MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 9-1

<<< Sebelumnya (8-3)

Akhirnya turun hujan…

1

Serempak, seluruh orang yang berada di sekitar wilayah istana bersorak sorai kegirangan, suara riuh tawa bergema dari setiap sudut.. Semua orang rela berbasah-kuyup demi merayakan saat dimana hujan yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang juga..

Sayangnya, diantara suasana kebahagiaan besar ini, terlihat beberapa orang yang malah menunjukkan ekspresi yang sebaliknya..

Ratu Yoo beserta Yo menunjukkan ekspresi kekesalan dan kedengkiannya. Tentu saja, hal itu disebabkan oleh keberuntungan yang dimiliki oleh So yang tanpa diduga-duga berhasil membuat hujan turun di hari ini.

Dan satu lagi orang yang tak ikut berbahagia adalah Hae Soo..

2

Dia malah terdiam, tertegun.. tak berkata apapun, Ia memandangi So dengan tatapan penuh takut. Kenapa? Karena,.. secara tiba-tiba ia melihat sebersit bayangan sosok So yang berpakaian seperti seorang kaisar.. “Raja Gwangjong…” ucapnya kaget

Seakan mengetahui sesuatu.. Jimong yang berada didekatnya lasngung meliriknya, namun tak mengatakan apapun..

3

Para pangeran telihat begitu bahagia, mereka meganggap kalau So adalah orang yang paling berjasa dalam turunnya hujan kali ini. Semenara itu, muncul pertanyaan diantara mereka semua, tentang bagaimana caranya luka di wajah So bisa tertutupi?

Jung menebak-nebak, kalau itu adalah hasil pekerjaan dari seseorang yang ahli dan berbakat dibidang kosmetik.. Mendengar hal itu, Wook langsung terdiam,.. ia melirik kearah Soo dan mengetahui dengan pasti jika hal tersebut dilakukan oleh Soo..

Hae Soo sendiri, masih saja terdiam.. Setelah memikirkannya matang-matang, ia menyadari dan meyakini bahwasanya So-lah yang nantinya menjadi Raja Gwangjong yang kelak akan membunuh sepupu dan adik-adiknya untuk bisa menduduki tahta kerajaan.

Ekspresi-nya lansgung berubah cemas, dan ia menatap kerah Wook dengan mata yang dipenuhi rasa kekhawatiran..

4

Saat semua warga bersujud dan berteriak mengucapkan rasa terimakasihnya kepada So, di sisi jalan Hae Soo malah terdiam ketakutan. Badannya bergetar, mataya bahkan tak berani menatap kearah So. Kepada dirinya sendiri, ia bertanya-tanya apakah mungkin,.. tindakannya hari ini-lah yang membuat So menjadi seseorang yang kejam dan haus akan tahta???

“Aaahh. tidak.. bahkan tanpa ada diriku-pun, Gwangjong tetap naik tahta.. Dan itu sudah tertulis di catatan sejarah.. Ini bukan salahku..” gumamnya dalam hati

Rasa takut Soo membuatnya tak bisa bergabung dalam keriuhan orang-orang disekitarnya, pandangannya kosong dan ia terus mengulang-ulang ucapannya yang mengatakan kalau Gwangjong akan membunuh seluruh saudaranya.

Tiba-tiba Wook muncul dan lansgung menggenggam tangan Soo. Namun, Soo malah menatapnya cemas, “Akankah mereka semua meninggal karenaku???”…. “Orang itu.. apakah dia kana menjadi jahat karenaku???”

Saat bertanya semua hal itu, Soo melihat kearah So yang tengah naik diatas tandu, ia bahkan memeperingatkan Wook untuk tidak pernah membuat masalah dengan So, “Aku hanya ingin selamat..” ucapnya

Namun, Wook tak mengerti maksud dari semua perkataannya… Semua hal itu terdengar seperti hal yang aneh untuknya…

5

Ketika ada yang berbahagia adapula yang bersedih.. Bukan sedih tapi marah lebih tepatnya..

Yo dimaki oleh ibundanya sendiri, ia dianggap tak bisa memanfaatkan kesempatan besar seperti ini. Seharunya, Yo menyingkirkan So dengan cara apapun, supaya ia bisa menduduki tandu itu dan menjadi orang yang diarak-arah hari ini. Bahkan dengan teganya, Ratu Yo menampar pipi anak lelakinya tersebut dengan sangat keras.

Yo meminta maaf, mengatakan jika ini semuanya kesalahan. Namun, Ratu Yoo tak mau mendnegarkan alasan yang seperti itu, ia terus marah-marah.. Menyalahkan Soo yang dianggapnya telah menjadi orang yang menutupi cacat di wajah So.

