MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 11-2

Sebelumnya (Episode 11-1) <<<

Ternyata, orang itu adalah Chae Ryung. Menguping pembicaraan mereka membuatnya ketakutan, ia berlutut dihadapan Wook. Memohon kepadanya, agar Soo diselamatkan.. “Selamatkan dia, Paduka…”

Ketika Wook hanya diam saja, So sendirian menghadap raja, meminta kepadanya membatalkan hukuman untuk Hae Soo.

“Semua orang tahu dia tak bersalah. Apa kau akan membiarkannya mati… untuk menyelamatkan Putra Mahkota?”

“Itu demi melindungi negeri kita. Kehilangan satu nyawa dapat menyelamatkan banyak nyawa..”

“Kini kulihat bahwa raja tawar-menawar antara manusia dan nyawa…”

“Lancang sekali kau! Apa kau ingin dibunuh? Kukira kau adalah pedang tajam. Ternyata, aku salah!”

“Untuk memakai pedang dengan benar, kau harus membuktikan kelayakanmu…”

“Mundur atau aku akan membunuhmu lebih dulu…”

Sanggung Oh tertegun sedih, setelah melihat kondisi Hae Soo. Ia melihatnya secara diam-diam, kebetulan Soo tengah tertidur lelap. Ia-pun tak mau membangunkannya dan hanya melihatnya dari balik jeruji..

Saat kembali ke kediamannya, telah ada Wook yang menunggunya. Mereka mengobrol berdua, dan Sanggung Oh sudah bisa menebak kalau kedatangan Wook pasti untuk meminta sesuatu kepadanya..

“Kau satu-satunya orang… yang bisa kumintai pertolongan. Bela Soo. Kau bisa membujuk Raja…”

“Hanya karena kami pernah dekat,… bukan berarti, aku bisa membujuknya…”

“Lalu apa kau akan diam saja? Meskipun Soo akan mati? Aku tahu… kau merasa …seolah kau ibunya. Karena itulah kau benci melihatku bersamanya…”

“Mengapa kau tak bisa melakukan sesuatu? Katakan kau cinta kepadanya. Mohon pengampunan untuk nyawa Soo. Kau bisa melakukannya lebih baik dariku. Apa ibumu atau keluargamu terlibat? Atau mungkin kau menginginkan takhta. Hanya satu hal yang mengubah pangeran… menjadi pengecut. Suatu hari,… kau akan menyesal menjadi pengecut. Jika kau meninggalkannya sekali ini saja,… itu akan membebanimu selamanya. Aku akan bicara kepada Raja… hanya karena aku peduli kepada Soo. Kau telah GAGAL… menyelamatkan siapa pun.”

Sanggung Oh benar-benar menghadap baginda raja. Ekspresinya nampak begitu tenang, perlahan ia menyajikan secangkir teh untuk disajikan kepada Raja. Bak mengetahui motifnya, Raja lansgung meminta Sanggung Oh untuk mengatakan apapapun keinginannya, asalkan tidak berhubungan dengan So.

Sanggung Oh mendengar hal tersebut, namun ia tetap mengutarakan apa yang ingin dibicarakannya. Secara jelas, ia mengatakan jika dirinya-lah yang telah meracuni pangeran mahkota, “Aku iri… karena aku kehilangan anak… sementara para pangeran telah tumbuh… untuk mewarisi takhta. Aku coba menyakiti Putra Mahkota…”

Raja jelas saja tak mempercayai hal itu, ia langsung membentak Sanggung Oh “Jangan mencoba untuk membela-nya (Soo)!!!”

“Mengapa kau menangkap gadis yang tak bersalah? Aku akan mengakui tindakan itu. Biarkan Soo…”

“Aku tak mendengarnya!”

Sanggung Oh mengeluarkan selembar kain lusuh yang berlumuran darah,.. “Sepuluh tahun lalu,… wanita kerajaan mengirimiku teh quince. Katanya untuk menyembuhkan mual di pagi hari,… jadi, aku meminumnya setiap hari. Aku bahkan bangun di malam hari untuk meminumnya. Dalam kurang dari seminggu,… aku kehilangan anakmu. Aku menganggap Soo putriku. Aku tak ingin kehilangan dia karena wanita yang sama.”

