JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 18

Sebelumnya (Episode 17) <<<

Wei Wei sibuk mengurusi pekerjaannya sendiri, ia mencuci pakaian, mengelap kaca, menjemur sprei yang tentunya membuat ia sangat amat kelelahan. Tepat ketika membalikkan badannya, muncullah Xiao Nai yang baru saja selesai membersihkan dapur.

Nampaknya, Wei Wei masih agak bingung untuk berbuat apa. Ia-pun menghampiri Xiao Nai, kemudian membawanya ke depan pintu kamar mandi, “Bersihkan dulu badanmu..” pintanya

Setelah menyelesaikan pekerjaan yang melelahkan ini, Xiao Nai dan Wei Wei makan bersama di sebuah restoran. Lagi-lagi, tak ada percakapan sama sekali, baik Wei Wei maupun Xiao Nai, mereka nampak menikmati makanannya masing-masing.

Saat berjalan pulang,.. tiba-tiba turun hujan lebat. Mereka berdua, berlari,.. menepi ketempat yang teduh dipinggiran. Tak tega, melihat Wei Wei kebasahan, Xiao Nai langsung menjadikan badannya sebagai pelindung. Hal itu membuat wajah mereka menjadi saling berhadapan,.. sangat amat dekat dan intens.

“Aku khawatir kamu terkena flu…” -Xiao Nai

Wei Wei juga tak tega melihat Xiao Nai kebasahan, ketika hujan turun semakin deras, secara refleks tangan kirinya menarik badan Xiao Nai untuk mendekat padanya. Xiao Nai tersenyum, “Kamu takut aku terkena flu juga?” ucapnya

Merasa canggung, Wei Wei langsung melepas kembali tangannya, ia berusaha mengalihkan pembicaraan dengan bertanya mengenai keadaan di kantor Xiao Nai, “Kamu meliburkan seluruh pegawaimu selama 2 minggu. Tapi,.. kenapa Ban Shan masih bekerja?”

“Dia masih harus bertemu dengan director musik, untuk mendiskusikan background musik yang sesuai dengan games kami… ”

“Hmmm… yang kamu maksud.. untuk sample games Chine Ghost Story yang baru?”

“Iya..” jawab Xiao Nai sambil tersenyum

Nampaknya, Wei Wei kebahisan bahan obrolan. Ia nampak kebingungan, dan beberasa saat kemudian untunglah hujan mulai reda, “Kita bisa pergi sekarang..” ajaknya

entah apa yang difikirkannya, Xiao Nai malah terdiam.. melihat kesekelilingnya dan tersenyum..

“Kenapa kamu tersenyum…?” –Wei Wei

“Hmm.. tidak apa-apa… Aku hanya berfikir.. semejak kamu datang kesini, bahkan cuaca-pun jadi terasa lebih baik..” –Xiao Nai

Perlahan, Xiao Nai medekatkan wajahnya dan mencium bibir Wei Wei.

“Ki.. kita.. sedang berada di tengah jalan loh… Bagaimana kalau ada yang melihat kita?” ucap Wei Wei dengan terbata-bata

Benar saja, karena ternyata tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang, terlihat dua orang anak kecil yang tengah tertawa geli karena menonton kelakuannya barusan.

Merasa panik sekaligus malu, Wei Wee langsung menggandeng tangan Xiao Nai dan mebawanya berlari pergi.. hingga akhirnya tiba di sebuah tempat dengan begitu banyak pohon rindang dan rermputan hijau yang begitu indah.

Mereka duduk diatas rerumputan, sesekali saling menatap sambil tersenyum penuh cinta..

Wei Wei : Kenapa kamu tak menanyakan apa yang membuatku secara tiba-tiba mau datang kesini lagi?

Xiao Nai : Bukankan alasannya sudah jelas? (*karena pengen ketemu sama Xiao Nai..)

(“Dasar narsis.. Cepat tanyakan padaku…” gumam Wei Wei dalam hatinya..)