Ekspresi wajah Yo berubah menjadi terkejut, ketika ia melihat sikap ibunya ini. Seakan-akan, untuk pertama kalinya ia melihat sisi kejam dan menyeramkan dari ibu yang selama ini selalu mendukungnya.. Dikala susah maupun senang…

6

Kejadian ini memiliki begitu banyak berkah untuk So.. Setelah sekian lama hidup  tak dianggap dan terasingkan, hati ini secara tiba-tiba bagin da raja memanggil, mengajaknya mengobrol dan yang paling penting ialah ketika dirinya bisa memanggilnya dengan sebutan ‘ayah’…

Setelah melihat apa yang dilakukanny hari ini, Raja-pun memintanya untuk melepas topengnya, memintanya untuk tak lagi menutupi wajahnya dan memintanya untuk bisa berdiri kokoh membantu segala pekerjaan putra mahkota.

7

Meneduh di pinggiran, Wook menggenggam tangan Soo yang nampaknya sangat kedinginan. Ia tersenyum kepadanya dan memastikan apakah yang menutupi luka di wajah So adalah dia?

Soo mengiyakannya, namun setelah itu wajahnya berubah menjadi murung dan semakin murrung, pandangannya kosong.. Ketika Wook mengajaknya berbicaran, Soo malah fokus memikirkan bahwa dirinya telah merubah suatu keadaan yang kemungkinan besar menjadi salah satu penyebab kekejaman raja Gwangjong. Tak bisa diam saja, akhirnya Soo lasngung berlari pergi meniggalkan Wook tanpa mengatakan apapun…

8

Soo menemui Jimong,.. bertanya, ‘Siapa pangeran yang akan menjadi raja berikutnya..’, ‘Dan siapa lagi setelah itu.. dan setelah itu…’

Ji Mong menjawabnya dengan tepat, meskipun saat menyebut nama Gwangjong, Jimong berasalan jika dirinya mendengar nama itu dari perkataan Soo saat di lapangan upacara meminta hujan.

Secara tiba-tiba, Jimong menceritakan sesuatu.. Suatu kejadian yang sagat mirip yang dialami oleh-nya.

Entah benar atu salah, jujur atau berbohong… Jimong menngatakan bahwa saat masih kecil dirinya tenggelam, orang-orang menganggapnya telah meniggal, namun ia bisa sadar kembali. Dan setelah kejadian itu, dirinya sekaan-akan bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan dan bertingah layaknya kakek tua.

“Agasshi…. kau mengalami hal yang sama denganku, kan?”

Lantas, Soo bertanya,.. apa yang harus dilakukannya dengan apa yang diketahuiny asekarang?

“Diam saja.. tak usah berbuat apapun, bertingkah-lah seakan-akan kau tak mengetahui apapun…”

9

Yeon Hwa menghampiri Wook yang tengah asyik berdiri dipinggiran, sembari menikmati turunnya air hujan. Ia mengajanya berbicara, membahas kejadian hari ini yang menurutnya bisa membuat So menjadi kandidat pemegang tahta. Seerti kita ketahui, Yeong Hwa sangatlah ingin agar Wook juga bisa menduduki tahta tersebut.

Namun, Wook menegaskan jika dirinya tak mau mengambil apa yang bukan hak-nya. Dari awal,dirinya tak pernah terobsesi untuk menduduki tahta dan begitupun selanjutnya.. Wook merasa aneh, hari ini dua orang wanita terdekatnya membahas mengenai hal yang sama.. yaitu tentang perubahan So yang akan berdampak besar terhadap posisi tahta kerajaan..

10

Ketika Soo berjalan sendirian melewati koridor tiba-toba ada sebuah tangan yang menariknya dan lansgung memeluknya. Soo terkejut, ditambah lagi ketika melihat bahwa orang itu adalah So. Ia lasngung berteriak histeris dan mendorong badannya menjauhi So..

Dengan nada suara yang bergetar, ia berusaha untuk menjelaskan bahwasanya ia tak takut, ia hanya terkejut…

So memahami hal tersebut,.. ia malah tersenyum senang dan bercertia mengenai begitu banyak pengalaman indah yang dilewatinya hari ini. Soo tak bisa fokus mendengarkan semuanya.. Ia malah memikirkan, tentang bagaimana bisa seseorang yang sedang berdiri dihadapannya itu, menjadi raj ayang sangat amat kejam dikmudian hari???

