LET’S FIGHT GHOST Episode 9

<<< Sebelumnya

Kepada seseorang yang kita cintai, kita akan mau terbuka tentang sisi-sisi gelap dan rahasia dari kehidupan kita. Dialah orang yang rela untuk kita bagi semua hal yang tidak pernah mau kita bagi dengan orang lain. Itulah yang mulai terjadi kepada Bong Pal di episode ini.

Namun sekarang, Hyun Ji dan Bong Pal berada di dimensi yang berbeda. Mungkin menurut mereka, kisah cintanya baik-baik saja. Tapi, menurut orang lain, tentunya enggak dong. Meskipun beneran suka, akankah Bong Pal megungkapkan cintanya secara langsung kepada Hyun Ji???


Episode kali ini, dimulai dengan adegan di dalam sebuah rumah mewah yang entah berada dimana tempatnya,…

Screenshot_2

Di salah satu kamar ada seorang pria yang sedang tertidur pulas. Namun, ia harus terganggu setelah muncul sesosok hantu perempuan yang berjalan kearahnya dan langusng duduk diatas badannya. Tak ada dialog apapun, hantu itu hanya menatapnya tajam dan langsung mencekiknya,……

———————————————————————–

Screenshot_3Screenshot_4

Suasana yang kikuk dan canggung terbangun diantara Bong Pal dan Hyun Ji. Berkat kejadian barusan, Bong Pal jadi lebih peka dan mempertimbangkan kenyamanan Hyun Ji. Berdalih, “Di dalam kamar udaranya panas, dan aku tak suka kepanasan,….” Bong Pal pun meminta Hyun Ji untuk betukar tempat tidur dengannya, bukan untuk hari ini saja. Namun, untuk seterusnya pun ia menginginkan Hyun Ji tidur di dalam kamar sementara dirinya akan tidur diluar saja.

Screenshot_5Screenshot_6

Di dalam kamar, Hyun Ji lagsung tertawa cekikikan, menunjukkan jika dirinya memang sangat senang atas sikap manis Bong Pal terhadapnya. Suara tawanya bahkan terdengar hingga keluar, membuat Bong Pal tersenyum geli karenanya.

Screenshot_8

Masih belum patah arang, pak detektif lanjut mengorek-ngorek informasi pribadi Profesor Hye Sung. Mereka mendapatkan data mengenai latar belakang keluarganya. Semenjak kecil, ayahnya Hye Sung telah meninggal, namun ibunya masih hidp dan saling kontak dengannya. Namun, ada hal yang terasa sedikit ganjil, ibu dan anak itu sudah sangat lama tidak pernah bertemu secara langusng. Dan untuk data kesehatannya, tak ada sesuatu yang mencurigakan, hanya saja saat masih kecil tercatat bahwa Hye Sung adalah anak yang sering sakit-sakitan. Selain itu, tak ada hal lainnya yang mencurigakan. Keuangan, pendidikan, lingkungan dan hal yang  lainnya yang berhubungan dengan Hye Sung sangat bersih, bahkan tak ada kerikil yang terselip sedikitpun.

“Dia terlalu sempurna untuk disebut sebagai seorang manusia….”

Mereka masih sangat meyakini keterlibatan Hye Sung dalam kematian Hyun Joo. Sayangnya, ponsel Hyun Joo menghilang dari TKP. Mereka pun telah meminta data-data panggilan terakhirnya ke pusat, sudah ada beberapa nama, namun tak terdapat nama Hye Sung disana. Lagian, diketahui jika ponsel itu dimatikan tepat saat Hyun Joo berada di depan rumahnya.

Screenshot_10

Screenshot_11Screenshot_12

Hye Sung datang ke acara pemakaman Hyun Joo. Tak sengaja, ia menguping desas-desus diantara para tamu. Nampaknya, mereka telah mengetahui fakta mengenai kondisi tulang leher mayat Hyun Joo yang retak dan hancur. Salah satu dari mereka, menunjuk kearah seorang pria yang sedang minum sendirian. Pria itu bernama Eun Soo, baru-baru ini ia menyatakan perasaan cintanya kepada Hyun joo. Namun, entah bagaimana kelanjutan nasibnya.

