE 3

Episode sebelumnya<<<<

MA3 (32)

“Jika aku menyukai seseorang lagi, aku takut akan melakukan hal itu lagi. Tapi di sisi lain, aku juga ingin menemukan cinta. Apakah aku aneh?”

=GO HYE RIM=

Soo Hyun dan Hye Rim duduk berhadapan di dalam sebuah ruangan restoran yang telah disiapkan oleh Soo Hyun sebelumnya. Hye Rim marah, ia menolak semua makanan yang datang dan mencercah Soo Hyun dengan berbagai pertanyaan yang intinya tentang mengapa Soo Hyun melakukan hal itu kepadanya.

MA3 (3)MA3 (4)

Ternyata, Hye Rim telah mencurigai Soo hyun sejak lama, hingga akhirnya hari ini ia memberanikan diri untuk mengikuti Soo Hyun dan berhasil memergokinya dengan tepat seperti sekarang ini.

“Kau mengirim bunga rose, lalu kau main hitung mundur dengan rose warna biru. Kau mengirim tiket musik, tapi kau malah tidak muncul.” ucap Hye Rim

Tak sengaja, Hye Rim melihat sebuah surat tergeletak di atas meja, “Kali ini, adalah sebuah surat?” ucapnya sambil membuka surat  itu yang isinya :

Aku tak berani untuk muncul, jadi aku langsung pergi. Tapi, meskipun kau sendiri, kau tak akan kesepian karena kau sudah ada di hatiku.

Hye Rim membacanya sambil tertawa geli di hadapan Soo hyun yang nampaknya ‘agak’ malu karena tertangkap basah.

MA3 (76)

“Sekarang, bicara padaku. Kenapa kau melakukan hal yang konyol? Katakan yang sejujurnya Kenapa kau melakukan itu? Kita selalu bertemu setiap hari dan ini juga bukan berarti kita pacaran. Apa alasanmu untuk melakukan ini?” tanya Hye Rim

Merasa tersudutkan, akhirnya Soo Hyun berkata, “Aku suka padamu”

Suasana menjadi hening beberapa saat, hingga akhirnya Hye Rim malah tertawa terbahak-bahak seraya berkata, “Kau suka aku? Choi Soo Hyun menyukaiku? Go Hye Rim? Kenapa? Kau mungkin juga bilang kucing jatuh cinta dengan anjing.”

Wajah Hye Rim berubah menjadi serius ketika Soo Hyun berkata, “Bagiku ada dua Choi Soo Hyun yang berbeda. Choi Soo Hyun sebagai manusia biasa dan sebagai seorang psikolog. Mungkin sebagai seorang psikolog aku bisa berbuat semua hal jahat itu kepadamu. Namun, sebagai manusia biasa, aku suka padamu, Go Hye Rim. Apa yang harus kukatakan lagi supaya kau bisa percaya?”

“Menulis diary” jawab Hye Rim singkat

Soo Hyun jelas saja tak mau melakukannya. Namun, Hye Rim mengancam akan melaporkan Soo Hyun sebagai penguntit. Akhirnya, mau tak mau Soo Hyun menyetujui hal itu.

MA3 043MA3 (9)

Di ruang kerjanya, ketika Soo Hyun sedang kebingungan untuk mengisi Diary-nya, Ji Ho menonton sebuah acara dimana ada seorang pria yang mendorong wanitanya ke tembok kemudian menaruh lengan dipinggir kepala wanita itu. Ji Ho lantas bertanya, apakah tindakan itu akan berhasil untuk merayu seorang wanita.

“Bisa jadi itu akan berhasil. Setiap orang memiliki jarak pribadinya masing-masing. Dan pada jarak itu, biasanya hanya untuk pacar dan keluarganya.” jelas Soo Hyun.

Ji Ho mengangguk kemudian berkata jika dirinya akan melakukan hal itu pada Hye Rim.

“Jangan lakukan itu!” teriak Soo Hyun sambil meggebrak meja

———————————————————————–

MA3 053MA3 051

Hye Rim melihat isi buku diary yang ditulis Soo Hyun. Namun, isinya lebih dicocok disebut sebagai diary anak kecil yang menceritakan apa yang dilakukannya sehari-hari. Dari mulai pergi ke gym hingga bertemu dengan teman lamanya.

