MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 7-1

<<< Sebelumnya (Episode 6-3)

  1

Sebelum menjadi seorang dayang istana, Soo lebih dulu diwawancarai secara pribadi oleh Sanggung Oh. Mengingat pengalamannya sebagai seorang ahli kecantikan, membuatnya bisa dengan mudah menjawab semua pertanyaan yang berhubungan dengan pelayanan atau obat-obatan herbal.

Namun, kepercayaan dirinya langsung hilang seketika Sangung Oh bertanya mengenai kemampuannya dalam menulis dan membaca. Sambil menundukkan kepalanya, Soo menjawab ‘Tidak bisa…’


Saat berjalan keluar, telihat So yang setengah berdiri menunggunya sedaritadi. Dengan antusias, Hae Soo langsung menghampirinya dan menceritakan betapa bahagianya ia bisa mendapatkan pekerjaan ini, dibandingkan jika dirinya harus terlibat dalam pernikahan ‘paksa’ dengan yang mulia raja.

Namun, So sama sekali tak sependapat dengan dengan pemikiran Soo. Senyuman lebar Soo tak berhasil menenangkan So, tapi malah membuatnya semakin kesal dan khawatir. Sembari mencengkram pergelangan tangan Soo yang terbalut perban, So malah membentaknya, “Kau bisa mati!!!!”

“Kalau kau menyayatnya lebih dalam lagi, mungkin kau……”

Bentakan So berhasil menghapus senyum keceriaan dari wajah Soo. Dengan nada bicara yang tegas dibalut ke-khawatirannya, So mengatakan jika posisi sebagai dayang istana akan membuat Soo sulit atau bahkan tak akan pernah bisa pergi meninggalkan istana ini.

“Mengapa kau tak menikah dengan raja saja, kalau memang akhirnya akan seperti ini!” bentak So

“Entahlah! Aku juga tak tahu mengapa! Aku hanya tak menginginkannya, aku terlalu takut dan benci untuk melakukan hal itu. Lagipula, hanya diriku sendiri yang bisa menyelamatkanku!!” tegas Soo, yang diikuti oleh lelehan air mata yang mulai membasahi pipinya.

Mendengar jawaban itu, membuat So menyadari bahwa perkataannya terlalu berlebihan, “Sudahlah, lupakan kejadian itu. Tapi, jika sampai kau melakukan hal seperti itu lagi,.. maka aku tak akan pernah memaafkanmu!…”

5

So menemani Soo untuk berjalan-jalan mengitari wilayah di sekitar istana. Sembari melihat setiap sudut pemandangan yang indah, terdengar suara So yang dengan pesimisnya, memaparkan kondisi dan kehidupan di dalam istana. Tentang kesendirian dan kesepian yang harus menerpa mereka semuanya.

6

Namun, Soo menanggapi pernyataan tersebut dengan jawabannya yang optimis, mengatakan jika dirinya tak akan pernah merasakan hal seperti itu, “Untuk apa aku merasa kesepian, toh disekelilingku terdapat kalian (para pangeran) yang selalu membantuku…”

Melihat kepercayaan diri Soo, setidaknya berhasil membuat So merasa lega. Dan dengan kehadiran Soo, membuat So meyakini jika kehidupan di istana akan lebih berwarna, tak lagi membosankan seperti biasanya. Tanpa Soo sadari, sebuah senyuman manis muncul dari bibir So seketika ia mengatakan hal tersebut.

Saat duduk berdua di meja makan, tiba-tiba Yeon Hwa menyinggung perihal keinginannya untuk mencarikan istri baru sebagai pendamping Wook. Namun, saat itu juga Wook menolaknya dan mengatakan ‘Satu pernikahan yang diatur, sudah cukup!..’

