MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 2-1

<<< Sebelumnya (Episode 1-2)

Di tengah keramaian pasar, Wang So memacu kudanya dengan sangat amat kencang, hingga membuat semua orang ketakutan dan menepi kepinggirang. Hae Soo yang tak tahu apapun, malah terdiam kaget, bola matanya membesar, pertanda dirinya-pun merasa ketakutan.

Seorang bapak tua yang membawa tas besar, berlari menepi dan tak sengaja menyenggol Hae Soo hingga membuat badannya terdorong kearah jurang yang berada dibelakangnya…

Untunglah, dalam hitungan detik Wang So tiba didekatanya dan langsung menariknya naik keatas kuda bersamanya. Sejenak, suasananya terasa sangat menegangkan.. Wang So memeluk badan Hae Soo erat-erat, begitupun sebaliknya..

Setelahh dirasa aman, Wang So langsung mendorong Hae Soo dengan kasar… Tentu saja, itu membuat Hae Soo merintih kesakitan.

“Dasar!!!!!!! bagaimana bisa kau mendorong seorang manusia layaknya barang!!!! Kau kira siapa dirimu, hingga membuat orang-orang harus menepi karenamu!!!! Kamu fikir, kudamu lebih penting daripada manusia!!!!” teriak Hae Soo dengan emosi

Alih-alih menjawab pertanyaan tersebut, Wang So malah tersenyum dan pergi memacu kudanya menjauh meninggalkan Hae Soo begitu saja.

Seorang ahjumma menghampiri Hae Soo, menanyakan apakah keadaannya baik-baik saja. Hae Soo yang sedang kesal, malah bertanya balik mengenai sosok pria yang menabraknya tadi, “Apasih, siapasih dia!!!! Dimana polisi, dia harus segera ditangkap!!!!”

Ahjumma itu menenangkannya, memintanya untuk melupakan kejadian barusan, “Kamu tidak mengetahui kalau dia adalah pangeran ke-4??? Dengan, kamu masih hidup saja, itu adalah keberuntungan besar….”

“Huh?! Pangeran ke-4? Berapa banyak anak yang dimiliki Taejo?!?!?!?!”

Dengan nafas yang terengah-engah, Chae Ryung muncul dan langsung menghampiri Hae Soo, “Nona… anda darimana saja??? Ayo kita pulang, sekarang bukan saatnya untuk bermain-main diluar. Putri Yeon Hwa tengah mencarimu di istana…”

Hae Soo malah terdiam, memikirkan sesuatu… memikirkan sosok ahjussi yang terlihat di istana yang wajahnya mirip dengan pria gembel yang terakhir kali ditemuinya saat di taman dekat danau. Ia menanyakannya kepada Chae Ryung, namun ia tak mendapatkan jawaban yang pasti, karena Chae Ryung sangat tergesa-gesa untuk mengajaknya pulang.

Di dalam istana, para pangeran dan putri Yeon Hwa sedang berkumpul di sebuah ruangan. Mereka membicarakan sikap Wang So yang terkenal sangat angkuh dan dingin.

“Sepertinya, dia tak akan datang kesini.. Meskipun kami memiliki ibu yang sama, tetapi kami tak pernah mengobrol secara lansgung dengan serius…” ujar Wang Jung

Saat itu juga, Wang So muncul… Membuat suasana disana jadi kaku dan canggung. Sesuai dugaan, Wang So hanya berjalan melewati mereka begitu saja, tak mengatakan apapun bahkan tak membalas sapaan yang diberikan kepadanya.

Tak lama kemudian, para pelayaan datang dengan membawakan beberapa cemilan dan teh, yang tentunya disajikan untuk mereka. Terlihat, ada Chae Ryung yang memasuki ruangan dan dibelakangnya ada Hae Soo.

Menyadari, bahwa sebelumnya telah berbuat ‘salah’, Hae Soo memilih untuk masuk secara diam-diam. Ketika Wang Eun menyadari keberadaannya, Hae Soo langsung bersembunyi dibalik salah satu tiang.

“Kau…. wanita yang mengintip kami saat di tempat pemandian, kan????” tegur Wang Eun

Hae Soo berusaha untuk mengelaknya, namun Wang Eun terus-terusan mencecarnya dengan pertanyaan yang sama dan itu membuatnya gugup sekaligus kebingungan. Akhirnya, ia-pun memutuskan untuk berlari kabur meninggalkan ruangan ini.

Wang Eun tak mau tinggal diam, ia-pun ikutan berlari untuk megejar Hae Soo. Diluar, ia berjalan menyusuri beberapa ruangan. Langkahanya terhenti, ketika ia mengintip ke sebuah ruangan yang didalamnya terdapat Chae Ryung yang tengah berganti pakaian.

