JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 17

Sebelumnya (Episode 16) <<<

Malam harinya, Hao Mei pergi mencari makan diluar dan kebetulan ia makan di kafe tempat KO bekerja. Entah apa motifnya, tapi KO terlihat begitu perhatian pada Hao Mei.

Mendengar curhatannya yang kelelahan, bahkan membuat KO memberinya saran untuk berhenti saja dari pekerjaannya. Namun, dalam kondisi yang mabuk berat Hao Mei menjelaskan jikalau ini telah menjadi tugasnya.. dan tanggung jawabnya. Ia tak akan mundur, apapun yang terjadi..

Hao Mei terlalu mabuk hingga tak sadarkan diri, KO yang berada didekatnya berusah amnecari tahu alamat tinggalnya melalui komputernya. Namun, usahanya sia-sia karena, Hao Mei tak pernah mencamtumkan alamat tinggalnya (Lagian, dia kan tidurnya selalu di kantor..)

Pada akhirnya, KO membiarkan Hao Mei untuk tidur direstoran. Anehnya, selimut yang digunakkan oleh KO adalah selimut yang tadinya akan dijual oleh Hao Mei.

Ketika Hao Mei terbangun dan menanyakan hal tersebut, KO berkilah bahwasanya saat terakhir kali datang kesini Hao Mei meninggalkan selimut tersebut.. Daripada dibuang, KO memilih untuk menyimpan dan menggunakannya saja…

Ketika hari semakin larut, Xiao Nai masih sibuk bekerja didepan layar komputernya. Tiba-tiba, telponnya berdering… Saat diangkat, ternyata itu adalah telpon dari KO.

Nampaknya, Xiao Nai mulai mengetahui sosok hacker yang menggangu ini.. KO juga menyadari hal tersebut, ia-pun menantang Xiao Nai untuk melacak nomor ponselnya dalam waktu setengah jam saja. Xiao Nai menyanggupi hal tersebut dan….

Satu jam telah berlalu…

KO masih belum mendapat telpon balik, hingga membuatnya berinisiatif untuk menelpon kembali Xiao Nai.. Ketika telponnya tersambung, Xiao Nai bersikap santai.. Ia bahkan bisa menyebutkan nomor ponsel yang KO gunakan dengan lancar, seakan-akan sudah hafal diluar kepalanya.

“Kenapa kau tak menghubungiku sedari tadi?”

“Untuk apa.. aku hanya ingin menunggumu menghubungiku kembali..”

KO tak bisa terkalahkan begitu saja.. Ia kembali memberikan tantangan untuk Xiao Nai. Malam ini, akan diadakan kontes hacker tingak internasional. Mereka berdua akan mengikutinya, dan jikadirinya kalah.. Secara sukarela, ia mau bekerja di kantor Xiao Nai tanpa dibayar selama satu tahun kedepan…

———————————————————————–

Keesokan harinya…

Xiao Nai menyambut kedatangan seluruh karyamannya dengan sebuah berita mengenai akan datangnya pegawai baru di kantor mereka. Yang agak aneh adalah, pergawai itu akan datang tepat pukul 12 malam nanti…

Saat waktu itu tiba, mereka telah bersiap-siap, membawa alat pemukul untuk berjaga-jaga, barangkali pegawai baru ini adalah orang jahat, atau sejenisnya..

Tapi, ternyata.. ketika KO datang, mereka semua langsung dibuat keheranan, terutama Hao Mei yang nampak begitu kebingungan akan situasi ini. Ia bahkan sempat marah, ia tak menyangka kalau orang yang selama ini meng-hack komputernya adalah KO.

Namun, marahnya tak berlangsung lama. Setelah mengobrol dan sedikit berdiskusi dengan KO, ia malah menganggapnya sebagai orang yang keren dan hebat..

Bergabungnya KO, setidaknya berhasil membuat beban Xiao Nai berkurang. Ia pulang dari kantornya, untuk bermain games sekaligus untuk ‘kencan’ dengan Wei Wei..

Agenda kencan mereka kali ini, ialah untuk menikahkan kedua hewan peliharaannya. Sama seperti pernikahan untuk player manusia, mereka harus mendatangi batu cinta suci dan mengucap ikrar penikahan..

Setelahnya, kedua hewan tersebut dipersilahkan untuk tinggal dibawah atap yang sama. Sayang… karena masih dibawah umur, hal tersebut belum diperbolehkan.

Akhirnya,  Wei Wei membawa kedua hewan peliharaannya untuk bermain-main. Sementara Xiao Nai, sibuk menyelesaikan pekerjaannya sembari memperhatikan kegiatan yang dilakukan Wei Wei di dalam dunia games..