Namun, Yeon Hwa nampaknya tak menyukai jawaban itu. Menurutnya, tanpa pernikahan dengan orang yang ‘berkuasa’, mereka bisa diusir atau bahkan ditendang jauh oleh Ratu Yoo. Apalagi, setelah melihat sikap Yo yang tiba-tiba melakukan pernikahan bermotif politik yang menandakan jika dia tengah berencara atau setidaknya berniat untuk mengambil alih tahta kekuasaan di negeri ini.

“Jika hal itu sampai terjadi,.. maka nasib kita bergantung padanya. Entah kita harus mati ataukah ditendang dari tempat ini..” tutur Yeon Hwa

Wook tak mau membahas hal itu dan malah segera mengalihkan pembicaraan dengan menaykan perasaan Yeon Hwa terhadap So, “Apakah kau masih menyukainya?”

“Aku hanya menyukai orang yang bisa membantuku.. Entah itu So ataupun orang lain,.. Entah itu perjodohan atau demi uang… Pokoknya, aku tak akan menikahi seseorang yang tak menguntungkanmu….” Yeon Hwa menambahkan, jika dirinya hanya ingin menikahi seseorang yang bisa membantunya untuk membuat Wook menempati tahta tertinggi di kerajaan ini.

8

Di kediamannya, kita melihat sosok pangeran mahkota yang tengah diobati luka seperti borok ditangannya oleh Jimong. Ekspresinya meunjukkan, bahwa ia sangatlah terbebani oleh penyakit anehnya ini. Dalam kesunyian, Jimong-pun harus berusaha keras untuk memberi dukungan agar pangeran mahkota bisa bersemangat kembali.

———————————————————————–

Di gerbang depan istana, datanglah sepasang ayah dan anak prajurit perang yang mengenakan rompi baja di badannya. Ialah Mayor Jendral Park Soo Kyung (Sung Dong-Il) dan anak perempuan tangguhnya yang bernama Park Soon Deok.

Terlihat bahwa mereka sangatlah dekat dan kompak, meskipun Soon Deok agak bersikap aneh dengan menolak untuk memberikan bulu beruang yang dibawanya kepada sang ayah, ia beralasan jika benda ini akan diberikannya kepada orang lain.

10

Saat berjalan memasuki istana, orang yang pertama kali ditemui oleh Soo Kyung adalah Raja. Ia memberi hormat dan menyapanya, nampak jelas jika mereka memiliki hubungan yang sangat baik dan terungkap fakta bahwa dirinya-lah yang telah melatih kemampuan bela diri So selama ini.

“Jika tak ada luka itu diwajahnya (So), mungkin ia adalah pria yang sangat tangguh dan cocok untuk memegang kekuasaan disini…” ujarnya kepada baginda raja

  11

Di sisi lain istana, kita melihat sosok para pangeran yang tengah menghabiskan waktu mereka dengan bermain-main ria, penuh canda tawa. Meskipun judulny ‘duel’, sama sekali tak ada kekerasan serius dalam pertarungan ini. Sifat kekanak-kanakan Eun dan jung berhasil membuat suasananya jadi sangat kocak dan menyenangkan.

12

Kegiatan berikutnya dalah belajar bersama. Entah apa yang sedang mereka pelajari, namun nampaknya So memiliki pemikiran yang berbeda dari yang lainnya. Terbukti, dari sikapnya yang tiba-tiba maju kedepan dan melakukan hal yang sepertinya bertujuan untuk menjawab pertanyaan dari sang guru (?)

13

Setelah itu, So berjalan di koridor, berdampingan dengan Soo Kyung. Ia berusaha mengungkit kenangan masa lalu, dengan membahas perilaku So yang biasanya bisa menghilangkan begitu banyak nyawa dalam satu hari.

Soo mengiyakan hal tersebut, namun dengan tegas menyatakan bahwa orang-orang yang telah dibunuh olehnya memanglah pantas untk mati. Soo Kyung mengingatkan, jika dirinya mengajari So ilmu bela diri, supaya bisa digunakannya untuk melindungi orang lain. Bukannya malah digunakan untuk membunuh seseroang.