Xiao Nai : Oke.. Wei Wei,. kenapa kamu tiba-tiba datang kesini?

Wei Wei : Aku ingin magang.. Selama di Wuhan, aku tak bisa menemukan pekerjaan yang sesuai denganku. Perusahanmu….. membutuhkan pekerja magang, kan?

Xiao Nai : Kita punya standar yang tinggi…

Wei Wei : Tapi,.. aku hanya ingin magang. Kamu bahkan tak perlu menggajiku.

Xiao Nai : Hmm.. pegawai yang tidak digaji perlu lebih diwaspadai…

Wei Wei : Terus.. apa yang harus kulakukan?

Xiao Nai : Coba saja suap aku..

Wei Wei : Aku akan men-traktirmu makan malam..

Xiao Nai : Maaf… aku tak menerima jenis suap apapun, selain kecantikan alami istri-ku,…

———————————————————————–

Di sebuah set lokasi syuting, Wei Wei menjadi seorang aktris yang ceritanya memerankan karakter pegawai baru yang sedang menggoda bos pria yang dimainkan oleh Xiao Nai.

Dengan mengenakan dress berwarna merah mencolok, Wei Wei diminta oleh pak sutradara untuk berakting lebih menggoda dan berpose lebih meyakinkan lagi. Take yang pertama gagal karena Wei Wei tak berhasil melakukannya.

Dan pada scene yang kedua.. semuanya berjalan lancar. Wei Wei berhasil menggoda Xiao Nai, hingga membuatnya berjalan mendekati Wei Wei kemudian mendorongnya ke tembok dan menciumnya…

‘Cut…..’

Syuting adegan ini selesai, dan responnya cukup bagus. Namun, mereka perlu mengambil lagi adegan cuman tersebut dari agle yang berbeda..

Tapi ternyata……. semua kejadian tadi hanyalah ada dalam mimpinya Wei Wei. Ketika terbagun, ia lansgung berteriak terkejut, “Kenapa aku memimpikan sesuatu yang sangat memalukan..”

Wei Wei segera mencuci muka dan memilih-milih pakaian mana yang akan dikenakannya hari ini. Sambil melakukan hal tersebut Wei Wei berbicara dengan Er Xi via telpon. Mereka mengobrol dengan riangnya dan Er Xi memberitahukan, jika sebentar lagi dirinya juga akan kembali ke Beijing.

Saat berdiri dibalkon, secara tak sengaja Wei Wei melihat Xiao Nai yang tenagh berdiri menunggunya di bawah…

Beberapa saat kemudian, Wei Wei turun menghampiri Xiao Nai. Ia agak tekejut, ketika melihat warna pakaian yang dikenakannya persis sama dengan yang dikenakan oleh Xiao Nai… “Haruskan aku mengganti pakaian-ku? Karena jika tidak, orang-orang akan mengira kalau kita melakukan ini dengan sengaja..”

“Tak apa.. biarkan saja mereka berfikiran seperti itu..” Jawab Xiao Nai seraya tersenyum

Di sepanjang jalan menuju kantor, mereka berdua berjalan berdampingan sembari berpegangan tangan. Hal itu membuat semua orang yang berpapasan dengannya, langsung melihat kearah mereka dengan tatapan iri (?) sekaligus jealous.

Namun, mereka berdua tak peduli akan hal itu. Mereka hanya menatap satu sama lain dengan penuh cinta…

Wei Wei : Nanti aku harus melakukan pekerjaan apa?

Xiao Nai : Apa yang kamu sukai?

Wei Wei : Entahlah.. aku juga tidak tahu. Pokoknya, kamu harus membuatku sibuk..

Karena perusahaannya sedang sibuk untuk meluncurkan mobile games dalam waktu dekat ini, maka Xiao Nai perlu seseorang untuk mengetes games tersebut. Nah.. ia menganggap, kalau Wei Wei adalah orang yang tepat untuk melakukan hal tesebut. Nantinya, Wei Wei akan dibimbing oleh Ban Shan..