Setelah sekian hari mengajar, akhirnya Wei Wei mendapatkan uang gaji-nya. Tentu saja, hal yang pertama kali dibelinya adalah ponsel.

Saat berada di toko, Wei Wei tak kesulitan untuk memilih jenis posnelnya. Karena, ia menginkan tipe dan warna ponsel yang persis sma dengan milik Xiao Nai. Sebenarnya, ia sempat kepikiran.. Bagaimana kalau hal ini membuat Xiao Nai jadi kegeeran dan mengejeknya?

Wei Wei tak mau memikirkan hal itu lebih lanjut.. Apapun yang difikirkan oleh Xiao Nai, ia tinggal menjawab kalau ini hanyalah sebuah kebetulan…

Dijalan menuju rumah, Wei Wei berfikir keras.. Pesan apa yang harus dikirmkannya untuk Xiao Nai? Apakah ia langsung memperkenalkan dirnya? Atau……?

Terfikirlah ide untuk mengirim sms spam kepada Xiao Nai.. Ia mengira, jika nantinya Xiao Nai pasti akan langsung menghapus sms tersebut, dan saat ia menelponnya dimalam hari.. Wei Wei bisa menjadikannya sebagai bahan ejekan sekaligus omelan, karena secara tidak sengaja Xiao Nai telah mengabaikannya.

Saat makan, Wei Wei terus tebayang-bayang akan seperti apa jadinya ketika ia bisa mengomeli Xiao Nai..

Tapi, bayangannya hilang seketika ponselnya berbunyi dan ia malah mendapat transfer uang sejumlah 1000 yuan dari Xiao Nai ke rekeningnya. Wei Wei terkejut, bukannya dihapus Xiao Nai malah menuruti perintah dari sms SPAM yang tadi dikirimkannya.

Wei Wei langsung berlari kekamarnya untuk menelpon Xiao Nai. Setelah dikonfirmasi, ternyata Xiao Nai sudah lebih dulu mengatahui kalau pengirim sms SPAM tersebut adalah Wei Wei.

“Lantas.. untuk apa kau mengirimkanku uang sebanyak itu? Kau kan sudah tahu, kalau itu hanyalah ulah isengku saja…”

“Belilah tiket pesawat…” ucap Xiao Nai sembari tersenyum penuh makna

Wei Wei benar-benar mengabulkan permintaan Xiao Nai. Ia mengamasi barang-barangnya di hari itu juga,.. ayah dan ibu nampak tak rela melepas kepergiannya. Bagaimanapun juga, ini hanya baru beberapa hari semenjak kedatangannya.

Dengan rencanya matang, Wei Wei berbohong, ia mengatakan kalau dirinya mendapatkan panggilan kerja magang. Ditambah lagi, Xiao Ling sudah menawarinya tempat tinggal, maka sangat tak enak jika dirinya melewatkan kesempatan ini…

Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan, akhirnya Wei Wei tiba di Beijing. Tempat pertama yang dikunjunginya adalah kantor Xiao Nai. Sebelumnya, mereka telah berbicara ditelpon, Xiao Nai mengatakan jika seluruh pekerja-nya dilburkan selama 2 minggu.

Wei Wei ingin memberikan surprise dengan tak memberitahukan kedatangannya,.. Ia berjalan memasuki gedung. Sialnya, lift rusak hingga membuatnya harus bersusah payah menaiki tangga.

Saat sampai dilantai tempat kantor Xiao Nai berada, ia terkejut.. Disana ada Ban Shan dan tak lama kemudian lift yang berada didekatnya juga menyala (keselnya double nihhh…)

Ban Shan menyambut kedatangan seorang klien yang hari ini akan bertemu dengan Xiao Nai. Wei Wei nampak begitu dilema, awalnya ia megira jika Xiao Nai hanya sendirian saja dikantor. Ternyata,… ia masih mempunyai banyak pekerjaan dan agenda yang harus dilakukannya.

Sempat terfikir, untuk pulang dan menemui Xiao Nai lain kali saja. Namun, niatan Wei Wei urung dilakukannya karena Bn Shan menariknya untuk ikut masuk kedalam bersamanya.

Tepat saat itu juga, muncullah Xiao Nai..

Setelah melihat Wei Wei, ekspresinya biasa saja.. Tak terlihat senang atau bahkan terkejut, hanya nampak ekspresi datar yang biasa diperlihatkannya sepanjang waktu.. Hal itu membuat Wei Wei kecewa.. sangat kecewa…

Xiao Nai meminta Ban Shan untuk mengantar klien mereka ke ruang audio, sementa dirinya terlebih dahulu ingin membawa Wei Wei masuk kedalam ruangannya.

