AGE OF YOUTH EPISODE 2

Episode 1 <<<

Kebohongan,.. kecurigaan,… hal yang berbeda tapi saling berhubungan. Seseorang akan selalu dicurigai karena dianggap pernah berbohong dan seseorang kadang kala harus berbohong jika terus dicurigai.

Permasalahannya, apakah setiap orang yang berbohong patut kita curigai???

Memangnya, ada apa dengan berbohong? Sebegitu salahkah orang yang berbohong hingga terus dicurigai dan tidak dipercayai oleh orang lain?

Dan,… mengapa seseorang itu ingin berbohong???


== EPISODE 2 ==

[ Is This Underwear Yours? #Lies ]

 

Pengakuan Ji Won yang menyebutkan bahwa dirinya bisa melihat hantu, mendapat respon yang berbeda-beda dari setiap orang yang mendengarnya. Yi Na tiba-tiba mengungkapkan jika dirinya merasa telah membunuh hantu itu, Jin Myung malah berharap itu adalah hantu dari seseorang yang sangat diinginkannya untuk segera meninggal.

Kemudian Eun Jae, tanpa me-ngungkapkan-nya kepada orang lain, secara tak langsung ia mengakui jika dirinya pernah membunuh seseorang.

Bagaimana dengan Ye Eun???

Saat masih berkumpul, ia terlalu mabuk hingga tak bisa memberikan komentar apapun. Padahal, ia mendengar dan mengetahui pasti apa yang diungkapkan oleh Ji Won. Reaksinya mulai muncul ketika terbaring diatas kasurnya, perlahan ia mulai sadar dari kondisi mabuknya.

Saat Ji Won yang berada di kasur atas bisa tertidur pulas hingga mendengkur, Ye Eun malah bergidik ketakutan, berkali-kali ia membalikan badannya ke kanan dan ke kiri, sembari meyakinkan dirinya sendiri bahwa Ji Won adalah pembohong, “Itu bohong… semuanya hanyalah kebohongan…”

Tiba-tiba, Ji Won berhenti mendengkur, suasanapun berubah mencekam. Ji Won berusaha bertingkah konyol, yang bukannya membuat Ye Eun tertawa tapi malah membuatnya berteriak histeris ketakutan, “Itu, enggak lucu sama sekali!” tukas Ye Eun yang langsung mengambil sebungkus snack dari lemari didekatnya.

Ji Won melihatnya, kemudian meminta Ye Eun untuk berbagi cemilan dengannya. Ye Eun yang masih marah meminta Ji Won untuk turun mengambilnya sendiri jika memang menginginkannya.

Zapppp… tiba-tiba leher Ji Won berubah elastis dan memanjang, membuat wajahnya bisa berada di hadapan Ye Eun. Sontak saja Yeu Eun lansgung berteriak histeris ketakutan, namun ternyata itu semua hanyalah mimpi buruknya saja… (Eh,.. kalau kalian nonton sendiri, adegan yang ini lumayan serem lohhh…)

Ia terbangun dipagi hari dengan keringat yang telah membasahi sekujur tubuhnya. Perlahan ia merasakan sesautu yang lembab di daerah pahanya. Kenapa? Ternyata dia mens…

Setelah mandi dan mencuci, ia pun menjemur pakaiannya. Tak sengaja, ia melihat sebuah celana boxer pria diantara jemuran para wanita. Menduga jika itu milik pacarnya, ia pun megambilnya dan memasukannya kedalam tas secara sembunyi-sembunyi.

Ye Eun lasung pergi ke tempat tinggal sang pacar, kamarnya lumayan luas, namun masih acak-acakan tak tertata rapi.

Sang pacar, Ko Doo Young (Ji Il Joo), sedang tidur bermalas-malasan dikasurnya. Ye Eun langsung mem-bangunkannya untuk memastikan apakah boxer itu miliknya.

