MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 13-2

<<< Sebelumnya (Episode 13-1)

———————————————————————–

Ratu Yoo masih tak bisa menerima kepergian Raja. Tatapannya kosong, ia tak rela jika Ratu Hwangbo menutupi jasad Raja dengan jubah putih.

“Raja takkan suka melihatmu seperti ini!”

“Kau tahu apa? Apa dia pernah… sungguh-sungguh mencintaimu?”

“Jangan sentuh dia!”

“Jangan biarkan emosimu mengendalikan dirimu!”

Tiba-tiba, muncullah So.. Ia menghampiri tempat tidur Raja dengan langkah yang lesu.. Matanya langsung berkaca-kaca ketika melihat kondisi ayahnya yang kini telah tiada.

Kehadirannya malah menjadi bahan perdebatan para Ratu. Mengapa ia bisa ada disini? Dimana pangeran yang lainnya?

So mengabaikan semua pertanyaan itu. Jimong memberitahunya bahwa kalimat terakhir yang diucapkan raja adalah, ‘…hidup… itu pendek dan cepat berlalu. Dan terus berlalu begitu cepat.’

So jadi teringat.. Dua tahun yang lalu ketika dirinya masih tinggal di Shinju. Setiap tahunnya, Jimong selalu mengantarkan hadiah untuknya. Sebuah topeng baru untuk dikenakannya..

Yang membuatnya terseuh bukanlah hadiah tersebut. Namun, kehadiran ayahnya yang secara tersembunyi, selalu datang dan melihatnya.. Meskipun itu hanya dari kejauhan saja…

Dengan tekadnya yang sudah sangat bulat.. So meminta Jimong untuk mengecek jumlah pasukan yang ada di sitana. Karena besok, Wook dan Yo akan menyerang istana..

Ratu Yo dan Ratu Hwangbo sangat terkejut. Nampaknya, mereka sama sekali tak mengetahui apapun tentang hal ini. Ratu Yo, menarik tangan So “Jangan membahayakan Yo. Jika kau sentuh sehelai rambutnya sekali pun…, aku sendiri yang akan membunuhmu.!”

“Apa kau berharap dia tetap hidup… setelah berbuat tindak pengkhianatan? Ibu memang terlalu serakah.” ungkap so yang langsung berjalan meninggalkan ruangan.

Sementara itu, kedua ratu nampak begitu cemas dan kebingungan.. “Satu kesalahan saja, anak kita berdua akan mati. Kita harus buat rencana untuk menolong mereka. Lupakanlah saja kau itu wanita dan fokuslah menjadi seorang ibu…”

———————————————————————–

Baek-A melakukan perjalanannya bersama Wo Hee. Luka bekas tusukan pedang, membuat Baek-A tak bisa berakivitas terlalu lama. Hingga akhirnya, Woo Hee mengajaknya beristirahat sejenak. Toh, mereka sudah melewati jarak perjalanan yang cukup jauh.

Di depan perapian kecil, mereka duduk berdampingan.. Saling menceritakan perasaan mereka dan saling meminta maaf, karena selama ini mereka tak pernah jujur akan identitasnya satu sama lain.

Baek-A berandai-andai, akan seperti apa jadinya jika ia hanyalah seorang pemusik biasa dan Woo Hee memang benar-benar seorang Gisaeng. Apakah mungkin mereka bisa bersama?

Woo Hee enggak membahas hal tersebt. Ia-pun segera mengalihkan pembicaraan dengan memberitahukan bahwasanya esok pagi, mereka pasti sudah sampai di Hubaekje. Selanjutnya, ia akan kembali tinggal di daerah asalnya.. Dan ini adalah malam terakhir untuk mereka bisa bertemu dan mengobrol seperti ini.

