TWO SPIRITS LOVE Episode 10 Part 2

<<<< Sebelumnya

Thun membawa Champagne kerumahnya, dan sialnya tanpa sepengetahuan Thun, Nee beserta yang lainnya telah berada disana lebih dulu.

Suasana menjadi sangat canggung, Champagne mendesak Thun untuk menceritakan hubungan diantara mereka. Namun, Thun diam saja, hingga akhirnya Champagne sendiri yang mengungkapkan jika dirinya akan menikah dengan Thun.

Semua orang yang berada disana, tentu saja kesal sekaligus kecewa setelah mendengarnya. Baik Nee maupun Kew langsung memilih untuk pergi dari tempat ini. Thun berusaha untuk mengejar Kew, namun nampaknya usahanya itu berakhir sia-sia karena Kew benar-benar marah padanya.

Sementara Korn menarik Champagne untuk mengajaknya berbicara empat mata. Champagne malah tertawa, menyindir Korn yang nampaknya cemburu dan menyesal telah memutuskannya. Sayangnya, Korn tak seperti itu, ia malah mengasihani tindakan Champagne saat ini.

“Orang-orang menikah karena cinta! Kalau kamu memaksakannya, masa depan kamu akan berakhir tidak bahagia!” ucap Korn

“Aku gak peduli, akan seperti apa masa depanku. Yang penting adalah sekarang! Aku akan merusak kebahagiaan kalian semua!!!!” tegas Champagne

Kali ini, Krit-pun tak bisa mentolerir sikap Thun. Apapun alasannya, ia tak mau Thun seenaknya membawa-bawa yang namanya ‘pernikahan’. Krit tak rela, Thun menikah dengan seseorang yang tak dicintainya. Masalahnya, bukan hanya Thun yang akan berakhir hidup menderita, Kew juga akan merasakan hal yang sama nantinya.

“Kamu telah menghabiskan waktu bertahun-tahun, untuk menemukan sosok gadis yang selalu kamu impi-impikan. Sekarang, setelah kamu menemukannya, kamu malah menyakitinya demi seorang wanita yang sifatnya seperti iblis!!!” tegas Krit

Akibat dari keputusan Thun ini benar-benar membuatnya dijauhi oleh semua orang. Bahkan, Nee sekalipun marah padanya. Thun berusaha menjelaskan jika tindakannya ini supaya ia bisa menangkap Thanong.

“P’Thun,… Aku tak ingin kamu menangkap siapapun! Aku hanya berharap agar kamu bisa terus berada disampingku untuk menjagaku!” tegas Nee yang langsung membanting pintu kamarnya dengan keras.

Kew meminta pendapat teman-temannya. Namun, ia amalah dibuat semakin pusing karena mereka memberikan saran yang berbeda-beda. Phu memintanya untuk meninggalkan Thun, sementara yui memintanya untuk tetap bersabar, karena menurutnya Thun tak bermaksud serius untuk menikahi Champagne.

Champagne pulang ke rumahnya dengan raut wajah yang sangat puas. Ia sudah tak memiliki rasa takut lagi terhadap ancaman siksaaan dari ayahnya. Dengan percaya diri, ia mengatakan jika tak akan ada seorangpun yang bisa menyakitinya lagi. Sekarang ia sudah berubah, ia akan membalaskan dendamnya kepada semua orang yang telah menyakitinya. Ibunya semakin curiga. Ia meyakini, jika sampai sekarang Champagne masih berhubungan dengan Thanong.

Thun menemui Kew, namun Kew terus menghindarinya. Tak mau masalahnya terus berlarut-larut lagi, akhirnya Kew mau berbicara dengan Thun. Mereka saling berhadapan, saling menatap, sama-sama berusaha untuk mengutarakan isi fikirannya.

Thun menjelaskan semuanya, satu hal yang ia pinta yaitu agar Kew mau mempercayainya.