So tak sepenuhnya setuju akan pernyataan itu. Ia-pun menjelaskan jika semua tindakan yang dilakukannya selama ini, adalah demi keselamatan dan kejayaan negeri ini. Nah.. perkataan So, malah memancing Soo Kyung untuk bertanya balik, apakah So benar-benar peduli dengan kerajaan ini dan mengapa So ingin tetap tinggal disini..

So menjawabnya dengan pernyataan yang sifatnya ‘teoritis’. Namun, Soo Kyung nampak tak mempercayai semua itu. Ia malah mengingatkan fakta, bahwasanya hanya akan ada seorang pangeran yang bertahan di dalam istana, dan itu adalah pangeran yang akan menduduki tahta. Demi menegaskan jawaban dari So, Soo Kyung mengulang pertanyaan, bertanya apa alasan dibalik keinginan So untuk tetap tinggal di istana. Kali ini, So tak mau menjawabnya dan malah terdiam membisu seribu bahasa.

14

Soo bersama Sanggung Oh mendatangi kediaman Ratu Hwang Bo yang nampaknya tengah kurang sehat akhir-akhir ini. Dengan ceria, Soo menceritakan kebahagiannya ketika bisa menjadi seorang dayang istana seperti sekarang. Bahkan, ia berniat membuatkan sabun lagi untuk Ratu Hwang Bo dan juga hendak mendandaninya.

Ketika Soo berjalan mendekati Ratu Hwang Bo, Sanggung Oh menahannya dan mendorongnya, “Kau masih baru! Masih belum pantas untuk menyentuh ratu!!!” tegasnya

Setelah Soo meninggalkan ruangan, Ratu Hwang Bo berbincang singkat dengan Sanggung Oh. Mereka tak membahas keberadaan Soo, melainkan membahas penyakit gangguan lambung yang sudah lama diderita oleh Sanggung Oh. Sempat, Ratu menawarinya untuk diobati tabib dalam istana. Namun, saat itu juga Sanggung Oh lansgung menolaknya, dengan alasan jika dirinya masihlah dalam kondisi yang baik-baik saja.

  15

Baru juga berjalan keluar, tiba-tiba Soo mendengar suara teriakan dari seorang lelaki. Ia melihatnya, dan gaak terkejut ketika mengetahui bahwa itu merupakan suara teriakan Pangeran Mahkota  yang tengah menahan panas dan gatal akibat ruam-ruma yang muncul di permukaan kulitnya.

Soo sempat terdiam, namun tak lama kemudian, ia menyadari bahwa Pangeran Mahkota sepertinya mengalami gelaja Eczema. Penyakit yang sama persis dialami oleh ibunya Soo. maka dari itu, Soo berusaha untuk mejauhkan bahan-bahan yang kemungkinan memperburuk penyakit Pangeran Mahkota dan dengan sigap lansgung menyiapkan ramuan tradisional yang biasanya digunakan oleh ibunya.

  16

Naas, niat baiknya ini malah menjadi bahan makian Sanggung oh kepadanya. Lagi-lagi, ia didorong menjauh, dengan lasan bahwa dirinya sama sekali tak pantas untuk menyentuh atau bahkan berdekatan dengan sosok Pangeran Mahkota.

  17

Sebagai hukuman, Sanggung Oh menyuruh Soo untuk duduk berlutut dilantai, dan melemparkan beberapa buku medis tepat diatas tangan Soo, hingga membuatnya kelelahan dan pegal-pegal. Ditengah-tengah hukuman tersebut, Sanggung Oh bertanya darimana Soo bisa mengetahui ramuan tradisioanl tadi. Dengan santainya, Soo mengatakan jika ibunya juga memiliki penyakit yang sama.

