THE MASTER OF REVENGE Episode 19 Part 2

<<<< Sebelumnya

MORE19 0490MORE19 0487

Tae Ha membukakan pintu belakang mobil untuknya, namun Da Hae menolak dan mengatakan jika dirinya bukanlah bos Tae Ha, jadi ia tak perlu diperlakukan seperti itu. Da Hae bertanya kemana mereka akan pergi, namun di sepanjang perjalanan Tae Ha tak jua menjawab pertanyaanya itu.

MORE19 0504

Ternyata, ‘kencan’ pertama mereka tak sesuai dugaan Da Hae. Tae Ha mengajaknya makan pangsit disebuah tempat sepi dan terbuka.

“Sekarang barulah aku percaya kalau kamu belum perah pacaran sebelumnya…” Da Hae

Tae Ha memakan pangsitnya dengan sangat lahap, begitupun Da Hae. Tiba-tiba, Tae Ha menceritakan saat ketika ia terakhir kali memakan pangsit ini bersama Gil Do. Pda hari itulah, ia mengetahui jika Da Hae merupakan anak kandung dari Gil Do.

“Cukup,… aku tak ingin membicarakannya..” Da Hae

MORE19 0523

“Ayahku adalah seorang pembunuh. Dia membunuh dua orang. Kemudian dia dieksekusi. Aku seorang putra pembunuh dengan darah yang buruk. Aku ingin melarikan diri dari kenyataan ini. Jadi aku melarikan diri mati-matian. Dan sekarang aku ada di sini. Aku tidak ingin lari lagi. Dan aku juga tidak ingin kau lari. Tidak peduli siapa ayahmu … Atau apa yang dia lakukan, Itu bukan kesalahanmu. Tetaplah bertahan di tempat kau berdiri sekarang ini…” Tae Ha

MORE19 0506

“Lantas bagaimana kalau aku tetap ingin kabur? Makanya kamu harus terus disampingku, untuk menahanku…” Da Hae

MORE19 0537MORE19 0535

Mereka kembali ke Goongnakwon. Da Hae menghentikan langkahnya kemudia mencium bau badan Tae Ha.

“Aku sangat menikmatinya. Apa kau tahu kau memiliki bau apa? Kau memiliki bau keringat, mobil… dan pangsit. Ketika semuanya digabungkan bersama-sama, kau tahu seperti apa baunya? Baunya seperti Tae Ha….” Da Hae

MORE19 0550MORE19 0546

Da Hae mengecup bibir Tae Ha, kemudian ia membalikan badan, hendak berjalan pergi. Tae Ha menariknya dan menciumnya balik. Suasananya jadi sangat kikuk, Da Hae malah menyindir Tae Ha yang sepertinya berbohong ketika mengatakan belum pernah dekat dengan seorang wanita sebelumnya.

Tae Ha terdiam sejenak, kemudian mengatakan jika dirinya memang belum pernah berkencan dengan siapapun, “Kau mungkin tidak ingat karena kau mabuk. Tapi, kau adalah ciuman pertamaku.”

“Selamat malam..” ucap Da Hae yang langsung berjalan pergi sambil tersipu malu

MORE19 0579MORE19 0597

Ini adalah hari yang cukup cerah. Hari ini adalah hari penting dalam rangkaian acara balas dendam Moo Myung. Dalam acara siaran langsung hari ini, ia akan membongkar semua kejahatan Gil Do dihadapan publik.

MORE19 0614

Yeo Kyung pun sangat bahagia, karena hari ini ia mendapatkan apa yang ia inginkan yang membuatnya memiliki kewenangan untuk menangkap Gil Do dengan tangannya sendiri.

MORE19 0624

Para crew masih mempersiapkan alat-alat untuk syuting. Hyun Jung menghampiri Moo Myung untuk memastikan semuanya akan berjalan dengan lancar. Ketika sesi pertanyaan berlangsung, Moo Myung memintanya untuk memilih seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna merah.

MORE19 0646

Tae Ha menonton acara ini dari atas, disampingnya berdiri Da Hae. Ia menatapnya kemudian berkata, “Berjanjilah bahwa kau tidak akan lari.. Berjanjilah…”

“Aku berjanji… ” jawab Yeo Kyung

MORE19 0660MORE19 0676

Acara siaran langsung dimulai… Hyun Jung membuka acara dan menyapa penonton seperti biasanya. Kemudian ia mempersilahkan penonton untuk mengajukan pertanyaan. Sesuai perintah moo Myung, ia menunjuk seseorang berkemeja merah dan itu adalah Pengawal Hwang..