“Mempercayaimu, kemudian membiarkanmu menikah dengannya (Champagne)!!!” Kew

“Aku tidak mungkin menikah dengannya, aku melakukan ini hanya demi mendapatkan Thanong!” Thun

“Kamu fikir, Champagne mau dibohongi olehmu! Pernikahan bukanlah hal sepele. Kamu mau menipunya? Itu bukanlah hal yang mudah! Sekarang coba kamu fikir baik-baik! Kamu mati-matian mengejar Thanong untuk apa? Demi keselamatan kita semua ataukah demi memenuhi keinginan balas dendamu? Aku tahu, kalau itu pasti karena balas dendam!” papar Kew yang membuat Thun langsung terdiam dan tak berani menatapnya.

Kew menambahkan, jika sikap buruk Thun masih sama saja, baik dikehidupan sebelumnya ataupun di kehidupan yang sekarang. Ia hanya ingin Thun menyadari, jika sikap itulah yang membuat hubungan mereka di masa lalu harus berakhir di tengah jalan. Sekarang, Kew menyerahkan semuanya kepada Thun, apakah Thun ingin menghentikan obsesinya untuk balas dendam demi menyelamatkan hubungan mereka ataukah memilih untuk melanjutkan balas dendamnya sehingga menghancurkan hubungan mereka.

Thun terus saja diam, tak mau mengatakan sepatah katapun. Kew menangis dan langsug berjalan pergi meninggalkan Thun. Ia duduk di balik tirai, sesekali melihat ke arah Thun yang sedang duduk termenung diluar, sendirian.

Champagne mulai merancang rencananya untuk mencelakai Nee dan Kew. Kali ini, ia ingin menghancurkan Kew terlebih dahulu. Ia meminta paman Thanong untuk melakukan aksinya esok hari.

Setelah itu, Champagne menelpon Thun. Ia menjebaknya dengan mengatakan jika esok hari Thanong mengajaknya untuk bertemu. Namun, karena ia bertindak sebagai perantara diantara mereka, maka besok Champagne akan datang ke rumah Thun pagi-pagi untuk mengabarinya lebih lanjut lagi.

Setelah mendengar kabar itu, Thun langsung menghubungi seluruh pengawalnya untuk ikut pergi bersamanya besok.

Sementara itu, Kew sendiri sedang duduk dan mengobrol berdua dengan Korn. Ia menceritakan isi dari jurnal yang telah dibacanya. Ternyata, setelah Lang Warong membunuh Mek, Khun Khaew langsung memustuskan hubungan diantara mereka. Dan diketahui, jika Khun Khaew menikah dengan seorang bangsawan bernama Luang Badit. Dan Luang Warong, pada akhirnya menyadari jika dirinya telah salah faham. Ia merasa bersalah kepada Mek, hingga ia membuatkan sebuah stupa untuk Mek. Selama sisa hidupnya, ia selalu rutin memberikan persembahan untuk Mek,….

Ketika Thun sedag serius berfikir sambil melihat ke luar jendela, tiba-tiba muncul sosok Mek yang berdiri tepat dibelakangnya. Mek berbisik, mengatkaan jika yang dikatakan Champagne, semuanya adalah jebakan. Sayangnya, Thun sama sekali tak bisa mendengar suara Mek.

Hal yang sama juga dilakukan Mek kepada Kew. Ia memeperingatkan jika Kew sedang berada dalam bahaya. Namun, yang dilakukannya sia-sia, karena Kew juga tak bisa mendengar suaranya.

Keesokan harinya, Champage emndatagi Thun pagi-pagi sekali. Ia meminjam ponsel Thun dengan dalih, jika dirinya telah memberikan nomr Thun kepada Thanong dan bisa jadi Thanong tiba-tiba menelpon, sehingga ia bisa langsung mengangkatnya.

Kebetulan muncul Bibi Jan. Ia meminta bantuan Thun untuk membujuk Nee yang nampaknya tidak mau makan lagi. Ketika Thun pergi, Champagne memanfaatkan kesempataan itu dengan baik. Ia mencari kontak Kew kemudian mengirimkannya kepada Thun.