“Soo bukan anakmu yang meninggal. Kita tak bisa membuktikan istriku melakukannya!”

“Akankah kau… mengabaikannya sekali lagi? Aku akan segera mati. Aku sakit pencernaan selama dua tahun. Aku tak bisa mencerna makananku. Aku berkonsultasi dengan Tabib Istana. Aku memiliki kanker perut. Aku tahu kau mengutamakan Putra Mahkota melebihi Soo. Aku tahu kau tak bisa menyelamatkan mereka berdua. Tapi kali ini,… jangan biarkan permaisuri itu merenggutnya dariku. Selamatkan anakku. Ini permintaan terakhirku…”

“Apa kau… juga merelakanku?”

Tatapan Sanggung Oh membuat raja terdiam, nampkanya ia begitu kebingungan untuk memutuskan apa yang harus dilakukannya..

Esok harinya, So berlari tergesa-gesa sembari membawa pedang ditangannya. Di tempat eksekusi, telah nampak peralatan untuk hukum gantung. Tak lama kemudian, Hae Soo diseret masuk ke tempat itu. Langkahnya tergopoh-gopoh, ia melihat kesekelilingnya, “Apa aku akan mati? Di mana Pangeran Wook? Di mana kau? Kau harus datang untuk melihatku…” teriaknya dalam hati

Bukan wook, tapi So yang datang menghampirinya. Ia menarik pedangnya dan mengarahkannya ke setiap pengawal yang tengah menyeret Soo. Dengan gesit, ia menarik Soo dan berusaha membawanya untuk pergi bersamanya.

Tepat saat itu juga, datanglah Jimong, “Perintah Raja! Eksekusinya dibatalkan. Kami menemukan pelakunya.” teriaknya

Mendengar hal itu, membuat Hae Soo lemas seketika, badannya terjatuh ke tanah dan So berusaha untuk menahannya..

Menggunakan pakaian serba putih, Sanggung Oh berjalan menuju tempat eksekursi. Semua dayang nampak begitu sedih melihatnya, namun ia sendiri terlihat begitu tegar menjalaninya..

Tak lama kemudian, datanglah Soo bersama So. Ia begitu terkejut ketika mengetahui bahwa Sanggung Oh yang akan menggantikan posisinya. Ia berusaha meng-konformasinya sendiri, dan Sangung Oh tetap mengakui jika dirinya-lah yang sudah meracuni pangeran mahkota, “Maaf karena aku telah menjebakmu..”

Soo tak bisa menerima hal itu, ia menarik tangan Sanggung Oh dan membawanya pergi, meskipun dengan langkahnya yang pincang.. Para pengawal hendak mengejar mereka. Namun, So menghentikannya, “Biarkan mereka pergi. Mereka takkan lama…”

Soo membawanya ke gudah rahasasi, ia berniat untuk kabur bersama Sanggung Oh. Tapi,… pintu yang asalnya terbuka, kini telah tertutupi rapat oleh bebatuan besar.

“Sebelumnya, anda ingin pulang. Ayo pergi. Jika knda ingin pergi,… aku akan pergi ke mana pun bersamamu. Aku tak bisa… hidup seperti ini lagi…” ujar Hae Soo sembari berusaha mengambil satu-persatu tumpukan batu dihadapannya.

Air mata Sanggung Oh mulai berjatuhan, ia menarik badan Hae Soo memintaya untuk berhenti melakukan hal ini. Hae Soo tak mau, ia tak bisa menerima fakta bahwa dirinya selamat dengan cara mengorbankan nyawa Sanggung Oh.

