JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 20

Sebelumnya (Episode 19) <<<

———————————————————————–

Wei Wei menelpon Er Xi, untuk menceritakan bahwa barusan ‘suami’ Er Xi online dan bertanya sesuatu kepadanya. Tak mau apa yang sedang dikerjakannya ketahuan, Wei Wei-pun segera keluar dari permainan. Er Xi merasa lega, sama seperti yang difikirkan Wei Wei, ia juga tak ingin kalau kejutannya bocor,

Sebelum menutup telponnya, Er Xi masih sempat menggoda Wei Wei yang ternyata akan ada acara dineer berdua dengan Xiao Nai malam ini. SIal,.. suara nyaring0nya terdengar oleh Cao Guan yang jadi kesal dan langsung memarahinya… Bukan hanya marah, tapi sekaligus membentaknya dengan alaan yang sebenarnya ‘rancu’

Setelah dimarahi, Er Xi hendak memberi makan kucing. Ia menumpahkan kekesalannya pada Cao Guang dengan mengobali kucing tersebut. Tapi akibatnya,…. jari dia digigit oleh kucing tersebut.

Refleks, Er Xi langsung menjerit kesakitan. Dan saat itu juga, Cao Guang langsung menghampirinya dan melihat apakah tangannya baik-baik saja. Dengan perhatian, (masih agak ketus sih..) Cao Guang membantu membersihkannya kemudian membalutnya.

Takut terjadi hal yang lebih parah seperti rabies, Cao Guang mengajak Er Xi pergi ke rumah sakit untuk disuntik vaksin. Namun Er Xi nampak begitu menolaknya, ia malah mengatakan jika uang untuk biaya berobatnya, lebih baik dijadikan uang untuk menutupi hutangnya.

Bahkan, ketika tiba di rumah sakit, Er Xi masih saja mengelak. Sepertinya ia takut dengan jarum.. Cao Guang merebut ponselnya, mengancam jika ia akakn menelpon keluarga terdekat Er Xi saja. NAmun, Er Xi menggerutu, mengatakan jika dirinya tak memiliki keluarga disini, dan orang terdekatnya hanyalah Wei Wei…

Pada akhirnya, Cao Guang langsung menelpon Wei Wei. Dengan nada bicaranya yang terdengar angkuh, ia menceritakan kondisi Er Xi. Tentu saja hal itu membuat Wei Wei khawatir.

Dengan badan yang masih agak demam dan terasa pusing, Wei Wei memaksakan diri utnuk pergi ke rumah sakit dan menemui Er Xi. Sesampainya disana, suasana terasa agak canggung,.. untunglah Cao Guang tak tinggal lama. Sesaat setelah Wei Wei datang, Cao Guang-pun langsung pamit pergi.

Saat berjalan keluar, Cao Guang sempat berpapasan dengan Xiao Nai. MEreka tak saling sapa,.. hanya saling lirik, bak rival yang akan melakukan sebuah pertandingan.

Ternyata, Wei Wei tak pernah meminta Xiao Nai untuk datang. Ia hanya memberitahukan kalau dirinya sekarang ada di rumah sakit, dan Xiao Nai datang atas keinginannnya sendiri.

Setelah Dicek, ternyata suhu tubuh Wei Wei masih terbilang tinggi, hal itu membuat Xiao Nai agak cemas dan mengajak Wei Wei untuk sekalian diperiksa saja disini..

Belum juga diperiksa,.. Wei Wei colaps. Untunglah mereka sedang berada di rumah sakit. Jadi, tak terlalu sulit untuk mendapatkan perawatan.

Dengan telatennya Xiao Nai merawat Wei Wei. Melihat itu, membuat Er Xi jadi semakin iri kepada mereka. Bukan iri karena semburu, tapi iri akan betapa beruntungnya Wei Wei karena memiliki Xiao Nai sebagai kekasihnya…

Tak hanya di rumah sakit, ketika kembali ke apartmen-nya pun, Wei Wei terus ditemani oleh Xiao Nai yang dengan insiatif-nya sendiri mengambil air minum, menyelimutinya dan melkukan hal-hal lain yang tentunya terhitung sangatlah menyentuh dan sweet..

