JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 2-1

<<< Sebelumnya (Episode 1-2)

0

Menjalin sebuah hubungan dalam dunia virtual, mungkin lebih mudah daripada membangun sebuah hubungan dalam kehidupan nyata. Semuanya hanya ada dalam imajinasi dan banyangan kita, meskipun itu tak nyata tapi sangat bahagia rasanya, ketika hubungan tersebut berjalan dengan mulus dan indah bahkan kadang terasa nyata telihat dihadapan kita….


++ EPISODE 2 PART 1 ++

1

“Akun-mu terkena hack?!??!”

Itulah respon Luwei Wei Wei (di kehidupan asli namanya Bei Wei Wei) setelah mendengar lamaran dari Yixiao Naihe (Xiao Nai). Namun, dengan kalem-nya Naihe menjelaskan jika hal ini memanglah keinginannya sendiri. Beberapa hari yang lalu, ia membaca berita di Official Website yang membahas mengenai pertarungan melawan ‘The Condor Heroes’

“Ohh.. jadi karena itu kau menemuiku. Tapi,.. mengapa kau menginginkanku sebagai pasanganmu?” tanya Wei Wei

“Karena kamu adalah satu-satunya perempuan yang termasuk dalam peringkat 10 besar player terhebat..” jawab Naihe

2

Wei Wei menundukkan kepalanya, “Hmm… Tn. Naihe merupakan player yang paling kuat dan berada di posisi ke-1. Kalau aku berada dalam klan-nya, maka kesempatanku untuk menjadi nomor satu di server ini akan meningkat… Dulu aku menikah karena ingin menyelesaikan misi. Haruskah aku meniah lagi untuk memenangkan sebuah pertarungan?” gumamnya dalam hati

Setelah menimbang-nimbang jawaban, akhirnya Wei Wei mengiyakan lamaran dari Naihe. Bahkan, ia langsung mengajaknya untuk pergi mengikat janji pernikahan ke Batu Tiga Kehidupan, detik ini juga. Namun, Naihe menolaknya dengan alasan jika dirinya masih perlu waktu untuk bersiap-siap terlebih dahulu.

“Kita bertemu 3 hari lagi pukul 8 malam..” pintanya

Wei Wei tak mengerti, tentang hal apa lagi yang perlu disiapkan oleh calon ‘suami’-nya ini. Sebelum pergi, Naihe mengatakan bahwa perayaan pernikahannya tak boleh terlihat biasa-biasa saja….

———————————————————————–

Beralih kembali ke kehidupan nyata…

3

Xiao Nai melihat layar komputernya sembari tersenyum manis. Kemudian, ia mematikannya sejenak, karena ingin melanjutkan membaca bukunya. Saat itu juga, salah satu teman sekamarnya yang bernama Yu Banshan masuk dan mengatakan jika dirinya memiliki sebuah kabar bagus.

“Kurasa kita akan segera mengakhiri masa single kita! Yeahhhhhh!!!!!” teriaknya dengan sangat antusias

4

Didalam satu kamar asrama, terdapat 4 orang penghuni. Kamar ini ditempati oleh Xiao Nai, Yu Banshan, Qiu Younghou dan Hao Mei. Mereka berempat adalah geng pria ‘kece’ yang cukup terkenal di wilayah kampus. Namun anehnya, hingga detik ini mereka semua masih saja single.

Qiu Yunghou merespon berita dari Yu Banshan dengan mengatakan, tak ada salahnya hidup single dan dirinya sangat menikmati kehidupannya saat ini. Yu Banshan meyakinkan mereka dengan menjelaskan bahwa wanita yang ingin didekatinya adalah “Meng Yiran”.. seseorang yang sangat terkenal karena kecantikan dan keseksiannya.

Yang membuatnya memiliki harapan besar adalah, sikap Yiran yang lebih dulu menghubunginya. Baru-baru ini, ia diminta oleh Yiran untuk memperbaiki laptop yang rusak, “Bukan aku yang mendekatinya lohhh…” tegasnya

5

Alih-alih tertarik pada sosok Yiran, Hao Mei malah lebih tertarik akan jenis kerusakan laptop yang dikeluhkan Yiran. Dan setelah mendengar bahwa itu hanyalah kerusakan ringan, membuatnya mendesah kesal “Sangat membosankan, itusih pekerjaan gampil..” keluhnya

Kemudian, Younghou bertanya “Hmmm.. bagaimana jika yang ingin didekati oleh Yiran adalah dia???” sambil melirik kearah Xiao Nai

Banshan-pun menjelaskan rencanya. Jadi, ia ingin memanfaatkan kesempatan ini hanya untuk bisa masuk ke asrama perempuan. Meskipun mereka tak mendapatkan Yiran, setidaknya mereka bisa mendekati wanita cantik disekitar Yiran, “Pokoknya kita berempat harus pergi kesana bersama-sama…” tegasnya