Suasana ini sangatlah kikuk untuk Wei Wei, ia merasa jika dirinya tertangkap basah saat sedang mengintip. Niatannya ingin memberi kejutan malah berbalik, menjadi seakan-akan dirinya-lah yang diberi kejutan.

Setelah masuk kedalam ruangannya, Xiao Nai langsung menutup pintu.. Berjalan mendekati Wei Wei,.. dan tanpa sepatah katapun ia langsung menciumnya….

Wei Wei nampak kebingungan, ia tak tahu harus memberikan respon atau mengatakan hal apa? Tiba-tiba, ia malah bercerita mengenai makan di pesawat yang menurutnya sangatlah tidak enak.

“Tunggu aku disini..” pinta xiao Nai yang kemudian mencium tangan Wei Wei dan berjalan keluar untuk menemui kliennya terlebih dahulu

Wei Wei masih terdiam,,.. tertegun,.. seakan-akan masih tak percaya akan apa yang dilakukan oleh Xiao Nai kepadanya barusan. Sempat, ia berputar-putar, berjalan mondar-mandir untuk memastikan sendiri kalau kejadian barusan adalah nyata, bukan hanya ada dalam bayangannya…

Karena merasa malu, Wei Wei berniat untuk kabur meninggalkan tempat ini tanpa sepengetahuan Xiao Nai. Namun, ia juga agak ragu untuk pergi.. Pokoknya, apapun yang dilakukannya sekarang, terasa serba salah..

Untunglah, muncul seroang pria pengantar makanan yang dipesan oleh xiao Nai. Wei Wei tak memiliki uang pas, dan pria itu tak membawa uang kembalian. Muncullah ide.. Wei Wei memanfaatkan hal ini, sebagai alasannya untuk pergi.

Ia-pun meninggalkan sebuah notes di meja kerja Xiao Nai, yang isinya menceritakan perihal dirinyayang harus pergi ke toko makanan tersebut untuk mendapatkan kembaliannya…

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Xiao Nai masuk ke ruangannya dan membaca pesan yang ditinggalkan Wei Wei. Segera ia menelponnya, dan bertanya dimana Wei Wei sekarang ini.

Wei Wei tak mau menjelaskan lokasi pastinya, ia hanya memberitahukan kalau dirinya tengah bersih-bersih di rumahnya Xiao Ling.

“Alamatnya dimana?”

“Kamu mau kesini? Tidak perlu.. kita bertemu lain kalu saja.. aku sedang sibuk bersih-bersih.. Tempat ini sangat kotor.. ”

“Aku akan datang untuk melihatmu..”

“Oh…. enggak usah.. aku tak bisa menyuruhmu untuk membantuku, kan…”

Xiao Nai duduk di kursinya, ia tersenyum kemudian bertanya, “Wei Wei.. Apaah kamu merasa malu?”

Sontak, pertanyaan itu langsung membuat Wei Wei mati gaya. Tanpa berfikir panjang, Wei Wei lansgung menyebutkan alamat lengkap dari rumah Xiao Ling yang menjadi tempat tinggalnya untuk sementara ini, “Jangan lupa membawa dua botol jus..” intanya dengan kikuk

Hanya dalam waktu sekejap, Xiao Nai sudah sampai di alamat yang disebutkan Wei Wei. Tak lupa, ia membawakan sebuah kresek berisi dua botol jus pesanan Wei Wei.

Wei Wei menyambut kedatangannya dengan ekspresi yang sangat canggung, ia memakaiankan topi koran di kepala Xiaonai, kemudian menyeretnya ke dapur, memintaya untuk membersihkan bagian dapur saja. Sementara dirinya, mengambil jus pesanannya dan langsung berlari menjauh, “Jangan keluar samapi tempat ini bersih….” pintanya

>>> Selanjutnya (Episode 18)

Advertisements

42 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 17

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 16 | my-eternalstory

  2. Aaagh xiao nai kenpa expresimu slalu lempeng2 aja bikin baper aja. Hubungan mereka juga masih manis2 aja. Hubungan berdasarkan saling percaya itu is the best. I love you xiao nai ma wei weu. Ditunggu lanjutannya

    Like

  3. Kayaknya sibuk banget yah cin..
    Sampe 2 hari gak diupdate….
    Gaka papa sih ku kan sabar menunggu asal gapk mogok ditengah jln.
    Hayo semangat…

    Like

  4. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 18 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s