“Ini bukan salahmu. Aku tak melakukannya untukmu. Aku melakukannya untuk Raja. Umurku tak panjang. Jangan kasihani aku… atau merasa bersalah… Aku tak apa-apa. Aku juga melindungi apa yang ingin kulindungi. Aku harus menanggung akibatnya. Aku tak menyesal.  Berhati – hatilah pada segala hal. Jangan percaya pada orang lain sepenuhnya. Di setiap saat dan di setiap langkahmu,… berhati – hatilah pada segala hal seolah – olah kau berjalan di atas es tipis. Jangan… berakhir sepertiku.”

Hae Soo berjalan tergooh-gopoh menuju halaman kediaman baginda raja. Ia terduduk lemas, dengan suara lemah dan ssedikit sisa tenaga yang dimilikinya, ia memohon agar Raja membatalkan hukuman untuk Sanggung Oh, “Yang Mulia. Tolong tarik titahmu. Sanggung Oh bukan pelakunya. Yang Mulia, maafkan Sanggung Oh…”

Wook berlari dengan tergesa-gesa, langahnya terhenti karena ia dihadang oleh Yeon Hwa dan ibunya yang memintanya untuk kembali dan tak ikut campur dalam permasalahn ini.

“Ibu tak pernah menghalangimu. Kali ini, Ibu harus melakukannya. Jika kau ingin pergi… langkahi Ibu lebih dulu. Ibu harus melindungi anak-anak Ibu.  Kau tak tahu apa arti Sanggung Oh untuk Raja. Jika kau terlibat,… kau akan mempertaruhkan nyawamu sendiri.”

Tak lama kemudian muncullah Ratu Yoo ditemani dayang-dayangnya. Ia menyindir sikap Wook, yang nyatanya memiliki perasaan untuk Dayang rendahan seperti Hae Soo.

Ratu Hwangbo berusaha membelanya, mengatakan jika beliau telah salah faham, hubungan antara Wook-Hae Soo hanyalah sebatas saudara ipar. Hal itu memicu perdebatan semakin memanas. Karena perasaan rendah dirinya, Ratu Hwangbo bahkan rela berlutut meminta maaf dihadapan Ratu Yoo, “Apa kau tak cukup dengan mengusirku? Tolong jangan ganggu Wook dan Yeon Hwa. Aku tak sanggup melihat mereka menderita. Kumohon….”

Ratu Yoo membalasanya dengan sikap yang sinis, mengatakan jika Wook seharusnya tahu posisinya, “”Berdiri-lah, Para dayang menyaksikannya…”

Baek-A tak tega melihat kondisi Soo… Ia berjalan menghampirinya, bertanya keadaannya dan memintanya untuk menghentikan semua tindakannya ini. Toh, hal kecil seperti ini atak akan bisa mengubah keputusan baginda raja.

“Mengapa kau amat bodoh? Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanmu. Kau akan menyia-nyiakan itu?”

“Setidaknya,.. Ini lebih baik daripada duduk… dan tak melakukan apa pun…”

“Maka aku tak bisa menghentikanmu. Bertahanlah. Aku akan mempersiapkan obat terbaik…”

Hae Soo bertanya, dimanakah Wook.. Namun, Baek-A tak mau membahas hal itu, dan malah menyuruh Soo untuk melupakannya..

Ratu Hwangbo menemui raja,.. ia-pun memintanya untuk menimbang kembali keputusannya, “Batalkan eksekusi itu. Membunuh Nona Oh seperti ini hanya akan membuatmu sedih. Melindungi Goryeo dan menyelamatkan Putra Mahkota… memang penting, ”tapi jangan telantarkan orang-orang terpentingmu. Anda akan kesepian..”

“Itulah tugas seorang raja. Aku membuang apa yang kubisa, saat aku bisa…”

Turun hujan yang begitu lebat, Hae Soo masih bertahan pada posisinya. Beberapa pangeran, berdiri di pinggiran dan tak tega melihatnya. Jung semat berniat untuk membawakan payng, namun pangeran mahkota menahan tangannya.

Jung tak menghampiri Soo, ia terduduk dibawah guyuran hujan membuktikan jika dirinya ingin merasakan apa yang dirasakan oleh Soo. Sikapnya itu diikuti juga oleh Baek-A dan Pangeran Mahkota. Hanya Won yang pergi dan acuh dengan sikap mereka ini.

