MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 11-1

Sebelumnya (Episode 10-2) <<<

Badan So mulai melemah,.. sekuat tenaga ia berusaha untuk melangkahkan kakinya, meninggalkan semuanya dalam kondisi badan yang tegap, seakan-akan dirinya masih dalam kondisi yang baik-baik saja.

Yeon Hwa nampak begitu cemas, ia berdiri kemudian menatap So dengan tatapan yang begitu mengkhawatirkannya. Hal itu membuat raja bertanya padanya, “Kenapa? Apakah kau ingin mengatakan sesuatu?”

Sejenak berfikir, Yeon Hwa langsung tersenyum kemudian mengatakan jika dirinya memiliki sebuah permintaan dan hal ini berhubungan dengan kakaknya, yaitu Wook…

So berjalan dibelakang Soo, langkahnya sudah begitu berat.. pandangannya mulai memudar, dan darah sedikit demi sedikit mengucur dari bibirnya. Sesekali, ia mengulurkan tangannya.. berharap jika dirinya bisa meraih badan Soo yang terus berjalan menjauh meninggalkannya…

Dalam hitungan bebera detik, So sudah tak sanggup lagi menahannya.. Ia memuntahkan begitu banyak darah yang telah ditahannya. Hal itu menimbulkan suara yang membuat Soo berbalik, melihat kearahnya, “Paduka!!!” teriaknya cemas

Soo langsung berlari menghampirinya, terduduk kemudian menyanggah kepalanya, “Siapapun tolong kami!!!” teriaknya

Dimasa-masa darurat seperti ini, So masih sangat mengkhawatirkan Soo. “Diam.. Kau tak boleh ada disini. PERGI!.. ayo pergi..” pintanya dengan suara yang terbata-bata…

Sebelum mengatakan permintaannya, Yeon Hwa mengajukan diri untuk meminum 3 gelas air teh , sama seperti yang dilakukan oleh So barusan. Ia menuangkan sendiria teh-nya, kemudian beridiri ditengah-tegah.. Ia meminta baginda raja untuk membiarkan Wook menikah lagi…

“Apa pendapatmu, Wook?” tanya raja

“Jika anda memberiku izin,… ada seseorang yang kupertimbangkan..”

“Maka aku tak punya alasan untuk menentangnya. Aku mengizinkanmu..”

“Terimakasih, Yang Mulia…”

Setelah mendengar permintaannya dikabulkan, Yeon Hwa lansgung meminum teh-nya.. Padahal, ia tak meminum-nya, ia menumpahkannya namun hal itu tak akan terlihat oleh yang lainnya, karena ia mengenakan gaun yang cukup panjang untuk bisa menutupinya.

“Yang Mulia… permintaanku yang berikutnya adalah…” perkataan Yeon Hwa teputus, tiba-tiba badannya kolaps dan ia terjatuh. Semua orang nampak begitu panik,..

“Itu racun, dia telah diracun.. Cepat panggil tabib kerajaan!” teriak Ratu Yoo

Jimong mencicipi sedikit air tee tersebut, dan benar saja.. tee itu memang mengandung racun, hal itu terlihat jelas dari sikap Jimong yang langsung membuang kembali teh yang barusan dicicipinya.

Sementara itu, Hae Soo masih tetap pada posisinya. Berteriak meminta bantuan orang, namun tak ada jua yang datang.. Hingga muncullah Baek-A yang langsung menghampirinya dan menceritakan bahwasanya So telah diracun. Ia meminta bantuan Soo untuk mengankat badan So, nampaknya mereka berdua begitu kesulitan untuk melakukannya.

Untunglah, tidak lama kemudian muncul Pangeran Mahkota beserta yang lainnya. Ia langsung berteriak, memerintahkan para mengawalnya untuk membawa So ke tempat tabib kerajaan. Soo ingin ikut bersamanya, namun Jimong menghalanginya dan meminta Soo untuk tetap diam disini.

