JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 3-2

Sebelumnya (Episode 3-1) <<<

……..Presdir Zhen Yi Techno langsung menawarkan uang sejumlah 3 juta yuan untuk membeli hak cipta atas game yang kini tengah dikembangkan oleh Xiao Nai bersama reakan-rekanya. Selain itu, mereka juga akan dipekerjakan di perusahan ini dengan gaji yang cukup tinggi…….


++ EPISODE 3 PART 2 ++

34
Xiao Nai menanggapi tawaran dari presdir Zhen dengan santai. Ia tak mengiyakannya ataupun menolaknya, dan hal itu membuat Ban Shan yang duduk disampingnya nampak kesal.

Tuan Li, selaku kepala departemen pengembangan games terus berusaha untuk meyakinkan Xiao Nai, “Presdir Zhen sangatlah berbaik hati, ia telah mengajak mahasiswa awam sepertimu untuk bergabung bersama perusahaan besar seperti ini… lagipula kami sedang mengembangkan game yang konsep-nya hampir sama dengan milik kalian.. Jadi, akan sangat bagus jika kita bisa bekerjasama…”

18

Presdir Zhen kemudian memperkenalkan Yi Ran yang berdiri disampingnya, ia mengetahui kalau Xiao Nai kuliah ditempat yang sama dengan Yi Ran, “Apakah kalian sudah saliang mengenal?”

Xiao Nai menggelengkan kepalanya, dan menjawab menjawab tidak. Hal itu membuat Yi Ran agak kecewa. Sementara presdir Zhen menganggap itu hal yang wajar, karena Xiao Nai adalah tipe pria yang hanya fokus pada pendidikan dan karirnya saja.

Merasa urusaannya telah selsai, Xiao Nai bangkit dari tempat duduknya dan pamit pulang. Presdir Zhen-pun mempersilahkannya untuk pergi dan meminta serang asistennya untuk mengantarkan mereka hingaa ke-depan.

Di depan lift, Ban Shan mengutarakan kekesalannya terhadap sikap Xiao Nai saat di dalam tadi. Setelah mengetahui bahwa pihak Zhen Yi hanya ingin mengambil alih hak cipta produk mereka, Xiao Nai malah menjawab untuk mempertimbangkannya kembali, bukannya langsung menolaknya saja.

Xiao Nai mengatakan jika dirinya membohongi mereka.. Sudah terendus jelas, niatan mereka yang sangat mendesak dan memaksa pihak Xiao Nai untuk mau menjual game-nya. Meskipun degan perkataan yang eksplisit, tapi mereka mempunyai cara dan maksud yang curang.

“Jika mereka bisa berbuat seperti itu maka kita juga bisa…” ujar Xiao Nai

Pintu lift terbuka,… ketika hendak melangkah masuk muncullah Yi Ran yang memanggil nama Xiao Nai. Ban Sha menyadari jika Yi Ran ingin mengobrol berdua saj adengan Xiao Nai, maka dari itu ia memilih untuk memisahkan diri dengan alasan ingin ke toilet.

Ketiksa tinggal mereka berdua, Yi Ran langsung meminta maaf atas semua perkataan pamannya tadi, “Terkadang, fikirannya memang terlalu kolot.. Tapi, aku bisa membantumu. Aku bisa membujuknya supaya dia merubah tawarannya dan agar kamu bisa tetap bekerjasama dengan perusahaan ini…”

Sayangnya, Xiao Nai tak sedikitpun tertarik untuk menerima bantuan dari Yi Ran. Ia malah lebih tertarik untuk mengangkat telponnya dan kemudian meninggakannya..

Sesaat setelah Xiao Nai memasuki lift, datanglah Shaoxiang yang langsung mengomentara sikap angkuh Xiao Nai, “Hmm.. tak punya apa-apa juga, sikapnya selangit…Orangtuamu tak akan memberikan restu, jika kau ingin bersamanya..”

“Aku tak peduli.. Selama aku menyukainya, aku yakin orangtuaku akan memberikan restu… Lagian, dia itu keren, semakin dia bersikap seperti itu, semakin aku menyukainya..” tutur Yi Ran yang kemudian memohon kepada Shaoxiang untuk membuju Presdir Zhen supaya mau merubah isi kontrak dan tetap bekerjasama dengan Xiao Nai.

Shaoxiang mendesah kesal, ia mengatakaan bahwa dirinya sendiri tak akan bisa mencampuri urusan ayahnya terutama yang berhubungan dengan pekerjaan, apalagi Yi Ran.