Berikutnya, kita melihat seorang aktris terkenal yang akan menjadi pasien Soo Hyun berikutnya. Orang itu, ialah Ju Ni (Kim Jae Kyung), ia mengalami Histrionic Personality Disorder yang mengakibatkan ia sering bertingkah berlebihan. Namun yang aneh, ia akan kesakitan dan sesak nafas setiap kali mendengar lagu dari John Denver.

MA3 058

Saat datang ke klinik, Ju Ni tiba-tiba mengeluarkan gaya overacting-nya saat berhadapan dengan Seung Cha dan Ji Hoo. Namun, saat Hye Rim mendekatinya, Ju Ni langsung berdiri dan tak mau menjawab sapannya sekali pun.

MA3 094MA3 083

Hye Rim ditemani Mi Ran memonitor kegiatan konseling Ju Ni dari ruangan khusus dengan kaca satu arah. Mi Ran menjelaskan jika perilaku Ju Ni yang terus menerus merayu Soo Hyun dengan gerakan yang ‘berlebihan’ itu merupakan salah satu gejala dari kelainan psikis yang dideritanya. Selain itu ,Ju Ni juga tidak akan bisa menerima jika ada satu orang pun yang menolaknya.

“Soo Hyun nampaknya jatuh hati. Pria memiliki toleransi yang lemah saat melihat hal yang seperti itu.” celetuk Mi Ran, yang tentunya membuat Hye Rim agak terganggu.

Seung Chan, mengetuk ruangan tempat Hye Rim dan Mi Ran berada dan ia meminta bantuan Hye Rim. Melihat hal itu, nampaknya Mi Ran agak kecewa karena Seung chan bahkan tak melihatnya sedikitpun.

 

Setelah sesi konselingnya selesai, Ju Ni langsung dibuat kesal karena melihat Hye Rim yang yang sangat bahagia bersama Seung Chan dan Ji Ho.

MA3 108

Saat kembali ke café, Hye Rim dibuat terkejut karena melihat Ju Ni sudah duduk menunggunya dengan wajah yang sinis. Ju Ni langsung berdiri dan mencaci maki Hye Rim. Namun, Hye Rim memilih untuk sabar dann berpura-pura berbicara dengan Marie Antoiette seperti saat ia sedang meramal.

MA3 (79)

Sayangnya, Ju Ni tak mempercayai hal itu dan malah menjambak rambut Hye Rim sambil berteriak histeris. Saat melihat Seung Chan dan Ji Ho datang, Ju Ni langsung melemparkan badannya ke tembok dan berakting seakan-akan dirinya yang menjadi korban. Untungnya, baik Seung Chan ataupun Ji Ho tak ada yang mempercayainya, hingga akhirnya Soo hyun turun dan mau membelanya. Hal itulah yang akhirnya, membuatnya mau meninggalkan tempat itu.

MA3 132

Hye Rim agak kesal dengan sikap Soo Hyun yang memberla Ju Ni tadi. Ia bertanya pada Ji Ho, apakah mungking jika Soo Hyun mulai menyukai Ju Ni. JI Ho pun menjelaskan jika hal itu tak akan mungkin terjadi, karena selama ini Soo hyun dikenal sebagai psikolog yang tidak mengenal namanya cinta. Buktinya, sepanjang hidupnya selama 35 tahun itu Soo Hyun belum pernah menyukai siapapun. Mendengar hal itu, timbulah pertanyaan baru lagi dari dalam benak Hye Rim, lantas mengapa Soo Hyun berkata jika ia menyukainya?

MA3 (15)

Hye Rim langsung menemui Soo Hyun, untuk menanyakan hal itu. Soo hyun tak langsung menjawabnya ia berusaha membaca pikiran Hye Rim dan melihat jika saat itu Hye Rim ingin diyakinkan jika Soo hyun benar-benar menyukainya.

MA3 (18)

Soo Hyun, mendorong badan Hye Rim ke tembok lalu mendekatkan wajah kemudian bertanya, “Kau mau apa? Apa yang harus aku lakukan padamu agar kau merasa lebih baik?”

“Ke…. ke….kencan” jawab Hye Rim terbata-bata

“Oke, kita ketemuan jam 1 siang” ucap Soo hyun yang langsung berjalan pergi meninggalkan Hye Rim yang nampaknya sangat gugup karena kejadian barusan.