“Dia orang yang membawa teh beracun itu! Tangkap dia!” teriak Won sembari melnatap tajam kearah Soo

“Tidak.. Jimong, itu bukanlah dia!” teriak jung yang berusaha untuk membela Soo

Para prajurit berlari menyergap Hae Soo, Jimong hanya melihatnya, “Dayang Damiwon Hae Soo.. ditangkap atas percobaan pembunuhan…” ucapnya

Kamar Hae Soo digeledah, Sanggung Oh melihatnya dengan khawatir. Tiba-tiba, seorang dayang menghampirinya, dan memberitahukan jika Dayang Nan yang tengah dicarinya telah menghilang entah kemana perginya.

Dari penggeledahan itu, ditemukan sebuah gelang mahal dan bubuk yang disinyalir merupakan racun untuk teh yang dibawa oleh Hae Soo tadi…

Tabib yang memeriksa Yeon Hwa menjelaskan kalau keadaannya tak begitu buruk, karena hanya sedikit racun yang dicerna olehnya. Berita itu, setidaknya berhasil membuat hati Wook dan Ratu Hwangbo terasa lebih lega. Mereka-pun berjalan menninggalkan kamar YEon Hwa, untuk membiarkannya beristiraha.

Tepat ketika mereka keluar, Yeon Hwa langsung bangun dan duduk tegap. Hal itu membuat tabib yang masih duduk disampingnya, menjadi gemetar ketakutan..

“Tak ada yang boleh bertanya-taya apakah aku sengaja meracuni diri. Sekarang, pikirkanlah baik-baik. Saat ini, adalah saat dimana satu kata bisa menentukan hidup dan matimu….” ungkap Yeon Hwa sambil menunjukkan senyuman liciknya

So masih bisa bertahan hidup, kini ia telah mendapatkan obat ramuan dari tabib yang merawatnya. Pangeran mahkota, Baek-A dan Jimong berada didekatnya. Mereka menatapnya cemas, mengira bahwasanya So telah merasakan racun itu bahkan dari tegukan gelas pertama.

Jimong mengungkapkan bahwasanya racun tasi adalah jenis racun yang tidak terdeteksi oleh perak. Untunglah, Jendral Soo Kyung telah memberi So ilmu untuk bisa mentolerir berbagai macam racun yang masuk ke dalam tubuhnya..

“Lantas, jika sudah mengetahuinya. Kenapa dia terus melanjutkan untuk meminumnya?”

“Kukira, dia telah tahu siapa dalang dari masalah ini.. Dan dia ingin melindunginya..”

Hae Soo terduduk lesu di dalam sel tahanannya. Untunglah, datang Wook yang setidaknya berhasil membuatnya terlihat lebih bersemangat lagi. Wook menatap pilu lengan Soo yang telah berlumuran darah, perlahan ia-pun menggenggamnya erat.

“Bagaimana kondisi pangeran So? Dia tidak meninggal, bukan?” tanya Soo

Wook menceritakan keadan So yang sekarang sudah lebih baik, hal itu membuat Soo merasa lega dan matanya mulai berkaca-kaca karena terharu.

“Sekarang kau harus mengkhawatirkan dirimu sendiri.. Mereka curiga kalau dirimu-lah yang sudah meracuni teh-nya..”

“Tidak! Itu bukan aku!”

“Aku tahu.. Tapi, tidak ada cara untuk membuktikannya.. Mereka akan memaksamu, untuk menyebutkan nama orang yang telah menyuapmu. Kau mungkin akan disiksa. Meski begitu, kau harus tetap tegar. Aku akan membawamu bersamaku.  Jangan menyerah…”

“Aku akan melawan balik, jika mereka memanfaatkanku.. untuk menuduh seseorang. Aku siap,… jadi, jangan khawatirkan aku….”

Dihadapan raja, salah satu kubu pemegang kekuasan terbesar melakukan protes atas kejadian racun yang terjadi tempo hari. Mereka berasumsi, bahwasanya Pangeran Mahkota yang telah sengaja menarus racun kedalam minuman So. Hal itu terbukti, dari gelang mahal yang ditemukan di kamar Soo. Selain itu, sudah beberapa kali orang-orang memergoki Soo yang bertemu dengan Pangeran Mahkota.