Hae Soo melihat kejadian itu, ia-pun menegur Wang Eun, memintanya untuk mem-‘pertanggungjawab’-kan perilau ‘nakal’-nya barusan.

Dengan tergagap, Wang Eun mengelaknya dan berusaha berbohong dengan mengataan kalau Hae Soo telah menuduh seorang pangeran tanpa bukti yang jelas.

Merasa geram, akhirnya Hae Soo terpancing amarahnya dan langsung mengajak Wang Eun bertarung….

Wang Eun yang tak mau kalah, mengamini permintaan Hae Soo. Mereka-pun mulai saling pukul dan berguling-guling ditanah. Suara gaduh dari pertengkaran mereka, terdengar hingga rangan tempat para pageran berkumpul.

Karena merasa penaran, mereka-pun melihatnya… Ternyata, Wang Eun hanyalah pangeran ‘kecil’ yang bisanya teriak-teriak saja, pada aksinya ia kalah telak oleh Hae oo yang notabennya hanyalah seorang wanita. Tentu saja, hal ini berhasil membuat pangeran yang lain tertawa geli melihatnya.

Ketika yang lainnya hanya melihat, Wang So memilih untuk maju dan menghentikan keributan ini. Ia menahan tangan Hae Soo dan menatapnya tajam.

Mereka berbicara di tempat sepi, Hae Soo menggurutu, mengomentar sikap wang So yang sangatlah jahat kepadanya, “Kamu harus meminta maaf kepadaku!!!”

Lagi-lagi, Wang So malah melihat Hae Soo dengan tatapan yang sangat tajam, “Kau fikir… kau siapa, hingga membuat seorang pangeran perlu meminta maaf kepadamu????”

Hae Soo tersinggung, ia merasa bahwa Wang So bersikap angkuh karena dirinya hanyalah orang biasa, “Apakah aku perlu mengaku sebagai seorang putri, supaya kau mau meminta maaf kepadaku!!!”

Wang So tersenyum menyeringai, kemudian berkata “Sekalinya kamu mendengar kata ‘maaf’ dariku, itu berarti kamu telah meninggal…”

Mendengar perkataannya, membuat Hae Soo jadi sangatlah ketakutan. Tangannya mulai bergetar, namun untunglah muncul Madam Hae, yang dijadikannya alasan untuk bisa menjauhkan dirinya dari Wang So.

Madam Hae membawa Hae Soo ke sebuah temat, dimana beberapa gunung tumpukan bebatuan terbangun dengan rapih dan kokoh. Ia menatap Hae Soo dengan serius, kemudian mengungkapkan kekecewaan atas sikap Hae Soo akhir-akhir ini..

“Sebelumnya kamu adalah perempuan yang berbudi baik.. tapi, kenapa sekarang kamu jadi seperti ini. Kamu tahu,.. kamu akan mendapatkan hukuman karena telah melukai pangeran. Bukan hanya kamu, tapi Wang Wook bisa menerima hukuman juga…”

Madam Hae menjelaskan bahwa semua tumpukan batu disini dibangun oleh para ibu dari pangeran dan putri di kejajaan Songak. Kemudian, ia menunjuk salah satunya mengatakan bahwa itu adalah alasannya untuk selalu datang ke tempat ini, meskipun dirinya sendiri tidak memiliki seorang putra ataupun utri…

“Aku,.. membuatkannya untukmu. Ketika,… pertama kali kamu datang ketempat ini sendirian, aku begitu mengkhawatirkanmu dan memutuskan untuk menganggapmu seerti putriku sendiri…. aku yakin, jika orangtuamu masih hidup, ibumu pasti akan melakukan hal yang sama deganku..”

Hae Soo terdiam pilu, mendengar kata ‘ibu’ membuatnya merasa bersalah. Ia pun menangis, meminta maaf sembari menyebut kata ‘ibu’ berulang kali. Madam Hae ikut menetekan air matanya ia pun memeluk Hae So erat-erat.

Hingga petang, Hae Soo masih menyendiri,.. duduk disamping gunung batu yang dibangun untuknya oleh Madam Hae. Nampaknya, ia mulai menyesali segala perbuatannya dan teringat akan kehidupannya dulu.

Tak lama kemudian, datanglah Chae Ryung yang mengajaknya untuk pulang dan mandi. Mendengar kata ‘mandi’, membuat Hae Soo teringat kejadian saat pertama kali ia muncul ditempat ini. Ia mengajaka Chae Ryung untuk pergi ketempat itu lagi, namun Chae Ryung menolaknya, mengatakan bahwa itu adalah tempat yang berbahaya untuk didatangi lagii olehnya…

Wang Eun mendapatkan luka memar yang cukup besar diwajahnya, hal itu membuatnya jadi bahan ejekan Baek-A, Wang Won dan Ji Mong.

