AGE OF YOUTH EPISODE 9

Episode 8 <<<

———————————————————————–

== EPISODE 9 ==

[ If you stay in one place, you won’t get lost #shoes  ]

Setelah putus, hal yang paling sulit adalah MOVE ON. Entah itu asli dari hatinya, ataukah hanya tingkahnya yang palsu untuk terlihat asli,..

Dihadapan yang lainnya, Ye Eun menghapus satu persatu kontak dan foto pria yang sekarang sudah resmi dan menjadi mantan pacarnya.

awalnya, mereka semua ikut bersorak sorai.. Namun, lama kelamaan, ah itu terasa berlebihan dan hanya Ye Eun saja yang heboh sendiri dengan tindakannya tersebut.

Berikutnya, mereka mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan putusnya Ye Eun. Dan lagi-lagi,.. hanya Ye Eun yang terlihat begitu antusias…

Ketika tengah menari-nari dan tertawa bersama.. Terdengar suara bel berbunyi. Ji Won membuka pintu, sementara yang lainnya lansgung bersembunyi di balik meja. (Gak tahu juga kenapa mereka harus sembunyi?)

Yang memencet bel adalah nenek pemilik bangunan. Ia bertanya apa yang sedang mereka lakukan hingga suara gaduhnya begitu terdengar nyaring. Ji Won berbohong, mengatakan jika disini hanya ada dirinya sendirian, “Yang lainnya masih belum pulang..”

Mendengar hal itu, membuat nenek khawatir. Beberapa hari ini, nenek menyadari bahwa ada seorang pria yang berkeliaran disekitar sini. Takutnya,.. jika mereka seirang ulang terlalu malam, akan ada hal yang membahayakan terjadi pada mereka..

Setelah nenek pergi lagi, mereka semua langsung keluar dari persembunyiannya. Mereka duduk sofa, berbincang-bincang dan menebak-nebak tentang siapakah pria yang dibicarakan oleh nenek. Dugaan mereka tertuju pada Yong Gyu, ahjussi tua yang selalu mengintai Yi Na.

Tiba-tiba, bel berbunyi lagi. Kali ini, bukan nenek pemilik bangunan.. Namun, seorang pria parubaya dengan dandanan rapi dan formal. Sempat terpfikirkan dibenak mereka, “Apakah ini, pria aneh itu?”

Setelah ditanya-tanya,.. ternyata dia merupakan seorang pegawai dari kantor penyelidikan asuransi. Kedatangannya, adalah untuk bertemu dengan Eun Jae.

Mereka berdua tak mengobrol di dala rumah. Mereka mengobrol diluar, tepatnya di sebuah kafe. Eun Jae terlihat begitu cemas, pria itu berbicara mengenai kasus asuransi ayahnya yang kalau difikirkan memiliki sesuatu yang janggal.

Sebelum meninggal, perusahaan asuransi telah sangat sering mencairkan asuransi untuk keluarga Eun Jae. Dari mulai tragedi meninggalnnya kakak Eun Jae, hingga rumah mereka yang terbakar. Bahkan, pada kejadian meninggalnya ayah Eun Jae, terasa ada sesuatu yang janggal. Beliau meninggal karena kecelakaan mobil. Tapi, jalanan yang dilaluinya hanyalah jalan biasa, tak ada tikungan tajam ataupun hal seejenisnya. Semua itu, adalah kejadian yang mencairkan lumayan banyak uang asuransi.

Nah, kedatangan pria itu untuk memberitahukan Eun Jae kalau perusahaan mereka akan melakukan penyelidikan ulang terhadap kasus ini. Toh,… kebetulan mayat ayahnya Eun Jae dikuru secara normal, bukan dikremasi. Jadi, kemudngkinan untuk dilakukan otosi masih sangat amat besar.

Selain Eun Jae, teman-temannya yang tak mengetahui apapun juga ikutan cemas. Mereka tak bisa tidur sebelum Eun JAe pulang dan memberitahukan kalau ‘tak ada apapun’ yang terjadi padanya…

Ketika yang lainnya tertidur, Eun Jae duduk diluar rumah sendirian. Ia melihat posnelnya, berusaha menghubungi ibunya yang ternyata saat ini tengah berlibur keluar negeri bersama ‘suami’ baru-nya.

Ye Eun benar-benar berusaha kerasn untuk berubah. Ia bangun lebih awal,.. kemudian pergi berdoa ke gereja… selanjutnya, mengambil les bahasa asing.. Sunggguh, itu semua adalah hal yang tak pernah dilakukannya selama berpacaran dulu.

