MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 4-1

<<< Sebelumnya (Episode 3-2)

Menghampiri ibunya dalam kondisi seluruh tubuh yang berlumuran darah, Wang So malah menunjukkan senyuman tulusnya..

“Anda tahu apa yang saya lakukan untuk anda? Saya telah memastikan tak akan ada satu orang-pun yang bisa membunuh anda. Saya telah menghapus semua jejak yang anda tinggalkan….”

Ratu Yoo malah terlihat ketakutan sekaligus panik, ia berkata jika dirinya sama sekali tak mengerti apa maksud dari semua perkataan Wang So barusan.

“Saya telah membakar mereka semua,… Tak akan ada siapapun yang membahayakanmu, bu..”

Ratu Yoo terdiam sejenak, kemudian ia menatap Wang So dengan tajam, “Kamu fikir dengan membunuh mereka akan membuatku berterimakasih kepadamu? Ataukah membuatku akan bertanya apakah kau baik-baik saja? Begitu? Dasar binatang! Pergi dari sini! Kau berbau darah, membuatku tak bisa tidur!” bentaknya

“Semua ini kulakukan untukmu, Bu..”

“Berhenti memanggilku Ibu! Kulitku terasa bergidik setiap kali kau menyebutku seperti itu! Aku tak mau melihatmu jadi pergilah!!!!”

2

Wang So berjalan mundur, tiba-tiba badannya terasa lemah dan ia terjatuh…

Akhirnya, Wang So tak kuasa lagi memendam isi hatinya. Secara gamblang, ia bertanya mengapa ia tak pernah diperhatikan atau bahkan diurus oleh ibu kandungya sendiri, “Kenapa??? Kenapa??? Apakah itu semua karena wajahku???”

Lebih lanjutnya, Wang So-pun menceritakan bagaimana kehidupannya selama tinggal di Shin Ju. Seringkali disiksa, dikurung, bahkan di buang di dalam hutan yang terdapat banyak sekali binatang buas. Namun, dirinya masih bisa selamat, dengan cara berjuang untuk membunuh semua binatang itu.

Orang yang disebut sebagai ‘ibu angkat’-nya di Shinju, selalu bersikap baik ketika menganggap bahwa dirinya adalah anaknya yang sebenarnya hilang. Namun, ketika sadar kembali, ia akan dibuang dan tak diurus layaknya seorang manusia. Hal itu terus-menerus terulang dan dialami olehnya.

Mendengar semua cerita pilu itu, sama sekali tak membuat Ratu Yoo tersentuh. Dengan ketusnya ia berkata, “Terus apa hubungannya denganku? Asal kau tahu,.. seorang ibu hanya akan mengingat anak yang berhasil membuatnya bersinar. Kau hanyalah sekumpulan penyesalan dan dan kebencianku. Makanya aku mengusirmu menjauh dari  kehidupanku!”

Nampaknya Wang So sudah muak dengan seluruh perkataan kasar dari ibunya. Ia-pun bangkit, dan menatap tajam wajah ibunya itu, “Teruslah mengingat hari ini! Ibu telah membuangku! Bagimanapun caranya, aku tak akan pergi begitu saja dari tempat ini! Mulai dari sekarang aku akan memastikan kalau ibu hanya akan melihat kearahku!”

Wang So meluapkan amarahnya dengan menghancurkan gunung bebatuan yang telah dibangun oleh ibunya untuk mendoakan para saudaranya. Kebetulan, Hae Soo sedang berjalan disekitarnya dan melihat kejadian tersebut.

Panik, Hae Soo-pun langsung menghampirinya dan berusaha untuk menghentikannya. Ia sama sekali tak takut melihat perilaku Wang So yang membabi buta, namun ia malah terkejut ketika melihat darah yang berlumuran di badan dan pakaian yang dikenakan Wang So.

“Kau terluka… ” ucap Hae Soo yang lagnsung melihat tangan Wang So, “Di bagian mana lagi kau terluka???” tanyanya khawatir

“Aku telah membunuh seseorang! Kau tak mendengarnya!” bentak Wang So

Bukannya pergi, Hae So malah tetap berdiri di tempatnya dan balik bertanya, apakah Wang So membunuh orang lain demi kesenangannya semata..