Screenshot_14Screenshot_13

Hye Sung hendak pulang, di koridor ia berpapasan dengan So Yeon yang tentu saja langsung menyapanya. Hye Sung menanggapinya dengan dingin, tak banyak berbicara dan terlihat tergesa-gesa, sehingga ia pun lansgung pergi begitu saja.

Screenshot_15Screenshot_16

Ternyata, ia terburu-buru bukan karena ingin pergi ke suatu tempat. Melainkan, untuk bersembunyi di dalam mobilnya menunggu Eiun Soo keluar. Namun setelah melihatnya, Hye Sung malah mengendarai mobilnya melewari Eun Soo begitu saja…

———————————————————————–

Screenshot_17Screenshot_18

Keesokan paginya, Hyun Ji terbangun karena mendengar suara Bong Pal yang sedang memasak. Mereka saling menyapa, untuk mengucapkan selamat pagi. Di meja makan, Hyun Ji sangat tergiur untuk memakan daging yang tersaji dihadapannya. Namun, kondisinya yang sedang kasmaran, membuatnya ingin terlihat anggun dihadapan sang pujaan hati.

Ia pun makan sedikit demi sedikit dan dengan perlahan. Bukannya terkesan, Bong Pal malah merasa heran dan aneh setelah melihat gerak-gerik Hyun Ji saat ini,…

Screenshot_19Screenshot_20

Mereka berjalan berdampingan, secara tak sengaja beberapa kali lengannya saling bersentuhan, membuat mereka hanya bisa tersenyum geli. Saat akan menyebrang, lampunya sudah mau berwarna hijau, Bong Pal pun lansgung mengajaknya berlari sembari bergandengan tangan.

Screenshot_21

Suasana romantis tak berhenti disitu saja. Saat berada di perpustakaan, Bong Pal mencari-cari buku yang ternyata tempatnya berada diatas kepala Hyun Ji. Ia hendak mengambilnya, dan itu malah membuat posisi mereka begitu dekat. Ditambah lagi, ada seorang pria yang lewat, sehingga Bong Pal harus menggeser badannya lebih dekat lagi dengan Hyun Ji.

Screenshot_23Screenshot_24

Pipi Hyun Ji berubah menjadi kemerahan, ia bingung harus berkata apa dan memilih untuk pergi menghilang begitu saja. Bong Pal berusaha memanggil Hyun Ji. Namun, buku yang tadi hendak diambilnya malah jatuh tepat menimpa kepalanya.

Screenshot_25

Beralih ke ruang klub, In Rang membelikan 4 bukus bento yang salah satunya ingin diberikan kepada Hyun Ji. Tentu saja, hal itu langsung membuat Chn Sang ngomel-ngomel tentang pemborosan uang. In rAng malah tersenyum nyinyir, mengatakan jika cinta itu memeang gila.

“Gila! Gila! Gila! Kamu meeang sudah gila. sekalian aja, pacari kemudian nikahi Hyun Ji…” ujar Chun Sang ketus

In Rang malah makin tersenyum, mengatakan jika pernikahan masih terlalu jauh. Sudahlah, Chun Sang tak tahu harus menceramahinya seperti bagaimana lagi supaya temannya ini bisa sadar. Ia hendak menyantap makanannya, tapi In Rang lansgung mengambilnya, mengatakan jika mereka akan makan bersama-sama dengan Hyun Ji.

Screenshot_27

Sementara, Hyun ji sendiri sedang berada di bangku taman. Ia memegang dadanya, merasa seakan-akan jantungnya mau meledak tadi. Ketika perasaan bahagianya sedang meluap-luap seperti ini, ia jadi teringan Kyung Ja-unni.

“Sepertinya, akan sangat seru kalau aku menceritakan ini semua kepada Kyung Ja-unni. Tapi,.. dimana dia??? Sudah beberapa hari aku tidak pernah melihatnya dimanapun???”

Screenshot_28Screenshot_29

Bong Pal telah selesai kuliah, ia berkeliling hingga akhirnya masuk ke ruang klub. Namun tetap saja ia tak menemukan Hyun Ji. Disana, In Rang lagsung menyambutnya dan juga menyapa Hyun Ji. Namun, ia langsung dibuat kecewa setelah mendengar Bong Pal mengatakan bahwa Hyun Ji tidak datang bersamanya.

Screenshot_30

Bong Pal duduk bersama mereka, raut wajahnya menunjukkan jika ia memiliki seuatu yang sedang dipikirkan. Chun Sang mengetahui hal itu, ia pun meminta Bong Pal untuk menceritakannya, barangkali mereka bisa membantunya.

