JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 21

Sebelumnya (Episode 20) <<<

Wei Wei benar-benar menuruti permintaan Xiao Nai untuk tetap tinggal dan menjaga rumahnya. Untuk mengisi waktu luangnya, Wei Wei mencoba untuk menuliskan ide-idenya tentang konsep game yang menurutnya sangat cocok untuk ditambahkan sebagai fitur khusus dalam games tersebut.

Ketika mengetik, Wei Wei teringat akan binatang peliharaannya dalam games. Akhir-akhir ini, ia terlalu sibuk di dunia nyata hingga lupa akan kehidupan dalam dunia games-nnya. Wei Wei log in ke akun games-nya…

Dan baru juga log-in, kedua teman terdekatnya langsung mengiriminya pesan. Mereka begitu rindu akan kehadiran Wei Wei yang tiba-tiba menghilang begitu saja.

Sebenarnya, bukan hanya Wei Wei yang menghilang.. Setelah berpisah dengan pemimpin klan, Weixing juga menghilang tak ada kabar. Akibatnya kemampuannya untuk bermain games sudah tak sehebat dulu lagi.

Mereka mencoba untuk bergabung melawan salah satu monster. Tapi, Weixing tetap menjadi yang paling lemah. Hal itu tentu membuatnya merasa rendah diri dihadapan yang lainnya. Pada akhirnya, mereka-pun bercerita tentang apa yang mereka alami akhir-akhir ini.

Ternyata, di dunia nyata.. Weixing memang berpacaran dengan pemimpin klan. Mereka sempat putus.. Namun, ketika sakit, ‘mantan’-nya itu selalu merawatnya. Hal itu membuat mereka akhirnya memutuskan untuk rujuk kembali.

Namun, masih ada hal yang membuatnya sedih.. Ia-pun mengajak Wei Wei untuk bertemu lansgung dengannya. Toh, mereka sama-sama berada di Beijing. Ni Ni merasa iri,.. dirinya tak berada di Beijing dan tak akan bisa ikut bertemu dengannya..

Ketika asyik chat dengan teman-temannya.. Tiba-tiba, Xiao Nai untuk mengirim chat padanya. Wei Wei nampak sedikit kaget,.. alih-aling chat lewat ponsel. Xiao Nai malah mengirim-nya chat via games, “Tahu gak sih.. tingkahmu ini membuat Er Xi selalu mengejekku.. Kenapa chat lewat games. Kamu punya nomor poselku, jadi tinggal di telpon saja..”

Xiao Nai malah tersenyum geli,.. ia menganggap kalau percakapan via games ini, sudah menjadi ciri ‘khas’ dari hubungan mereka.

Tiba-tiba, Xiao Ni mengajak Wei Wei untuk pergi kesuatu tempat bersamanya. Bukan sekarang,.. tapi nanti malam. Ngapain?

Xiao Nai mengajak Wei Wei untuk berenang bersamanya, “Kamu perlu sedikit berolahraga..”

Wei Wei tak bisa berenang, namun ajakan Xiao Nai membuatnya berfikiran ‘liar’.. Ia teringat perkataan teman-temannya yang menceritakan kalau Xiao Nai sangat seksi saat mengenakan pakaian renang. Akhirnya, hal itu membuat Wei Wei dengan yakinnya langsung menyetuji ajakan Xiao Nai.

Sebelum menutup telponnya, Xiao NAi berpesan agar Wei Wei membawakan pakaian renangnya yang tersimpan di loker bawah lemarinya. Wei Wei masuk ke kamar Xiao NAi.. Ia bingung mengambil yang mana, akhirnya ia mengambilnya secara acak.

Wei Wei mendatangi kafe tempat Weixing mengajaknya bertemu. Tak sulit untuk menemukannya, mereka-pun duduk berhadapan dan mulai bercerita tentang kabarnya masing-masing. Meskipun tak pernah bertemu, hubungan dekat mereka di dalam games, membuatnya jadi tak canggung lagi untuk bercerita seputar kehidupan sehari-harinya.

Wei Xing malah jadi curhat tentang hubungan asmaranya.. Bahkan, ia hampir menangis, karena menyadari kebodohannya yang terus menerus mau menerima pria yang sudah jelas-jelas ‘playboy’….

Wei Wei tak banyak bercerita, ia lebih banyak diam dan mendengarkan semua cerita dari Wei Xing…

Tak terasa, waktu sudah berubah petang. Sebentar lagi, Xiao Nai akan menjemputnya.. Maka dari itu, Wei Wei pamit untuk pulang. Ketika di depan kafe, Xio Nai menelponnya.. dan yang ditanyakan pertama kali adalah ‘kamu sudah punya pakaian renang? Mau kutemani untuk membelinya?’