“Jika memang ini adalah malah terakhir kita….apa boleh aku melakukan keinginanku?” tanya Baek-A

Suasanya terasa begitu hening, Woo Hee tak mengatakan apapun.. Dan Baek-A langsung mendekatkan wajahnya kemudian menciumnya…

———————————————————————–

Hari ini akhirnya tiba juga…

Yo bersama Wook dan pasukannya telah berbaris rapi didepan istana Raja. Wook merasa ada yang janggal, “Seolah-olah mereka sedang menunggu kedatangan kita…”

Sebelum masuk, Wook mempunyai satu permintaan kepada Yo, “Jika Pangeran ke-4, So, mencoba menghentikan kita…, tolong bunuhlah dia…”

“Kau tak perlu meminta itu padaku. Aku memang berencana… untuk membunuhnya.”

Mereka membuka gerbang masuk.. Dan, sejumlah pasukan dari dalam istana juga sudah berbaris rapi untuk melawan mereka. Wook melangkahkan kakinya dengan tegas,.. Namun, ekspresinya berubah seketika melihat keberadaan Soo yang tengah berdiri mantapnya dari kejauhan.

Hal itu tak berlangsung lama, karena Wook bisa kembali berdiri tegap dan langsung menyerang So.

Jendral Soo Kyung sempat memperiganti mereka, bahwasanya membawa pasukan kedalam kediaman raja sama artinya dengan pemberontakan. Dan pemberontak, akan mendapatkan hukuman berat.

Yo sama sekali tak menggubris hal tersebut. Ia-pun meneruskan langkahnya dan memberikan perintah kepada seluruh pasukannya untuk mulai melakukan serangan.

Wook langsung berlari menghadapi So. Pertarungan mereka cukup dan bahkan, sangatlah sengit.. Masing-masing dari mereka memiliki kemampuan bertarung yang sangat hebat.. Tak ada satupun yang terlihat lebih lemah ataupun lebih kuat,..

Pertarungan mereka terhenti, ketiksa secara tiba-tiba.. Muncul para pemanah yang menyerang satu-persatu anggota pasukan yang dipimpin oleh Yoo…

Yupsss… tepat detik itu juga, pangeran mahkota ditemani Baek-A datang dan melangkahkan kakinya memasuki istana. Semua orang nampak tertegun kaget..

Yo menyuruh Wook untuk segera pergi dari sini.. Namun,…

Wook malah menghunuskan pedang tajamnya tepat keleher Yo. Mempuat Yo bertanya padanya, “Sekarang, kau mengkhianatiku?”

“Kita tak pernah ada di pihak yang sama. Jadi aku tidak berkhianat padamu.” jawab Wook singkat

Usut punya usut.. Ternyata Wook telah lebih dulu megirimkan surat kepada Pangeran Mahkota. Ia menceritakan semua kondisi disini, dan rencana pemberontakan yang akan dilakukan oleh Yo.

“Wook, kau telah membuktikan kesetiaanmu kali ini…” ungkap Pangeran Mahkota

“Apa semua itu… jebakan untuk menangkapku?” tukas Yo

Tiba-tiba, muncullah Jimong. Dihapan semua orang, ia mengumumkan telah meninggalnya raja yang secara otomatis menaikan posisi putra mahkota menjadi sorang raja.

Sontak semua orang langsung bersorak sorai, demi menghormati raja yang baru. Diawali oleh Wook, kemudiaan So dan kemudian semua orang yang hadir disana, “Hidup, Hidup Raja. Salam, Yang Mulia Raja…”

Disaat yang bersamaan, Ratu Yo keluar dari kediaman Raja. Tampilannya terlihat begitu lusuh, rambut hitamnya bahkan telah berubah menjadi uban. Ia melangkahkan kakinya dengan begitu lunglai,.. ditambah lagi, hal yang pertama kali dilihatnya ialah sosok Yo yang tengah terduduk, dihimpit para prajurit yang menahannya..

Kepergiaan baginda raja, menjadi hal yang sangat menyedihkan untuk anak-anaknya. Jung yang masih ‘kekanak-kanakan’ menyikapinya dengan menangis tersedu-sedu. Berdeda halnya dengan yang lain.. Mereka lebih dewasa, dan menunjukkan reaksi kesedihannya hanya dalam hatinya saja.