Dengan gagap, Bong Pal mengatakan jika ini tentang masalah yang berhubungan dengan wanita, “Ini bukan tentangku,.. tapi tentang temanku,…”

Mendengar kata wanita, Chun Sang langsung bertingkah seakan-akan dirinya adalah master di bidang percintaan. Ia mengeluarkan ekspresi serius (tapi tetep kocak diliatnya…) dan mulai menjelaskan teorinya. Menurut dia, wajah tampan bukanlah segalanya untuk wanit. YAng paling penting adalah pesona seorang pria dihadapan wanita itu. Ia pun memberikan beberapa tips untuk menarik hati wanita,…

Pertama, Tunjukan sisi maskulinmu, dari wajah bagian samping. Kamu harus memperlihatkan urat leher dan idung mancungmu, maka pastinya seorang wanita akan langgsung tergila-gila akan hal itu.

Kedua, Kontak mata. Kamu harus bisa menatapnya sengan tatapan yang penuh makna dan tajam. Karena jika berhasil, hal ini akan membuat wanita langsung meleleh.

Ketiga, Humor. Buatlah dia tertawa, ceritakanlah lelucon yang seru dan kamu juga harus tertawa terbahak-bakah ketika menceritakannya. Aku yakin cara ini adalah cara yang paling manjur untuk menaklukan hati seorang wanita.

Chun Sang hendak menjelaskan tips yang keempat, namun Bong Pal menghentikannya dengan mengtakan jika tiga tips saja sudah cukup untuknya.

Screenshot_32Screenshot_33

Pulang ke apartemennya, Bong Pal masih tak melihat Hyun Ji. Tak sengaja, ia melihat foto yang tersimpan diatas buku. Disana terlihat bekas coretan Hyun Ji yang merusak fotonya dengan So Yeon, tapi menuliskan tanda cinta di fotonya yang sedang sendirian. Bong Pal hanya bisa tersenyum geli melihatnya..

Screenshot_35Screenshot_34

Bong Pal melanjutkan pencariannya, dan akhirnya menemukan Hyun Ji yang sedang duduk sendirian di rooftop. Setelah saling menyapa, Bong Pal langsung mempraktekan tips dari Chun Sang tadi.

Namun, yang terjadi benar-benar berbeda dengan yang diceritakan. Bukan terpana, Hyun Ji malah tertawa geli seklaigus mengkhawatirkannya, “Bong Pal.. jangan-jangan kamu sedang sakit???”

Screenshot_36

Bong Pal mengatakan jika dirinya baik-baik saja. Ia pun membakarkan daging untuk Hyun Ji, dan berkat hal itulah Hyun Ji langsung tersenyum riang dan berterimakasih kepadanya. “Huh,… daging memang yang terbaik..” gumamnya

Screenshot_38

Hari berubah gelap, mereka duduk berdua dan melihat bintang-bontang indah yang bertaburan diatas sana. Hyun Ji menunjuk satu bintang, Bong Pal menyebutkan bahwa itu adalah Bintang Altair, dan disebrangnya ada bintang Vega. Mereka terpisah sangat amat jauh, dan hanya bisa muncul bersamaan selama sekali dalam satu tahun.

“Mereka pasti sedih karena haru terpisah jauh…” keluh Hyun Ji

“Bukankah seharusnya mereka bahagia, setidaknya mereka bisa bertemu. Meskipun itu hanya sekali dalam setahun,…” ujar Bong Pal

Hyun Ji tersenyum manis, kemudian bertanya, dari mana Bong Pal mengetahui seluk-beluk tentang perbintangan. Bong Pal menceritakan, semasa kecil ayahnya selalu mengajaknya melihat bintang dan menceritakannys semua hal.