“Kami menyarankan Pangeran So untuk menggantikannya…”

“Apa kau menjadikanku monster… …yang mencoba membunuh saudaraku sendiri? Apakah membuat rencana jahat dan licik… adalah keahlian kalian?” bentak pangeran mahkota

Jimong berusaha melerai perdebatan ini, ia mengatakan jika mereka tak diperbolehkan bertengkar dihadapan raja. Perlahan, Jimong berjalan mendekati pangeran mahkota, “Kemarahan akan memperburuk penyakitmu.” bisiknya

Selanjutnya, giliran Wook yang berbicara.. Ia berupaya keras untuk membela pangeran mahkota.. Berusaha menjelaskan jika target racun tersebut adalah putra mahkota, toh Yeon Hwa juga telah menjadi salah satu orang yang secara tak sengaja ikut menjadi korban.

Setelah perdebatan yang sangat rumit, akhirnya Raja menarik sebuah kesimpulan, “Hae Soo harus digantung… …atas percobaan pembunuhan pangeran.”

Pangeran mahkota tak terima dengan keputusan ini. Ia tahu dan ia meyakini jika Hae Soo sama sekali tak bersalah. Ia tak mau mengorbankan satu nyawa hanya demi dirinya. Pahitnya,.. ia lebih memilih untuk menurunkan posisi tuan mahktanya untuk So, asalkan kehidupan di istana bisa berubah menjadi lebih tentram dan damai.

Raja langsung menolak hal itu, selain sebagai anak sulungnya,.. Pangeran Mahkota juga menjadi teman sekaligus sahabat untuknya. Mereka sering pergi berperang dan hampir menghadapi kematian bersama-sama.. Tapi, mereka bisa saling melindungi dan kembali dalam kondisi masih hidup.. “Aku ingin… memberimu segalanya yang kumiliki.”

Nampaknya, kondisi So semakin membaik.. Ia berusaha berjalan dengan tergopoh-gopoh, karena ingin menemui Hae Soo. Baek-A tak tega melihatnya dan memintanya untuk kembali beristirahat saja,

“Gadis itu… sendirian.”

Tiba-tiba, muncullah Wook yang langsung berdiri dan menghadang jalan So. Ia menceritakan, perihal tuduhan orang-orang yang mengatakan kalau Pangeran Mahkota telah memerintahkan Soo untuk meracuni So.

“Itu tak masuk akal…”

“Aku tahu itu tak masuk akal. Semua orang tahu itu… Tapi tak ada jalan keluar. Aku seharusnya menjauhkannya darimu. Lihat apa yang terjadi sekarang,…”

So meminta Baek-A untuk pergi, karena dirinya hanya ingin berbicara empat mata dengan Wook. Ia menceritakan semuanya,.. Ratu Yoo yang menaruh racun tersebut, hingga Yeon Hwa yang juga ikut terlibat. Hal itu membuatnya, tak tega dan tak mampu untuk mengungkapkan hal tersebut kehadapan semua orang.

“Wook, kau harus… membereskan masalah ini. Hanya kau yang bisa membela Soo. Serta Putra Mahkota…”

“Aku akan… menemukan buktinya…”

So pergi menemui Hae Soo.. Telihat, So tengah tertidur lemas dengan menganakan pakaian serba putih yang dipenuhi oleh noda bercak darah. Begitu banyak memar yang nampak di wajahnya, bukti kalau dirinya telah mendapatkan siksaan yang lumayan berat.

Seakan-akan bisa merasakan kehadiaran So, Hae Soo perlahan mulai membuka matanya. Ia menatap ke arah So, dan dengan terbata-bata mengucapkan rasa syukur-nya karna masih bisa melihat Soo dalam kondisi sehat seperti semula.

“Apa kau meminum teh itu… meski tahu itu diracuni… agar tak ada yang mencurigaiku?”

“Itu tak masuk akal. Aku bukan orang bodoh, yang akan minum racun… untuk menyelamatkan seorang gadis…”

“Mengapa kau melakukannya? Kau kira bertingkah gegabah… akan membuatku berubah pikiran?”

