JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 19

Sebelumnya (Episode 18) <<<

———————————————————————–

Dua sahabat yang terpisah akhirnya, bisa bertemu lagi.. Meskipun hanya beberapa minggu terpisah, pertemuan kembali merasa terasa amat menyenangkan dan menggembirakan. Masing-masing dari mereka, nampak begitu antusias karena bisa bertegur sapa kembali.

Namanya juga perempuan, jika bertemu pasti saling menggoda/mengejek/memuji.. Kali ini Er Xi salah faham dengan pilihan kata Wei Wei, ia menganggap jika Wei Wei menyebutnya ‘gemukan’. Sontak, Er Xi langsung mengancam tak akan memberinya oleh-oleh.

Wei Wei langsung menarik kembali perkataannya, dan bertingkah konyol dengan berteriak-teriak memanggil Er Xi, yang ‘sekarang’ disebutnya terlalu kurus hingga ta terlihat dimatanya..

Wei Wei membawa Er Xi ke apartemennya Xiao Ling. Er Xi begitu terkejut, ia tak menyangka jika ternyata Xiao Ling adalah orang kaya.. Hingga mempunyai apartemen, semegah dan semewah ini. Kebetulan, ponsel Wei Wei berbunyi dan itu adalah telpon dari Xiao Ling.

Er Xi langsung merebut telponnya, ia-pun menggoda Xiao Ling dengan mengatakan jika dirinya adalah pria, maka ia akan sangat bahagia jika bisa menikahi Xiao Ling.

Xiao Ling memarahinya, memintanya untuk segera mengembalikan ponsel itu kepada Wei Wei. Karena adalah yang ingin dibicarakannya. Er Xi hanya tersenyum nyinyir, kemudian menghampiri Wei Wei dan mengembalikan ponsel tersebut.

Setelah selesai berbicara dengan Xiao Ling, Wei Wei pamit pada Er Xi karena harus kembali ke kantornya. Er Xi sempat menggodanya lagi, dengan bertanya apakah Xiao Nai pernah datang kesini?

Wei Wei tak menjawab dengan pasti, ia malah pergi begitu saja.. Tapi, bebera saat kemudian, Wei Wei kembali.. Ia tak masuk kedalam, hanya membuka pintu untuk menjelaskan kepada Er Xi kalau barang-barang didapur dibersihkan oleh Xiao Nai..

Awalnya Er Xi hanya mengangguk faham,.. dan ketika Wei Wei pergi, barulah dia ‘ngeuh’, dan jadi tersenyum geli karenanya..

Masih ingat??? Sebelum libur musim panas, Er Xi memiliki permasalahan yang mengharuskannya untuk terikat pada Cao Guang. Ia menghubungi Cao guang, karena ingin mendiskusikan hal ini lebih lanjut lagi.. Cao Guang memberikan respon yang positif, meskipn nada bicaranya masih agak-agak jutek dan angkuh.

Setelah berdebat, akhirnya Cao guang memberikan penawaran pada Er Xi. Ia akan melunasi hutang Er Xi, akhibatnya Er Xi harus membayar hutang kepadanya. Syaratnya? Er Xi harus datang ke apartemennya SEKARANG juga + harus bawa jajanan.

Awalnya Er Xi sempat ragu, namun pada akhirnya ia setuju dan langsung berangkat menuju apartemennya Cao Guang.

Cao Guang tahu betul, kalau Er Xi tak mungkin mampu membayar semua hutangnya dengan mudah. Maka dari itu, ia memberinya sebuah pekerjaan.. yaitu untuk merawat kucingnya. Karena dalam waktu dekat ini, dia harus pergi ke suatu tempat yang tak memungkinkannya untuk membawa hewan peliharaan.

Er Xi nampak agak takut dan risih terhadap kucing.. Tapi, apalah daya.. Gaji yang ditawarkan Cao Guang lumayan besar, dan bisa membantu mengurangi bebannya untuk melunasi hutang..

Setelah mengatakan bersedia.. Er Xi langsung diajak Cao Guang ke kandang kucing-nya. Untuk apa? Untuk diajari caranya membersihkan kotoran kucing 😦

Setelah berhasil menyelesaikan tugas yang ‘rumit’, Ah Suang nampaknya masih belum juga mengakui kehebatan Wei Wei. Ia-pun memberinya sebuah tugas baru yang tak kalah rumitnya.

Wei Wei menyanggupi tugasnya, ia mencari-cari cara tercepat untuk mengerjakannya. Dan ia memilih untuk memanfaatkan sistem auto pada laptop-nya. Dari kejauhan, Ah Suang memerhatikannya.. Nampak jelas, jika dirinya ‘agak’ takjub dengan kemampuan Wei Wei. Namun, ia segera berubah fikiran.

Ia menghampiri Wei Wei, menyindirnya dan memintanya untuk mengerjakan tugasnya dengan cara manual saja..