Di perpustakaan, Yoo Rim yang sedang merekam kegitan Ji Ho bertanya apakah ada kegiatan lain selain membaca buku dan belajar. Ji Ho malah balik bertanya dengan meananyakan apakah Yoo Rim belum pernah berkencan sebelumnya. Karena, semua saran yang diberikan Yoo Rim tak berhasil untuknya.

MA3 (20)MA3 (19)

Tiba-tiba, Ji Ho mencium pipi yoo Rim dan bertanya apakah hal seperti itu akan berhasil jika dilakukan pada Hye Rim. Yoo Rim langsung terkejut, namun ia menjelaskan jika hal itu hanya akan bekerja jika wanitanya juga menyukai Ji Ho.

Hye Rim sdah berdandan rapih untuk ‘kencan’ dengan Soo Hyun. Namun, Soo Hyun malah berjalan lurus tanpa melirik hye Rim sedikit pun, saat hendak membuka pintu barulah Soo Hyun bertanya apakah Hye Rim tak akan ikut dengannya. Dengan kesal, Hye Rim berdiri dan berjalan di depan Soo Hyun.

Di dalam mobil, Hye Rim bertanya kemana mereka akan pergi. Soo Hyun menjelaskan jika mereka akan mencari informasi mengenai Ju Ni. Hye Rim memang agak kesal mendengarnya, namun apa boleh buat ia hanya bisa mengikuti kemauan Soo Hyun.

MA3 (21)MA3 (22)

Setelah bertanya kepada beberapa orang yang mengenal Ju Ni, akhirnya mereka mendapatkan informasi bahwa Ju Ni tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ibunya, namun ia masih harus bersaing dengan dua saudaranya untuk mendapatkan perhatian dari ayahnya. Kesimpulannya, kelainanan psikis yang dideritanya disebabkan oleh keinginannya untuk dicintai.

MA3 173

Mendengar hal itu, Soo Hyun balik bertanya mengenai diri Soo Hyun sendiri yang selama hidupnya ini menjauhakan diri dari yang namanya ‘CINTA’. Baru saja akan menjawab, tiba-tiba es krim yang dipegangnya meleleh tepat di tangannya yang membuat Soo Hyun langsung membuang es krim itu karena teringat akan memori buruknya di masa lalu. Ia pun langsung mengalihkan pembicaraan dan mengajak Hye Rim untuk makan di restoran Prancis.

MA3 (24)MA3 (25)

Mereka makan di restoran yang lumayan mewah. Hye Rim agak khawatir karena makanan di tempat itu harganya cukup mahal. Namun, Soo Hyun meyakinkan jika dirinya masih bisa mentraktir Hye Rim bahkan untuk makan tiga kali sehari di tempat ini.

Hye Rim melihat kesekelilingnya, dimana hampir semua pengunjungnya adalah pasangan berusia lanjut.

Hye Rim : Orang-orang yang saling menyukai artinya mereka akan selalu melakukan ini sampai mereka mati?

Soo Hyun : Hormon cinta hanya bertahan selama 3 tahun. Semua orang hidup melalui kasih sayang yang mereka miliki untuk satu sama lain

Hye Rim : Berarti, hormon cintaku berakhir dengan cepat.. Atau mungkin tak ada kasih sayang saat memulainya. Seseorang bilang begini, orang yang bercerai adalah orang yang memutuskan hubungan yang paling berharga di dunia. Jika aku menyukai seseorang lagi, aku takut akan melakukan hal itu lagi. Tapi di sisi lain, aku juga ingin menemukan cinta. Apakah aku aneh? Itu sebanya saat, kau bilang kalau suka padaku, aku harus memastikannya. Karena jika nanti aku berpisah lagi, sepertinya ini akan menjadi hubungan yang terakhir buatku.

Soo hyun berinisiatif memotongkan steak di piring Hye Rim. “Hari ini aku melihatmu sebagai orang yang baik” ucap Hye Rim

MA3 (27)MA3 195

“Percobaan yang kau lakukan padaku, kenapa kau melakukannya?” tanya Hye Rim yang langsung membuat Soo Hyun terkejut dan tak sengaja membuat sepotong daging yang sedang diotongnya terlempar ke wajah Hye Rim

“Kau tak apa-apa?” tanya Soo Hyun. Hye Rim pun hanya tersenyum dan megelap wajahnya dengan tissue.

MA3 (28)MA3 (29)

Saat akan mengambil mobilnya, ternyata sedang ada pemadaman listrik. Soo hyun dan hye Rim pun terpaksa untuk menaiki tangga dalam kondisi gelap gulita. Melihat Hye Rim yang hampir terjatuh, Soo Hyun memberikan tangannya agar Hye Rim berpegangan padanya.

