JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 3-1

Sebelumnya (Episode 2-2) <<<

Masih di dalam dunia games…

Yixiao Naihe menjadi tameng pelindung Wei Wei dari serangan cibiran yang dilontarkan oleh tiga orang player anak buahnya Xiaoyu. Mereka menuntut agar Blood Devils dilepaskan.

Namun, Naihe tak mau melaukannya. Menurutnya, Blood Devils pantas mendapatkan hukuman darinya setelah komentar-komentar buruk yang dilontarkankan tentang pernikahannya.

Mereka terus memaksa, hinga menimbulkan perdebatan yang lumayan rumit. Tak mau hal ini semakin berlarut-larut, Naihe-pun memberikan jalan keluar dengan mengajak mereka bertarung dengannya. Jika mereka keluar sebagai pemenangnya, maka Naihe akan melepaskan Blood Devils secara cuma-cuma…

Mereka berdiskusi sejenak, dan menyadari bahwasanya kemungkinan untuk bisa menang melawan Naihe sangatlah kecil. Sekarang, mereka jadi kebingungan, bagaimana caranya agar bisa kabur tapi dengan cara yang terhormat.

Untunglah, Blood Devils kembali aktif memainkan game-nya dan melihat situasi ini. Ia sendiri, nampaknya tak ingin dibantu oleh mereka, dan menyuruhnya untuk pergi saja. Yasudah,… mendengar perintah pergi mereka-pun langsung pergi…

Naihe mengajak Wei Wei untuk ikut bersamanya ke suatu tempat. Namun, sebelum pergi mereka lebih dulu menghentikan siksaannya terhadap Blood Devils. Wei Wei mengambil kembali pisanya, dan mereka berjalan pergi tanpa melepaskan rantai sakti yang mengikat tubuh Blood Devils.

“Woyyyy.. kalian kemana!! Lepaskan dulu rantai ini….”

Naihe membawa Wei Wei ke sebuah tempat dengan pemandangan yang indah. Disana, ia menceritakan alasannya menyiksa Blood Devils tadi. Tentu saja, untuk memberikannya pelajaran sekaligus hukuman karena telah menghina pernikahan mereka.

Bahkan, demi mendapatkan timing yang pas, Naihe telah lebih dulu megumpulkan informasi mengenai misi yang tengah dikerjakan oleh Blood Devil yang ternyata saat ini sedang berada di tahap akhir untuk penyelesaiannya. Dan akibat dari penyiksaan tadi, akan membuatnya kehilangan banyak poin dan pastilah misinya akan gagal total.

“Terimakasih..” ucap Wei Wei

“Ah tak apa.. Ini memang sudah menjadi bagian dari tugasku sebagai suamimu..”

“Bukan untuk ini, tapi untuk hal yang lain.. Sebenarnya, sore ini aku sedang sedih karena suatu hal. Namun, aku tak bisa menunjukkannya kepada teman sekamarku, makanya aku memendamnya sendirian.. Tapi sekarang, aku malah jadi sangat senang..”

“Karenaku?”

“Iya.. karenamu….”

———————————————————————–

Di padang rumput, Zhen Shui tengah duduk berduaan bersama istri baru-nya. Layaknya sepasang kekasih di dunia nyata, mereka terlihat begitu dekat dan romantis. Hingga akhirnya, keromantisan itu harus terganggu oleh kedatang anak buah Xiaoyu…

Mereka mengadukan kejadian yang barusan dialaminya, dan betapa kesalnya mereka terhadap sikap Wei Wei yang menurutnya terlalu arogan.

Xiaoyu tak mau ambil pusing, ia malah menyalahkan trio pengikutnya itu dan menyuruh mereka untuk tak berususan dengan Wei Wei lagi di lain waktu. Namun, mereka tak mau masalah ini berlalu begitu saja. Mereka-pun menghasut sekaligus terus membujuk Xiaoyu untuk memberikan pelajaran kepada Wei Wei.

Caranya?

Jadi, ada sebuah kontes pembuatan video yang ber-tema-kan romansa kisah cinta. Nah, mereka meiliki ide agar Zhen Shui bersama Xiayu membuat video tersebut yang didalamnya mengandung konten ejekan untuk Wei Wei. Selain mereka bisa memberikan pelajaran kepada Wei Wei, jika video tersebut berhasi menang maka mereka akan mendapatkan satu set pakaian berwarna pelangi yang tentunya akan sangat indah.

Pada awalnya, Zhen Shui nampak tak tertarik untuk melakukannya. Namun, setelah mendengar permohonan langsung dari Xiaoyu ia-pun mau melakukannya dengan senang hati.