Untuk apakah kontak Kew? Jadi, paman Thanong akan menyakiti Kew terlebih dahulu. Ia menelpon Kew, berpura-pura meminta bantuan karena Thun akan membunuhnya. Ia tahu jika Kew adalah tipe orang yang mudah simpati terhadap orang lain. Hal itu terbukti, karena Kew yang tanpa pikir panjang langsung berangkat ke tempat yang disebutkan oleh Thanong.

Yui menghampiri Phu yang sedang duduk sendirian, nampaknya Phu sedang ketakutan. Hal itu, terlihat dari badannya yang gemetar dan pandangannya yag selalu melirik ke arah sekelilingnya.

Setelah ditanya, ternyata tadi malam, arwah Mek menemuinya. Mek memperingatkannya jika Khun Khaew sedang berada dalam bahaya.

Yui langsung sadar kalau Khun Khaew yang dimaksud adalah Kew, teman mereka. Sementara, Phu sendiri malah baru menyadar hal itu saat Yui mengatakannya. Segera, mereka berlari menuju rumah Kew untuk memastikannnya.

Champagne memberikan sebuah gambar denah lokasi kepada Thun. Ia memintanya untuk pergi kesana, sekitar satu jam lagi. Karena jika berangkat sekarang, maka ia hanya akan membuat Thanong kabur lagi. Padahal bukan itu alasan sebenarnya. Ia ingin, ketika Thun tiba disana Kew sudah tak berdaya, bahkan akan lebih bagus lagi jika Kew sudah mati. Bukankah akan sangat menyakitkan, ketika Thun melihat orang yang sangat dicintainya terluka di depan matanya sendiri.

Thun tak menaruh curiga apapun, ia malah menuruti perintah Champagne. Ia pun langsung menyuruh seluruh pengawalnya untuk pergi satu jam lagi bersamanya.

Phu dan Yui tiba di rumah Kew. Namun, mereka terlambat karena menurut Korn, baru saja Kew pergi dengan sangat tergesa-gera. Phu menceritakan apa yang dialaminya tadi malam. korn mulai panik, ia berusaha untuk menghubungi Kew, begitupun yang lainnya.

Korn mengabari Thun mengenai hal ini. Dan tanpa fikir panjang, Thun langsung bisa menebak jika semua ini adalah ulahnya Thanong.

Kew yang telah sampai di lokasi bertemu dengan Thanong. Melihat gerak-gerik Thanong yang mencurigakan, membuat Kew sadar jika dirinya sedang dijebak dan berada dalam bahaya saat ini. Segera, ia berlari untuk menyelamatkan diri. Beberapaka kali, ia bersembunyi, namun Thanong berhasil menemukannya.

Saat hendak meminta bantuan, ponselnya terjatuh. Sial,.. ia tak bisa mengambilnya dan sekarang hanya dirinya sendiri yang bisa menyelamatkan hidupnya dari kelakuan jahat Thanong.

Thun pergi menuju lokasi sendirian, sesapainya disana ia pun tak bisa langsung menemukan Kew dikarenakan tempatnya yang terlalu luas dan gelap.

Sementara itu, Kew sendiri sekarang berada di atas gedung. Benar-benar tak ada celah untuknya bisa kabur. Thanong mengejarnya dan berhasil memukulnya hingga Kew tak sadarkan diri dan terkapar di lantai.

Thanong membawa Kew ke tempat yang aman. Ia menidurkannya dilantai dan hendak menidurinya. Untun saja, di detik-detik yang sangat berharga ini, Thun akhirnya menemukan mereka.

Sepertinya Thun sudah benar-benar tak bisa meredam emosinya. Da jauh, ia melihat Thanong dengan tajam. Tanpa menyentuhnya, ia bisa menarik Thanong dan melemparinya dengan benda-benda keras yang ada disana. Kemampuan telekinesis Thun benar-benar bekerja tanpa terkendali.

Saat Thanong merasa ketakutan, ia langsung mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya. Namun Thun, langsung menarik pisau itu dan berjalan mendekatinya.

Thun menarik kerah jaket yang dikenakan Thanong, dan mengacungkan pisaunya tepat dihadapan Thanong. Namun, Thanong sendiri malah tertawa, mengatakan jika hari ini dirinya memang kalah. Namun diwaktu yang lainnya, ia akan mengalahkan Thun.