‘…Mengapa kau mempertaruhkan nyawamu demi aku? Dia membuatku, semakin sulit untuk mengabaikannya……’

So tersenyum, kemudian meminta Soo untuk tak lagi kabur darinya, “Kau pandai sekali menimbulkan masalah. Kita berdua berhasil hidup. Kita akan saling bertemu lagi…”

“Kau… benar-benar tak tertolong lagi.”

“Kau lebih parah…”

“Dengarkan tabib. Obati dirimu. Kau tak boleh berjalan-jalan. Kau tak perlu datang ke sini, untuk menjengukku. Mengerti?”

“Kau cerewet….”

Wook membuntuti seorang dayang yang dicurigai-nya, dan ia berhasil memergokinya ketika dayang tersebut tengah mengobrol dengan seseorang berpakaian serba tertutup yang dapat dipastikan merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan.

Ketika dayang itu berjala melewatinya, Wook lansgung menariknya dan menaruh tusukan rambutnya yang tajam ke lehernya. Ia berteriak, mengancam seseorang berpakaian serba tertutup itu untuk menunjukkan wajahnya, “Tunjukkan dirimu. Tak ada anggota kerajaan… yang boleh membiarkan dayang kerajaan mati…”

Beberapa saat kemudian, orang itu menampakkan dirinya. Ia membuka penutup wajahnya, dan itu ternyata Yeon Hwa.. Sontak saja, Wook seakan kehabisan kata-kata, ia bertanya-tanya mengapa Yeon Hwa bisa ada disini?

“Silahkan, beri tahu Raja bahwa aku pelakunya… Lalu kau bisa menyelamatkan Soo…”

“Jika kau terbukti bersalah,… maka keluarga kita akan menjadi pengkhianat.”

“Aku akan digantung, dimutilasi, dan ibu kita akan dikucilkan. Keluarga kita akan dibantai!”

“Mengapa? Mengapa kau melakukannya?!!!”

“Untuk menyadarkanmu. Kau harus menjadi raja,… tapi kau membuang semua itu demi seorang gadis!”

“Aku tak ingin menjadi raja!!”

“Kau menginginkannya! Saat kau sendirian,… apa bisikan hatimu kepadamu? Apa yang kau pikirkan saat melihat So… menurunkan hujan di upacara itu? ‘Aku seharusnya ada di atas sana. Semua orang seharusnya bersorak untukku.’ Aku melihatnya di raut wajahmu. Kau ingin menjadi raja. Jika kau menyangkalnya, tinggalkan aku dan ibu kita. Aku takkan menyalahkanmu. Aku bersedia mati…”

Tiba-tiba, Wook langsung melempar tusuk rambutnya tepat ke arah dayang yang mengetahui semua masalah ini, “Kau tahu… aku tak sanggup menelantarkanmu dan ibu kita. Mulai saat ini,… Yeon Hwa. Kau bukan adikku lagi. Kita berutang. Kau berutang kepadaku… dan aku berutang kepadamu. Itu utang yang besar…”

“Utang itu… tak bisa kubayarkan dengan hidupku. Tapi aku akan menjadikanmu raja….”

Wook melangkah meninggalkan Yeon Hwa, ia mengambil kembali tusuk rambut miliknya yang tertancap di punggung dayang yang telah dipastikan meninggal karenanya. Perlahan, Wook berjalan lesu meunju sel tempat tahanan Soo. Ia tak mau masuk, hanya melihat bangunannya dari jauh, sembari melihat tangannya yang telah berlumuran darah..

Hari demi hari berlalu,….

Jung terus memohon agar Wook mau bertindak untuk menyelamatkan nyawa Soo. Sayngnya, Wook terlihat begitu acuh, dan tak mau membahas masalah ini.

Wook menyadari ada seseorang yang tengah berdiri di balik pintu, “Jangan bersembunyi. Muncullah di hadapan kami…”

>>> Selanjutnya (Episode 11-2)

Advertisements

2 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 11-1

  1. Pingback: MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 11-2 | my-eternalstory

  2. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s