Setelah dilihat olehnya, Doo Young langsung menggelengkan kepalanya, mengatakan jika dirinya tak mungkin memakai benda murahan seperti itu. Selanjutnya, ia menggoda Ye Eun, mengajaknya untuk bermesraan, Ye Eun menolaknya, mengatakan jika sekarang ia sedang menstruasi. Meskipun sempat kesal, akhirnya Doo Young hanya memeluk Ye Eun memperlakukannya seperti sedang memainkan boneka lucu.

Ye Eun pulang kerumahnya, di depan gerbang ia melihat seorang pria misterius yang terus berdiri dan mengawasi daerah sekitar sini. Pria itu langsung kabur ketika melihat kedatangan Ye Eun. Sementara Ye Eun sendiri, langsung masuk kedalam, dan tak begitu menghiraukan sosok pria barusan.

Ketika masuk, hanya ada Eun Jae yang nampaknya hendak membuka loker dibawah rak sepatu. Namun, ia mengurungkan niatnya karena Ye Eun mengajakanya mengobrol. Eun Jae menceritakan bahwa penghuni lainnya sedang pergi keluar: Yi Na berolahraga pagi, Jin Myung berkeja part-time dan Ji Won pergi untuk kencan buta.

Ye Eun tertawa geli, mengejek kelakuan Ji Won yang selalu kencan buta namun tak pernah berhasil mendapatkan pacar setelahnya.

Kemudian, Ye Eun mengeluarkan celana boxer dari dalam tasnya, “Kamu lihat ini,… ada seseorang yang telah membawa pria kesini..”

Tanpa ragu, ia langsung meyakinkan Eun Jae bahwa orang itu pastilah Yi Na. Dengan dalih, Yi Na sendiri yang telah mengakui jika dirinya sedang berhubungan dengan lebih dari seorang pria.

“Pasti, ia tak sengaja mengalami ‘one night stand’…” ujar Ye Eun

Eun Jae malah merasa bingung, “One Night Stand? Apa maksunya?”

Ye Eun menjelaskannya secara singkat dan malah membuat Eun Jae semakin kebingungan, “Benarkah? Ada orang yang melakukan hal seperti itu???”

Ye Eun sudah tak mau membahas hal itu lagi. Ia pun mengajak Eun Jae untuk mencari bukti di kamarnya Yi Na. Dari luar pintu kamar, terdengar suara seorang pria. Mereka berdua saling melirik, memberi kode agar seseorang membukakan pintunya duluan. Tiba-tiba, muncul seseorang yang ikut berdiri disamping mereka. Siapa?

Tentu saja itu Yi Na, ia baru pulang jogging dan masih mengenakan pakaian olahraganya. Ia pun membukakan pintu kamarnya sendiri dan menunjukkan bahwa suara itu berasal dari film detektif conan yang sedang terputar dari laptopnya. Ditambah lagi, Yi Na dengan entengnya melempar celana boxeer itu, mengatakan jika pria-nya tak akan menggunakan barang murahan.

Okey,.. berarti terbukti jika Yi Na bukan tersangkanya. Lantas siapa??? Apakah mungkin ini ulahnya Jin Myung????

Sontak Ye Eun langsung menggelengkan kepalanya, mengatakan bahwa di dunia ini tak akan mungkin ada seorang pria yang tertarik pada Jin Myung, “Dia bahkan tak pernah tertarik untuk mengurus dirinya sendiri, mana mungkin ada orang lain yang tertarik padanya…”

Eun Jae berfikiran lain, berdasarkan salah satu teori psikologi yang dipelajarinya, ia beranggapan bahwa diluar sana, pasti aa seorang pria yang justru menyukai tipe wanita seperti Jin Myung.

Sementara itu, Jin Myung sendiri sedang berlari tergesa-gesa menuju retoran tempatnya bekerja. Tepat di depan pintu, langkahnya terhenti karena ada suara seorang pria yang memanggilnya.