6

Xiao Nai langsung menolak ajakan tersebut, “Aku telah menikah di-game. Nanti, aku akan mengenalkannya pada kalian semua. Dan karena aku pria yang telah menikah, tidak etis rasanya, ketika aku memperbaiki laptop wanita lain. Kalian bisa pergi, jika memang menginginkannya…” ungkap Xiao Nai sambil tersenyum bahagia

Kabar ini berhasil membuat yang lainnya terkejut tak percaya, “Bisakah kau mengenalkannya pada kami sekarang? Aku penasaran, wanita seperti apa yang berhasil meluluhkan hatimu…” ujarnya

———————————————————————–

7

Mereka menyalakan laptopnya masing-masing, membuka game online dan berusaha untuk menghubungi Wei Wei. Kebetulan, di waktu yang sama Wei Wei juga tengah memainkan game-nya. Ia agak terkejut, ketika melihat Naihe bersama beberapa pria menghampirinya..

Naihe (Xiao Nai) menceritakan jika mereka adalah rekan yang satu tim dengannya, ‘Mozarta’, ‘Monkey Wine’, dan ‘Yugong Pashan’ adalah username yang digunakan oleh mereka. Selanjutnya, mereka mencecar Wei Wei dengan pertanyaan seputar pernikahannya dengan Naihe.

8

Wei Wei mengiyakannya dan perlahan mereka menyadari bahwa Wei Wei adalah player wanita yang lumayan hebat dan juga mantan istrinya Zhenshui Wuxiang. Masih merasa kepo, Banshan dan Hao Mei-pun ingin memastikan hal itu kepada Wei Wei dengan bertanya.. “Kamu beneran mantan istrinya Zhensu Wuxian, kan?”

Belum sempat Wei Wei membalasnya, Xiaonai lebih dulu mengetik kalimat jawaban untuk menjawab pertanyaan dari mereka, “Iya, memang benar.. Tapi, dulu dia telah mempercayai pria yang salah. Jadi, tak usah mengungkit hal itu lagi..”

9

Membaca kalimat itu, membuat Wei Wei tersipu malu, hingga menutupi wajahnya dengan telapak tangan. Sementara itu, teman-teman Xiaonai dibuat bergidik geli melihat kelakuannya saat ini.

“Okee.. kita faham, di dunia ini semua pria memang bresngsek..” celetuk Younghou

Yang lainnya menggelengkan kepala tak setuju, dan malah menunjukkan jari telunjuknya ke arah Younghou. Tak mau membahas topik itu lebih lanjut, Younghou langsung melihat kembali laptopnya dan mengirim chat untuk Wei Wei, “Lupakan saja pria itu, adik ipar.. Naihe jauh lebih baik daripada dia..”

10

Kini mereka semua, termasuk Wei Wei bergabung bersama untuk melawan monster pohon bambu aneh yang cukup tangguuh. Diantara para player pria, Wei Wei bisa menempatkan dirinya dengan baik, dan memaksimalkan kekuatannya untuk melawan monster itu.

11

Kemampuannya yang hebat ini, berhasil membuat yang lainnya terkesan dan mengaguminya. Setelah selesai bertarung, mereka bertanya kapan acara resepsi penikahan antara Wei Wei dan Naihe akan diselenggarakan. Naihe menjawab besok.

12

Namun, eskspresi mereka menunjukkan bahwa pada esok hari mereka memiliki sebuah acara penting. Dengan kalem, Naihe meyakinkan mereka jika dirinya tetap akan menikahi Wei Wei besok.

“Kamu sibuk? Kalu begitu, kita bisa memilih hari yang lain untuk mengadakan resepsi..” ujar Wei Wei

“Tenang saja.. pokoknya, kita harus mengadakan pernikahan besok. Itu adalah hari terbaik untuk mengadakan pernikahan..” jawab Xiaonai

Melihat sikap Xiaonai ini, membuat teman-temannya tertegun tak percaya, “Wahhh… bagaimana bisa, kamu memilih hari yang sangat sibuk sebagai hari untuk penikahanmu dalam game…”

———————————————————————–

Akhirnya, esok hari-pun tiba,……

13

Wei Wei terus tersenyum senang sembari melihat kalender di layar ponsel. Xiao Ling yang duduk dibelakangnya, merasa penasaran dan bertanya apa yang spesial dari hari ini. Namun, Wei Wei menggelengkan kepalanya, dan memilih untuk tak menjawab pertanyaan itu.

Tiba-tiba, muncullah Er Xi yang dengan antusianya mengajak mereka semua untuk pergi ke lapangan basket, “Kita harus mendapatkan tempat yang duduk paling depan, supaya bisa melihat Xiao Nai dengan jelas..”