“Tidak.. aku bisa mengubahnya, aku pasti bisa mengubah masa depan…” gumamnya pelan

11

“Pangeran.. apapun yang terjadi,.. jangan mudah melampiaskan emosimu dan menyakiti orang lain. Mulai dari sekarang, tak akan lagi ada yang melukaimu…” ungkap Sooyang malah ditanggapi nyinyir oleh So.

“Bahkan,.. dalam kondisi seperti ini kamu masih sajaa menasihatiku…” jawabnya

———————————————————————–

Esok harinya,….

12

Jenderal Soo Kyung, berbincang-bincang dengan Raja. Mereka membahas permintaan istrinya yang mengingkan agar Soon deok dinikahkan. Dan setlah mempertimbangkannya, raja ingin agar salah satu pangeran-lah yang menjadi suami untuk Soon Deok.

Ji Mong mencalonkan satu-persatu nama pangeran. Namun, jendral Soo Kyung selalu menolaknya dengan alasan yang macam-macam. Hingga Ji mog menyebut nama pangeran Eun.. Jimong mengangguk setuju dan memilihnya untuk menjadi suami dari putrinya.

13

Para pangeran tengah berkumpul, duduk dan minum teh bersama. Disana, Hae Soo menjadi salah satu dayang yang melayani mereka semua. Tak lama kemudian, datanglah baginda raja yang lagsung menyapa So dan memberikannya kesempatan untuk meminta sesuatu,.. apapun itu.. Sebagai bentuk hadiahnya atas kejadian kemarin.

Tanpa perlu berfikir panjang, So langsung mengetahui apa yang diinginkannya.. Ia meminta agar Soo menjadi salah satu dayang yang bekerja di kediamannya. Sontak saja, hal itu membuat ekspresi Soo dan Wook berubah kikuk. Meskipun tak menyetujuinya, mereka tak bisa melakukan papaun karena ini sudah termasuk perintah raja.

14

Selanjutnya raja mengumumkan perihal pernikahan Eun. Sungguh, ini merupakan hal yang sangat menyedihkan untuknya. Bahkan, Eun lansgung bersujur dihadapan raja, menegaskan jika dirinya tak mau menikah dengan Soon Deok, jika itu samapai terjadi… Maka dirinya lebih memilih untuk mati saja.

Pangeran yang lain, menyruhnya untuk segera berdiri, jangan menolak perintah raja dan harus berterimakasih atas keputusannya. Karena mereka semua tahu pasti, jikalau Eun menolak,.. akan terjadi suatu hal buruk kepadanya..

Akhirnya, Eun menuruti semuanya. Ia berdiri dan berterimaksih atas keputusan raja untuknya..

15

Ketika berjalan-jalan keluar, Soo banyak mengobrol bersama salah satu kakanya, yaitu pangeran Won. Ia terus menggerutu, membicarakan pernikaha yang sama sekali tak diinginkannya…

Baru juga membicarakan itu, mereka malah meliah pertandinga gulat dan pemainnya adalah Soon Deok, calon istrinya sendiri.. “Huh??? Aku harus menikahi wanita seperti itu?!?!?!”

16

Wook dan Hae Soo bertemu.. Kepindahan Soo ke kediaman So, membuat suasana diantara mereka terasa begitu kikuk. Namun, Soo berusaha keras untuk mencairkan suasana, ia memberikan hadiah untuk Wook. Sebuah yang bantal yang dibuatnya sendiri, “Madam Hae,.. memintaku untuk membuatnya,.. ia mengatakan jika ada sering kesulitan tidur..”

Wook menerimanya dengan senyuman tulus, ia sangat berterimakasih dan ternyata ia juga memiliki sebuah hadiah, yaitu sebuah flashcard bergambarka kejadian saat mereka berdua jalan bersama melewati dataran yang ditutupi salju tebal.

17

Ia melihatnya dengan senyuman yang tak henti-hentinya terlihat dari wajahnya.. Hingga, Wook menjelaskan bahwasanya kemungkinan untuk Soo meninggalkan istana inni telah hilang… Raja menikahkan Eun, berarti tak akan ada dayang yang dilepas keluar istana..

Soo terlihat sedih, namun apa boleh buat.. Ini memanglah sudah menjadi takdirnnya. Ia mengatakan jika mereka sudah bertekad untuk saling menunggu,.. jika Wook mau menunggunya, mengapa ia juga tak bisa menunggu hingga waktu itu tiba…

18

Mereka saling menatap penuh harap dan berpelukan…

>>> Selanjuntnya (Episode 9-2)

Advertisements

3 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 9-1

  1. Pingback: MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 9-2 | my-eternalstory

  2. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

  3. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 8 Part 3 « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s