“Pergi! Pergi dari sini!!!!” teriak Wang So

5

“Ini adalah tempat yang seperti itu, kan… Kamu harus menggunakan pedang di usia yang sangat muda. Kamu harus membunuh orang jika kamu ingin tetap hidup.. Memang, apa yang seharusnya kamu lakukan? Toh, bukanlah sebuah kejahatan jika kita ingin bertahan hidup. Mungkin, kamu tak akan dimaafkan.. Tapi, aku fikir aku bisa memahamimu. Persaanmu sekarang,.. pasti sangat menyedihkan.. aku fikir hal itu tak jauh beda denganku…”

=Hae Soo=

———————————————————————–

Esok paginya,…

Diadakan pertemudan internal antara Raja, Ratu, Pangeran Mahkota, Wang So, Wang Wook dan juga Wang Yo. Mereka membahas kejadian saat acara pesta tempo hari.

Awalnya semua orang memaparkan fakta yang umum hingga terkuak-lah sebuah fakta yanng membawa-bawa nama Ratu Yoo di dalamnya. Kuil tempat para penjahat itu berasal ternyata pemiliknya adalah Ratu Yoo.

Suasananya jadi memanas, namun tiba-tiba Wang Wook berjalan ke tengah, berlutut meminta maaf dihapan raja dengan mengatakan bahwa dirinya lebih berhak dipersalahkan. Detik itu juga, Ratu Yoo lansgung mengeluarkan pendapatnya, ia berusaha untuk memebela anaknya dengan mengatakan jika dirinya-lah yang bersalah.

Melihat ‘drama’ ibu dan anak ini, membuat Wang So gerah, Ia tak mau diam saja, ia pun berjalan ke tengah-tengah dan mengakui kesalahannya yang telah membunuh dan membakan seisi kuil tersebut, “Maafkan hamba yang mulia, hamba tak mau terjadi kesalahfahaman pada ratu, makanya hamba melakukan hal tersebut tanpa berfikir panjang terlebih dahulu…”

Raja terlihat geram, namun Wang Wook ikut maju dan membela semuanya. Ia menganggap bahwa ini hanyalah rencana seseorang yang ingin menanamkan benih ketikpercayaan diantara keluarga mereka.

Hae Soo tengah menemani Madam Hae berjalan-jalan disekitar istana, tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat para pelayan yang sedang berdebat.

Apa yang terjadi????

Ternyata, mereka sedang memperdebatkan siapa yang akan mengantarkan makanan untuk Wang So. Tak ada satupun dari mereka yang bersedia, karena terlampau takut melihat perangainya yang selalu menakutkan. Akhirnya, merka semua sepakat menyerahkan tugas ini kepada Hae Soo.

Awalnya Hae Soo tak mau melakukannya, tapi apa boleh buat.. Tatapan lembut Madam Hae tak bisa membuatnya menolak tugas ini…

———————————————————————–

Hae Soo berjalan menaiki bukit demi mengantarkan makanan untuk Wang So. Sepanjang jalan, ia terus dan terus saja menggurutu, “Kenapa dia tak makan di kamarnya saja!”

Setibanya di puncak, terlihat sosok Wang So yang tengah duduk menyendiri di atas batu, “Sebenarnya, dia terlihat begitu kesepian..” gumamnya

Ia menaruh sekeranjang makanan itu disamping Wang So, kemudian berjalan pergi langi meninggalkannya. Namun, baru juga beberapa langkah, tiba-tiba ia terdiam, menoleh ke arah Wang So, kemudian memutuskan untuk kembali mendekatinya dan duduk disampingnya..

Wang So melihatnya heran, namun Hae Soo lansgung berkilah bahwa dirinya kembali lagi untuk mengambil piring kosong, “Jadi,.. cepatlah habiskan makanan ini…”

Wang So menatap Hae Soo, Yang kemarin kamu lihat,…. tolong lupakan itu semua..“ pintanya

9

Hae Soo menghela nafasnya dalam-dalam, kemudian mengatakan bahwa dirinya tak akan mungkin berani untuk membocorkan hal tersebut, “Setiap kali bertemu denganmu, kau selalu memintaku untuk melupakan saat ketika aku melihatmu…” keluhnya

Hae Soo merasa penasaran, mengapa Wang So sangat hobi untuk makan ditempat ini, sembari melihat ke arah bangunan istana, “Bukankah itu rumahmu,.. seharusnya kamu makan disana, bukannya makan sambil melihat kearah sana..”