Tak lama kemudian, akhirnya Wook memunculkan dirinya dan berjalan perlahan menuju lokasi tempat Soo tengah terduduk sendirian. Tatapan khawatir, cemas dan kasihan bercampur aduk menjadi satu. Smentara Hae Soo, melihatnya dengan penuh harap..

Hingga secara tiba-tiba, Wook menghentikan langkahnya.. Ia membalikan badannya dan berjalan menjauhi Hae Soo.

“Mengapa?..” tanya Hae Soo dalam hatinya. Seketika badannya terasa menjadi makin dan makin lemah…

Sebuah jubah hitam, tiba-tiba menutupi kepalanya dari guyuran hujan.. Itu adalah Wang So yang berdiri tepat disampingnya dan berusaha untuk melindunginya…

Perlahan, hal itu seakan memberikan kekuatan lebih untuk Hae Soo. Ia berushaa duduk dengan tegap kembali, bertahan pada posisinya untuk melanjutkan apa yang telah dilakukannya..

Ditengah perjalannya menuju tempat eksekusi, Sanggung Oh berpapasan dengan Ratu Yoo yang menghentikan langkahnya hanya untuk mencibirnya…

“Aku selalu ingin melihatmu mati. Impianku akhirnya terwujud. Kau kalah dan aku menang. Mati lebih dahulu berarti kalah.”

“Kau tahu benar… bahwa kau tak pernah benar-benar mengalahkanku. ”

“Akankah harga diri itu tetap ada sampai napas terakhirmu?”

“Aku berdoa kau memiliki hidup panjang. ”Aku akan mengawasimu dari atas… betapa kesepiannya kau saat kau mati…”

“Aku permaisuri. Kau dayang istana tak berarti yang takkan diingat siapa pun.”

“Aku hanya perlu satu orang… untuk mengingatku….”

Itulah kalimat terakhir dari Sanggung Oh. Dibawah guyuran hujan deras, eksekusi itu tetap berlangsung. Dalam hitungan detik saja, nyawa-nya menghilang.. Pada akhirnya, ia meninggal karena dihukum gantung atas kesalah yang sama sekali tidak pernah dilakukan olehnya..

Baginda Raja juga ikut berduka.. badannya hampir terjatuh karena tak sanggup menerima kenyataan pahit yang telah diputuskan oleh-nya sendiri.. Untung, disampingnya masih ada Jimong yang berhasil menahan badannya.

Terdengar suara penanda telah selesainya eksekusi, hal itu membuat Soo menggelngkan kepalanya, seakan-akan berharap jika semua ini tidaklah nyata.. “Sanggung Oh.. Sanggung..” teriaknya sembari meronta-ronta dalam pangkuan So.

“Seandainya aku tahu aku akan membuat orang lain mati… aku takkan berusaha amat keras untuk hidup. Seandainya semua ini hanyalah mimpi. Seandainya aku bisa terbangun… dan tak mengingat semua ini.”

 

= BERSAMBUNG =


::: NOTES :::

Waduhhh,.. satu episode yang sangat amat berat untuk diikuti…

Kali ini, aku masih bisa nahan air mata pas nontonnya. Tapi, gak tahu deh.. kedepannya apakah aku masih bisa nonton drama ini tanpa nangis? Episode ini, pemeran utamanya Sanggung Oh..

Ceritanya memang sangatlah singkat, tapi bermakna begitu dalam. Pada akhirnya, dia meninggal atas perintah dari orang yang dulu hingga sekarang masih ia simpan dalam hatinya.

Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya Sanggug Oh di episode ini, bener-bener berhasil bikin diriku merinding.. Semuanya sangat amat bermakna.. Berasa menyentuh tapi terlalu menyakitkan untuk difahami..

Pada akhirnya, aku berpaling dari Wang Wook.. Sikapnya yang plin-plan, maunya cuman cari aman, pengecut, dan picik,.. Dia udah berubah, dia bukan Wook yang dulu lagi,.. Bukan Wook yang hangat, bijaksana, romantis, dan perhatian. Diriku cuman bisa gigit jari, waktu lihat wook membalikan badannya, menjauhi Soo..