“Siap.. bos..” tegas Wei Wei

Setibanya di depan gedung kantor, Wei Wei menyuruh Xiao Nai untuk masuk duluan. Toh, dirinya bisa menemui Ban Shan sendirian saja.

Xiao Nai : Kenapa?

Wei Wei : Karena.. aku malu…

Tiba-tiba,… muncul Ah Suang yang berlari masuk kedalam gedung. Langkahnya terhenti, nampaknya ia sangat terkejut ketika melihat Xiao Nai yang tengah menggandeng tangan Wei Wei.. “B.. b.. bos.. Jangan bilang kalau wanita ini adalah pegawai baru itu?”

Xiao nai menjawab ‘Ya..’ dan tentu saja hal itu semakin membuat ah Suag terkejut bahkan gemetar ketakutan. Lantas, secara eskplisit ia bertanya lagi… apakah Wei Wei dan Xiao Nai berpacaran?

Xiao Nai hanya tersenyum dan mengedipkan matanya, pertanda jika ia memberikan jawaban ‘ya..’

Ah Suang langsung memberitahukan hal ini kepada seluruh orang yang telah berada dikantor. Beberapa dari mereka, nampak ikutan terkejut dan tak percaya kalau ternyata Xiao Nai telah memiliki seorang pacar. Namun, keraguan mereka lansgung menghilang seketika melihat kedatangan Xiao Nai yang masih saja menggandeng tangan Wei Wei…

Mereka berlari menuju meja kerjanya masing-masing. Hanya Ban Shan yang menghampiri Xiao Nai dan menyapanya. Tak mau menyia-nyiakan waktu, Xiao Nai langsung menyerahkan Wei Wei kepada Ban Shan. Kemudian, memintanya untuk memperkenalkan serta membawa Wei Wei berkeliling di kantor ini.

Ban Shan menyetujui hal tersebut, ia-pun memperkenalkan semua departemen yang ada di kantor ini, menceritakan karakteristik para pegawai dan menjelaskan tugas mereka satu-persatu.  Tiba-tiba, lagkahnya terhenti… Ia memperkenalkan sosok Ah Suang, yang ternyata memiliki fobia untuk berdekatan dengan wanita, “Wei Wei… jangan sampai kau berurusan dengannya..”

Wei Wei masih tek begitu percaya akan hal itu, ia masih menganggapnya sebagai lelucon. Hingga pada akhirnya, Ban Shan menugaskan Wei Wei untuk membantu Ah Suang yang nampaknya terlalu ketetran karena harus menyelesaikan begitu banyak tugas.

Dengan ramah, Wei Wei memperkenalkan dirinya. Namun, dengan terbata-bata Ah Suang langsung menolaknya memintanya untuk mencari pekerjaan lain, dan jangan dekat-dekat dengannya, “Minta saja bos untuk menempatkanmu di departemen yang lain..”

Wei Wei melihat ke ruangan Xiao Nai, nampaknya ia sedang menelpon orang enting dan sangatlah tidak sopan jika ia menghampirinya sekarang. Wei Wei berjalan mundur, ia memilih untuk menuruti permintaan Ah Suang.

“Apasih yang perempuan tahu? Dalan dunia komputer, mereka hanya pandai mengacau saja…” gumam ah Suang yang kebetulan terdengan oleh Wei Wei

“Kamu bahkan belum memberiku pekerjaan apapun. Bagaimana bisa kamu tahu kalau aku hanyalah pengacau?” tegas Wei Wei

Tiba-tiba, muncullah Hao Mei yang lansgung ikut sera membela Wei Wei, dan menyalahkan sikap ‘sok tahu’ Ah Sunag. Karena merasa terpojokan, akhirnya Ah Suang melemparkan sebuah dokumen kepada Wei Wei, isinya adalah laporan testing game yang tengah mereka kembangkan pada berbagai jenis ponsel.