Ia berdiri dan dengan lantang mengajukan pertanyaan untuk Gil Do, “Bagaimana rasanya membunuh seseorang? Kau membunuh seorang pria, Dan juga menghasut pembunuhan. Aku ingin tahu bagaimana perasaanmu pada saat itu.”

MORE19 0706MORE19 0709

Suasana di ruangan mulai memanas, semua orang terkejut mendengar hal itu. Para crew langsung menyeret Pengawal Hwang meninggalkan ruangan. Dan Moo Myung.. ia langsung membongkar identitas dan semua kejahatan Gil Do yang telah menghabisi kemudian mengambil identitas ayahnya…

MORE19 0729MORE19 0731

Da Hae tak tahan mendengarnya, ia ingin berlari untuk pergi jauh. Tae Ha menggengam tangannya erat, memintanya untuk jangan pernah berlari dari situasi ini. Mata Da Hae mulai berkaca-kaca, namun Tae Ha menatapnya dengan penuh arti, seakan memberikan semua kekuatan yang dimilikinya untuk Da Hae.

MORE19 0697

Sementara itu, Tuan So memegang berkas hasil tes DNA Gil Do dan Kim Da Hae. Kemudian, ia menelpon seseorang, memintanya untuk menyiapkan orang-orangnya….

Moo Myung melanjutkan perkataannya, ia menunjukkan kertas selebaran yang berisi foro Kim Gil Do beserta kejahatan yang perah dilakukannya….

MORE19 0748

Gil Do marah dan kesal, namun ia tak bisa mengatkan apapun. Perlahan ia melangkahkan kakinya, berjalan meninggalkan ruangan ini, dalam fikirannya ia bertanya-tanya, “Sejak kapan… Melakukan hal itu salah? Mengapa ini terjadi padaku? Yang aku lakukan adalah mencoba yang terbaik untuk hidupku. Mengapa?”

MORE19 0765

Langkah Gil Do terhenti, ketika Yeo Kyung beserta tim dari kejaksaan muncul di hadapannya dan mengeluarkan surat perinta penangkapan, tepat dihadapan wajahnya. Dihadapan semua orang, tangannya diborgol, ia diseret kedalam mobil milik tim kejaksaan.

MORE19 0770

Di dalam mobil, Gil Do sempat tak sadarkan diri. Namun, ia terbangun di tengah jalan, matanya melihat ke kanan dan ke kiri, kemudian, ia bertanya kepada Yeo kyung, mengapa yang diborgol hanya tangannya saja, bukankah kepalanya juga masih bisa bergerak bebas.

MORE19 0784MORE19 0789

Tanpa fikir panjang, Gil Do langsung menghantamkan kepalanya ke dua orang pria yang berada di sampingnya. Kemudian, ia langsung menghalangi pandangan Nona Kim yang sedang menyetir, hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi menghantam sebuah tiang. Semua orang langsung tak sadarkan diri, kecuali Gil Do yang memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur.

Ia melepas borgolnya kemudian berlari tak tentu arah menuju tempat yang menurutnya aman…

MORE19 0794MORE19 0795

Berita mengenai kaburnya Gil Do langsung menyebar luas lewat tayangan berita di TV. Semua orang di Goongnakwon nampak sangat terpukul setelah mengetahui siapa Kim Gil Do sebenarnya.

MORE19 0801

Da Hae tak kuasa menahan tangisnya. Untung ada Tae Ha yang berdiri disampingnya dan memeluknya, yang tanpa lelah terus memberi dukungan untuknya.

MORE19 0805

Tae Ha menemui Moo Myung, mengatakan jika sekarang Moo Myung telah mendapatkan apa yang diinginkannya, “Saat ini dia telah benar-benar hancur… Kau tak perlu berurusan dengannya lagi” ujarnya

“Tae Ha… Aku ingin melihat wajah Kim Gil Do ketika ia kehilangan segalanya. Aku akan melihatnya dengan kedua bola mataku sendiri. Itulah akhir dari balas  dendamku..” Moo Myung

MORE19 0826

“Baiklah… lakukan apa yang ingin kau lakukan dan aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan… Sekarang kau harus bisa melindungi Yeo Kyung. Aku menyerahkannya kepadamu. Aku telah membayar semua hutangku kepadanya..” ungkap Tae Ha yang langsung berjalan pergi

MORE19 0836

Gil Do berjalan tertatih-tatih memasuki sebuah bangunan kosong yang gelap. Ia membuka ponselnya dan tiba-tiba Da Hae menelponnya..