Mendengar itu membuat Wei Wei jadi kikuk,.. Ia langsung menjawab jika dirinya bisa membeli itu sendirian.. Sendirian saja…

Di dalam toko, pelayannya menawari Wei Wei satu stel bikini seksi berwarna ungu. Namun, Wei Wei langsung menolaknya dan memilih untuk membeli sebuah pakaian renang tertutup yang berwarna hitam.

Di dalam mobil, Wei Wei tak banya berbicara, Ia lebih banyak melamun.. membayangkan apa yang akan dilakukannya ketika melihat badan Xiao Nai yang seksi dan kerennnn ketika nanti berenang. Bahkan, khayalan ‘liar’-nya, membuat ia terfikir untuk mengambil gambar ataupun video ketika Xiao Nai tengah berenang (Omoooooo.. Wei Wei….)

Mereka tiba di tempat tujuannya.. Tempat ini merupakan villa kosong yang sedang tidak dihuni oleh siapapun. Maka akan sangat cocok untuk mereka berenang ‘berduaan’ saja..

Di dalam, Xiao Nai lansgung meminta Wei Wei untuk memberikan pakaian remang miliknya. Xiao Nai tersenyum agak ‘nakal’. Dia mengungkapkan, jika ini adalah celana renang yang diberikan oleh tantenya, dan tak pernah dipakaianya sama sekali, “Jadi,… yang seperti ini seleramu..” ujarnya

Benar saja,… setelah berganti pakaian, Xiao Nai keluar dengan keadaan celana renang yang cukup pendek. Melihat itu, membuat Wei Wei malu sendiri.. Ia-pun lansgung berlari masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya. Padahal… dari awal, ia tak mau berenang dan hanya berencana untuk melihat Xiao Nai saja.

Wei Xing menelpon pacarnya, ia mengajaknya untuk makan malan bersama diluar. Namun, ajakannya ditolak mentah-menath. Sang pacar, lebih memilih untuk membantu player lain untuk menyerang musuh.

Wei Xing penasaran, ia pergi ke warnet dan mengecek-nya sendiri. Tenyata.. player lain yang dimaksud adalah sekawanan cewek genit anak buahnya Xiaoyu.

Tentu hal itu membuatnya, cemburu sekaligus kesal. Tapi.. apa boleh buat.. Toh, kemarahanya juga hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Daripada marah-marah, lebih baik ia memancing mereka dengan menceritakan pengalamannya bertem Wei Wei hari ini.

Dengan tegasnya, ia mngungkapkan bahwa Wei Wei adalah perempuan yang cantik.. sangat cantik malahan…

Pernyataan Wei Xing membuat mereka jadi penasaran..

Ketika bertemu dengan Xiao Yu, mereka lansgung memohon agar mereka bisa melihat Wei Wei secara langsung. Toh, dari yang mereka tahu… Wei Wei bekerja di perusahaan milik keluarga Zhen Shui.

Awalnya, Xiao Yu menolak.. Apa hak-nya bisa meminta Zhen Shui untuk membawanya ke kantor. Namun, setelah dibujuk, akhirnya Xiao You bersedia untuk menanyakan hal ini kepada Zhen Shui.

Zhen Shui sempat tak menyetujui hal tersebut. Kanto itu milik ayahnya, bukan miliknya. Jadi, ia tak bisa seenaknya saja membawa orang dari luar. Namun, melihat ekspresi ‘sedih’ Xiaoyu membuatnya tak bisa berkutik dan lansgung setuju untuk membawanya ke kantor besok.

Di kantor, kedatangan Zhen Shui bersama sang pacar.. Mendapat perhatian lebih dari pegawai kantor. Mereka bertanya-tanya,.. bukankah Er Xi adalah gebetannya Zhen Shui.. Tapi kok, hari ini ada perempuan lain yang jelas-jelas digandeng dan diperlihatkan kepada semua orang?

Xiao Yu meminta Zhen Shui untuk memanggilkan pegawai yang mereka anggap sebagai Wei Wei. Zhen Shui agak ragu untuk melakukannya,.. Namun, mendengar rengekan Xiao Yu membuatnya tak bisa menolak…

Tak lama kemudian, Er Xi yang mereka anggap sebagai Wei Wei datang. Sementara itu, Zhen Shui harus pergi, karena ia dipanggil ke kantor ayahnya…

Hal itu, membuat Xiao Yu beserta kawan-kawannya semakin mudah untuk mem-bully Er Xi. Mereka meminta ini dan itu.. Memintanya membawakan jus, mengambil anting yang jatuh di kolong kursi dan  pekerjaan lainnya yang sangatlah melelahkan dan membuat er Xi harus bulak-balik, berlarian demi memenuhi permintaannya..