Sebelum tidur, WeiW Wei meminta Xiao Nai untuk pulang saja. Tak lupa ia-pun berterimakasih atas semua sikap Xiao Nai yang sangatlah membantunya hari ini.

Namanya juga orang sakit. Setelah tertidur, Wei Wei terbangun di tengah malam. Ia berjalan keluar dan terkejut melihat Xiao Nai yang masih saja berada disini. Ia-pun berjalan menghampirinya..

Xiao Nai melihatnya, memeriksa suhu tubuhnya kemudian memintanya untuk duduk disampingnya sambil mendekapnya dipelukannya…

———————————————————————–

Esok harinya,….

Di kantor, diasakan rapat sederhana yang dihadiri oleh orang terdekat Xiao Nai. Bahasannya tentu masih seputar perkembangan games mereka. Kali ini, semuanya hampir rampung, hanya saja masih ada beberaa detail yang harus disempurnakan.

Ketika Hao Me mengatakan kalau itu hanyalah masalah sepele, Xiao Nai tak bisa mengatakan hal itu. Sifatnya yang perfectionist, bahkan membuatnya rela turun tangan sendiri untuk mengelesaikan masalah ‘sepele’ itu..

Setelah tempo hari mengetahui bahwa Er Xi mempunyai hutang lumayan banyak kepada Cao Guang, Wei Wei tak mau diam saja. Ia-pun meminjamkan uangnya untuk Er Xi. MEndengar hal tersebut, tentu saja membuat Er Xi sangat amat gembira.

Setidaknya, ia hanya berhutang pada sahabatnya bukan pada cowok angkuh seperti Cao Guang…

Bekerja-nya kembali Wei Wei membuat seisi kantor ikut senang.. Mereka merasa lega, karena melihat Wei Wei akhirnya sembuh. Mereka sempat menggodanya dengan menduga-duga, apa yang dilakukan Xiao NIa selama Wei Wei sakit.

Namun Wei Wei, hanay terdiam.. ia teringat betapa perhatiannya Xiao Nai kepadanya selama ini..

Ah Suang yang awalnya angkuh, kini ikut meluluh.. Nampaknya, ia ingin mengucapkan maaf. Tapi, terlalu gensi dan tak tahu harus dengan cara apa. Ia-pun mengatakan kalau Wei Wei tak perlu meneyelsaikan pekerjaan darinya. Tai, Wei Wei tak mau lepas tanggung jawab begitu saja.

Karena itu pekerjaannya, maka ia akan melanjutkannya hingga selesai…

Muncullah Xiao Nai.. Ia tak berkomentar apapun. Ia malah mengajak Wei Wei masuk keruangannya… Untuk apa? Untuk mencoba games milik perusahaannya… Wei Wei nampak sangat antusias,.. terlalu antusias malah, hingga membuatnya jadi fokus pada games dan tak mau melakukan hal yang lainnya.

Xiao Nai telah menduga hal itu.. Makanya, ia telah menyikapkan makanan dimejanya, supaya Wei Wei yang masih dalam tahap pemulihan, tak lupa untuk makan..

Bahkan, ketika mereka berjalan menuju mobil.. Bahasannya masih seputar games, terutama segala hal yang berhubungan dengan tahap akhir dari produk games yang tengah dikembangkan oleh perusahaan milik Xiao Nai. Idenya tergolong brilian, karena sebelum diluncurkan pada platform PC. Terlebih dahulu, Xiao Nai mengeluarkan versi demo-nya di smartphone.

Tentu saja itu de bagus,.. seperti kita ketahui. Orang-orang lebih sering memegang smartphone-nya. Jadi, sebelum memainkannya di PC mereka pasti tertari untuk mencobanya di ponsel mereka.

Setelah melhat jari Er Xi yang terluka, pegawai lan jadi kelabakan ingin membantunya. Hal itu malah membuat Er Xi kebingungan. Dirinya sendiri, tak mengerti mengapa semua orang bersikap baik kepadanya.

Kebetulan, saat itu juga Anna dan yiran berjalan menuruni tangga dan mereka melihat Er Xi. Anna sempat mengajak Yiran untuk memberi pelajar pada Er Xi.