Yeon Hwa juga ikut bersedih. Namun, sebuah kalimat yang bermaksa ambisius muncul dari dalam hatinya, “Tunggu dan lihat saja. Ayah selalu menganggapku terlalu ambisius. Aku, Yeon Hwa akan merebut kendali… atas kerajaan ini.” gumamnya

———————————————————————–

Eun ingin melihat jenazah ayahnya untuk yang terakhir kali. Namun, Soon Deok berusahah keras untuk menahannya. Dia tahu betul, apa yang akan terjadi ketika seorang raja baru dinobatkan. Semua pangeran dan keponakannya akan dibunuh. Dan suapaya mereka tetap aman, Soon Deok menyarankan agar Eun tetap tinggal disini. Setidaknya, ia berharap raja yang baru akan melupakan mereka.

Tentu saja Eun menolaknya, apalagi sikap Soon Deok yang terus berusaha untuk memasangkan jubah baja miliknya untuk dipakai olehnya, itu membuatnya terlihat sebagai lelaki yang lemah. Soon Deok malah tersenyum  gembira, kaerna mengira kalau Eun ingin mati bersamanya.

“Kenapa kita mesti meninggal bersama-sama? Kita berdua harus tetap hidup bersama!”

endnegar kata-kata itu, setidaknay ebrhadil membuatperasaan Soon Deok jadi berbunga-bunga. Ia begitu senang, hingga secara refleks langsung memeluk suaminya tersebut.

Soo menemui Wook. Ia meminta kejelasan atas sikap Wook, yang seakan-akan membodohohinya.. BErkata seperti itu, tapi kenyataannya malah seperti ini. Hingga pada akhirnya, ia menyadari sesuatu.. Wook sedang mencoba untuk mengetes-nya.

Wook mengiyakan hal tersebut, sebenarnya pada hari itu.. Ia berharap kalau Soo akan mengatakan yang sejujurnya kepadanya.. Menceritakan soal kondisi raja kepadanya. Tapi, pada akhirnya Soo malah memilih untuk menemui dan bekerjasama dengan So.

Lantas, So bertanya balik.. apakah Wook berencana untuk membunuh So? Wook tak mengiyakannya secara lansgung. Tapi, dari raut wajahnya sudah tersirat jelas jika jawabannya adalah iya..

Yang jelas, Wook hanya mengatakan bahwa dirinya kan tetap menjadi raja.. Dan demi mencapai tujuannya itu, ia akan melakukan cara apapun. Termasuk.. menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya.

Soo mulai jengah dengan semua ini… Ia tak menyangka Wook akan bersikap seperti itu. Sekarang, ia menyadari, bahwasanya Wook sudah beruabah.. Wook yang sekarang, bukanlah Wook yang dikenalnya dulu.

Wook membalikkan perkataan Soo, dengan menyebutnya sama-sama telah berubah. Kini, Soo lebih memilih untuk bersama dengan So, hal itu tentu saja membuatnya sangat sakit hati.

Soo membela dirinya, mengatakan jika ia bahkan telah meminta So untuk tidak menyakiti Wook. Tapi justru, hal itulah yang membuat harga diri Wook terasa semakin runtuh. Soo mencoba untuk menghapuskan segala keraguan diantara mereka. Karena sekarang rajanya telah berganti, mereka bisa meminta pada raja yang baru untuk membiarkan mereka bebas dari istana, dan menikah diluar sana.

Betapa malangnya So, ajakannya ini langsung ditolak menath-mentah oleh Wook. Dengan dalih, ‘masih belum waktunya..’, Wook memberitahukan Soo bahwasanya ia tak bisa melakukan hal ini.

Detik ini-lah, akhirnya Soo menyadari bahwasanya selama ini Wook membohongi dirinya sendiri. Selalu berkata jika ia ingin menjadi raja untuk Soo.. Padahal..