Pria itu adalah Park Jae Wan (Yoon Park), chef muda tampan, yang nampaknya memiliki perasaan spesial untuk Jin Myung.

“Kamu belum terlambat,.. masih ada waktu 5 menit lagi. Duduklah dan beristirahat terlebih dahulu..”

Jin Myung menuruti nasihat Jae Wan, di meja tersimpan segelas air es yang tentunya telah disiapkan untuknya.

Jam kerja dimulai, sebagai seorang pelayan, tugas utama Jin myung hanyalah mengantar makan dari dapur menuju ke meja pelanggan. Ia sangat sibuk hingga tak menyadari bahwa Jae Wan selalu memperhatikan gerak-geriknya, entah itu secara langsung ataupun melalui monitor CCTV yang terpasang di dapur.

Kembali ke rumah, Ye Eun masih penasaran tentang siapa pemilik celana boxer. Tanpa perlu pembuktian apapun, ia bisa meyakini kalau Jin Myung bukanlah pemilik boxer itu. Lantas, apakah ini milik Ji Won????

“Hampir setiap hari dia pergi kencan dengan pria yang berbeda, bukankah mungkin saja kalau ia melakukan hal itu dengan salah satu dari mereka???” celetuk Ye Eun

Sayangnya, Ji Won juga bukan pemilik celana boxer itu. Terbukti dengan acara kencannya yang lagi-lagi harus berakhir gagal dan mengecewakan. Di kencan butanya, ia berhasil membuat suasana jadi kocak dan tawa riang terus terdengar selama acara berlangsung. Namun, saat pulang, tak ada pira yang mau melanjutkan hubungan dengannya, mereka malah kabur dengan alasan tak masuk akal yang pastinya membuat perempuan jadi kesel setengah mati kalau mendengarnya.

Ye Eun kembali memutar otaknya, demi memikirkan siapa sebenarnya pemilik celana boxer itu. Ia pun berjalan menghampiri Eun Jae, “Jangan-jangan,…. ini milikmu????”

Tentu saja Eun Jae langusng menyanggahnya. Ia mendesah, mengungkapkan kekesalannya karena beberapa orang selalu mengira hal yang tidak-tidak kepadanya.

“Huh? Ada orang lain yang menggodamu selain aku???” tanya Ye Eun

Eun Jae akhirnya menceritakan kejadian menyebalkan yang dialaminya di kampus. Ini berhubungan dengan Jong Yeol, kakak tingkat yang meminjam pulpennya yang sekarang terus saja mengusilinya. Tadi, saat jam makan siang, Jong Yeol menghampirinya, melihat dirinya memisahkan kacang dari piring nasinya.

“Kamu tidak suka kacang? Atau kamu tak sengaja menjatuhkannya?”

Eun Jae tak mau menjawab, sementara Jong Yeol malah asyik sendiri memakan kacangnya dan tak sengaja menjatuhkan salah satu dibajunya. Eun Jae melihat hal tersebut, ia memerhatikan kacang yang terjatuh sementara Jong Yeol malah menuduh Eun Jae melihat hal yang tidak-tidak.

Ye Eun tersenyum geli setelah mendengar cerita Eun Jae. Tiba-tiba, muncul Ji Won yang keluar dari kamarnya dan lansgung berjalan lurus ke toliet.

“Heh.. bukannya kamu bisa melihat hantu. Coba tanyakan, siapakah sebenarnya pemilik boxer ini..” pinta Ye Eun

“Aku tak bisa.. Kalaupun bisa, pastinya sudah lebih dulu aku bertanya pada hantu, kapan aku akan memiliki pacar….” jawab Ji Won yang langsng menutup pintu toilet.

Beberapa saat kemudian ia membuka pintunya lagi, mengatakan jika sisinya memang tak bisa berbicara dengan hantu. Tapi, ia tahu siapa diantara mereka yang telah berbohong, “Kang Yi Na,.. dia telah berbohong”

“Dari mana kamu bisa tahu kalau dia berbohong?”