MA3 (30)

Saat sampai di rumahnya, Soo Hyun langsung mencatat kontak fisik yang dialaminya tadi dalam jurnal penelitiannya. Ia menganggap hal tadi sebagai suatu yang penting dalam penelitiannya.

———————————————————————–

MA3 219MA3 220

Esok paginya, Hye Rim masih terbayang-bayang kejadian semalam. Ia bahkan tak menyadari Seung Chan yang datang menghampirinya. Hingga Soo Hyun lewat di depannya dan mereka saling menyapa dengan agak canggung, dan itu membuat Seung Chan agak kebingungan.

Di klinik, Seung Chan berbicara dengan Hye Rim berbarengan dengan Mi Ran yang berjalan melewati mereka. Seung Chan mengajak hye Rim untuk menemaninya ke lapangan baseball nanti malam, Hye Rim mengiyakannya dan mereka janjian pukul 7 malam nanti.

MA3 236

Mi Ran berjalan melewati Seung Chan lagi dan hatinya tiba-tiba ingin berbalik untuk berbicara dengan Seung Chan. Namun, ia malah menasihati Seung chan agar melakukan kegiatan yang lain dan tidak hanya berdiam diri di tempat ini saja. Mendengar hal itu, Seung Chan hanya tersenyum kecil dan mengangguk. “Kenapa aku bertingkah seakan-akan aku ini ibunya” celoteh Mi Ran dalam hatinya.

MA3 (36)

Malam harinya, Hye Rim dan Seung Chan bersenang-senang dengan bermain baseball di lapangan yang benar-benar kosong tanpa ada siapapun. Mereka berlari-larian dan tertawa lepas hingga akhirnya kelelahan dan berbaring di tengah lapangan.

Hye Rim bertanya mengapa daritadi Seung Chan berkali-kali menghela nafasnya. Seung Chan menjelaskan jika dirinya terus terfikir oleh perkataan Mi Ran padanya tadi siang.

MA3 (39)MA3 (38)

“Dalam kehidupan kita, ada kalanya kita merasa tidak bisa melakukan apa-apa. Tak perlu memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang tidak ada jawabannya.” ucap Hye Rim

Seung Chan pun, menatap mata Hye Rim seraya mengatakan jika hye Rim sangat keren. sayangnya, kedeatan mereka ini terganggu oleh, telepon Hye Rim yang berdering.

MA3 264MA3 261

Presdir Kim meminta agar Hye Rim mencari tahu lebih lanjut mengenai eksperimen yang dilakukan Soo Hyun. Dan sebagai imbalannya, Presdir berjanji untuk memberikan uang dengan jumlah yang besar.

Hye Rim mulai beraksi, ia menyelinap ke klinik Soo Hyun. Saat melihat komputer milik Seung Chan ia menemukan sebuah foder dengan nama ‘Chucko Bird’, saat akan membukanya tiba-tiba Seung Chan muncul.

MA3 270

“Jangan dilihat! Ini isinya video porno!” celetuk Seung Chan

“Aku juga suka video porno! Kita nonton sama-sama” ucap Hye Rim

Seung Chan, menolak dan berkata jika video yang itu sangat aneh. Lain kali ia akan memperlihatkan yang lebih bagus (Dikiranya apaan yang lebih bagus –_- )

Hye Rim pun menyerah dan pergi meninggalkan Seung Chan yang bernafas lega karena ternyata isi dari folder itu adalah berkas-berkas mengenai eksperimen Soo Hyun.

MA3 277MA3 278

Seung Chan menemui Soo Hyun. Sepertinya, ia mulai merasa tidak enak jika harus menipu Hye Rim seperti ini. Ia meminta izin untuk mundur dari eksperimen ini. Soo Hyun tak menyetujuinya, karena jika Seung Chan mundur maka mereka akan mendapat pinalti yang lumayang besar. Seung Chan pasti menyerah jika itu berurusan dengan uang ia pun mau melanjutkan eksperimen itu lagi. Sebelum keluar dari ruang kerja Soo Hyun, ia bercerita jika semalam dirinya bersenang-senang dengan Hye Rim.