“Yasudahlah… biar aku sendiri yang akan memikirkan caranya…” gumam Yi Ran

Wei Wei memberikan username cadangannya kepada teman-temannya. Mereka berusaha kerasa untuk menghafal-nya, namanya tak panjang namun semuanya mengandung kata Luwei..

“Apakah mereka taka akan mencurigai kita?”

“Tenang sajaa.. kita kan berada di asrama yang sama, jadi masih dianggap wajar kalau kita memiliki akun games dengan nama yang mirip…” ujar Wei Wei

Nama Er Xi telah dipanggil, ia-pun berjalan menuju ruang tunggu dan meminta Wei Wei untuk menemaninya. Kebetulan, Yi Ran dan Shaoxiang juga sedang berada di tempat yang sama. Yi Ran melihat keberadaan mereka, dan itu membuatnya merasa penasaran untuk masuk dan melihat sesi wawancara..

Shaoxiang sempat menolak, karena ia masih ada agenda yang lain. Namun, Yi Ran terus membujukanya hingga akhirnya ia-pun mau menurutinya.

Saat mereka masuk, gilirannya Er Xi untuk diwawancarai. Er Xi terkejut dan agak terintimidasi ketika melihat kehadiaran Yi Ran, namun ia berusaha untuk bersikap normal dan menjawab seluruh pertanyaan dengan lancar. Hingga, salah satu pewawancara bertanya padanya mengenai games yang sedang dimaikannya dan username yang digunakannya.

Er Xi menjawab sesuai apa yang diinstruksikan oleh Wei Wei, ia bermain game “A Chinese ghost Story” dan username-nya adalah “Luwei…”

Sial, tiba-tiba ia lupa username-nya, ia sudah menulisnya di telapak tangan. Namun, tulisnanya luntur terhapus oleh keringatnya. Akhirnya, di detik-detik terakhir ia mengucapkan nama yang diingatnya, yaitu “Luwei Wei Wei…”

Sontak saja, mendengar nama itu membuat Shaoxiang yang duduk di sudut ruangan jadi terkejut. Ia memastikannya sendiri dengan bertanya kepada Er Xi server apa yang digunakannya. Er Xi menjawab dengan benar, membuat Shaoxiang menatapnya sambil tersenyum, kemudian pergi meninggalkan ruangan begitu saja…

Er Xi keluar dari ruangan waancara dengan raut wajah panik dan sedih, ia menceritakan kesalahannya yang malah menyebutkan username utama milik wei Wei. Untunglah, wei Wei tak mau mempermalasahkan hal tersebut, ia meminta Er Xi untuk tenang saja karena ia masih bisa menyebutkan username cadangannya.

“Selagi kamu tak ketahun, maka tak akan ada masalah besar…” ucap Wei Wei

Karena sebentar lagi gilirannya untuk masuk ke ruangan wawancara, maka ia  meminta Er Xi yang kini menunggunya diluar…

Di koridor, Xiao Nai menungu Ban Shan yang katanya pergi ke toilet. Tak perlu waktu yang lama hingga Ban Shan muncul dan lansgung menghampirinya, ia-pun mengeluhkan antrian panjang di toilet tadi. xiao Nai hanya meresponnya dengan sebuah senyuman.

Teringat kejadian sebelumnya, Ban Shan yang penasaran langasung bertanya apa yang dikatakan oleh Yi Ran kepada Xiao Nai, “Apa jangan-jangan,… dia menyatakan perasaanya kepadamu????”

Xiao Nai memegang bahu Ban Sahn dan berkata, “Coba saja kau menggunakan imajinasi hebatmu ini untuk mendesain game. aku akan sangat bangga kepadamu…”

“Ayolah.. berhenti berpura-pura tidak tahu apapun. Sudah sangat jelas, kalau dia menyukaimu..”

Alih-alih menjawab pertanyaan dari Ban Shan, Xiao Nai malah melirik kebelakang dan sangattt kebetulan ada Wei Wei yang tengah duduk dan membaca majalah di dekatnya. Ban Shan juga melihatnya dan berkata bahwa hari ini mereka sangatlah beruntung karena bisa bertemu dengan dua gadis paling cantik di kampusnya.