Ji Won mengatakan jika dirinya bisa melihat aura seseorang, dan Yi Na memiliki aura yang gelap, pertanda jika ia sedang menyimpan suatu kebohongan.

Ye Eun tak menganggap serius perkataanya, semenetara Eun Jae, ekspresinya mulai berubah resah ketika mendengar kemampuan Ji Won tersebut.

Ye Eun hendak mengambil pakaiannya dari jemuran, perhatiannya langsung tersita ketika dari lubang jendela, ia melihat Ji Won yang baru saja turun dari sebuah mobil mewah.

“Eun Jae!!!! Ji Won!!!! Cepat kesini….”

Mereka bertiga, saling berdempetan demi bisa melihat apa yang Yi Na lakukan. Setelah turun dari mobil, Yi Na langsung mencium pria yang mengemudikan mobil tersebut, membuat mereka jadi terdiam, entah itu kaget atau takjub.

Segera mereka berdiri berjajar di depan tangga untuk mencegat Yi Na, ingin menyanyakan tentang kejadian tadi. Yi Na melihat kelakukan mereka dan tersenyum geli, “Kalian melihat semuanya?”

Ye Eun dan Ji Won begitu penasaran tentang identitas pria yang dikencani oleh Yi Na, “Berapa umurnya?”, “Pekerjaannya apa?”, “Seperti apa dia..” dan bla..bla..bla…

Tak perlu berfikir panjang untuk menjawabnya, dengan santai Yi Na mengungkapkan bahwa pria itu berusia sekitar 38 atau 39 tahun. Pekerjaannya dokter gigi. Dia sudah menikah, namun istri dan anaknya berada di luar negeri.

Krik.. krik… krik…. seketika suasana berubah hening, Yi Na masuk ke kamarnya sementara yang lain hanya terdiam membeku, bingung harus memberikan respon apa.

“Apakah aku ini kampungan? Kenapa aku begitu terkejut setelah mendengar ceritanya???” tanya Ye Eun

“Tidak kok.. bukan hanya kamu, aku juga terkejut..” ucap Eun Jae

“Kalau kamu sih wajar, kamu kan memang berasal dari kampung….” ujar Ji Won

Eun Jae memutus keheningan dengan mengatakan bahwa kejadian barusan membuktikan kalau Yi Na adalah tipe orang yang jujur, “Nampaknya, orang seperti dia tak mungkin berbohong…”

Yi Na sedang membersihkan make-up-nya, berkali-kali ponselnya berdering, ada telpon masuk dari nomor yang tak dikenal. Sepertinya Yi Na mengetahui siapa penelponnya, namun ia memilih untuk mengabaikannya. Padahal, orang itu mengimnya sms, memohon agar Yi Na mengangkat telponnya karena ada sesuatu yang ingin dibicarakannya.

———————————————————————–

Nampaknya misteri ‘boxer’ berhasil membuat Ye Eun jadi lebih dekat dengan Eun Jae. Hampir seharian penuh, mereka selalu mengobrol berdua, dan kali ini Eun Jae menceritakan betapa beratnya kuliah di semester akhir sepertinya, “Nikmatilah waktumu sekarang, sebelum kamu menjadi sangat sibuk….”

Ye Eun mulai membahas cerita mengenai sulitnya mencari pekerjaan, ia pun masih kebingungan, jika sudah lulus nanti akan bekerja dimana? Apakah ada perusahaan yang mau menerimanya?

Ketika semua penghuni temat ini dibuat kebingungan dengan masalah nilai dan pekerjaan, hanya ada satu orang yang menurut Ye Eun terbebas dari semua itu,

“Kang Yi Na…”

Ia mengungkapkan bahwa Yi Na adalah anak seorang pegusaha sukses. Dari pengamatannya Yi Na bahkan tak pernah pergi kuliah, ia hanya menghabiskan waktunya dengan berbelanja barang-barang mahal dan branded tentunya.