Setelah energi Er Xi benar-benar terkuran, muncullah Zhen Shui. Er Xi yang sudah tak kuat berlari, memberikan charger yang diminta oleh Xiao Yu.. Ia meminta bantuan Zhen Shui untuk memberikannya. Karena, ia sendiri terlalu lelah dan butuh waktu untuk bernafas.

Zhen Shui mengambilnya dan memberikannya pada Xiao Yu. Sebenarnya, ia ingin bertanya apa yang sebenarnya dilakukan oleh mereka pada Er Xi. Namun,.. Xiao Yu langsung mengambil alih pembicaraan, dengan menceritakan penampilan Er Xi yang menurutnya sangat kampungan.

Karena ini sudah sore, mereka-pun pulang. Sayangnya, Zhen Shui tak bisa mengantar mereka karena masih ada pekerjaan lain yang harus diselesaikannya.

Di dalam games Chine Ghost Story,… tengah ada perkumpulan. Mereka membicarakan ini dan itu.. secara tiba-tiba, geng Xiao Yu mengajak mereka semua untuk bertemu dan berkeumpul didunia nyata.

Katanya sih, suapaya mereka bisa saling mengenal.. Padahal, tujuan utama mereka ialah untuk membuat semua orang bisa melihat sosok Wei Wei yang asli.

Tempo hari, Weixing mengatakan jika dirinya bertemu dengan Wei Wei yang sangat cantik. Padahal, hari ini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri, kalau Wei Wei ternyata biasa aja.

Wei Xing sempat ragu, ia mengenali sosok Wei Wei yang tidak mungkin mau menghadiri acara seperti ini. Tapi,.. jika dirinya tak mampu menghadirkan Wei Wei, maka dirinya akan mendapat masalah karena dianggap telah berbohong atau apalah..

Maka dari itu, ia menyanggupinya.. IA mengatakan jika dirinya akan memastikan kalau Wei Wei akan datang pada acara itu..

Wei Wei diantar pulang oleh xiao Nai. Ditengah perjalanan, ponsel Xiao Nai terus berdering. Wei Wei mengangkatnya,.. dari nomornya itu adalah nomor asing karena tak ada namanya. Ketika Wei Wei mengatakan ‘hallo..’, terdengar suara seorang perempuan parubaya..

“Itu adalah telpon dari ibuku..” ujar Xiao Nai dengan santainya

Wei Wei begitu terkejut, ia bingung karus ngomong apa? “Kenapa kamu tak menyimpan nomornya…”

“Untuk apa? Aku hafal nomor-nya, kok..” jawab Xiao Nai singkat

Wei Wei yang canggung, langsung memberikan ponsel itu pada Xiao Nai. Dan Xiao Nai mengaktifkan fitur loudspeaker di ponselnya..

Ia berbiara dengan ibunya.. Dan ibu, terus menggodanya dan bertanya-tanya mengenai Wei Wei. Xiao Nai hanya tersenyum geli, sementara Wei Wei,.. wajahnya mulai memerah. Nampaknya, hal ini sangat amat membuatnya kikuk..

Setibanya di depan rumah, Wei Wei lansgung bergegas untuk turun dari mobil. Namun, Xiao Nai menariknay dan menciumnya.. “Selamat malam..” ucapnya

Wei Wei tersipu malu, ia turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa. Sementara Xiao Nai.. Ia hanya tersenyum geli sembari melihat langkah Wei Wei yang berjalan menjauh darinya…

Setibanya di dalam rumah, Wei Wei dikejutkan oleh sosok Er Xi yang tengah rebahan di kursi sembari mengenakan masker berwarna hitam. Baru juga tiba, Wei Wei langsung menjadi sasaran curhat Er Xi yang hari ini mengalami pengalaman menyebalkan karena terus dititah ini dan itu oleh sekumpulan wanita yang sama sekali tak dikenal olehnya..

Namun, kabar baiknya…. Dalam games Chinese Ghost Story, er Xi sudah mencapai target maksimalnya. Ia sudah mendapatkan mataerial-material yang diinginkannya. Hanya tinggal finishing akhir… Dan itu berarti, Wei Wei tak perlu repot-repot menyisihkan waktu untuk membantunya lagi….

:::BERSAMBUNG:::

———————————————————————–

>>> Selanjutnya (Episode 22)

Advertisements

8 thoughts on “JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 21

  1. Pingback: JUST ONE SMILE IS VERY ALLURING EPISODE 20 | my-eternalstory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s