MORE19 0841MORE19 0848

Sementara itu, Da Hae yang sedang panik tiba-tiba diseret oleh beberapa pria tak dikenal. Fotonya yang sedang disekap dikirmkan ke ponsel Tae Ha dan juga Gil Do.

MORE19 0872MORE19 0870

Tuan So adalah dalang dibalik kejadian ini. Kepada mereka berdua, Tuan So mengirimkan sebuah alamat. Dia akan menunggu salah satu dari mereka datang dengan membawakannya dokumen rahasia yang asli. Setlah itu, baru ia akan melepaskan Da Hae.

MORE19 0888MORE19 0891

Tae Ha tiba ditempat itu lebih dulu. Ia telah ditunggu oleh Tuan So beserta beberapa pria berbadan kekar yang memandanginya dengan tatapan yang sangat menyeramkan….

Tuan So langsung meminta Tae Ha untuk menyerahkan dokumen itu kepadanya. Tae Ha menolaknya, ia meminta Tuan So terlebih dahulu memberikan bukti yang menunjukkan bahwa Da Hae telah berada di tempat yang aman dan selamat.

“Bagaimana aku bisa mempercayaimu?” Tuan So

“Aku sendirian di sini.” Tae Ha

MORE19 0905MORE19 0906

Tuan So menyuruh ajudannya melepaskan Da Hae, mereka menurunkannya disebuah padang rumput yang gelap dan sepi. Ketika sedang kebingungan, ponsel Da Hae berbunyi, itu adalah telpon dari Tae Ha.

Tiba-tiba,.. suasana mulai terasa hening. Tae Ha bertanya apakah Da Hae baik-baik saja. Dengan gemetar, Da Hae menjelaskan jika sekarang dirinya sudah bebas, meskipun sebenarnya ia tak tahu sedang berada dimana.

MORE19 0913

“Ahhh.. ini terus mengganggu fikiranku… bisakah… mungkinkah… lain kali aku membawamu makan ditempat yang bagus….” ucap Tae Ha

Mendengar kalimat itu, secara tak sadar Da Hae mulai meneteskan air matanya, “Kenapa? Ada apa? Mengapa kamu berkata seperi itu?”

“Aku menyukainya… kamu,…. jangan pernah melupakan aromaku…” ungkap Tae Ha yang nampaknya berusaha keras untuk menahan air matanya

MORE19 0921

Air mata yang menetes dari kedua bola mata Da Hae semakin mengalir deras, ia terus menanyakan, “Ada apa? Kenapa? Tolong jangan berbuat hal konyol seperti ini!”

MORE19 0927

Tae Ha tak mau menjawabnya, ia hanya diam sambil mendengarkan kata demi kata yang diucapkan Da Hae kepadanya.

MORE19 0929

Dengan suara yang parau dan tersedu-sedu, Da Hae berkata, “Tae Ha-yaa… dengarkan aku baik-baik. Aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan… Tapi, tolong jangan lakukan itu.. Jangan! Kamu tak boleh melakukannya!”

Tae Ha tetap saja diam, ia tak mau mengucapkan apapun membuat Da Hae semakin panik, “Dengarkan aku Tae Ha! Kalau kamu menutup telponnya sekarang… Aku akan membencimu selamanya! Apa kau mendengarku? Aku akan membencimu sampai aku mati!”

MORE19 0934MORE19 0936

Pada akhirnya Tae Ha memutus telponnya dengan Da Hae. Setelah itu, giliran ia menelpon Dokku. Ia hanya memintanya untuk menjemput Da Hae saat ini juga. Ia tak menjawab segala pertanyaan apapun dari Dokku dan langsung menutu telponnya.

MORE19 0948

Sesuai janjinya, sekarang Tae Ha langsung melemparkan dokumen rahasia yang asli ke arah Tuan So, “Mari kita akhiri semuanya disini…” ucapnya

Perlahan, Tuan So melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan. Ia masih sempat menepuk pundak Tae Ha kemudian pergi begitu saja.

MORE19 0958MORE19 0961

Para ajudan yang berdiri mengelilingi Tae Ha mulai berjalan mendekat dan semakin mendekat kearahnya….