Wei Wei sempat menolak untuk ikut, dengan alasan jika dirinya punya agenda lain. Namun, Er Xi terus-menerus membujuknya, hingga akhirnya Wei Wei luluh dan mau ikut, asalakan ia bisa pulang lebih awal nantinya.

14

Sementara itu, Xiao Nai sendiri nampaknya akan pergi ke suatu acara penting. Ia mengenakan setelah jas rapi, dan saat berjalan ia mendapat telpon dari seseroang yang sepertinya menanyakan keberadaannya, “Ya,.. aku akan segera tiba disana..” jawabnya singkat.

15

Wei Wei beserta temannya tiba di lapangan basket. Mereka telah ditunggu oleh Da Zhong yang merupakan salah satu pemain basket, yang kebetulan pacarnya Xiao Ling. Ia agak kesal, karena mereka datangnya lama, padahal ia telah menempati beberapa kursi dideretan paling depan untuk mereka.

“Kalian tahu, wanita sekelas Meng Yiran-pun katanya akan datang…” ungkap Da Zhong yang malah membuat Xiao Ling jadi kesal dan bersikap ketus padanya.

Setelah duduk dikursi mereka, Xiao Ling bertanya pada pacarnya kapankah Xiao Nai akan datang. Pacarnya malah balik bertanya, apakah mereka semua datang kesini untuk melihat dirinya atau Xiao Nai..

“Tentu saja Xiao Nai,.. untuk apa aku melihatmu..” jawab Xiao Ling

16

Mendengar jawaban itu, akhirnya membuat Da Zhong kesal dan mengungkapkan fakta bahwasanya Xiao Nai tak akan datang kesini. Soal poster itu,.. anggota tim basket membuatnya supaya banyak orang yang tertarik untuk datang dan menonton mereka.

Hal itu membuat Xiao Ling kesal, ia-pun bangkit dari tempat duduknya dan mengajak yang lain untuk pulang ke asrama saja.

“Mau kemana? Kau kan pacarku, nanti kau tak akan kebagian tempat duduk!!” ujar Da Zhong

“Tenang saja, kalau tak ada Xiao Nai, pasti akan banyak tempat duduk kosong…” jawab Xiao Ling

17

Ternyata, hari ini Xiao Nai bersama teman-temannya ada agenda untuk menghadiri acara konferesi para desainer dan perusahaan di didang pengemangan Game. Ini adalah hari yang sangat penting bagi mereka, karena dari sini mereka bisa memperkenalkan diri kepada para investor yang tentunya bisa membantu mereka mengembangkan game-nya.

———————————————————————–

Beberapa jam berlalu…

18

Sesuai dugaan, satu-persatu penonton mulai meninggalkan lapangan basket. Saat Wei Wei bersama yang lainnya tiba, terlihat begitu banyak kursi yang kosong, baik itu di deretan depan ataupun belakang. Terlihat Yiran beserta Anna juga berada di salah satu bangku penonton.

19

Sebelum pertandingan basket dimulai, ada seorang pria dari klub fakultas Ilmu Komputer yang berjalan menghampiri Wei Wei. Dihadapan semua orang, ia mengikrarkan sebuah permintaan, “Jika tim dari fakultas kita menang,… maukah kamu makan malam denganku?…” pintanya

Mendengar hal itu, membuat Wei Wei dan yang lainnya tersenyum geli. Ia tak menjawab permintaan pria itu secara pasti dan hanya mengatakan, “Semangat….”

20

Di ruangan konferensi, kini gilirannya tim Zhi Yi techno. Dan selaku ketuanya, Xiao Nai maju kedepan dan menampilkan slide serta menjelaskan ide game yang ingin dikembangkannya. Telihat, respon yang didapatnya cukup bagus. Beberapa bahkan banyak hadirin yang memerhatikannya dengan wajah yang serius pertanda ketertarikannya akan ide tersebut.

21

Kembali ke lapangan basket,…

Jumlah penonton yang pergi semakin banyak, membuat semangat para pemain mulai melemah. Merasa kasihan, Xiao Ling mengajak yang lainnya untuk berdiri dan berteriak menyemangati tim dari fakultas mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka berteriak sekencang-kencangnya dan memotret para pemain basket, “Kaliah hebat dan keren!!!! SEMANGATTTTT!!!!!!…” teriaknya

22

Nampaknya, presentasi dari Xiao Nai berhasi menarik perhatian dari dua perusahaan besar. Hal itu, terbukti ketika masing-masing CEO dari perusahaan tersebut lansgung menemui Xiao Nai dan mengajaknya untuk bertemu dalam waktu dekat ini.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Xiao Nai pamit pulang lebih awal. Kepada teman-temannya, ia mengatakan jika ini adalah saatnya untuk ‘kencan’…

23

Selanjutnya (Episode 2-2) >>>

Advertisements

3 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 2-1

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 1-2 | my-eternalstory

  2. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 2-2 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s