MA3 288

Soo Hyun mendatangi Hye Rim untuk menanyakan apa yang Hye Rim dan Seung Chan lakukan tadi malam. Belum sempat menjawabnya, datang seorang pria yang ternyata adalah mantan suami Hye Rim. Hye Rim pun, mengajak pria itu untuk berbicara di tempat lain dan meninggalkan Soo Hyun begitu saja.

Ditemani Yoo Rim, Hye Rim memberanikan diri untuk berbicara dengan mantan suaminya itu. Ternyata suaminya ingin berbicara mengenai So kyung, anak mereka. Mantan suaninya memberikan sepucuk surat yang telah ditulis Do Kyung untuk Hye Rim.

MA3 305MA3 301

Saat membacanya, mata Hye Rim langsung berkaca-kaca. Dalam surat itu, Do Kyung menceritakan mengenai keinginannya untuk tinggal bersama ayah dan ibu tirinya samapai ia menyelesaikan sekolahnya. Do Kyung bisa memahami alasan dibalik ibunya sangat tidak menyukai istri batu ayahnya itu. Namun, ia meyakinkan jika wanita yang menjadi ibu tirinya itu bersikap sangat baik kepadanya.

Tak sanggup menahan air matanya lagi, Hye Rim pun pergi meninggalkan tempat itu dan menangis sendirian diluar sampai hari menjadi gelap.

MA3 334

Saat sampai di rumahnya, Hye Rim memberanikan diri untuk menelpon anaknya. Sambil menahan air matanya, ia menjelaskan jika sebenarnya Do Kyung tak perlu menulis surat untuknya. Ia mengerti jika Do Kyung pasti mengira jika dirinya pasti tak akan memberi izin. Tapi, jika itu dapat membuat Do Kyung bahagia, sebagai seorang ibu ia akan mengizinkan hal itu. Tak lupa, Hye Rim juga meminta maaf karena telah membuat Do Kyung berada dalam situasi yang sulit.

“Kau melakukaya dengan baik, Hye Rim. Kau melakukannya dengan baik!” ungkap Hye Rim sembari mengusap air matanya

Yoo Rim mendatangi café, namun tak melihat Hye Rim. Soo Hyun bertanya apa yang terjadi. Yoo Rim agak ragu untuk menceritakannya, namun akhirnya ia bercerita jika untuk kedua kalinya HYe Rim harus kehilangan orang yang dicintainya karena orang yang dibencinya.

MA3 360MA3 366

Soo Hyun datang menemui Hye Rim untuk menghiburnya dengan cara mengajak Hye Rim pergi keluar untuk makan dengannya. Namun, Hye Rim malah meminta Soo hyun untuk menemaninya menemui mantan suaminya di airport besok. Karena sepertinya, istri baru mantan suaminya juga akan ada disana. Soo hyun langsung menyetujuinya dan berkata akan berpenampilan sangat baik untuknya.

“Aku melakukan ini hanya untuk eksperimenku, karena aku harus mendapatkan hatinya…..” gumam Soo Hyun

———————————————————————–

MA3 373

Di airport Hye Rim berubah fikiran dan meminta agar Soo Hyun pergi saja karena dirinya akan menemui mantan suaminya itu sendirian. Soo hyun menolak dan memilih untuk meperhatikannya dari jauh. Karena, ia mengetahui betual emosi Hye Rim sedang tidak stabil dan bisa meledak kapanpun.

MA3 389

Hye Rim bertemu dengan mantan suamiya. Namun, ia tak mau berbicara dengan pria itu, ia malah berjalan menuju ke istri baru suaminya itu. Dengan suara yang agak sengau, Hye Rim menceritakan hal-hal yang tak disukai oleh Do Kyung. Untuk lebih lengkapnya lagi, Hye Rim telah menulis semuanya dalam sebuah surat yang ia serahkan langsung kepada wanita itu. Sambil memegang tangannya, Hye Rim meminta agar wanita itu mau menjaga Do Kyung dengan baik.

MA3 402

Hye Rim berjalan pergi dari tempat itu dengan hati yang lega. Namun dengan tatapan mata yang kosong, ia mendatangi banyak tempat makan dan makan sepuasnya sendirian. Soo Hyun terus mengikutinya dari belakang, hingga akhirnya ia duduk di depan Hye Rim dan berkata akan mengabulkan satu permintaan Hye Rim, apapun itu. Hye Rim meminta Soo hyun untuk melakukan adegan-adegan di film yang pernah ditonton Hye Rim. Melihat ekspresi Soo Hyun, Hye Rim mengerti dan berterimakasih atas perhatian Soo Hyun padanya. Ia pun memutuskan untuk pulang sendirian.