Sebelum membiarkannya pergi, Sanggung Oh sekali laggi memperingatkan Soo untuk tak pernah mendekati Pangeran Mahkota dan tak akan pernah menyebarkan berita mengenai penyakit yang dialaminya. “Saat ketika berita ini menyebar, adalah saat dimana kau akan berakhir tewas dengan mengenaskan…”

———————————————————————–

18

Sambil murang-maring, Soo mengangkat seember penuh air ditangannya. Ia-pun meyirami tanaman dengan asal-asalan. Tanpa sadar, ciparatan airnya itu malah mengenai So yang kebetulan tengah tertidur dibalik rerumputan yang lebat.

Soo terus dan teruss saja menggerutu, mengatakan jika dirinya sudah tak mampu untuk melakukan perkerjaan  kuli yang sangat melelahkan seperti ini, “Ahhhh… haruskah aku kabur dari tempat ini?r

So bangkit dan berjalan menghampiri So, “Kau? Mau kabur kemana? Jangan harap, kau bisa lepas dari jangkauan yang Mulia Raja…” ledek So

“Ehmmm.. maksudku tidak seperti itu…” ucap Soo

Nampaknya, So mengerti akan hal tersebut. dengan sabar, ia mendengarkan keluh kesah Soo yang kecewa berat karena kemampuannya tak pernah dianggap atau bahkan digunakan dalam pekerjaannya. Sekalinya ia ingin memberikan bantuan terhadap Pangeran Mahkota, ia malah didorong dan ditendang menjauh oleh Sanggung Oh.

So duduk di samping Soo dan menebak-nebak, bahwasanya Soo telah mengetahui penyakit yang diderita oleh Putra Mahkota. Sambil menatapnya dengan serius, So mengingatkan agar lain kali, Soo lebih berhati-hati dalam mengatakan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan istana, “Jika perkataanmu didengar oleh sembarang orang, kau akan dikirim ke tempat yang lebih menyeramkan daripada istana ini…..”

“Tapi.. aku hanya ingin membantunya.. Apakah itu perbuatan yang salah?” tanya Soo

“Iya kalau kau berhasil menolongnya. Tapi bagaimana jadianya kalau tidakanmu itu malah memperburuk kondisi Pangeran Mahkota? Kau bisa mati karenanya!” ungkap So

Lalu, dengan sebuah senyuman manis.. So mengomentari ketidak-mampuan Soo untuk menyirami tanaman dengan benar. Ia-pun memberikan sebuah tips mudah, supaya Soo bisa lebih menyayangi tanaman hingga membuatnya merawatnya dengan hati-hati dan telaten.

Dulu,.. So selalu memberikan nama untuk setiap pohon yang ditanamnya di wilayah Shin Ju. Awalnya, cerita itu terdengar begitu manis, namun semuanya berubah jadi pahit dan menyedihkan ketika So menceritakan tindakannya yang harus membakar pohon-pohon itu dengan tangannya sendiri karena disana terdapat begitu banyak serigala yang harus ia lenyapkan.

Seakan-akan, tak ingin membahasnya lebih lanjut, So langsung merubah arah pembicaraan dengan menjitak jidat Soo dan menasihatinya untuk tak pernah berfikiran tentang kabur lagi…

“Aneh rasanya,.. aku rasa akhir-akhir ini, dia bersikap terlalu baik kepadaku..” gumam Soo pelan

  21

Soo mulai menjalankan kegiatannya sebagai dayang istana sama seperti yang lainnya. Nampak jelas, jika ia masih bekerja dengan penuh keterpaksaan. Untunglah, dikala kelelahan dan kejenuhannya semakin memuncak, muncul Wook dari belakang temok yang langsug menariknya dan memberikan senyuman termanis untuknya.

Seakan menyadari sesuatu, Sanggung Oh melihat barisan dayang yang berjejr rapi dibelakangnya. Untunglah, So bisa kembali ke dalam barisan di waktu yang tepat, sehingga dirinya tak dimarahi oleh Sanggung Oh.