Wag So tak mau membahas masalah keluargnya, ia-un malah bertanya balik menganai alasan Hae Soo bisa muncul di tempat pemandiannya. Merasa kikuk, akhirnya Hae Soo-pun mengalihkan pembicaraan dan menawarkan makanan untuk Wang So.

———————————————————————–

Hari berubah gelap, Hae Soo pulang dengan membawa jinjingan berat ditangannya. Wang So berjalan tepat dibelakangnya, beberapa kali, ia hendak memberikan bantuan. Namun nampaknya, ia kebingungan harus melakukannya dengan cara apa.

Namun, tanpa bantuannya Hae Soo berhasil sampai dengan selamat. Ekspresi lega dan wajah ceria Hae Soo, setidaknya berhasil mebuat Wang So tersenyum manis..

Hae Soo langsung menemui Madam Hae yang ternyata sedang dalam kondisi buruk. Ia nampak begitu kesakitan, membuat Wang Wook kepanikan karena menunggu tabib yang belum datang jua.

Di  tengah-tengah kesakitannya, Madam Hae meminta Hae Soo untuk pergi keluar meninggalkannya. Karena, ia ingin berbicara berdua saja dengan Wang Wook.

7

Hae Soo menurutinya dan berjalan pergi. Namun, baru juga bebrapa langkah, ia tak sengaja meguping obrolan Madam Hae dan Wang Wook..

“Menikahlah lagi… Terserah, anda mau menceraikanku lebih dulu, ataupun tetap menjadikanku istri pertama. Pokoknya, anda harus mencari wanita baru, karena hanya dengan cara itu saya bisa pergi dengan tenang….” ucap Madam Heo dengan mata yang berkaca-kaca

Wang Wook tentu saja marah dan menolak keigin Madam Hae. Namun, dengan nada yang agak tinggi Madam Hae berkata, “Lagipula.. Anda sama sekali tak mencintaiku…”

———————————————————————–

Esok harinya,… Hae Soo duduk melamun sendirain di teras. Tiba-tiba datang Wang Eun yang lansgung duduk disampingnya dan memberikannya sebuah mainan. Ia menyadari bahwa Hae Soo sedang sedih, makanya ia ingin menghiburnya.

Tak tanggung-tanggung, ia bahkan membawakan sekotak hadiah berisi semua mainan kesukannya. Dari mulai, bola hingga ketapel semuanya ada disana. Namun, hal itu sama sekali tak membuat Hae Soo senang, sebaliknya malah membuat Hae Soo jengkel, “Berapa usiamu, sampai kamu masih memainkan benda-benda seperti ini!!!!!”

Wang Eun tak menyerah, ia-pun meminta Hae Soo untuk berbagi cerita dengannya, agar bebannya bisa berkurang. Hae Soo menarik nafas dalam-dalam, kemudian bertaya apakah Wang Eun sudah menikah.

Jelas saja, Wang Eun lansgung menjawab belum. Selanjutnya Hae Soo bertanya lagi, berapa banyak Wang Eun akan memiliki istri nantinya?

“Mmm.. entahlah.. aku belum memikirkannya..”

“Jika nanti,… istrimu sakit akankah kamu mencari istri yang baru???”

“Tentu saja tidak! Aku tak mau berurusan dengan banyak istri, seperti yang ayahku alami!!! Aku akan mencari seorang wanita yang akan hidup bersamaku selama 100 tahun kedepan…”

“Baguslah rasanya kalau semua pria sepertimu…” tutur Hae Soo yang lansgung berjalan pergi meninggalkan Wang Eun.

Sementara itu, Wang Eun sendiri lansgung tersenyum heran sekaligus bahagia setelah mendnegar perkataan dari Hae Soo barusan, “Aaahh… aku tak menyangka dia akan menyukaiku dengan begitu cepat..”

———————————————————————–

Chae Ryung mendapat amanah dari Hae Soo untuk menyimpankan hiasan rambut milik Wang So ketempatnya semula. Nampaknya, ia sendiri kebingungan harus menaruhnya dimana, di satu sisi ia harus menyimpan ditempat yag aman, disisi lain ia sangatlah ketakutan jika tiba-tiba Wang So muncul dan memergokinya.