MA3 423MA3 424

Di rumahnya, Hye Rim menonton film sendirian. Setelah film-nya selesai, ia turun kebawah karena igin minum kopi. Ia melihat sebuah post it yang ditempel diatas diary yang ditinggalkan Soo Hyun, yang isinya memintanya untuk menemui Soo hyun diluar.

MA3 432

Ternyata, Soo Hyun telah menyiapakan sebuah teater kecil untuk mereka berdua. Hye Rim nampak sangatlah terkejut sekaligus bahagia saat melihatnya. Mereka duduk berdua seraya menonton sebuah film.

MA3 444

“Do Kyung…., senang bertemu dengan ayahmu dan istri barunya? Ibumu juga akhirnya tenang. Aku tak sepenuhnya yakin, tapi aku fikir aku bertemu dengan orang yang baik. Aku sudah bahagia belakangan ini, karena semua orang disekitarku memperlakukanku dengan baik. Kurasa mereka jatuh cinta padaku..” gumam Hye Rim dalam hatinya

———————————————————————–

MA3 (88)

Hye Rim pergi bermain skating bersama Seung Chan dan Ji Ho, mereka bersenang-senang bersama hingga membuat mereka terlambat datang ke klinik. Soo Hyun yang melihatnya menjadi kesal dan menyuruh Hye Rim menepel lantai. Sikap Soo Hyun ini, membuat Hye Rim menjadi bingung, karena tiba-tiba Soo Hyun bisa sangat baik kepadanya dan tiba-tiba pula bisa sangat kejam kepadanya.

Seung Chan menghampiri Soo Hyun dan bertanya mengapa Soo Hyun sangat bersikap santai, apakah ada sesuatu yang sedang direncanakannya sekarang?

MA3 460

Soo Hyun menjelaskan jika ia sedang memainkan permainannya. Lagipula, karakter antagonis selalu lebih disukai oleh para wanita.

MA3 476

Tibalah, saatnya untuk Hye Rim melakukan pemeriksaan fisik pertamanya. Soo Hyun bermain ‘licik’ dengan cara menggoda Hye Rim. Ia sengaja mengikat tali pakaian Hye Rim sembari hampir memeluknya yang tentu saja menurutnya akan membuat perasaan Hye Rim semakin kuat kepadanya.

MA3 483

Tes dimulai, Soo Hyun, Seung Chan beserta Ji Ho dengan serius mengamati monitor hasil tes-nya……

My Comment :

Oke…. sebagai seorang wanita pastinyaaa aku juga bakalan suka sama Soo Hyun kalau caranya begituuuu. Siapa sih yang gak akan luluh sama perhatiannya yang membludak itu.

MA3 (68)

Beberapa adegan di episode ini tuh bener-bener bikin meleleh. Meskipun, perilaku Soo Hyun ini cenderung kaku, tapi implementasinya selalu berhasil bikin Hye Rim terpukau. Natural sih, untuk seorang wanita yang udah lama gak jatuh cinta akhirnya mau membuka hati untuk seseorang yang berhasil menghibur dia setiap saat.

MA3 (69)

Salut sama sikap Hye Rim yang akhirnya merelakan Do Kyung untuk tinggal bersama ayah dan ibu barunya. Itu pasti amat sangat berat, tapi demi kebahagiaan anaknya, dia merelakan semua hal itu.

Dan untuk si pasien baru,…… agak kocak sih lihat kelainan yang kayak gitu. Jangan2 para cabe-cabe di jalanan juga mengidap penyakit kayak gituan yaa??

MA3 (12)

Eh tapi, ada kesamaan loh antara si Ju Ni sama Soo Hyun. Mereka sama-sama kekurangan kasih sayang. Cuman, dalam hal ini Ju Ni lebih ekspresif sementara Soo Hyun cenderung memendamnya sendir dan berusaha meyakinkan dirinya kalau dia gak kenapa-kenapa. Penasaran deh, bakalan kayak gimana nantinya ketika Soo Hyun akhirnya meledakkkkk…..

>>>>Recap Madame Antoine Episode 4

Advertisements

One thought on “MADAME ANTOINE EPISODE 3

  1. Pingback: MADAME ANTOINE EPISODE 2 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s