Dari data, ternyata ada beberapa ponsel yang bermasalah dan tidak kompetibel. Sayangnya, jenis-jenis ponsel tersebut sudah sangat jarang digunakan, dan mungkin saja sudah tidak dijual di pasaran. Nah, tugas Wei Wei adalah mencari dan menjelaskan secara rinci masalah yang timbul dalam ponsel tersebut.

Hal itu adalah tugas yang lumayan sulit, apalagi dana yang diberikan jumlahnya tak begitu banyak…

Wei Wei lansgung membuka laptop-nya, untuk mencari-cari informasi tentang ponsel tersebut. Namun, ia agak kesulitan karena selain sulit harganya juga relatif mahal…

Hao Mei melaporkan kondisi Wei Wei pada Xiao Nai. Namun Xiao Nai terlihat begitu santai dan acuh akan hal tersebut. Nampaknya, ia ingin membiarkan Wei Wei untuk bisa mandiri dan berjuang dijalannya sendiri, tanpa dibantu olehnya.

Wei Wei bekerja sendirian dengan begitu ulet-nya.. Tak terasa, sebentar lagi istrahat jam makan siang. Xiao Nai menghampirinya, memberitahukan jika dirinya tak bisa makan bersama Wei Wei dikarenakan ada pertemuan penting yang harus dihadirinya, “Kamu pergi makan bersama Ban Shan, Hao Mei dan Young Hou saja..”

Bahkan, ketika di tempat makan.. mata Wei Wei terus saja tertuju pada ponselnya. Ia nampak masih sangat sibuk untuk menyelesaikan tugasnya. Padahal, Ban Shan sempat menawarkan diri untuk melaporkan hal ini kepada Xiao Nai.

Wei Wei langsung menolaknya, ia mengatkaan jika motif dirinya ingin sekali menyelesaikan tugas ini untuk membuktikan kepada Ah Suang bahwasanya, seorang wanita yang bekerja di bidang IT bisa melakukan sesuatu dan bukan hanya bisa mengacau. Lagipula, Wei Wei memberitahukan jika dirinya memiliki sebuah cara rahasia untuk menyelesaikan pekerjaannya ini.

Saat berjalan kembali kekantor, mereka berpapasan dengan Xiao Nai yang hendak pergi meninggalkan kantor. Wei Wei menyapanya, ia melihat sepeda Xiao Nai kemudian meminta izin untuk menggunakannya. Tentu saja, Xiao Nai memperbolehkannya.. Bukannya memberi kunci sepedanya, Xiao Nai malah memberikan kunci ruangan kantornya, “Ambilah sendiri.. aku menaruh kuncinya di laci mejaku..”

Kelakuan Xiao Nai ini,.. menjadi bahan desas-desus teman-temannya. Mereka bercanda,.. berandai-andai, bagaimana kalau ternyata Wei Wei adalah seorang mata-mata? Wei Wei yang berjalan dibelakang mereka, mendengar semuanya..

“Kalau aku mata-mata, aku mungkin sudah menjual kalian bertiga…” tuturnya

Tak terasa, malam hari-pun tiba. Wei Wei kembali ke kantornya, dan tak melihat siapapun kecuali Xiao Nai. Ia mengahmpiri, kemudian bertanya kemana semua orang? Xiao Nai menjelaskan, bahwasanya mereka semua tengah ada acara makan diluar.

“Kanapa kamu tak ikut bersama mereka? Menungguku yaa???” goda Wei Wei

Xiao Nai membantahnya, ia mengatakan jika dirinya juga baru kembali dan sudah terlambat untuknya ikut bersama mereka. Sebagai gantinya, ia telah memesan makanan untuk mereka berdua.

Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Sembari makan, Xiao Nai bertanya tentang pengalaman Wei Wei bekerja di hari pertamanya. Dengan antusias, Wei Wei menceritakan semuanya,. tentang tugas yang didapatkannay dan usahanay untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Wei Wei memberikan Xiao Nai sepotong daging dari piringnya, ia mengtakan jika itu merupakan bentuk ucapan terimakasih-nya, karena Xiao Nai telah membuatnya bekerja dengan Ah Suang. Setidaknya, hali itu berhasil membuatnya bisa lebih mudah untuk beradaptasi di tempat ini.