Secara singkat, Ban Shan menceritakan profil Wei Wei, si gadis tercantik di fakultas mereka. Selama mendengar cerita dari Ban Shan, Xiao Nai malah asyik melirik Wei Wei sembari tersenyum manis…

“Heyy, kenapa kamu tersenyum terus?” tanya Ban Shan

“Bei Wei Wei… Namanya juga mirip…” ucap Xiao Nai

Ban Shan terkejut, ini adalah pertama kalinya ia bisa mendengar Xiao Nai menyebutkan nama seorang perempuan dihadapannya. Terlebih lagi, secara jelas Xiao Nai mengakui kecantikan Wei Wei…

Wei Wei bersama teman-temannya berjalan pulag bersama.. Di sepanjang jalan, mereka selalu bercanda dan tertawa dengan riang. Tiba-tiba Wei Wei mengehntikan langkah kakinya, ia teringat kalau hari ini adalah jadwalnya mengajar. Ia-pun meminta teman-temannya untuk pulang duluan dan tak menunggunya untuk makan malam, “aku tak tahu pastinya, tapi kemungkinan aku akan pulang sekitar pukul 8 atau 9 malam…”

Di depan sebuah apartemen mewah, terlihat Cao Guang sedang berdiri sendirian sembari memengang selembar foto yang diberikan Wei Wei sebelumnya. Tak lama kemudian, Wei Wei juga tiba disana dan mengajak Cao Guang untuk masuk bersamanya.

Dari kaca, terlihat suasana di dalamnya sangat sepi. Bahkan, Cao Guang sempat berfikir kalau di dalam tak ada siap-siapa. Hingga akhirnya da seseorang yang membukakan pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk.

Telihat sebuah pintu lagi yang masih tertutup dan dikunci. Wei Wei mengetuknya dengan ketukan yang khusus, hingga terdengar suara seorang anak dari dalam rumah yang menyebut namanya, “Wei Wei,.. kamu sudah datang?…”

Pintu terbuka dan kita melihat seorang anak lelaki yang memakai kursi roda menyambutnya dengan ramah, hanya ramah pada Wei Wei tapinya.. Karena kepada Cao Guang ia nampak tak tertarik dan justru bersikap acuh…

“Kamu tak akan memarahinya, kan?” tegus Wei Wei kepada Cao Guang

“Tidak-lah.. aku tak sekejam itu terhadap anak kecil…”

Wei Wei masuk ke dalam dan mendengarkan cerita tentang games dari Xiao Yang. Kemudian, ia memperkenalkan sosok Ca Guang yang dicalonkannya untuk menjadi guru bahasa asing bagi Xiao Yang.

Cao Guang mengulurkan tangannya untuk bersalaman, “Hai anak kecil…”

Ia tak suka disebut anak kecil, mengatakan jika Wei Wei saja memanggilnya Xiao Yang, “Usiaku 12 tahun… aku sudah bisa dibilang berada pada 2/3 usianya orang dewasa…” keluhnya

32

Xiao Yang tak menghiraukan keberadaan Cao Guang dan lebih antusias untuk bercerita tentang game yang diamainkannya. “Hmmm, kita bahas game-nya nanti saja.. Sekarang, aku igin memeriksa PR-mu lebih dulu..”

“Siap… semuanya sudah selesai. Soal-soal itu, sangatlah gampang.. Aku mengerjakannya hanya dalam waktu satu hari saja…” ungkap Xiao Yang

Wei Wei memeriksanya sendiri, dan Cao Guang yang berada didepannya menatapnya dengan tatapan penuh perhatian….

Ketika Wei Wei membuatkan minuman di dapur, Cao Guang duduk disamping Xiao Yang dan menanyakan beberapa hal. Xiao Yang masih meragukan kepintaran Cao Guang, memintanya untuk menyerah saja dan tak usah berniat untuk menjadi guru tutornya.

Cao Guang tersenyum geli mendengarnya, ia-pun menunjukkan sedikit kecerdasannya dengan mengatakan jika dirinya mengetahu jenis kode yang digunakan oleh wei Wei saat mengetuk pintu, sayangnya ia tak begitu faham akan maksudnya…

“Ahh.. itu adalah kode morse yang hampir diketahui oleh banyak orang. Jadi wajar kalau kau mengetahuinya.. Tapi, kau tak tahu maknanya,… itu berarti kau masih belu cukup pintar untuk mengajariku…”

“Lantas bisakah kau memberitahuku apa maksud dari kode morse itu?”