Tapi, Yiran menolaknya. Beralasan jika itu adalah hal yang tidak penting, toh keberaaan mereka dirini adalah untuk mencari pengalaman dalam bekerja..

Yiran maan siang bersama saudara sepupunya, yaitu Shaoxiang. Wajhnya nampak begitu murung, ia terus teringat akan cintanya yang bertepuk sebelah tangah. Shaoxiang berusaha membuatnya tersenyum lagi, dengan mengatakan kalau diluar sana masih sangat amat banya pria lain. Toh, Xiao Nai adalalh pri ayang sombong dan angkuh.

“Justru.. semakin dia bersikap seperti itu.. Semakin aku menyukainya..” ujar Yiran

Dengan semangat, Er Xi mendatangi rumah Cao Guang. Ia bahkan mengirimkan satu dus berisi snack favoritnya ke rumah Cao Guang. Tapi,… bukan untuk Cao Guang melainkan untuknya sendiri..

Setelah membayarkan seluruh hutangnya, Er Xi mengatakan jika dirinya masih akan bertanggung jawab dan mengurus kucing itu selama Cao Guang pergi. Kali ini bukan karena hutangnya, tapi karena tanggung jawabnya..

Cao Guang sempat menggerutu kesal. Ia mengetahui pasti bahwasanya, uang yang diberikan Er Xi adalah pemberian dari Wei Wei. Ia sama sekali tak sudi untuk menerimanya..

Namun, wajah cemberutnya lansgung berubah jadi wajah yang tersenyum cerah ketika melihat keakraban antara Er Xi dan kucing kesayangannya…

Wei Wei terus membahas ide-nya tentang games.. Namun, Xiao Nai mlaah asyik sendiri memainkan alat musik kesayangannya. Ha itu, membuat Wei Wei kesal dan lansgung menggigit tangan Xiao Nai..

Xiao Nai tak mau diam saja. Ia langsung mendorong tubuh Wei Wei hingga tertidur di lantai, “Kenapa menggingitku, istriku sayang????? Aku harus membalasnya..” ujar Xiao Nai yang lansgung mencium Wei Wei

“Ka… kk.. kamu yakin ini pertama kali kamu berpacaran? Tapi, kenapa tingkahmu terlihat seperti orang yang sangat berpengalaman?” tanya Wei Wei

“Karena kamu membuatku tak bisa menahan perasaanku…” jawab Xiao Nai

Xiao NAi harus berangkat ke kantor. Ia mengajak Wei Wei untuk pergi bersamanya. Namun, Wei Wei tak mau.. Ini adalah akhir minggu, ia tak akan mendapat gaji tambahan meskipun dirinya ikut.

Xiao Nai tersenyum mendengarnya, ia-pun meminta Wei Wei untuk menghampirinya untuk mencium keningnya.., “Tetap disini saja, jagain rumah dan jangan pulang ke tempatnya Xiao Ling…” pintanya

“Jagain rumah??? Tapi ini bukan rumahku…” gumam Wei Wei sembari tersenyum geli

BERSAMBUNG


::: NOTES :::

Hmmm…. penulis nih drama tahu banget caranya kasih fan service. Beberapa episode kita dikasih kissu mulu nihhhhh….

Yang jomblo, kayaknya cuman bisa gigit jari aja yaaa kalo lihat mereka mesra-mesraan, Wkwkwkwkwkwk…

>>> Selanjutnya (Episode 21)

Advertisements

13 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 20

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 19 | my-eternalstory

    • Mianhae.. bentar lagi UTS. Jadi, lagi banyak beuttt tugas dan hal-hal lain yang harus diberesin 😦
      Kalo gak salah, di blog-nya mbak Ima udah lebih banyak kok update-nya. Kalau kepo banget, bisa dibaca disana ajaa 😀
      Aku gak bisa gercep nih :(((

      Like

  2. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 21 | my-eternalstory

  3. Emang udah ada diblognya mbak ima tp sayang aku gak bs ikutan coment gak bs msuk. Iiih kalo nonton / baca mulai ep 17 bikin gemes….
    Xiao nai perhatianmu itu loh bikin baper…
    Jd ngiri ma wei wei..

    Like

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s