Naas, yang datang bukanlah Wang So melainkan Yeon Hwa. Dialah, wanita yang mengurus bagian rumah tangga, semua pelayan yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan hukuman darinya. Kali ini, ia mnegira bahwa Chae Ryung hendak mencuri hiasan rambut itu, makanya ia lansgung menghadiahinya dengan hukuman cambuk.

Chae Ryung tak berani mengungkapkan hal yang sebenarnya, dan ia lebih memilih menerima hukumannya begitu saja. Untunglah, Hae Soo lewat dan melihat kejadian ini. Ia pun bergegas berdiri ditengah-tengah mereka demi membela Chae Ryung.

Hae Soo-pun tak berani mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa hiasan rambut milik Wang So bisa berada di tangannya. Ia hanya mengakan jika dialah yang meyuruh Chae Ryung untuk menaruhnya di kamar Wang So, maka dari itu, yang berhak mendapat hukuman adalah dirinya.

Di saat yang bersamaan, para pangeran lewat dan melihatnya. Mereka hanya melihat, tak bisa berbuat apapun, oadahal nampak jelas jika Wang Wook dan dan Wang Eun tak rela melihat Hae Soo dicambuk.

Satu kali… dua kali…. Yeon Hwa mencambuk punggung Hae Soo dengan sangat keras. Ketika akan melakukan cambukan yang ketiga kalinya, ada sebuah tangan yang menahan tangan Yeon Hwa. tangan siapa???

Tentu saja, itu adalah tangannya Wang So. Di dean semua orang, ia meminta Yein Hwa untuk berhenti, “Dia adalah milkku..” ucapnya sembari menatap Hae Soo

Sontak saja, semua orang yang berada disana terdiam,.. tertegun kebingungan setelah mendengar perkataan Wang So barusan.

“Maksudmu apa?” tanya Yeon Hwa

“Barang itu (hiasan rambut) milikku.. Jadi, seharusnya akulah yang memustuskan apa yang harus kulakukan padanya..” tegas Wang So

Baek Eun juga tak mau tinggal diam saja, ia maju kedepan dan berusaha membela Hae Soo, berbohong dengan mengatakan bahwa dirinya melihat Hae Soo memungut benda itu di depan kamar Wang So.

Akhirnya, Hae Soo dilepaskan. Ia tak mau berkomentar apapn dan langsung mengajak Chae Ryung untuk pergi. Sekilas ia menatap kearah Wang So dengan tajam, mempertanyakan apa maksud dari perkataannya tadi.

“Orang seperti mereka pantas mendapatkan hukuman.. Kau sudah melakukan hal yang benar, Yeon Hwa..” celetuk Wang Yo

“Yeon Hwa-yaa,.. kali ini, kamu mengambil tindakan dengan terburu-buru..” ujar Wang Wook

Semua berjalan pergi, hingga hanya ada Yeon Hwa dan Wang So. Mereka berbicara berdua saja, Yeon Hwa menyinggung sikap Wang So yang tiba-tiba meluluh kepada seorang perempuan seperti Hae Soo.

“Jangan-jangan,… kau menyukainya???”

———————————————————————–

Wang Wook secara sengaja menunggu Wang So lewat dihadapannya. Ia ingin mengajaknya berbicara sebentar, untuk memastikan maksud dari perkataan Wang So tadi.

16

“Sebelumnya,… kamu katakan kalau dia (Hae Soo) adalah milikmu… aku takut kau salah faham. Semuanya yang berada disini, bukanlah milikmu. Semuanya adalah bagian dari keluargaku… Entah itu kepada adik atau sepupu istriku, jangan pernah berbuat kasar lagi…” pinta Wang Wook

 

Selanjutnya (Episode 4-2) >>>

Advertisements

10 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 4-1

  1. Pingback: MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 4-2 | my-eternalstory

  2. Suka banget scene Wang So sama Hae Soo yang ditebing itu… Entah kenapa di situ, wajah Wang So terlihat lebih lembut dan tampak kesepian… Dia ga marah atau sinis lagi sama Hae Soo…

    Like

  3. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 5 Part 1 « Kdramastory

  4. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 3 Part 2 « Kdramastory

  5. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s