Ketika Thun hendak menusuknya, muncullah Kew yang langsung berteriak memohon agar Thun tak melakukan hal ini. Thun tak menghiraukannya, ia tetap menusuk Thanong hingga terkapar di lantai.

Kew lagsung berlari ke arah Thanong, berusaha untuk mengecek kesadarannya. Tiba-tiba, Kew teringat kembali saat kejadian, Mek yang meninggal karena emosi membabi buta-nya Luang Warong.

Untung saja, mereka tiba di rumah sakit tepat waktu. Sehingga, Thanong masih bisa diselamatkan. Namun, Kew marah besar kepada Thun.

“Kamu menyadari apa yang sebenarnya kamu lakukan? Kamu mau menjadi seorang pembunuh? Kenapa kamu harus menusuknya! Aku sudah berteriak memohon, agar kamu tak melakukannya. Tapi, kamu sama sekali tak mau mendengarkanku! Aku melihatnya dengan mataku sendiri, hal ini kamu lakukan bukan semata-mata untuk menyelamatkanku, melainkan karena obsesimu untuk membunuhnya! Bukankah kamu sangat kejam?” papar Kew

Thun membela dirinya, mengatakan jika ia melakukan hal ini karena tadi Kew berada dalam bahaya akibat ulah bejad Thanong.

“Jadi aku harus bertemikasih kepadamu? Berterimakasih karena kam hampir saja membunuh orang untuk menyelamatkanku!” Kew

“Dengarkan aku Kewalin,.. kalau aku tak membunuhnya, maka dia akan terus menyerang kita semua! Aku tak bisa berhenti, dan membiarkannya lolos begitu saja!” Thun

“Jadi, ini belum cukup? Kamu sama sekali tak merasa bersalah atas tindakanmu? Kamu hampir membunuhnya, dan kamu bersikap sekan-akan tak terjadi apapun. Mengerikan,… Kalau memang bentuk cintamu seperti ini, sepertinya aku tak menginginkannya lagi,..” Kew

“Yasudah, kalau kamu tak merasa bahagia denganku. Maka kamu boleh menjauh pergi dari kehidupanku!” Thun

Kew langsung berlari meninggalkan Thun, ia bahkan mengabaikan panggilan semua teman-temannnya yang baru tiba juga disana.

Sementara itu, Champagne mulai dibuat ketakutan. Ia tak menyangka jika kejadiannya akan seperti ini Tiba-tiba, ibu datang dan memberitahunya, jika dibawah sudah ada polisi yang ingin berbicara dengan Champagne,…..

My Comment…

Lah… kok ceritanya jadi kayak gini??? Aduhhh.. si Champagne jadi ikut-ikutan gila juga. Emang sih, sifat itu diwarisi secara genetik. Tapi, emang bisa semirip dan separah ini. Jahat banget parah, gaada takutnya nih perempuan.

Orang kayak Thanong kalo gak dibunuh, yaa bakalan terus kabur dan kabur lagi. Di episode berikutnya, dia juga bakalan kabur lagi tuh.

Berasa lagi nonton sinetron banget deh, penjahat satu kok bisa ngalahin banyak orang. Jadi kesel kan aku nontonnya -_-

Episode Selanjutnya >>>>

*Terimakasih untuk tidak menulis spoiler dalam bentuk apapun di kolom komentar. Hargai yang belum nonton yaaaa……*

Advertisements

9 thoughts on “TWO SPIRITS LOVE Episode 10 Part 2

  1. Pingback: TWO SPIRITS LOVE Episode 10 Part 1 | my-eternalstory

    • Hahahah.. iya ceritanya jadi ala-ala sinetron banget jadi maless ak lanjutin ngetiknya. Yang episode 11 aja baru separo, udh beberapa hari belom ada keinginan buat lanjutin ngetiknya. Huhuhuhuhuhuhu 😦

      Like

  2. Pingback: TWO SPIRITS LOVE Episode 11 Part 1 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s