Semua tingkahnya ini, sempat membuat Ji Won dan Yi Na bertanya, “Bukankah dia terlalu berlebihan?”

Meskipun dari luar Ye Eun terlihat baik-baik saja.. Nyatanya, ketika melihat pasangan lain yang tengah berpacaran,… langkahnya jadi terasa berat dan wajahnya menunjukkan ekspresi sedih yang teramat dalam..

Yi Na melanjutkan rutinitas-nya. Ia berusaha mencari ‘mangsa’ baru dengan berkeliaran di bar langganannya. Ada seroang pria dengan tampilan mapan yang mendekatinya.. Namun, sepanjang pertemuan mereka, Yi Na malah terus menguap karena dirinya merasa bosan.. sangatlah bosan…

Saat menunggu taksi dipinggir jalan.. Secara tak senagaja, Yi Na melihat seorang nenek tua yang duduk dan menjajakan sayuran di pinggir jalan.. Ia menatapnya kasihan, tapi juga nampak sebuah kebencian disorot matanya…

Dalam rumah, para gadis tengah dibuat riuh.. karena secara tiba-tiba Jin Myung meminta mereka untuk menemaninya berbelanja pakaiakan. Untuk wawancaranya, Jin myung sama sekali tak memiliki pakaian yang cocok. Maka dari itu, ia mengajak mereka untuk menemaninya…

Semua orang terlihat begitu antusia, mereka memberikan selamat dan semangat.. Perusahaan tempat wawancara Jin Myung adalah sebuah perusahaan besar,.. jika nantinya diterima, Jin Myung tak perlu mengkhawatirkan uang. Dirinya akan mendapatkan gaji besar dan juga uang pensiun yang sangatlah diinginkan oleh semua orang…

Hanya Yi Na yang nampak tak bahagia, ia terlihat murung.. Hal itu malah membuatnya berfikir, akan seperti apa dirinya dimasa depan?

Keesokan harinya, mereka semua menemani JIn yung berbelanja. Hanya Yi Na yang tak ikut.. Alasannya sih, karena ada acara penting yang harus dihadirinya.

Padahal nyatanya,.. Yi Na hanya tertisur malas-malasan di sofa. Sementara yang lainnya, tengah asyik berburu pakaian baru.. Sayangnya, harga pakaian tersebut terlampau mahal, Jin Myung nampak begitu ragu untuk membelinya.

Untunglah, berkat mata jeli eun JAe mereka menemuian satu spot.. tempat dimana sedang ada diskon besar-besaran. dengan sangat amat antusias mereka mencarikan pakaian yang paling cocok untuk dikenakan oleh Jin Myung. Setelah lama mencari akhirnya mendpaatkannya juga.. Sebelum membayarnya, mereka masih semapt memohon pelayannya untuk memebrikan disekon lebih untuk mereka..

Sementara itu, Yi Na yang mesara jenuh.. Memilih untuk belanja sendirian sajaa. Ia memasuki butik mahal dan berbelanja pakian papaun yang diinginkannya. Ia tak takut akan harganya yang tinggi, ia hanya mengambil semua yang ia suka kemudian membayarnya menggunakan kartu kreditnya.

Sepulangnya dari ‘shopping’, Jin Myung terus memeluk tas belanjaannya selama naik bis. Sementa Yi Na,.. ketika berjalan beberapa anaka yang tengah bermain bola tak sengaja menendang tas belanjaannya. Ia kesal, bahkan memarahi mereka. Namun, ia tak begitu menganggapnya sebagai hal yang penting…

Berikutnya, Yi Na bertemu dengan sahabatnya. Seperti biasa mereka mengobrol mengani hal-hal yang dialami akhir-akhir ini. Yi Na menceritakan pertemuannya dengan Young Gyu. Jadi apa yang terjadi?

Malam itu, Young Gyu terlihat begitu marah kepadanya. Setelah ia mengakui bahwa dirinya-lah yang membunuh putrinya, Young Gyu langsung menatapnya tajam.. NAmun, ia lansgung dibentak dan disuruh untuk pergi dari tempat itu…

Akhhirnya, ibu Eun Jae pulang juga,…

Ibu langsung menelpon Eun Jae. Tentu untuk mengabarinya,.. Tapi Eun Jae, malah menggeruti memearahinya. Ia menceritakan kedatangan petugas asuransi yang ingin menyelidiki kasus kematian ayahnya.. Semua malasah ini terlalu rumit untuknya, ia kesal karena ibu malah enak-enakan pergi berlibur begitu saja..