Xiao Nai tersenyum nyinyir, ia mengatakan jika hal ini adalah ulahnya Ban Shan. Dirinya sama sekali tak ikut campur dalam urusan memperkejakan Wei Wei. Mendengar itu, membuat Wei Wei jadi kesal, ia mengambil kembali dagingnya, memakannya dan lansgung memukul-mukul ‘manja’ badan Xiao Nai dengan tangan kecilnya..

Sesampainya dirumah, Wei Wei tak langsung tidur.. Ia menjejerkan semua ponsel langka yang telah berhasil didapatkannya. Satu persatu dicobanya, kemudian ia menuliskan laporannya di dalam buku catatannya…

Keesokan harinya, saat dikantor Wei Wei tinggal merapikan laporannya kemudan menge-print-nya. Setelah itu, ia lasngung memberikannya kepada Ah Suang..

Terkejut.. itulah reaksi yang nampak begitu jelas terlihat dari wajah Ah Suang.. Apalagi, telihat ponsel-ponsel langka yang sangat sulit untuk ditemukan-pun bisa didapatkan oleh Wei Wei. dengan santaiya, Wei Wei menceritakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan semua itu,..

Ah Suang tergagap, memilih untuk tak berkomentar apapun. Ia menyuruh Wei Wei untuk kembali ke mejanya, sementara laporan itu biar nanti akan diperiksan olehnya…

Sebentar lagi jam makan siang,.. kalau kemarin Xiao Nai yang izin pergi.. Kali ini, Wei Wei yang meminta izin untuk pergi karena ini adalah saatnya untuk menjemput Er Xi. Meskipun komunikasinya hanya lewat sms, mereka masih bisa saling tatap melau sekar-sekat jendela di ruangan Xiao Nai yang memungkinkan mereka untuk melihat satu sama lain.

‘Silahkan.. asal jangan lupa untuk kembali lagi kesini setelah jam makan siang-nya berakhir…’ –Xiao Nai

Di mejanya, Ah Suang mendapat sms/ telpon (?) dari seseorang. Ia nampak terkejut saat melihatnya, awalnya ia tak ingin meresponnya. Tapi, beberapa saat kemudian ia langsung menelpon balik nomor tersebut, “Iya, ada apa?” tanyanya dengan nada suara yang rendah

Wei Wei menunggu di halte,…tak lama kemudian, sebuah bis tiba dan turunlah Er Xi yang membawa koper lumayan besar. Ia melihat Wei Wei, kemudian lansgung berlari menghampirnya, “Aku merindukanmu….” teriaknya

= BERSAMBUNG =


::: NOTES :::

Wowwww… satu episode ada 2 kissu nihhh..

Aduh, pas aku nontonnya jadi gereget sendiri. Bahkan, perempuan se-polos Wei Wei, bisa mimpiin hal yang ‘liar’ semacam itu. Pengaruh pesona Xiao Nai berhasil merubah dunianya. Hahahaha…

Makin sini, makin nampak aja nih sikap ‘pecicilan’-nya Xiao Nai. Dikirain dia tipe-tipe cowok yang kaku. Eh ternyataaaaa, kemampuan menggombal-nya dahsyat. Setiap ada kesempatan pasti dibabat, haduuhhh..

*Mian… karena aku gak bisa posting secepat minggu-minggu kemaren..*

>>> Selanjutnya (Episode 19)

Advertisements

14 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 18

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 17 | my-eternalstory

  2. Nonton drama bagus tp sayang gk da sub indony. Bca sinopsis lbih serj..
    Kpn ep slnjutny dah pnsaran..ma roman picisan xiao nai..Hahhhaaa

    Like

  3. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 19 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s