“TIDAK…. Hanya Wei Wei dan aku yang mengetahuinya. Itu adalah sinyal RAHASIA.. Aku sering berada dirumah sendirian, makanya Wei Wei megajriku sandi morse, supaya aku tak membuka pintu terhadap sembarang orang yang datang…”

Ketika Wei Wei datang, Xiao Yang langsung mengeluh, mengatakan bahwa dirinya tak mau belajar bahasa asing. Apalagi, jika gurunya dalah Cao Guang.

“Tapi… jika kamu ingin menjadi programmer handal, kamu harus bisa menguasai bahsa asing…” ujar Wei Wei

“Tapi, aku tak mau diajar oleh dia..” keluh Xiao Yang

“Baiklah… kalau begitu aku akan mencarikan guru yang lain untukmu…” ucap Wei Wei

Karena jam tutornya telah selesai, Wei Wei pamit pulang. Namun, sebelum berjalan keluar, Xiao Yang menarik tangan Wei Wei dan bertanya sesuatu, “Dia.. bukan pacarmu, kan?”

Wei Wei tersenyum geli dan menjawab ‘bukan’…

“Baguslah.. Barusan aku mengujinya, dan ia ternyata tak begitu pintar untukmu….” ucap Xiao Yang

“Mmm.. aku mengerti… Jadi, jika dia mendekatiku aku harus lansgung menolaknya, kan…” ujar Wei Wei

“Iya begitu.. Tapi, aku fikir kamu sudah cukup umur untuk mempuanyai pacar..” ucap Xiao Yang yang lasngung memperlihatkan foto seorang pria dari layar ponselnya, “Nih… dia sangat keren dan aku tahu kalau dia kuliah di kampus yang sama dengamnu..”

Itu adalah fotonya Xiao Nai, Wei Wei hanya tersenyum saat melihatnya kemudian menjelaskan jika Xiao Nai adalah pria yang terlalu bagus untuknya..

“Ayolah… kamu juga perempuan yang hebat, kok…”

Wei Wei tak mau membahas itu lagi dan lasngung pamit pulang. Ia berjalan meninggalkan tempat itu bersama dengan Cao Guang.

“Tunggu.. mungkin sekitar 10 menit lagi ibunya Xiao Yang akan pulang…” ucap Wei Wei

Cao Guang bertanya balik, mengapa mereka harus menunggu ibunya Xiao Yang… wei Wei mengatakan jika ia ingin menunjukkan mobil milik ibunya Xiao Yang, “Biar kamu melihatnya sendiri dan bisa memastikan bahwa aku tidak mengedit foto itu…”

Cao Guang menggelengkan kepalanya, ia mengungkapkan jika dirinyatelah sepenuhnya memeprcayai penjelasan dari Wei Wei. Ia menunjukkan poselnya dan memperlihatkan bahwa berita yang tempo hari dipostingnya telah ia hapus..

“Maaf Bei Wei Wei… Aku telah berbuat saah kepadamu….”

= BERSAMBUNG =


::: NOTES :::

Hmmmm…. so cute..

Apasih yang kurang dari Wei Wei, udah cantik baik hati pulaaa.. Mana bisa Cao Guang benci sama nih cewek. Jangan-jangan… tindakannya nge-posting berita negatif tentang Wei Wei juga buat ajang modus-nya dia aja…

Udah deh, pokonya Wei Wei perfect banget kalo dipasangin sama Xiao Nai. Mereka tuh udah saling suka tanpa saling mengetahui, Xiao Nai bahkan baru tahu nama aslinya Wei Wei di episode ini.

Cuman punya feeling aja, kebaikannya Wei Wei nantinya malah dimanfaatin sama orang-orang disekitarnya (pasti sih bakal kek gitu, namanya juga drama..)

Yang paling betah pas nonton drama ini tuh, gara-gara senyumnya Xiao Nai yang adem bangetttt. Dia jarang ngomong, tapi sekalinya senyum.. Beuhhh, sudahlah gapapa gak ada dialog juga yang penting lihat senyumannya dia. Wkwkwkwkwk…

Selanjutnya (Episode 4-1) >>>

Advertisements

12 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 3-2

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 3-1 | my-eternalstory

  2. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 4-1 | my-eternalstory

    • Emang yaa, Xiao Nai tuh boy crush bangettt.. Aihh, mukanya kadang bisa kebayang-bayang sampe kebawa mimpi. Nih orang ganteng-ganteng amat yakk..
      Suaranya juga berat, padahal dilihat dari wajahnya dikira bakal punya suara yang lembut, ternyataaa.. Beuhh, cewek-cewek mah pasti betah kalo nonton ini :p

      Like

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s