Screenshot_40Screenshot_39

Waktunya untuk tidur, tapi Hyun Ji masih berkeliaran mengganggu Bong Pal, “Kamu sudah tidur??” tanyanya

“Belum.. tapi sekarang kita harus tidur kalau kita ingin pergi besok,…” ujar Bong Pal

“Apakah kita akan pergi kencan???” tanya Hyun Ji

“Iya,.. kita kencan..” ungkap Bong Pal yang lansung membuat Hyun Ji tersenyum kegirangan

———————————————————————–

Esok paginya,…

Screenshot_42

Bong Pal sedang mencuci piring dan Hyun Ji menghampirinya. Mereka saling sapa dan bercanda ria, menanyakan apa yang hari ini akan dilakukan. Dengan semangat, Hyun Ji menyebutkan satu persatu keinginannya, ia ingin makan di rstoran, nonton film, mium kofe, makan ice dream jalan-jalan, pokoknya semua yang sering dilakukan oleh pasangan. Bong Pal mengangguk faham. Layaknya anak kecil, mereka saling menyolekan busa sabun yang ada di tangan Bong Pla. Mereka berlari kejar-kejaran dan tertawa riang, membuat suasana pagi ini jadi sangat menyenangkan.

Screenshot_44

Bong Pal telah mengenakan kemeja rapi, ia berdiri di depan gedung untuk menunggu Hyun Ji yang daritadi belum muncul juga. Bahkan, Bong Pal masih sempat untuk melihat bayangan dirinya di kaca mobil, yang sialnya terdapat seseorang didalamnya.

Screenshot_45

Hyun Ji sendiri, masih sibuk memilah-milah pakaian mana yang ingn dikenakannya. Sayangnya, ia hanya memiliki 3 pasang baju yang sama sekali tak cocok dikenakannya untuk berkencan. Ia pun berakhir dengan menggunakan gaun pink biasanya dan sepatu hitam yang digunakannya saat berburu hantu.

Screenshot_46

Bong Pal melihat penampilan Hyun JI dan lansgung mengajaknya ke sebuah toko pakaian. Layangan pasangan manusia normal, Bong Pal meminta Hyun Ji untuk mencoba satu persatu pakaian yang disukainya. HIngga akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah gaun putih dan heels yang cantik.

Screenshot_48Screenshot_51

Mengenakan pakaian baru, Hyun Ji berjalan sembari bergandengan tangan dengan Bong Pal. Rona-rona kasmaran, terlihat jelas di wajah mereka. Bong Pal benar-benar mengabulkan semua permintaan Hyun Ji. Dari mulai membelikan kopi, bercanda ria, hingga memilihkannya aksesoris cantik. Tanpa disadarinya, orang yang lewat melihat Bong Pal dengan tatap aneh,…

Screenshot_52Screenshot_53

Selanjutnya, mereka datang ke bioskop. Bong Pal membeli tiket untuk kursi pasangan padahal ia hanya sendirian dan itu memebuatnya lagi-lagi terlihat aneh. Saat menonton, orang lain dibuat kebingungan karena melihat Bong Pal yang tersenyum sendiri dan seakan-akan sedang menyuapi orang yang tak terlihat wujudnya. Bong Pal tak memperdulikan itu, ia tetap asyik sendiri berinteraksi dengan Hyun Ji.

Screenshot_54Screenshot_55

Sudah saatnya pulang, Hyun Ji nampak sangat bahagia setelah kencan pertama mereka hari ini. Tiba-tiba, hujan turun. Bong Pal pun mengajak Hyun Ji untuk berlari menuju sebuah minimarket. Ia membeli sebuah payung untuk dipakaianya bersama Hyun Ji. Meskipun badannya cukup besar, Bong Pal tetap berbagi space dibawah payungnya bersama Hyun Ji, ia bahkan rela separuh badannya jadi terbasahi air hujan. Dari samping, orang-orang melihat Bong Pal dengan tatapan heran.

Screenshot_56

Beralih ke kantor polisi, pak detektif mendapatkan potongan dari video CCTV yang terpasang di gerbang tol. Disana terlihat jelas mobil Hye SUng yang masuk dan keluar di daerah menuju gunung tempat mayat Hyun Joo ditemukan. Ini adalah bukti kuat yag tak akan terelakan, segera ia meminta polisi yang lain untuk memberikan surat panggilan untuk menginterogasi Hye Sung.

Screenshot_58

Malam ini diwarnai hujan deras dan gemuruh petir yang tiada hentinya. Hyun ji berteriak histeris,, terbangun dari tidurnya karena memimikan kejadian ketika kecelakaannya, tak ada yang bertambah masih itu-itu saja yang diingatnya. Bong Pal mendatanginya, dan berusaha untuk menenangkanya.