Er Xi memulai kerja magang-nya di perusahaan Zhen Yi. Saat hendak menaiki lift, secara tak sengaja ia berpapasan dengan Shaoxiang. Ia menyapanya dan rsponnya juga baik.. Dari kejauhan, pegawai resepsionis melihat interaksi diantara mereka. Ia-pun lansgung menghubungi sekretaris utama dan sedikit ber-‘gossip’ tentang hal ini.

Setelah mengantri lumayan panjang, akhirnya Er Xi mendapatkan kartu tanda pengenal pegawai-nya. Semua orang menemukan teman yang satu departemen dengan mereka. Tapi, secara khusus sekretaris malah menempatkan Er Xi di departeman yang bahkan tak dipahami oleh Er Xi apa tugasnya.

Usut punya usut.. departemen itu, ternyata di kepalai oleh Shaoxiang…

Ketika Er Xi masuk ke ruangan tersebut, semua orang menyambutnya dengan ramah. Er Xi bahkan, tak mendapat tugas apapun.. Membuatnya hanya terdiam, minum kopi dan duduk santai sembari memainkan komputernya..

Resepsionis tadi dan sekretasi utama tengah berbincang di toilet. Mereka menggosipkan, hubungan antara Er Xi dan Shaoxiang. Meskipun tidak tahu secara pasti, namun mereka tetap meyakini kalau Shaoxiang telah mengenal Er Xi, terbukti dari sikapnya yang memungut CV Er Xi yang waktu itu telah dibuang oleh Yiran ke tempat sampah.

Ketika mereka berdua keluar, munculla anna yang ternayta sedari tadi berada di dalam toilet. Nampaknya, ia begitu kesal setelah mendengar gossip tadi…

Ternyata…… Ah Suang dihubungi oleh CEO Li. Mereka bertemu dan bahasannya, persis sama dengan yang dialami oleh Ban Shan. Bedanya, seamplop uang tunai langsung disodorkan oleh CEO Li kepada Ah Suang.

Meskipun ragu, pada akhirnya Ah Suang mengambil uang tersebut..

Ah Suang kembali ke kantor dalam kondisi seluruh tubuhnya yang basah kuyup. Ban Shan tak tega melihatnya bersin-bersin, ia-pun menyuruhnya untuk beristirahat dan dirinya akan membawakan obat. Sayangnya, persedian obat telah habis.

Ia ingin membelinya keluar, tapi tiba-tiba ada klien yang menelpon dan memintanya untuk mengirimkan berkas penting.

Kebetulan, ada Wei Wei.. Ban Shan-pun memintanya untuk membelikan obat. Wei Wei sempat ragu, karena ia tahu pasti kalau dirinya yang beli, Ah Suang tak akan sudi untuk meminum obatnya. Ban Shan mengatakan jika nanti, ia yang akan memberikan obatnya dan tak akan memberitahukan akalau Wei Wei yang membelinya.

Setelah beberapa saat, Wei Wei kembali lagi ke kantor. Kini seluruh badannya yang basah kuyup. Diluar sana hujan begitu deras, dan dirinya lupa tak membawa payung.

Kebetulan, Xiao Nai hendak meninggalkan kantor, sehingga membuat mereka bertemu satu sama lain. Melihat kondisinya, membuat Xiao Nai khawatir.. sangat khawatir malahan. Namun, Wei Wei mengatakan jika dirinya masih sehat dan baik-baik saja..

Xiao Nai tak menganggap kalau Wei Wei baik-baik saja, ia-pun melepas jas-nya untuk dikenakan oleh Wei Wei. Dan detik itu juga, ia langsung membawa Wei Wei untuk ikut pulang bersamanya.

Dalam perjalan pulang, tak ada obrolan apapun. Seperti biasa, Xiao Nai lebih banyak diam.. Ia hanya menyetel musik di mobil agar suasananya agar ‘hidup’

Wei Wei sempat kebingungan, Xiao Nai tak membawa mobilnya menuju apartemen Xiao Ling tapi malah membawanya ke rumah milik Xiao Nai.

Alasannya? Xiao Nai menganggap jika rumahnya lebih dekat. Jika Wei Wei dibiarkan basah kuyup terlalu lama, takutnya terjadi hal yang buruk padanya.

Saat berjalan masuk.. Satu hal yang membuat Wei Wei tersentuh. Xiao Nai hanya memiliki sebuah slipper, pertanda jikas ebelumnya tak pernah ada tamu yang masuk kedalam rumah ini, “Aku.. adalah orang pertama yang datang kesini..” gumamnya

Xiao Nai membawakan Wei Wei handuk kering, kemudian mengelap rambutnya yang basah. Mereka saling tatap penuh cinta, membuat suasanya sangatlah romantis, hingga Xiao Nai tak sanggup mengendalikan perasaanya dan langsung mencium Wei Wei tepat di bibirnya..