“Apakah aku harus meminta pekerjaan padanya saja????”

Tak lama kemudian, Jin Myung pulang. Di depan, lagi-lagi ada seorang pria yang berdiri dan terus mengawasi bangunan rumah mereka. Jin Myung pun tak menganggapnya sesuatu yang aneh, ia langsung masuk kedalam begitu saja.

———————————————————————–

Keeesokan harinya,…  Ye Eun bangun lebih pagi, duduk manis dan sibuk berdandan di depan meja riasnya. Sepertinya, ini adalah hari yang spesial untuknya. Terlihat dari mata dan wajahnya yang begitu bersinar dan ceria. Di atas kasur Ji Won sedang tertawa terbahak-bahak karena menonton acara komedi dari ponselnya. Sekilas, ia melihat ke arah Ye Eun, “Untuk apa kamu berdandan, tapi ingin kelihatan tak berdandan..” celetuknya

Ye Eun tak menganggapnya serius, ia langsung pegri menuju restoran dengan membawa sebuah tas hadiah ditangannya. Baru juga melangkahkan kakinya melewati pintu, tiba-tiba ada sms masuk dari pacarnya:

“Aku baru bangun tidur,.. sepertinya aku akan terlambat…”

Ye Eun hendak membalasnya dengan ungkapan kekesalan, namun pacarnya lebih dulu mengirim pesan lagi yang mengatakan jika dirinya akan datang sekitar 30 menit lagi.

“Oke.. syukurlah kalau begitu. Aku juga masih dandan, kemungkinan aku akan sampai di waktu yang sama denganmu…” balas Ye Eun

Kecewa? Pastinyaa…

Ye Eun memutuskan untuk menunggu pacarnya di depan sebuah minimarket, ia duduk di salah satu kursi dan merenungkan tingkahnya yang sangat ‘bodoh’. Masalahnya, kejadian barusan, bukanlah yang pertama kali, sudah berkali-kali ia melakukannya…

‘Pura-pura tak merindukannya, padahal iya..’

‘Pura-pura tak mengenakan make-up, padahal iya…’

Sekilas ia membayangkan, apa yang akan dilakukan oleh teman-temannya jika mengalami hal yang sama dengannya: Yi Na pasti akan lansgung marah dan pergi meninggalkan pria itu, Ji Won pastinya akan masuk duluan dan malah meminta pria itu mentraktirnya, Jin Myung menunggu, namun memberikan tenggang waktu 10 menit hingga pria itu muncul dihadapannya, Sementara Eun Jae, dia akan menunggu pria itu dan berkata ‘tidak apa-apa, kok..’

“Sepertinya diantara mereka semua, akulah yang bersikap paling aneh….” gumam Ye Eun

Tak lama kemudian Doo Young datang. Bukannya marah atau mencaci, Ye Eun malah menyambutnya dengan senyuman penuh cinta. Mereka berdua makan di restoran dan Ye Eun memberikan hadiahnya untuk Doo Young.

Aneh,.. karena hal pertama yang dilihat Doo Young adalah struk harganya, ia lansgung tersenyum lebar ddan berkat ‘Wowww…’ setelah melihatnya. Tak lupa, ia pun berterimakasih kepada Ye Eun.

“Mana hadiahku??? Kamu tidak lupa kan, ini hari apa???”

Ekspresi Doo Young berubah kikuk, namun segera ia mengatakan jika dirinya tak lupa. Ia pun mengodok tasnya dan mengatakan kalau hadiahnya tertinggal, nanti ia akan memberikannya dirumah saja.