Wook malah bertanya, apakah Soo bersikpa seperti ini karena So? Dengan suara yang tegas, Soo mengatakan bahwasanya sikapnya ini adalah akibat dari sikap wook yang tak pernah mempercayainya, yang selalu mencurigainya dan tak tak pernah meyakini perasaannya. Ia bahkan menekankan, bahwasanya yang selama ini Wook lakukan hanyalah mengatakan kalau ia akan membawa-nya kembali kepelukannya, “Itu bukanlah hal yang mudah..” ungkap Soo yang kemudian berjalan meninggalkan Wook….

Yo melarikan diri..

Tanpa rasa takut seditpun, ia berlari secepatnya.. demi menjauh dari kejaran So, Wook dan pasukan tentara dibelakangnya.

Hingga sampailah ia, di tepi tebing.. Dimana tak ada jalan lain yang bisa ia tuju lagi..

Melihat ke-agresifan Yo, membuat Wook sempat berniat untuk memanahnya. Namun, So yang berada disampingnya, menahannya.. Mengatakan jika Yo tetaplah saudara mereka. Jadi, sangatlah tidak etis jika mereka membunuhnya.

Tak lama kemudian, Jung juga tiba dilokasi. Ia berniat untuk berbicara dengan Yo. Namun, So menghalanginya.. Ia mengetahui betul, bahwsanya emosi Yo tengah berada di puncak.. Dan sangatlah sulit untuk mengajaknya berbicara biasa.

Akhirnya, So memutuskan untuk menghadapi Yo sendirian saja. Sambil bertarung menggunakan pedangnya, So masih berusaha untuk mengajak Yoberundingl. Namun, hal itu sangatlah sulit. Yo adalah tipe pria yang sangat keras, perkataan darinya tak akan mempan sedikitpun.

Hal itu malah memicu pertarungan yang makin dan makinn sengit.. HIngga secara tak sengaja, So harus menyerang Yo, yang mengakibatkan nyawanya berada di ujung tanduk. Sempat, So berniat untuk menarik kembali pedangnya.. Namun, melihat sikap Yo yang akan menyerang balik, membuat So memutuskan untuk mendorong pengangnya. Dan itu mengakibatkan badan Yo terdoron jatuh ke jurang.

So sempat mengulurkan tangannya.. Namun, hal itu sia-sia karena Yo telah terlanjut jatuh kedalam juran yang dibawahnya adalah perairan laut..

Jung memberitahukan hal ini secara lansgung kepada ibunya. Dan itu membuat Ratu Yoo menangis histeris. Ia tak bisa percaya akan apa yang barusan didengarnya. Sebagai pelampiasannya, ia memeluk Jung erat-erat.. erus berkata, jika dirinya akn pergi dan mencari Yo sendirian..

Soo melihat So yang tengah terduduk menyendiri di tempat sepi.. Ia berjalan, kemudian duduk tepat disampingnya. So menatpnya pilu, kemudian berkata jika apa yang barusan dilakukannya.. Mungkin saja tak akan bisa dimaafkan oleh Soo, “Tapi, aku yakin kalau kamu akan memahaminya…”

Dengan mata yang berkaca-kaca dan suara yang bergetar parau So berkata, “Aku telah membunuh kakak-ku…”

Tangan kecil Soo, menggapai pundak So kemudian menepuk-nepuknya perlahan.. setidaknya hal tersebut mungkin bisa sedikit memberikan rasa nyaman untuk So.

Perlahan, Soo menarik So kepelukannya.. Membiarkannya untuk terus menangis.. menumpahkan emosi dan tangis sedihnya.. Tak ada kata apapun yang keluar dari bibir mereka.. Suasanya hening.. Sangat hening..

 

=BERSAMBUNG=


::: NOTES :::

Finally, aku punya alesan jelas untuk sebel sama Wook dan suka sama So. Butuh waktu yang cukup lama, sampai aku memutuskan untuk berpaling dari Wook. Karena sedikitttnyaaa, aku masih berharap kalau Wook bakalan kembali jadi Wook yang dulu lagi.

