THE MASTER OF REVENGE Episode 6 Part 1

<<<< Sebelumnya

MORE06 0918

“Orang yang bodoh tak mampu menyadari takdirnya. Orang biasa melewatinya, meskipun tahu itu takdir mereka. Orang yang bijak… menyadari takdirnya hanya dengan melewati seseorang itu. Apa yang sudah digariskan… akan selalu menemukan jalannya….”

— Da Hae —


MORE06 0018MORE06 0019

Dalam kondisi setengah sadar, Da Hae mengumpulkan seleuruh sisa tenaganya dan berusaha untuk menghubungi paman Dokku. Namun, sudah berkali-kali ia mencoba, paman Dokku tetap tak mengangkat telpon darinya…..

MORE06 0026

Saat terbangun, Da Hae sudah berada di atas tempat tidurnya sendiri. Perlahan ia membuka matanya dan melihat sosok Kim Gil Do yang sudah duduk disampingnya sambil memegang pakaian bernoda darah peninggalan ibunya.

Gil Do mengatakan jika dirinya mengetahui segala sesuatu yang telah dilakukan Da Hae. Dari mulai mendekati Nyonya Seol hingga mencoba untuk menyelinap masuk ke Goongnakwon. Ia dengan jelas mengatakan jika dirinya tak akan memaafkan Da Hae atas perbuatannya tersebut.

“Lupakanlah tentang… apa yang terjadi di masa lalu. Kalau tak bisa, setidaknya berpura-puralah bisa. Hanya itu hal terbaik yang bisa kau lakukan!” tegas Gil Do

MORE06 0046MORE06 0042

Da Hae yang terluka, tak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa menangis, ketika melihat Gil Do membakar pakaian peninggalan ibunya dan mengacak-ngacak seluruh isi rumahnya.

MORE06 0057MORE06 0056

Setelah merasa puas, Gil Do berjalan keluar dan langsung menampar pria yang selama ini ditugaskannya untuk memata-matai Da Hae.

“Hanya lakukan apa yang aku perintahkan! Hanya akulah yang boleh melukainya!” tegas Gil Do

MORE06 0073

Da Hae menjatuhkan badannya dari kasur. Ia berusaha untuk menyelamatkan sisa pakaian ibunya yang sebagian besar telah hangus terbakar api. Kemudian, ia memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.

———————————————————————–

MORE06 0088MORE06 0093

Ternyata, Dokku tak mengangkat telpon dari Da Hae, karena ia tertidur setelah meminum begitu banyak alkohol. Ia kaget ketika melihat notifikasi panggilan tak terjawab dari Da Hae. Segera, ia menyuruh Doo Chul menyalakan GPS untuk mencari keberadaan Da Hae.

Sayangnya, Da Hae yang terlanjur kesal pada Dokku memilih untuk pergi dari rumah dan meninggalkan ponselnya begitu saja. Sehingga ketika sampai disana, Dokku tak menemukan Da Hae dan hanya melihat seisi rumah yang sangat berantakan.

Dokku langsung bisa mengetahui siapa dalang dibalik semua ini. Ia langsung pergi ke Goongnakwon untuk menemui Kim Gil Do.

MORE06 0104MORE06 0108

Kedatangan Dokku memang sudah diperkirakan oleh Gil Do, sehingga ia hanya menyambutnya dengan santai. Berbeda halnya dengan Dokku, yang langsung mencecar Gil Do dengan banyak pertanyaan mengenai keberadaan Da Hae.

“Kau selalu tidak sabaran dan langsung bertindak tanpa pikir panjang. Dan.. hatimu terlalu lembut. Satu-satunya cara agar kau bisa melindungi gadis itu….. adalah kau mau bekerja denganku. Tak ada pilihan lain. Bulatkanlah pikiranmu. Berada disampingnya sekaligus bekerjalah untukku” papar Gil Do

MORE06 0145MORE06 0139

Dokku tak mau mendengar omong kosong Gil Do dan terus menerus bertanya mengenai keadaan Da Hae. Ia bahkan hampir menghajar Gil Do, namun saat itu juga Doo Chul diseret masuk dengan kondisi yang sudah babak belur.

“Lihatlah…. kau terlalu perhatian terhadap orang lain. Kenapa kau menjadi ragu-ragu hanya karena seseorang sepertinya? Itulah sebabnya kau dikhianati…… dan berakhir dipenjara selama 5 tahun. Hatimu terlalu lembut, itulah sebabnya omonganmu sangat kasar. Kau meninggikan suaramu karena ketakutan!” ungkap Gil Do

“Tutp mulutmu!” teriak Dokku

MORE06 0149

“Perkelahian antara kita tak ada manfaatnya. Aku seorang ahli pembuat mie dan kau hanyalah gangster rendahan. Tak akan ada yang berubah karena itulah kenyataannya. Aku muak harus  menyembah orang lain layaknya seekor anjing. Aku sudah membulatkan tekadku. Aku akan… menghancurkan mereka dan naik melebihi mereka dengan caraku sendiri” tutur Gil Do dengan sangat percaya diri