Selesai makan, mereka pulang ke tempat tinggal Doo Young. Sebuah kotak kecil, yang bahka tak dibungkus diberikannya sebagai hadiah untuk Yi Na. Apa isinya??? Itu hanyalah parfum yang entah merk-nya apaan…

Ye Eun mendesah kecewa, membuat Doo Younng bertanya, “Kam tidak suka karena itu murahan?”

Namun, Ye Eun segera tersenyum kembali dan mengatakan jika ia menyukainya. Doo Young menarik Ye Eun ke pangkuannya, kemudian menciumnya. Padahal, nampak dari raut wajah Ye Eun sebuah kekesalan yang tak bisa dikeluarkannya.

Sepulangnya ke rumah, lagi-lai Ye Eun melihat pria yang waktu itu. Kali ini ia membawa sebuket bunga di tangannya.

Menyayat hati??? Tentu saja,… ketika di hari anniversary-nya ia hanya mendapatkan satu box parfum murahan dan tiba-tiba ada seorang pria yang berdiri menunggu seseorang dengan membawa sebuket bunga indah ditangannya…..

Ye Eun masuk kekamarnya, tak sengaja ia melihat box parfum yang sama dengan pemberian Doo Young kepadanya. Teringatlah ia, ketika Ji Won mengatakan kalau itu adalah parfum sample yang dibagikan secara cuma-cuma di depan toko kosmetik dekam kampus… (Waduh… gubrakkkkkk….)

———————————————————————–

Akhirnya, terungkap juga siapa pria misterius yang sering berdiri di depan gerbang. Ternyata, dia sedang menunggu Yi Na. Malam ini akhirnya mereka bertemu, namun Yi Na langsung mengusirnya, dengan alasan ia tak mengenalnya.

Pria itu menolak, mengungkapkan jika dirinya sangat menyukai Yi Na. Merasa emosi, Yi Na pun langsung membentaknya, mengatakan jika pria itu tak mungkin mengenalnya. Kemudian, Yi Na meninggalkannya dan bergegas masuk kedalam rumah.

Ye Eun dan Ji Won duduk berdua di sofa. Wajah Ye Eun yang ketus membuat Ji Won berfikir kalau ada sesuatu yang tak beres terjadi padanya. Ji Won menggodanya dengan bertanya kado apa yang diberikan Doo Young di hari anniv mereka???

Mendengar pertanyaan itu, malah membuat wajah Ye Eun semakin kesut..

“Jangan-jangan… dia lupa..” celetuk Ji Won

Ye Eun kaget, ia nampak kebingungan untuk menjawabnya, “Mmm.. tidak kok, dia megingatnya…”

“Lantas, apa kadonya???” tanya Ji Won

“Ehmmm.. dia tidak memberikan kado.. dia menggantinya dengan hadiah berlibur ke Chuncheon selama 2 hari 1 malam” ungkap Ye Eun

Ji Won memberinya ucapan selamat, kemudian menggodanya dengan menebak-nebak apa yang akan dilakukan oleh mereka berdua disana. Namun hal itu malah memancing emosi Ye Eun, hingga bertriak memintanya untuk berhenti bicara.

Karena kesal terhadap mulut Ji Won yang selalu berbicara ceplas-ceplos, Ye Eun memilih untuk langsung masuk kamar dan berbaring kasurnya. Tak lama kemudian Ji Won juga masuk ke kamar dan naik ke kasur miliknya. Suasana terasa sangat hening, hingga terdengar bunyi pesan masuk dari ponsel Ye Eun.

“Maaf, tadi aku terlalu berlebihan…”

Begitulah isi pesan yang dikirim oleh Ji Won, yang setidaknya bisa membuat Ye Eun tersenyum kembali. Jarak mereka sangatlah dekat, namun mereka asyik sendiri saling berkirim pesan dan tertawa cekikan di tempatnya masing-masing (Awwww… cute deh….)