Kemudian, Zhen Shui pamit pergi, karena ia ada agenda untuk makan malam bersama sepupunya..

“Kita bertemu lagi nanti…”

———————————————————————–

Di asrama perempuan, terlihat Ban Shan yang tengah sibuk memperbaiki komputer milik Meng Yiran. Sedihnya, keberadaan Ban Shan tak mendapat sambutan yang baik dari Yiran yang malah terus menunjukkan wajah ketusnya, tanpa bertanya atau berkata apapun, ia malah pergi meninggalkan kamarnya.

Ban Shan sadar benar akal hal itu, makanya ia segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera pulang. Anna sempat mengajaknya mengobrol sebentar, pertama-tama ia meminta maaf atas sikap Yiran, dan kemudian ia menanyakan secara lansgung mengapa Xiao Nai tak ikut datang kesini.

Dengan jujurnya, Ban Shan menjawab bahwa Xiao Nai sama sekali tak tertarik untuk ikut bersamanya…

Setelah Ban Shan pergi, barulah Yi Ran kembali masuk ke kamarnya. Masih dengan wajah yang ketus, ia menyalahkan Anna yang telah memberikannya ide ini, “Seharusnya, aku menuruti kata-kata dari ibuku… Seharusnya, seorang perempuan tidak menggoda lelaki duluan…. Aahh, bagaimana ini.. Dia akan tahu perasaanku kepadanya…”

Di tengah-tengah kondisi galaun-nya, Yi Ran mendapat telpon dari Shaoxiang yang ternyata adalah saudara sepupunya. Ia diajak untuk pergi makan malam diluar malam ini. Namun, Yi Ran nampak tak begitu antusias dan malah berniat untuk membatalkan janjinya tersebut.

“Ayolah.. Siapa tahu, Shaoxiang bisa memberikanmu saran yang lebih baik…” ucap Anna yang ternyata berhasil membuat Yi Ran berubah fikiran dan bersedia untuk makan malam bersama Shaoxiang.

Setibanya disana, Yi Ran tak sendirian karena Anna juga ikut bersamanya. Restoran yang mereka datangi, nampak beitu mahal dan eksklusif, tapi teteap saja hal itu tak berhasil membuat Yi Ran tersenyum kembali..

Shaoxiang berusaha untuk mencari tahu sumber dari kesedihan Yi Ran. Namun, ia tak mendapat jawaban, hingga akhirnya Anna-lah yang menceritakan semua kejadian tadi..

“Dia tidak datang, karena dia tak menyukaiku, kan?..” keluh Yi Ran

“Ayoolahh, kamu kan cantik dan mempunyai latar belakang keluarga yang terhormat.. Mana mungkin ada pria yang menolakmu..” ujar Shaoxiang

Yi Ran menjelaskan bahwa pria yang disukainya sangatlah berbeda.. “Dia tak banyak berbicara dan sangat pintar..”

Merasa penasaran, Shaoxiang-pun bertanya siapakah nama pria yang dimaksud oleh Yi Ran. Anna menjawabnya dan menyebutkan nama ‘Xiao Nai..’

Nama itu, serasa tak asing lagi di kuping Shaoxiang, ia-pun berfikir sejenak dan mengingat bahwasanya Xiao Nai adalah pengembang games yang sedang diincar oleh ayahnya untuk bekerja di perusahaan mereka.

Yi Ran bertanya apakah itu berarti, Xiao Nai akan bekerja dikantor milik keluarganya. Shaoxiang menganggukan kepalanya, mengatakan bahwa tak ada alasan yang bisa membuat Xiao Nai menolak tawaran fantastis dari ayahnya.

“Yi Ran.. kamu bisa magang di kantor pamanmu itu…Kalau kerjasama mereka benar-benar terjadi, maka kamu akan bisa bekerja bersama Xiao Nai..” bisik Anna

Yi Ran tersenyum senang dan menyetujui saran tersebut, ia-pun langsug meminta bantuan Shaoxiang untuk membujuk paman supaya dirinya bisa magang di kantor.
———————————————————————–

Di dalam kamar asaramanya, Er Xi begitu senang setelah mendapatkan sms balasan dari pihak Zhen Yi Techno. Mereka berempat lolos seleksi berkas dan bisa ikut ke tahapan selanjutnya untuk sesi wawancara..

Mendengar kabar itu juga membuat yang lainnya tertawa bahagia. Mereka nampak sangat antusias dan optimis dengan wawancaranya..