Screenshot_60

Mereka pun duduk berdua, dan saling bercerita. Tanpa ragu, Bong Pal menceritakan bahwa kemampuan melihat hantunya ini dimulai sejak ia berusi 5 tahun. Ia tak mengingat penyebabnya, namun Biksu Myung mengatakan jika masih ada roh jahat yang bersarang di dalam tubuhnya.

Kemudian, Hyun Ji mengungkapkan rasa terimakasihnya karena Bong Pal telah membantu dan merawatnya selama ini. Bahkan, jika ia tak mengingat lagi masa lalunya, ia tak akan sedih karena sekarang sudah ada Bong Pal bersamanya. Bong Pal pun merasakan hal yang sama. Mereka saling melempar senyuman penuh arti dan kemudian terlelap tidur di pundak satu sama lain,…

Screenshot_61

Hye Sung memenuhi panggilan polisi, ia datang sendirian dan langsung masuk ke ruangan interogasi. Semuanya berjalan sesuai rencana, polisi dengan mudah berhasil membuat Hye Sung mengakui jika didirinya memang berada di daerah sekitar gunung tempat ditemukannya mayat Hyun Joo, tepat pada malam dimana Hyun Joo diperkirakan menghilang.

Screenshot_62Screenshot_65

Namun, semua informasi ini menjadi tak berguna lagi. Tiba-tiba, muncul kabar bahwa seorang pria bernama Eun Soo telah tewas bunuh diri dan meninggalkan pesan yang isinya mengakui jika dirinyalah yang telah membunuh Hyun Joo. Detektif yang telah menangani kasus ini, merasakan jika ada sesuatu yang janggal. Mereka sangat yakin jika Hye Soo adalah dalang dibalik semua ini, dan mereka bahkan telah mendapatkan informasi yang sangat amat penting. Namun, dalam waktu sekejap seseorang yang sebelumnya ada di daftar saksi yang akan dimintai keterangan malah bunuh diri dan mengambil semua tuduhan pembunuhan ini.

Lantas apakah yang sebenarnya terjadi pada Eun Soo???

Screenshot_63Screenshot_64

Tentu saja ia telah dibunuh oleh Hye Sung. Malam itu, Hye Sung membuntuti Eun Soo hingga ke apartemennya. Kondisi Eun Soo yang tinggal sendirian, membuat Hye Sung jadi lebih mudah untuk melancarkan aksi jahatnya. Ia tanpa ragu, langsung muncul de depan Eun Soo, mencekiknya sekaligus mendorongnya higga terjatuh dari lubang jendela apartemennya.

Setelah itu, Hye Sung menggunakan ponsel Eun Soo untuk mengetik sebah pesan pengakuan telah membunuh Hyun Joo yang langsung dikirimkan ke ibunya. Untuk menambah bukti kuat, Hye Sung bahkan menyimpan ponsel Hyun Joo tepat di meja belajar Eun Soo.

Screenshot_67Screenshot_68

Hye Sung kembali ke kliniknya, kebetulan sedang ada Bong Pal dan Hyun Ji yang asyik melihat-lihat anjing yang terpajang di etalase. Hye Sung pun mengajak Bong Pal untuk mengobrol bersamanya didalam.

Bong Pal dan Hye Sung duduk berhadapan. Sementara Hyun ji, duduk terpisah, asyik bermain dengan seekor anak anjing yang nampaknya sangat senang berada di dekatnya.

Hye Sung menggoda Bong Pal, mengatakan jika wajah Bong Pal nampak berseri-seri, layaknya pria yang memiliki pacar baru. Bong Pal hanya tersenyum dan berusaha untuk mengalihkan pembicaraannya. Hye Sung pun membahas perihal tugas relawan yang harus dikerjakan seorang mahsiswa. Dan dengan senang hati Hye Sung ingin mengajak Bong Pal untuk membantunya dan ia akan memberikan surat keterangan telah relawan untuk Bong Pal.

Screenshot_69Screenshot_70

Anak anjing yang bermain dengan Hyun Ji, tiba-tiba berlari pergi. Hyun Ji mengikutinya, hingga akhirnya sampai ke ruang kerja Hye Sung. Seakan-akan ingin menunjukkan sesuatu, anak anjing itu, terus meggonggong di daerah sekitar meja kerja. Hyubn Ji melihat benda-benda diatas meja, ada buku dan sebuah ukiran kupu-kupu. Ia hendak membuka laci. Namun, muncul Hye Sung yang langsng berjalan kearahnya.