MORE19 0963

Da Hae hanya bisa terduduk lemas ditengah padang rumput deangan air mata yang tak henti mengalir membasahi seluruh pipinya, ia menggenggam ponselnya erat-erat.. berharap tiba-tiba Tae Ha menelponnya kembali… Ia terus menunggu dan menunggu….

MORE19 0976MORE19 0980

Namun apa yang terjadi kepada Tae Ha? Kita melihatnya telah terbujur kaku dilantai yang dingin sendirian… Warna merah darah telah mengotori kemeja berwarna putih yang dikenakannya…..

My Comment…

Gue nangis lohhh nonton episode ini (Entahlah ini terbilang lebay atau enggak). Parah… terakhir kali gue bisa nangis bombay gegara drama action tuh pas nonton “Heartless City”, pas zaman gue masih SMA. Dan kocaknya, kali ini gue nangis karena kisah cerita second lead, Tae Ha..

Sebenernya, di episode akhir-akhir ini kita udah dikasih pertanda tentang kejadian ini. Dan di komen-komen yang sebelumnya, akupun udah menduga hal ini bakal kejadian, meskipun masih berharap tebakanku bakal salah, tapi ternyata bener.

Dari awal episode ini kita udah bener-bener, digiring sama perjalanannya si Tae Ha. Dialog-nya, ekspresi-nya, semuanya tuh udah menyampaikan kalau itu hal yang terakhir yang mau dan bakal dia ungkapkan.

Pas adegan nge-date itu, aku udah ngerasain bangeet feel farewell-nya. Meskipun ada adegan kissu-nya, tapi itu gak bikin senyum, malah bikin makin pengen nangiss…

Ketika dia minta Da Hae untuk ‘jangan lari…’, dia ngomong itu berkali-kali, dan itu tuh jadi clue utama banget tentang kejadian di akhir episode ini. Pas lihat adegan terakhir itu aku pengen teriak, “Tae Haaaaa… kalo kamu pergi, siapa yang bakalan terus jagain Da Hae?”

Oiyaa, menurut kalian kenapa Gil Do tetep mempertahankan Tae Ha disampingnya? Jelas-jelas, dia udah tahu semuanya? Kalau menurutku, semenjak Tae Ha mengungkapkan ‘pengakuan’-nya di depan Gil Do yang setengah mabuk, Gil Do malah jadi makin percaya dan yakin sama Tae Ha. Dia tahu kalau Tae Ha gak akan pernah ninggalin dia. Sebenernya mereka punya latar belakang yang sama, sama-sama punya ayah yang pemabuk, pecandu, masa kecilnya gak baik. Mereka pernah merasakan hal itu yang membuat secara gak sadar, Gil Do tuh care sama Tae Ha… That’s sweet but bitter too….

Berasa ini udah episode terakhir….. tapi masih ada satu episode lagi yang tersisa. Semoga pengorbanan Tae Ha jadi sesuatu yang bisa menyadarkan Moo Myung kalau kelakuan dia selama ini tuh cuman membahayakan orang-orang disekelilingnya. Hari ini, dia udah berhasil membongkar kebohongan Gil Do dihadapan publik, mau apa lagi? Udah cukup, jangan ada korban lagi…

Episode Selanjutnya >>>>

Advertisements

9 thoughts on “THE MASTER OF REVENGE Episode 19 Part 2

  1. Pingback: THE MASTER OF REVENGE Episode 19 Part 1 | my-eternalstory

  2. Pingback: THE MASTER OF REVENGE Episode 20 Part 1 | my-eternalstory

  3. Ini episode paling favoritku!!
    Yaa namanya juga shipper DaHae x TaeHa.. sempet ga nyangka tnyata oppa SangYeob uda punya pacar huhuhu retak2 deh hati.
    Teteeeeup geretan tiap ntn eps2 lainnya suka emosi sendiri wkwkw btw maaf kak baru sempet komen.. dan terima kasih yaaa uda ngereview TMOR sampe eps akhir.
    Semangat terus utk review2 drama yg lainnya ya kak lia 🙂

    Like

    • Hahahahah, iyaaa aku juga ngiranya dia masih sigle. Eh ternyataaaa, udh taken. Lgsg deh patah hati. Ah lagian, dia sama pacarnya juga awet2 aja gk pernah ada scandal. Berarti Sang Yeob cowok yg baik 🙂

      Like

  4. Pingback: SINOPSIS Master: God of Noodles Episode 1 – Episode Terakhir – SinopsisDrama99.com

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s