Xiao Ling menyarankan agar mereka mengenakan pakaian layaknya seorang wanita karir. Tapi, Er Xi menyanggahnya dengan mengatakan bahwa mereka akan melamar untuk bekerja di bagian pengembangan game, maka dari itu mereka seharusnya mengenakan pakaian yang ceria dan berjiwa muda…

———————————————————————–

Esok harinya, Shaoxiang benar-benar membawa Yi Ran ke kantor dan meminta ayahnya untuk membiarkan Yi Ran bekerja magang disini.

Ayah sangat senang melihat kedatangan Yi Ran, ia-pun mempersilahkannya untuk bekerja disini jika ia memang menginginkannya. Namun, ayah agak khawatir jika pekerjaan ini malah membuat Yi Ran jadi terlalu sibuk dan kuliahnya jadi terbengkalai.

Yi Ran terus meyakinkan pamannya hingga akhirnya ia-pun diterima untuk bekerja disini. Tiba-tiba, asisten presdir Zhen masuk dan mengabarkan bahwa Xiao Nai telah datang untuk bertemu dengannya.

Mendengar hal itu, membuat Yi Ran jadi makin antusias, dan ia-pun memohon agar dirinya bisa mulai bekerja detik ini juga.

Pamannya yang tak mengetahui motif Yi Ran, hanya bisa mengiyakan keinginannya. Shaoxiang ingin ikut dalam rapat tersebut, tentu saja tujuannya untuk mengamati pria pujaan hatinya Yi Ran…

Namun, Yi Ran memohonnya untuk tidak ikut bersamanya kali ini, “Rasanya aneh jika telalu banyak orang… Sekarang, pergi berkeliling kemana saja. Aku janji akan men-traktirmu makan malam nati….”

Akhirnya Shaoxiang mengalah, ia menuruti permintaan Yi Ran dan memastikan supaya Yi Ran menepati janjinya.

“Ngomong-ngomong.. apakah aku sudah terlihat cantik???” tanya Yi Ran

“Iya..” jawab Shaoxiang singkat

Kedatangan Xiao Nai dan Ban Shan mendapatkan sambutan yang baik. Tak lama setelah duduk, muncul Yi Ran yang membawakannya air minum. Ban Shan terlihat agak terkejut saat melihatnya, namun Xio Nai bersikap biasa saja sepertinya ia sama sekali tak mengenalinya.

Masih di gedung yang sama dan dalam waktu yang bersamaan pula, tengah diadakan wawancara pegawai baru. Dan Wei Wei beserta teaman-temannya berada disana. Mereka menjadi bagian dari sekerumunan pejuang pelamar kerja yang berjuang untuk bisa diterima di perusahaan ini.

Er Xi nampak sangat gugup, namun Wei Wei terlihat lebih tenang dan santai. Tak mau diam saja, Er Xi bangkit dari tempat duduknya dan pergi sebentar untuk mencari informasi.

Sesaat setelah Er Xi pergi, Wei Wei mendapatkan dua gangkir gelas berisi air putih. Wei Wei berterimakasih dan hendak megambil gelas yang tersimpan dihadapannya.

Namun, ia melihat sedikit cacat di bibir gelas milik Er Xi. Atas inisiatif-nya sendiri, Wei Wei memilih untuk minum dari gelas itu dan menaruh gelasnya ke tempat Er Xi.

Er Xi berjalan mendekati ruangan wawancara, dan berusaha untuk mencari tahu pertanyaan yang diajukan oleh pewawancaa didalam. Kebetulan ada seorang perempuan yang baru selesai wawancara dan bersedia untuk menceritakan kondisi di dalam ruangan kepadanya.

“Hmm… tadi mereka menayakan pengalaman kita bermain games beserta username yang kita gunakan…”

Dengan tergesa-gesa, Er Xi memberitahukan hal ini kepada We Wei, “Apa yang harus kita lakukan? Selain kamu, tak ada dseorang-pun diantara kita yang pernah bermain games…” keluhnya

“Cepat panggil Si Si dan Xiao Ling kesini…” bisik Wei Wei

Rapat dimulai dengan pemaparan dari pihak perusahaan, menjelaskan jika mereka sangat tertarik di bidang game dan sedang mengembangkan produk game online. Makanya, mereka mengundang Xiao Nai kesini karena ingin mengajaknya untuk bekerja sama.

Tanpa perlu basa-basi, presdir Zhen Yi Techno langsung menawarkan uang sejumlah 3 juta yuan untuk membeli hak cipta atas game yang kini tengah dikembangkan oleh Xiao Nai bersama reakan-rekanya. Selain itu, mereka juga akan dipekerjakan di perusahan ini dengan gaji yang cukup tinggi…

Selanjutnya (Episode 3-2) >>>

Advertisements

3 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 3-1

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 2-2 | my-eternalstory

  2. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 3-2 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s