Screenshot_71Screenshot_72

Belum sempat terjadi apa-apa, karena saat itu juga Bong Pal datang dan langusng memberi kode untuk mengajak Hyun Ji pulang bersamanya.

Setelah melihat mereka pergi, Hye Sung menoleh ke sebuah buku diatas mejanya. Ia menutup buku tersebut dan di cover belakangnya tertulis nama “Hyun Ji….”

Screenshot_74Screenshot_75

Kebetulan, biksu Myung lewat di depan klinik hewan dan melihat Bong Pal yang baru keluar dari sana. Mereka berjalan pulang bersama, dan Biksu Myung terus mengorek-ngorek informasi mengenai Hye Sung. bahkan hingga sampai dirumah, ia masih terus bertanya. Mulutnya berhenti ketika Bong Pal memberikannya semangkuk hidangan lezat untuk makan malamnya.

Screenshot_77Screenshot_76

Bong Pal pergi menemui Hyun Ji yang sedang bersembunyi di dapur. Bong Pal memintanya untuk tetap disini. Ia khawatir, jika tiba-tiba kehadiran Hyun Ji bisa dirasakan oleh Biksu Myung.

Biksu Myung yang sedang sendirian, melihat ponsel Bong Pal yang tergeletak begitu saja didekatnya, ia pun membukanya karena ingin melihat kapan terakhir kali Bong Pal mendapat sms atau ditelpon oleh ayahnya.

Cukup aneh, karena kontak terakhir mereka adalah sekitar pertengahan bulan Mei. Saat itu, ayah Bong al mengirimkan sebuah sms, yang berisi “Kelulusan SMA…”

Screenshot_79

Biksu Myung mencoba untuk mencari sebuah kaset yang ada hubungannya dengan hari kelulsan SMA Bong Pal. Akhirnya ia menemukan sebuah kaset bertuliskan ‘24 Februari 2009’, ia pun langusng memutar kaset tersebut di TV.

Screenshot_80Screenshot_82

In Rang dan Chun Sang mengajak Bong Pal untuk pergi ke tempat klien mereka yang selanjutnya. Rumah dimana kita melihat kejadian di awal episode tadi. Setelah mendengar cerita mengenai kondisi pria yang selalu mengamuk tidak jelas itu, In Rang malah jadi mengkhawatirkan Hyun ji, bahkan memintaya untuk tak ikut bertugas hari ini agar ia tak terluka.

Mereka sampai di rumah tersebut, adik pria itu pun menceritakan awal mula kejadian hingga kakaknya berubah menjadi seperti ini.

Screenshot_84Screenshot_85

Hari itu, kakanya memang sedang sakit. Tiba-tiba, kakanya berlari ke toilet san berteriak-teriak seperti orang yang kesakitan. Saat pintunya dibuka, ia telah tergeletak tak sadarkan diri di bawah guyuran air shower, dengan darah yang mengalir di lantai. Sejak itulah, keluarga mereka memilih untuk mengunci kakaknya itu didalam kamar

Screenshot_86Screenshot_87

Bong Pal dan Hyun Ji masuk ke kamar tersebut. Mereka melihat dengan jelas sosok hantu wanita yang tegah menduduki perut pria itu. Namun, ketika melihat mereka ia langsung menghilang entah kemana dan pria itu pun langsung tertidur lelap.

Hyun Ji melihat ke arah meja, tersimpan sebuah foto pria tersebut dengan seorang perempuan. Dan Hyun Ji langusng menyadari jika perempuan itu adalah hantu yang barusan dilihatnya.

Screenshot_88Screenshot_89

Mereka memberitahukan hal ini kepada orang tua pria itu. Dan ternyata, ibu teah mengenalnya. Ia pun langusng melemparkannya hingga kaca dan bingkainya hancur, “Bahkan setelah mati, wanita itu tetap mengganggu anakku….” teriaknya

Bong Pal dan kawan-kawan harus pulang dulu, pekerjaan mereka dipending selama 2 hari. Karena, pria itu kalau sudah tertidur, biasanya akan bangun setelah dua hari kemudian.