Asliii, scene itu menyayat hati banget.. “Melihat dia membalikkan badannya dan berjalan menjauhiku adalah saat ketika aku menyadari kalau dia tak lagi menganggapku sepenting aku menganggap dia..” mungkin itulah gambaran isi hatinya Soo yang bener-bener down..

Big thanks, buat So yang tiba-tiba datang dengan memakai jubah ‘batman’-nya. Untuk pertama kalinya, aku menganggap tindakan So sangatlah menyentuh hati.. Sebelum-sebelumnya, aku termasuk penonton yang gak begitu suka kalau lihat So bertindak apapun untuk berusaha mendekati Soo…

>>> Selanjutnya (Episode 12-1)

Advertisements

19 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 11-2

  1. Kl sy, mulai dari tengah udah nangis… Aduh… tipikal baperan abis ni sy…
    Penampilan Sanggung Oh memang singkat bgd tapi benar-benar mengendap dalam hati. Ga heran, waktu episode 11 ni mulai tayang, nama cast-nya, Woo Hee Jin, langsung masuk dalam trending topic…

    Kesel banged sm raja Taejo ini… masak ujug-ujug langsung hukum. Seharusnya cari tahu dulu, bagaimana Soo bisa menyajikan teh, kenapa dayang yang hilang itu ga dicari… Atau bahkan raja ga tahu ada dayang yang hilang… Tapi bukannya dayang itu wanitanya raja? Waktu Soo hilang sebentar aja, pada panik… Tapi ini… Hadeuh… Kesel karena g diselidiki lebih jauh…

    Like

    • Setujuuuuuu…
      Karakter lady oh emang diperankan dengan baik sampe kita jg jd perhatian sama dia *trus saya keinget miss oh yg lain hahahaha
      Dan bener banget soal kasus racun di episode ini kesannya kayak buru buru ambil keputusan. Soo aja ga diselidiki apalagi pernyataan ga terbukti dr lady oh ckckck mungkin emang itu kelemahan drama ini^^

      Like

    • Nah tuhhhh.. unek-unek aku udah tersampaikan olehmu mbak 😦
      Keputusannya prematur banget. Gak bisa dipikir-pikir apa? Mentang-mentang Sanggung Oh dari keluarga biasa. Rasa cintanya sama sanggung Oh gak sebesar rasa cinta dia sama tahtanya 😦

      Like

      • bakal panjang kalo kasus ini diinvestigasi tp seperti kata so, raja mau menyelamatkan putra mahkota jd biar kesannya tergesa asal dengan ini putra mahkota ga disangkutin lagi, raja akan melakukan apapun kayaknya
        oh sanggung juga bilang kan dia tahu raja ga bisa nyelametin keduanya haha susah jatuh cinta sama raja 😛

        Like

          • Hmmmm, kalau di drama-drama kan teori-nya emang gitu. Soalnya kalau pangeran yang jadi raja.. Nanti bakalan sibuk sendiri, belum tiba2 ada selirnya. Ditambah lagi, secara tiba-tiba kalau ratunya berasal dari keluarga biasa, nnti juga tiba-tiba berubah jahat dan pengen punya kekuasaan biar anaknya jadi pangeran mahkota. Dan seterusnya… itudeh kayaknya konflik cinta wilayah istana :p

            Like

  2. Btw lia, saya malah mulai simpatik sama wook di sini…
    Dia melakukan itu buat keluarganya. Keluarga nomer satu buatnya. Calon family man mah :p

    Like

    • Hmmmmmmmmmm.. Lah kok dirimu tiba-tiba berbeda pendapat sama aku.Bolehlaa, pandangan tiap orang beda-beda, kan. Tapi, aku sebel sama dia. Seengaknya, nyamperin Soo gak bakalan bikin dia ditendang dari istana pan yaaa 😦

      Like

  3. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 1 « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s