Dengan nada bicaranya yang kekanak-kanak, Wang Eun meminta mereka semua untuk berhenti megolok-oloknya. Baek-A tersenyum dan engatakan bahwa kejadaian barusan adalah pengalam menarik untuk Wang Eun, “Sangat sulit untuk mengingat seseorang jika hanya baru bertemu sekali dan sangatlah jarang seseorang mendapat pukulan ketika mereka baru bertemu untuk pertama kalinya.. Mungkin dia adalah takdirmu..”

“Takdir apaan? Takdir untuk menjadi musuh???”

Baek-A menambahkan, bahwa seorang wanita tak mungkin menyentuh seorang pria jika ia tak tertarik kepadanya.

“Huh?! Apakah mungkin, kalau ternyata dia (Hae Soo) menyukaiku?….” tanya Wang Eun penasaran

“Mmmm… bisa jadi, atau malahan tidak sama sekali…” jawab Baek-A

Wang So berjalan memasuki kediaman Ratu Yoo. Dari depan, kedatanganna, selalu dilhat aneh oleh para pelayan yang melewatinya. Bahkan, para pangeran yang sedang berada seperti penasaran akan apa yang hendakdilakukannya di tempat ini.

Tentu saja, Wang So datang kesini untuk menemui ibunya. Meskipun sempat ditahan oleh beberapa pengawal, Wang So tetap menerobos masuk, dan ternyata… didalam kamar, ibunya tengah tertawa riang bersama Wang Jung dan Wang Yo.

Kedatangannya-nya hanya disambut oleh tatapan aneh sekaligus wajah ‘tidah senang’ yang ditunjukan oleh ibunya sendiri..

Wang So tetap menunjukkan senyuman manisnya, memberikan salam penghormatan dan menanyakan kondisi kesehatan ibunya. Dengan ketus, Ratu Yoo menjawab kalau kondisinya telah baik-baik saja, ia pun meminta Wang So untuk untuk menikmati waktunya dengan baik selama berada di istana ini.

Telihat, jika Wang So sangatlah ingin berbicara lebih dekat dan akbrab dengan ibunya. Namun, hal itu sangat berkebalikan dengan reaksi Ratu Yoo yang nampaknya menginginkan agar Yoo segera pergi dan meninggalkan ruangannya.

Yoo menangkap maksud ibunya itu, ia pun hendak pergi, namun ingin memberikan hiasan rambut yang telah dibelinya dari pasar. Sayangnya, baru saja akan mengambilnya dari balik baju, Wang Jung malah memberikan hadiah yang sama terlebih dahulu.

Ibu nampak sangat amat senang menerimanya, sementara Wang So,… ia malah terjerumus dalam perasaan canggung, kikuk sekaligus kecewa. Pada akhirnya, ia pun mengurungkan niatnya dan pamit pergi, keluar meninggalkan ruangan ini.

Diluar, para pangeran yang lain melihat ekpresi murug Wang So. Mereka agak kebingungn, sekaligus penasaran akan kejadian apa yang terjadi di dalam tadi.

Nampaknya, Ji Mong lebih mengerti akan perasaan Wang So. Ia pun menghampirinya, berusaha bertingkah, seakan-akan dirinya tak mengetahu kejadian barusan..

“Nampaknya, kau kelelahan.. Lebih baik, mandi-lah agar fikiranmu kembali segar…” ujarnya

Wang So menuruti saran dari Ji Mong, ia pun berjalan sendirian memasuki temapt mandi para pangeran. Bebrapa pelayang yang mengantarkan baju untuknya, tiba kemudian pergi lagi karena Wang So hanya ingin sendirian saja.

Di dalam kegelapan, Hae Soo berjalan sendirian, semabi membawa sebuah obor,.. berusaha mencari jalan menuju ke tempat pemandian umum yang sebelumnya ia datangi.

Perlahan, Wang So melepas pakaiannya. Ia melihat kondisi sekelilingnya, setelah memastikan tak ada siapapun ia langsung melepas topeng-nya dan berlajan masuk ke dalam kolam..

Baru juga menceburkan dirinya, tiba-tiba muncul Hae Soo dari dalam air,….

 

Selanjutnya (Episode 2-2) >>>

Advertisements

4 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 2-1

  1. Pingback: MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 2-2 | my-eternalstory

  2. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

  3. Pingback: Sinopsis Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo Episode 1 Part 2 « Kdramastory

  4. Pingback: SINOPSIS Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir Lengkap - Sinopsis Drama Korea Terbaru

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s