Dari kejauhan Jong Yeol memperhatikan Eun Jae. Ia faham betul kalau Eun Jae sedang membeicarakan hal yang serius,.. maka dari itu ia melangkah pelan dan ketika mereka saling sapa.. Nampak jelas suasanya agak canggung dan kikuk.. Seakan-akan, Eun Jae ingin menutupi apa yang barusan dibicarakannya di telpon.

Ye Eun mempunya hobi baru.. yaitu hang out bersama teman-temannya, makan di tempat itu dan ini, kemudian mem-postingnya di media sosial.

Usut punya usut,.. ternyata sang mantan pacar masih jadi stalker setianya,.. (Jadi, siapa yang belom move on??)

———————————————————————–

Tak ada angin tak ada hujan.. Ye Eun yang tadinya ceira tiba-tiba bersikap aneh.. Ia mengurung diri didalam toilet dalam waktu yang cukup lama, membuat yang lainnya harus mengantri sambil menahan kebeletnya. Ji Won menganggap ada sesuatu yang aneh, hal itu membuat yang lainnya jadi ikut berfikir demikian.

Merekapun menggedor pintu tilet, berteriak memanggil Ye Eun…

Beberapa saat kemudian, Ye Eun membuka pintunya. Ia menunjukkan raut wajah sedih.. sangat sedih “Aku… mempunyai banyak bulu ketiak….” keluhnya (*gubrakkkkkkkk)

Yang lain hany amenatpnya geli, sementara Ji Won.. Ia malah melihat ketiaknya sendiri sambil berkata kalau orang yang jomblo ‘katanya’ unya banyak bulu ketiak (?)

———————————————————————–

Tibalah hari untuk Jin Myung melakukan wawancarnya. Ia mengenakan pakaian yang baru dibelinya. Terlihat beberapa hadiah penyemanat dari Ji Won, Eun Jae dan Ye Eun telah tertata rapi di dekat tempat tidurnya.

Jin Myung melngkahkan kakinya keluar kamar, Yi Na yang sedang menjemur pakaian melihatnya. Ia tak banyak berkomentar, hanya memberinya ucapan semangat kemudian tersenyum kecil padanya…

Setelah Jin Myung pergi, dirinya menyibukkan diri dengan melipat pakaiannya. Tapi,… fikirannya terus saja terganggu oleh ingatannya yang melihat Jin Myung mengenakan sebuah flat shoes lusuh yang sudah tak layak pakai.

Pada akhirnya, Yi Na berdiri… Ia mengambil heel miliknya dan berlari untuk mengejar Jin Myung. Sayangnya,… ia terlambat kare bus yang Jin Myung tumpangi telah pergi.. baru saja pergi, lebih tepatnya..

Bukan hanya teman-temannya, bahka rentenir yang terus-terusan menagih hutang juga memberikan semangat untuknya. Hal itu semakain membuat JIn Myung optimis yang meyakini jika dirinya bisa lolos dalam wawancaranya kali ini.

Ia-pun masuk kedalam ruangan wawancara dengan langkah yang tegap, melihat orang sekelilingnya dengan mata yang tegas, pertanda jika ia memang beanr-benar siap hari ini.

Saat diwawancara, jawabannya terdengar sangat meyakinkan dan realistik. Ta[i,.. beberapa kali ia melihat pewawancara yang melirik sepatu lusuh yang dikenakan Jin Myung…

Yi Na mendapatkan masalah.. Ia didatangi oleh ibu salah satu pacarnya. Tentu saja karena masalah uang. Nampaknya, pengeluaran Yi Na terlalu banyak. Hal itu benar-benar mengganggu.. Yi Na mengerti hal itu, ia-pun mengatakan jika dirinya akan mengembalikan uang tersebut.. Segera..

Sepulang dari tempat wawancara, Jin Myung lansgung pergi ke restoran tempatnya bekerja. Dengan apakaian yanng dikenakannya , orang-orang sudah bisa menebak bahwasanya jIn Myung baru menghadiri acar penting. Dan dengan bangga, Jin Myung-pun menceritakan kalau dirnya barus saja melakukan wawancara kerja..

Rasa percaya diri Jin Myung terbawa hingga ke tempat pekerjaannya. Ia melakukan semua tugasnya dengan raut wajah berbinar. Telihat jika dirinya ebgitu menikmati kondisinya saat ini..