Screenshot_90Screenshot_91

Biksu Myung masih sibuk melihat video kelulusan Bong Pal, bahkan bisa dikatakan jika lambat laun matanya yang sudah sepuh itu tak kuat lagi untuk melihatnya. Tiba-tiba,…… ia melihat sesuatu yang aneh. Ada satu adegan ketika Bng Pal hendak berfoto dengannya, dan dari kejauhan kita melihat sosok Hye Sung yang sedang mengawasi mereka dari belakang……

Screenshot_92Screenshot_93

Saat akan naik ke mobil, Chun Sang terus menceramahi In Rang. Setelah melihat kasus hari ini, ia ingin menyadrkannya jika seorang manusia tidak akan perbah bisa behubungan dengan makhluk gaib alias hantu. In Rang langusng menedang kaki Chun Sang, “Jangan keras-keras! Nanti Hyun Ji mendengarnya!!!!!!!”

Sayangnya, Hyun Ji telah mendengar semua itu. Dan perkataan Chun Sang seakan menjadi sebuah tamparan keras di wajah Hyun Ji.

Screenshot_94

Sepanjang jalan pulang, Hyun Ji terus murung. Sebenarnya, pada saat ia berkencan degan BOng Pal, ia benar-benar sadar bahwa orang-orang melihatnya aneh. Namun, ia mengabaikannya, karena Bong Pal juga mengabaikannya. Namun, hari ini perkataan Chun Sang berhasil menyadarkannnya.

Screenshot_96Screenshot_95

Langkah kakinya terhenti di depan sebuah toko. Ia melihat pantulan diri Bong Pal di kaca, sementara dirinya tak ada. Bong Pal menyadari hal itu ia langsung menutupi Hyun Ji, mengajak pulang sembari menarik tangannya.

Namun, Hyun Ji terdiam sejenak kemudian berkata, “Apakah kita akan baik-baik saja jika seperti ini??? Untuk orang lain hubungan kita tak masuk akal……”

Screenshot_101

Hyun Ji langsung melepan tangannya dan berjalan pergi. Namun, Bong Pal menariknya kembali. “Aku menyukaimu,… Apapun yang orang lain katakan, sungguh aku sama sekali tak memperdulikannya. Karena, aku menyukaimu, hanya kamu……..”

Di tengah jalan, ketika banyak orang yang ber-lalu lalang dan keramaian di siang bolong. Tanpa mengatakan apapun lagi Bong Pal langsung mendekati Hyun Ji dan menciumnya……….

Screenshot_102

My Comment…..

Scene lovey-dovey nya unyuu bangett. Yaampun, untung aja Taecyeon cocok jadi Bong Pal, coba kalau enggak? Mungkin kita ngiranya itu scene om yang lagi ngajak jalan-jalan keponakannya.

Mmm… bener-bener salut sama Bong Pal. Dia berhasil memberanikan diri nabrak dinding penghalang diantara mereka, dan memutuskan untuk menyatakan cintanya secara langsung, tanpa ragu atau berfikir terlalu lama.

Hal yang wajar kalau mereka saling jatuh cinta. Hampir setiap hari bertemu, bekerjasama, saling tolong-menolong, bahkan sekarang udah mulai saling curhat.

Screenshot_59

Kalo kata akusih yaa, ‘the best part’-nya episode ini tuh ketika Hyun Ji dan Bong Pal sama-sama saling mengakui kalau kebersamaan mereka yang sekarang ini adalah hal yang indah yang tak akan pernah mereka sesali dan malah akan terus mereka syukuri.

Dan aku juga suka bangettt sama inisiatif-nya Bong Pal buat beliin Hyun Ji baju baru. Tanpa perlu diminta, Bong Pal langsung ngeuh kalau Hyun ji yang notabennya perempuan, pasti pengen punya baju baru alau kencan Open-mouthed smile

Hye Sung semakin membuka kedoknya, dan yang bikin aku penasaran sama dia adalah masa lalunya. Seorang anak yang ditinggal mati ayahnya dan sering sakit-sakitan. Mmmm, aku fikir kisahnya mirip-mirip sama Bong Pal??? Apakah dia kemasukan roh jahat yang tertlalu jahattt gitu yaa???

Kan Bong Pal-pun cerita kalau dia kayak gini karena masih ada ‘roh jahat’ di tubuhnya?????

Selanjutnya >>>

Advertisements

2 thoughts on “LET’S FIGHT GHOST Episode 9

  1. Pingback: LET’S FIGHT GHOST Episode 8 Part 2 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s