Entah apa yang terjadi, namun tiba-tiba kita melihat Soo yang tengah membuatkan ramuan herbal untuk Eun. Karena merasa bosan, Eun memohon-mohon agar Soo melepas balutan di jarinya. Namun Soo memintanya untuk tetap bersabar, karena ada perpatah yang mengatakan jika ia mampu memakai balutan itu hingga salju pertama turun, maka cinta pertamanya akan datang padanya…

Lantas, hal itu membuat Eun tersenyum senang. Matanya langsung berbinar ketika menatap wajah Soo yang berada tepat dihadapannya…

  23

Selanjutnya, Soo mulai belajar untuk membaca dan menulis . Nampak jelas, jia ia sangat kesulitan dalam memhami rumitnya aksara Korea jaman dulu. Berkali-kali, ia menggerutu pada dirinya sendiri dan juga pada tulisan yang tengah ditulisnya.

Dari kejauhan, Wook tengah tersenyum geli setelah melihat semua tingkah lakunya. Tanpa menimbulkan suara, Wook berjalan kearah Soo dan langsung membantunya untuk membenarkan beberapa kata yang salah. Kedatangannya membuat Soo terkejut sekaligus bahagia,..

24

Wook bertanya, mengapa Soo harus mengerjakan semua ini. Dengan jujur, Soo menjelaskan bahwa semenjak hilang ingatan, dirinya jadi lupa caranya menulis dan membaca.

Wook tertegun heran, “Lantas, bagaimana bisa kamu mengetahui isi dari puisi yang kuberikan padamu waktu itu?” tanyanya

Soo menjawab, jika Madam Hae-lah yang membacakan itu untuknya. Sejenak, Wook terdiam “Hmmm.. aku telah berhutang banyak padanya…” gumam Wook pelan

Wook terus tersenyum ketika memperhatikan cara Soo menulis, ahirnya ia memegang tangan Soo sembari mem-praktekan cara yang benar untuk menulis. Hal itu membuat suasananya berubah canggung, dibanding melihat hasil tulisannya Soo malah lebih fokus untuk menatap wajah tampan Wook yang berada tepat disampingnya.

Menyadari tatapan Soo padanya, Wook malah terus melanjutkan tulisannya. Ia menulis kata ‘Wook’, namanya sendiri yang memiliki arti matahari yang bersinar di pagi hari, Soo tak berkata apapun dan hanya menatapnya dengan penuh cinta.

  26

Senyuman manis diantara mereka, tehapus seketika Woo melihat bekas luka di pergelangan tangannya Soo. Ia mantapnya pilu dan memasangkan sebuah gelang cantik untuk menutupinya. Ia menjelaskan, jika tali yang berwarna merah melmbangkan perlindungan dari marabahaya dan batu permata yang terpasang digelangnya merupakan simbol dari hubungan yang bahagia, “Kumohon.. berjanjilah padaku, bahwa kamu tak akan pernah melepaskan gelang ini…” pintanya

Terlebih lagi, Wook meyakinkan bahwasanya ia akan membuat Soo kembali ketempatnya semula, asalkan Soo mau menunggu,… dan menanti dengan sabar hingga saat itu tiba. Sebuah kecupan manis nan singkat di dahinya dari Wook berhasil membuat Soo tersenyum bahagia…

Hingga langit berubah menjadi gelap, Soo masih saja tersenyum dengan sangat bahagia. Ia duduk di pojokan kamarnya, melihat tulisan ‘Wook’ yang tertera di kertas yang dipegangnya. Ia teringat semua sikap dan perkataan Wook kepdanya.

Sambil menatap lagit yang dihiasi oleh sebuah bulan yang indah, Soo mencium gelangnya dan berkata “Hanya dengan mendengar kata ‘tunggu’ darinya, ternyata bisa membuatku merasa sangat bahagia. Aku menyukainya… Kalau aku bisa bersamanya.. Aku fikir aku akan lebih memilih untuk terus menjadi Hae Soo dibandingkan menjadi Go Ha jin…”

Selanjutnya (Episode 7-2) >>>

Advertisements

3 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 7-1

  1. Pingback: MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 7-2 | my-eternalstory

  2. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

  3. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 6 Part 3 « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s