“Lantas, menurutmu semuanya akan bisa berubah. Apa yang akan berubah?” cecar Dokku

“Tak akan pernah ada yang bisa menghianatiku sehingga aku tak akan masuk penjara sepertimu. Malahan, aku yang akan memenjarakan seseroang yang menghianatiku!” tegas Gil Do

“Mau seberapa tinggi kau memanjat?” tanya Dokku

“Sangat tinggi hingga aku bisa lolos dari dosa apapun yang pernah aku lakukan” jawab Gil Do

“Lantas kenapa kau sangat menginginkanku? aku kan tidak sabaran dan selau bertindak gegabah!” ungkap Dokku

“Setidaknya, kau tak akan mengkhianati seseorang demi menyelamatkan dirimu sendiri” jawab Gil Do

MORE06 0178MORE06 0179

Dokku kembali menanyakan keberadaan Da Hae. Dengan santai, Gil Do memperlihatkan beberapa monitor yang berisi video rekaman CCTV dari semua tempat yang biasa didatangi Da Hae. Kita dapat melihat jika sekarang, Da Hae sedang berada dirumah temannya.

———————————————————————–

MORE06 0196

Dokku menemani Doo Chul yang dirawat di Rumah Sakit, ia termenung memikirkan semua perkataan Gil Do kepadanya tadi. Tak lama kemudian, Doo Chul siuman. Lalu, Dokku bertanya mengapa Doo Chul ingin menjadi gangster yang notabennya hanyalah sebuah pekerjaan yang sama sekali tak menguntungkan dan malah membahayakan hidupnya.

“Karena ini hanyalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan” jawab Doo Chul lirih

———————————————————————–

MORE06 0220MORE06 0222

Program berisi wawancara dengan Kim Gil Do tayang di televisi. Moo Myung, Da Hae dan Nyonya Seol menontonnya di tempat yang berbeda namun menunjukkan ekspresi wajah yang hampir sama. Sangat jelas, bahwa mereka sangat tidak menyukai semua bualan yang Gil Do ucapkan.

MORE06 0230MORE06 0231

Dalam wawancara tersebut, secara eksplisit Gil Do menantang Nyonya Seol untuk bisa menduplikasi hidangan mie  yang dihidangkan di restorannya.

———————————————————————–

MORE06 0247MORE06 0243

Da Hae mendatangi rumah Nyonya Seol. Tanpa basa-basi, ia langsung mengakui jika diirnya memang sengaja menulis artikel itu agar bisa mendekati Nyonya Seol sehingga ia bisa bekerja di Goongnakwon. Nyonya Seol menangga[inya dengan santai, ia mengungkapkan jika hal seperti ini sudah biasa dialaminya.

Tak mau kehilangan kesempatan, Da Hae langsung mengatakan jika dirinya bisa membantu Nyonya Seol untuk menyingkirkan Tuan Min (Kepala bagian Mie di Goongnakwon, yang sebelumnya meminta bantuan Da Hae untuk mencium bau gaharu)

MORE06 0257

Akhirnya, Nyonya Seol membawa Da Hae masuk untuk berbicara berdua dengannya. Langsung saja, Da Hae membeberkan bukti-bukti yang telah dikumpulkannya, yang diyakininya akan bisa menjatuhkan Tuan Min dari posisinya yang sekarang.

Nyonya Seol menatapnya, kemudian mengatakan jika Da Hae terlalu tergesa-gesa dalam mengungkapkan semuanya. Padahal dirinya, sama sekali belum mengatakan mau bekerjasama dengan Da Hae atau tidak.

“Biar aku beri nasehat… Jangan ikut campur dengan perkelahian antara orang dewasa. Menjadi naif dan imut hanya akan berguna saat kau sedang berkencan.” ucap Nyonya Seol

Da Hae yang kesal, langsung mengambil amplopnya dan bangkit untuk segera pergi.

“Itu saja? Kalau tawaranmu tidak berhasil, bukankah seharusnya kau berteriak atau membuat ancaman? Kalau kau menyerah hanya setelah satu pukulan saja, apa kau pikir orang lain akan kasihan…” sindir Nyonya Seol

“Aku akan melakukan apapun agar bisa masuk ke Goongnakwon. Jadi, tak perlu menceramahiku. Mencoba mengajari orang saat kau sebenarnya tak ingin… membuatku muak!” ungkap Da Hae

———————————————————————–

MORE06 0301

Nyonya Seol berbelanja di sebuah toko pakaian ditemani oleh Gang Sook. Dari pembicaraannya, kita tahu jika tanpa sepengetahuan Gil Do mereka telah bekerja sama selama ini. Karena apa yang dibicarakan Gil Do di TV, karir Nyonya Seol sedang diujung tanduk sekarang ini. Namun, Gang Sook tidak begitu khawatir karena yang lebih ia khawatirkan ialah ketika Gil Do mengetahui kerjasama diantara mereka.