Supaya pakaiannya kering, Wei Wei harus melepas dan menjemurnya terlebih dahulu. Sebagai gantinya, Xiao Nai memberikan kemeja yang tak pernah dikenakannya untuk Wei Wei pakai. awalnya, Wei Wei menolak.. Nampkanya, itu yang yang sangat amat canggung untuk dilakukannya.

Tapi, apa boleh buat.. daripada sakit, lebih baik dirinya mengenakan pakaian itu, kan..

———————————————————————–

Keesokan harinya, Xiao Nai pergi ke kantor mengenakan kemeja yang semalam dipinjamkannya kepada Wei Wei (Betah banget make bekasnya Wei Wei, wkwkwkwkwk..). Hao Mei sempat menggodanya, dengan mengatakan jika Xiao Nai agak berbeda hari ini. Kemeja yang dikenakannya, terasa berbeda dengan style yang biasa dikenakannya sehari-hari.

Kebetulan, mereka menaiki lift berbarengan dengan Ah Suang. Suasanya terasa kiku, nampkanya Ah Suang ingin mengatakan sesuatu namun ia kebingungan mencari cara untuk mengungkapkannya..

Ketika hanya berduaan dengan Xiao Nai.. Akhirnya, Ah Suang mau berbicara. Ternyata, ia telah mengetahui kalau Wei Wei sakit karena membelikan obat untuknya. Ia merasa bersalah dan meminta maaf pada Xiao Nai.

Wei Wei mengurung diri didalam kamar, ia menutupi seluruh badannya dengan slimut (Demam atau ????). Er Xi mengetuk pintu, ia tak mengetahui kalau Wei Wei sedang sakit, ia-pun meminta bantuannya untuk memainkan player-nya dalam games Chinese Ghost Story.

Nampanya, Er Xi sangat amat antusias untuk menaikan level-nya supaya ia bisa membuatkan sebuah hadiah langka dan keren untuk diberikan kepada suami virtualnya..

Tanpa keluar dari kamarnya, Wei Wei berteriak jika ia akan melakukannya nanti..

Setelah mengatahui kalau Er Xi benar-benar pergi, barulah Wei Wei keluar dari kamarnya. Ia langsung berlari ke toilet, mengambil foundaation untuk menutupi ‘something’ (?) dilehernya… Wkwkwkwkwk..

Wei Wei perlu menarik nafas dalam-dalam sebalum mengangkat telfon dari Xiao Nai. Nampaknya, ia sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakannya. Awalnya, Xiao Nai hanya menanyakan bagaimana kondisinya sekarang.. Apakah sudah baikan atau masih sama?

“Kalau sakitku bertambah parah, itu semua adalah ulahmu.. Seharusnya kemarin, kamu langsung membawaku pulang kerumahku…”

“Hmm.. rasanya kurang bebas kalau aku langsung mengantarmu pulang. Disana kan, ada temanmu..”

Wei Wei langsung bergidik geli.. menceramahi Xiao Nai dengan mengatakan kalau sekarang adalah jam-nya bekerja, jadi jangan membahas hal yang lain-lain.

Setelah telponnya ditutup, Xiao Nai mengirim pesan.. mengajak Wei Wei untuk makan siang bersamany. Nampaknya, Wwei Wei ingin menghindari Xiao Nai, terbukti dari balasannya yang malah mengirimkan kata-kata layaknya pesan dari operator yang mengatakan kalau sms-nya tidak terkirim karena tidak cukup pulsa.

Karena pulang kantor lebih ceoat, Er Xi langsung bergegas menuju apartemen Cao Guang. Tentu saja untuk menunaikan pekerjaanya.. Meskipun kelelahan hingga tertidur di bus dan berhenti melebihi halte, ER Xi masih terlihat bersemangat dan begitu antusias untuk melakukan pekerjaannya ini.

Ketika tiba, Cao Guang malah menyambutnya dengan sinis.. Ia menyindiri gaya-nya yang terlalu sering menggunakan kemeja dengan motif yang sama..

Er Xi membela dirinya, dengan mengatakan kalau dirinya memiliki baju seperti ini lebih dari satu. Jadi, wajar saja jika dirinya sering telihat mengenakannya..

Masuk ke kamarnya, Cao Guang langsung membuka laptop dan memainkan games-nya. Dia yang masih mengira kalau istri virtual-nya adalah Wei Wei, sempat terlihat kebingungan ketika mengetahui kalau akun istrinya itu juga sedang online.

Ia-pun lansgung berkirim pesan dengan istrinya, membahas hal basa-basi dengan bertanya mengenai apa yang tengah dilakukannya. Awalnya, Wei Wei ingin jujur dan membalas kalau dirinya bukanlah pemilik akun games ini. Namun, ia menyadari kalau lawannya ini adalah player yang disukai oleh Er Xi.

Untuk cari aman, akhirnya Wei Wei memilih untuk log-out, berasalan jika dirinya ada urusan penting yang mendadak….

=BERSAMBUNG=


>>> Selanjutnya (Episode 20)

Advertisements

4 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 19

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 18 | my-eternalstory

  2. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 20 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s