———————————————————————–

Di hari berikutnya…

Ji Won menyadari sesuatu.. Semua orang memiliki masalahnya masing-masing. Entah itu Ye Eun yang sedang sibuk memikirkan ‘bulu ketiak-nya’, Yi Na yang memikirkan ‘masa depan-nya’, Eun Jae yang memikirkan ‘kasus dengan pegawai asuransi’, ataupun Jin Myung yang tengah dibuat deg-degan karena menunggu pengumuman ‘hasil wawancara-nya’.

Saat dikampus, Ji Won menceritakan hal ini kepada teman dekatttt-nya (deket doang loh yaa..). Ia mengeluh kalau masalahnya selalu sama tak pernah berubah.. masalahnya hanyalah ingin mempunyai pacar. Lantas Ji Won bertanya, mengapa mereka tak berkencan dan mencoba berpacaran saja.

Sayang.. ajakannya itu mendapat respon negatif. Ia ditolak secara telak.. “Jangan ngomong yang aneh-eneh deh…”

Jong Yeol menyadari ada sesuatu yang mengganjal di fikiran Eun Jae. Ia berusaha mendekat dan meminta Eun Jae berbagi cerita dengannya. Namun, makin hari, Eun Jae makin terasa menjauhinya… Tak mengabaikannya, namun seakan berusaha untuk menutupi semua hal darinya…

Saat berangkat menuju restoran, JIn Myung melihat ada pesan masuk.. Itu adalah pesan pengumuman hasil wawancaranya. Etah dibaca atau tidak.. Kita hanya melihat Jin Myung yang telah berganti pakaian mengenakan seragam pelayannya.

Ia bekerja seperti biasanya,.. melayani pengunjung dengan ramah.. Tak terjadi apapun, kecuali gerak-gerik pak manajer yang beberapa kali meliriknya dengan tatapan sinis (?)

Saat berjalan pulang, Yi Na tak sengaja melihat seorang anak kecil yang tengah belajar sepeda bersama ayahnya. Ia tak habis fikir,.. anak itu telah terjatuh dari sepesanya tapi sanga yah terus menyemangatinya dan memintanya untuk bangkit lagi. Dan anak itu.. meskipun telah terjatuh, mengapa ia terus berani untuk bangkit dan belajar lagi?

Hari beruabah gelap.. Yi Na akhirnya tiba didepan tempat tinggalnya. Disana telah ada Young Gyu yang berdiri menunggunya..

Nampaknya, ia sudah tak marah lagi padanya.. Setalh percakan singkat diantara mereka.. Dapat disimpulkan, bahwasanya Young Gyu telah mengganggap Yi Na seperti anaknya. Yang berlalu biarlah berlalu,… Toh Yi Na yang berhasil selamat, dan kehidupan itu sangatlah berharga. Maka, ia hanya meminta gar Yi Na untuk menjalani hidupnya dengan baik. Sebelum pergi, Young Gyu memberikan gelang milik anaknya kepada Yi Na. Kali ini Yi NA tak mencurinya, ia mendapatkan secara langsung dari ayah pemilik asli gelang tersebut…

Tingkah sinip Pak Manajer ternyata ada sebabnya.. Di akhir jam kerja, ia bertanya mengapa ada satu botol wine yang hilang. Dan kebetulan, satu-satunya orang yang masuk ke ruang penyimpanan adalah Jin Myung. Tentu saja, ia menjadi tersangka utamanya..

Dengan kasar, Pak manajer mengobrak-abrik loker Jin Myung.. Mengeluarkan seluruh isi tas-nya. Namun,.. tetap sana tak ada apapun yang ditemukan disana.

Jin Myung kesal.. Ia tak sanggup lagi menahan amarahnya. Ia berteriak,.. memaki pak menajer yang telah berprilaku sewenang-wenang kepadanya.

Ketika perdebatan makin memanas, datanglah Jae Wan yang lansgung memisahkan mereka.. Menghentikan pertengkaran ini.. Dan memeluk Jin Myung yang tengah kalap…

Jae Wan mengantar Jin Myung pulang.. Selama perjalanan, suasananya terasa sangat senyap.. Jalanan malam yang sangat sepi, membuat Jin Myung terbawa suasana. Beban yang terlalu berat membuatnya rapuh dan secara tak sadar ia menjatuhkan kepalanya tepat dipundak Jae Wan.

Setibanya di depan rumah.. Jae Wan menatap Jin Myung pilu.. Jin Myung tak berkata papaun, ia turun dari motor, melepas helm-nya kemudian berjalan menuju rumah begitu saja.