Nyonya Seol tiba-tiba menginggung mengenai kecelakaan yang dialami Tuan Go. Ia masih merasa ada sesuatu yang janggal dan meyakini jika itu bukanlah kecelakaan biasa.

Terlihat, ekspresi wajah Gang Sook yang sedikit berubah saat mendengar hal tersebut. Namun, ia berusaha untuk menutupinya dan berkata, “Kalian boleh berkelahi atas hal itu. Aku hanya akan melihatnya dari pinggiran”

MORE06 0320

Di perjalan pulang, asisten Nyonya Seol mengatakn jika mereka telah membatalkan semua jadwalnya selama 3 hari kedepan. Hal itu memang harus dilakukannya, demi menghindari semua pertanyaan-pertanyaan interogatif yang tertuju kepadanya. Ia pesimis untuk bisa menanggapi tantangan dari Gil Do, sehingga ia memilih untuk menghindarinya saja.

MORE06 0328

Satu-satunya janji yang tidak dibatalkannya yaitu kunjungannya ke restoran Mie Ikan milik Moo Myung. Disana, ia langsung dihidangkan ‘the royal pheasant buckwheat noodles’. Sebuah hidangan mie yang sedang menjadi tantangan terbesarnya saat ini.

MORE06 0342MORE06 0341

Betapa terkejutnya Nyonya Seol, ketika mendapati bahwa rasanya sama persis dengan yang disajikan oleh Gil Do di Goongnakwon. Ia langsung menyuruh Moo Myung untuk membantunya dalam menduplikasi hidangan ini.

“Bukankah kau datang kesini untuk meminta tolong? Maka seharusnya kau meminta tolong dan bukannya menyuruhku!” sanggah Moo Myung

Nyonya Seol menyadari jika posisinya saat ini sedang tidak bagus. Ia bangkit dari tempat duduknya dan bergegas untuk pergi.

Moo Myung menahannya dengan mulai menceritakan kisah dibalik semua kebetulan yang terjadi diantara mereka. Moo Myung mengakui, jika itu semua adalah kesengajaan dan bukanlah kebetulan.

Nyonya Seol terkejut, ia merasa tertipu dengan semuanya. Moo Myung pun memberikan sebuah syarat jika Nyonya Seol memang butuh bantuannya. Ia hanya ingin mengetahu siapa nama mata-mata yang Nyonya Seol taruh di Goongnakwon.

“Sebenarnya, apa yang kau inginkan?” tanya Nyonya Seol

MORE06 0427

“Orang yang sedang aku kejar… adalah orang yang ingin kau lawan. Kalau kita berkelahi sendiri, kita akan kalah. Jadi, aku sarakan agar kita bekerja sama” papar Moo Myung

Tanpa ragu, Nyonya Seol langsung menuliskan sesuatu dikertas. Moo Myung membaca kemudian merobek kertas tersebut saat itu juga.

———————————————————————–

MORE06 0447

Sepanjang perjalanan pulang, kata-kata dari Moo Myung terus saja terngiang-ngian di kepalanya. Setelah sampai di depan rumahnya, ia melihat sosok Da Hae yang dengan gigih masih bertahan menunggunya.

Nyonya Seol menghampirinya. Kali ini, Da Hae tak mau mengulangi hal yang sama. Ia dengan percaya diri, mengatakan jika suatu saat nanti, Nyonya Seol pasti akan membutuhkannya…..

MORE06 0458MORE06 0456

Sementara itu, Gil Do sedang sibuk menggunakan jari-jari Tuan Go untuk mengecap beberapa dokumen yang dibawanya. Nampaknya, itu adalah dokumen mengenai pendirian sebuah yayasan.

“Saat aku berada di posisi ini.. aku sadar jika ternyata orang-orang jahat, berlindung dibalik topeng yang bernama amal. Jadi, aku ingin membuat topengku sendiri. aku tak akan mati… hanya sebagai seorang ahli mie. Mie bukanlah apa-apa.. Bukan sesuatu yang harus kau baktikan seumur hidupmu…” ungkap Gil Do

MORE06 0485

Setelah selesai, Gil Do berjalan meninggalkan ruangan itu. Langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara orang-orang yang sedang tertawa dari balik pintu……

Selanjutnya >>>>

Advertisements

5 thoughts on “THE MASTER OF REVENGE Episode 6 Part 1

  1. Pingback: THE MASTER OF REVENGE Episode 6 Part 2 | my-eternalstory

  2. Pingback: THE MASTER OF REVENGE Episode 5 Part 2 | my-eternalstory

  3. Pingback: Sinopsis Master God of Noodles 1- 20 Lengkap | Kumpulan Sinopsis

  4. Pingback: Sinopsis Master : God Of Noodles Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

  5. Pingback: SINOPSIS Master: God of Noodles Episode 1 – Episode Terakhir – SinopsisDrama99.com

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s