Sikapnya yang sekarang udah bener-bener berubah. Dia bukanlah dia yang dulu lagi… Perubahannya tuh berasa telalu cepat. Gak nyangka, kalau dia bisa lebih licik daripada orang yang licik.

Memang benar perkataan Sanggung Oh,.. satu-satunya hal yang bisa merubah sifat seorang pangeran adalah tahta dan kekuasaan. Wook aja, yang baik dan bijaksana.. BIsa berubah jadi ambisius dan picik, hanya karena ingin memegang tahta.

Sebell banget, waktu Wook yang secara gampangnya lansgung nolak ajakan Soo buat pindah keluar istana bareng-bareng. HELLOOOO.. yang ngasih ide itu siapa? Yang ngumbar-ngumbar janji itu siapa??? Pas nonton scene itu, rasanya nao-nano deh. Kesel, sedih, gendok, marah.. pokoknya udah keaduk-aduk rasanya 😦

Tai ada satu scene yang bikin aku ketawa heran.. Tiba-tiba, rambutnya Ratu Yo berubah ubanan. Sumpah gak faham 😦 Dalam waktu satu malem aja rambut hitamnya lansgung memudar. Mungkin,.. selama ini dia selalu make semir rambut. Satu hari gak make warnanya lansgung luntur semua 😦 *gubrakk

Kalau tentang So,.. semua dialog-nya di episode ini tuh brilian bangetttt.. Dia bukan cuma mengumbar janji, semua perkataannya tuh nyata. Dan itu yang bikin aku beneran suka sama karakternya dia.

Dan terlebih lagi, Lee Jun Ki tuh terlalu hebat dalam mem-visualisasikan dialognya. Ekspresinya itu mendukung bangetttt semua dialognya. Sedih.. Marah.. bisa muncul dalam satu scene, yang perbedaannya tuh kelihatan bangett. Ah keren dahhhh, keren bangetttttttt..

Pokoknya episode ini, merubah citra Wook.. Yang asalnya dicintai jadi dibenci..

 

———————————————————————–

>>> Selanjutnya (Episode 14-1)

Advertisements

8 thoughts on “MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 13-2

  1. Pingback: MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 13-1 | my-eternalstory

  2. Udah dari awal itu junki kayak gitu hahahaha cuma di sini keliatan romantis karena dia udah nyadar sama perasaannya
    Ha neul jg tuh berhasil bikin karakternya kayak sekarang. Tinggal konflik aja habis ini.
    Ttg ratu yo saya jg mikirnya gitu lia…dia semiran terus ditinggal suami jd buat apa :p

    Like

  3. Keren… Moon lovers critanya keren gini knpa bs kalah rating ma moonlight ya…
    Malah ada yg complain kalo critanya beda jauh ma yg versi china…
    Helloooo ya iyalah beda masak iya critanya dibikin sama emang gak disesuaikan.ma sejarah aslinya. Kalo dibikin sama ntar bukan crita raja gwangjong/p. Wangso lagi dong. Jd sebel kalo dah baca tulisan para netizen yg banding2in. Pokoke yg udah is the best lah…

    Like

  4. Sebelumnya kita udah tau Wook bakal mengkhianati Yo, tapi begitu tiba saatnya, waktu Putra Mahkota muncul dan Wook malah menghnuskan pedangnya ke Yo, sy tetap syok. Ga percaya Wook bisa seperti itu. Yo sendiri sama sekali tidak percaya Wook akan mengkhianati dia…

    Sedih deh. Padahal So tidak pernah berniat membunuh Wook tapi Wook seperti sudah buta matanya, diam-diam ia memang berniat membunuh So. Kasian banged Soo, diphp sm Wook.

    Wook berubah dan sy berharap episode depan Soo benar-benar akan menerima So. Sayang, 7 episode lagi!!! Masak kita digantung gini?! 😛

    Maaf komennya agak random…

    Like

  5. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 14 Part 1 « Kdramastory

  6. Pingback: Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s