Jae Wan tak bisa diam saja.. Ia turun dari motornya. Berlari mengahmpiri Jin Myung dan memeluknya, “Tolong.. jangan tunjukkan ekspresi menyedihkan seperti itu!”

“Kupikir seseorang hanya akan tersesat ketika mereka moncoba untuk pergi ke suatu tempat… Dan aku berfikir bahwa kehidupan seseorang menjadi sulit karena mereka menetapkan tujuan. Tapi.. tinggal ditempat yang sama terlalu lama.. tampaknya akan membuatku kehilangan arah juga..” -Jin Myung

Yi Na berjalan menuju runag tengah.. Ia terdiam,. tertegun menatap loker ‘berhantu’ dibawah rak sepatu. Sebersit terbayang dibenaknya, ada seorang wanita dengan wajah yang mirip dengannya yang menariknya untuk tenggelam bersama-sama.

Selama ini, ia selalu ingin ikut dengannya. Tapi.. detik ini, ia memutuskan untuk melepas tangannya. Dan berusaha untuk menyelamatkan diri dengan naik ke permukaan laut sendirian saja…

Ji Won melihatnya, ia-pun bertanya apa yang sedang dilakukan oleh Yi Na. Dengan santainya, Yi Na mengatakan jika barusan dirinya telah mengucapkan selamat tinggal….

Yi Na masuk ke kamarnya. Ia mengambil gelang jimat-nya, melihatnya kemudian mengenakannya dan memeluknya erat-erat…

Tak lama kemudian, Jin Myung masuk masuk kedalam rumah.. Ia terduduk lemas, di tangga kecil didekat rak sepatu. Ia melihat ponselnya,.. membuka pesan dari tempat wawancarnya:

‘Sayang sekali, anda tidak lulus. Terimakasih atas ketertarikan anda kepada kami..’

== Bersambung ==


:::: NOTES ::::

Soooo.. sad…

Untunglah Jin Myung punya Jae Wan.. Udah bisa nebak sih, dari tatapan pewawancara itu, pasti Jin Myung gak akan keterima. Tapi sedihnya, Jin myung udah terlalu berharap banyak.. Semua orang udah bikin dia terlalu optimis, dan itu yang bikin dia bakalan down banget.

Tinggal 3 episode lagi, tapi masih banyak misteri dan masalah yang belum terselesaikan. Bahkan, malah ada maslah baru lagi nihhh.. Hayohhh, ap yang bakalan terjadi di epiosde-epsidoe akhir ini 😦

Bisa dibilang, masalah Yi NA yang udah menemukan jalan keluarnya. PAda akhirnya, ida mau mengucapkan selamat tinggal buat kehidupan kelamnya.. Suatu hal yang bisa aku ambil, sebuah kata maaf aja.. bisa merubah kehidupan seseorang… Hanya sebuah kata MAAF..

Dan untuk Ye Eun.. Okelah dia berusaha move on. Tapi, gerakannya dia terlalu cepat.. Dengan proses berduka yang terlalu kilat, pasti dirinya masih belum siap untuk menjalani kondisi single-nya yang sekarang. Meskipun gak ditunjukkin secara langsung, tapi kita semua pasti bisa lihat secara eksplisit kalau dia masih galau..

Hmmmm.. pasangan cute-happily Eun Jae-Jong Yeol juga mulai menjauh.. Sedih rasanya, biasa lihat interaksi mereka yang cute. Di episode ini berubah jadi canggung dan saling menjauh 😦 Plisss mereka baru jadian 😦

Terakhir nihh, pahlawan kita semua.. Ji Won-aaaaaa, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan???? Ekspresinya menunjukkan, kala dia telah melakukan suatu kesalahan.. Dia pengen jujur, tapi dia bingung sendiri caranya begimana 😦

>>> Episode 10 <<<

Advertisements

10 thoughts on “AGE OF YOUTH EPISODE 9

  1. Pingback: AGE OF YOUTH EPISODE 8 | my-eternalstory

  2. awww, makanya berarti banget ya itu kata maaf
    yi na tambah cantik deh hahahaha
    kalo hubungan jung yeol eun jae ga ada masalahnya, bosen ah lia 😛 dikasih gini juga biar mereka nyadar yg kurang dari mereka apa heheee
    gemes banget nyampe episode ini ji won belum kebuka bener padahal tinggal 3 episode dengan 5 orang masalah cewek -_-
    ah…meski yoon sunbae kasian, sekali lagi ga cuma jae wan yang bisa menghiburnya tp juga anak anak kos ^^ it will pass yoon sunbae and u can smile again with them

    Like

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s