———————————————————————–

Keesokan harinya, Ye Eun telah berdandan rapi dan membawa koper besar miliknya. Hingga berjalan kedepan rumah, ia menunjukkan senyuman lebar, diiringi lambaian tangan dari teman-temannya, “Selamat berlibur…”

Namun, saat pintu ditutup, wajahnya berubah suram. Tak ada senyuman atau tawa, nampaknya liburan yang diomongkannya hanyalah sebuah ‘kebohongan…’

Doo Young tak mengajaknya berlibur bahkan jalan-jalan bersama pun tidak. akhirnya, Ye Eun memutuskan untuk menghabiskan waktunya dengan bepergian sendirian. Tempat pertama yang dikunjunginya adalah bioskop. Ketika yang lainnya tertawa bersama kekasaih, ia hanya bisa memeluk koper besar yang ia taruh dikursi disampingnya.

Sementara itu, kita melihat Yi Na sedang tidur bersama seorang pria di hotel. Pria itu bangun dan mengkritik pengeluaran Yi Na yang terlalu banyak. Ia pun membatasinya untuk memakai 2 juta won saja. Yi Na membalikan badannya, mengatakan iya dengan nada manja, padahal wajahnya menunjukkan jika dirinya tak nyaman berada disini.

Selanjutnya, Yi Na pergi ke sebuah bar. Ia duduk dan bertanya kepada seorang bartender apakah dirinya memang terlihat sebagai pembohong. Bartender itu melihat penampilannya dari atas sampai bawah, “Ahh.. lupakan,.. kehidupan ini saja adalah kebohongan…” tukasnya

———————————————————————–

Kembali ke Ye Eun,…

Hari telah larut malam, tak mungkin jika dirinya pulang kerumah. Pilihan satu-satunya adalah menginap di sauna. Ia tak bisa tidur, padahal telah berbaring ditempat yang nyaman. Apalagi, tiba-tiba ada seorang kakek nakal yang meraba-raba pantatnya.

Akhirnya, ia duduk di saming aquarim. Merenungkan nasibnya, kebingungan harus kemana dan berbicara dengan siapa. Ia mengambil ponselnya untuk menelpon Doo Young. Setelah diangkat, terdengar suara riuh, nampaknya Doo Young sedang asyik berpesta dengan teman-temannya.

Dan lagi-lagi,.. itu membuat Ye Eun berbohong, mengatakan jika dirinya pun sedang berada disauna bersama dengan teman-temannya juga….

Dirumah, Eun Jae dan Ji Won tak bisa belajar. Ji Won terlalu disibukkan oleh pikiran ‘ngeres-nya’ dan Eun Jae masih dibuat penasaran dengan hantu di dalam loker.

Mereka duduk berhadapan, Eun Jae bertanya mengenai sosok hantu itu. Ji Won langsung mengehela nafasnya dalam-dalam, mengungkapkan bahwa Yi Na dan Jin Myung juga menanyakan hal itu kepadanya, “Apakah masing-masing dari kalian menganggap itu hantu orang yang kalian kenal…”

Eun Jae bertanya, apakah hantu itu perempuan ataukah laki-laki?? Ji Won pun menceritakan bahwa hantu yang dilihatnya tak memiliki wujud seperti manusia, hanya sekepul asap yang tak jelas bentuknya.

Yi Na berada dikamarnya, menghapus make-up dan melepas perhiasan yang dikenakannya. Kemudian, ia mebuka sebuah laci dibawah kotak perhiasannya. Tersimpan sebuah gelang misterius, ketika melihatnya, sebersit bayangan mengenai dirinya yang tecebur kedalam air muncul.

Ia sadar kembali ketika ponselnya berdering, dan lagi-lagi itu dari si pria stalker-nya. Tak tahan, ia pun mengancam akan melaporkannya kalau terus-terusan mengganggunya seperti ini.

Keesokan paginya, Ye Eun telah membersihkan diri dan berganti pakaian. Ia masuk ke toilet untuk merapikan riasannya. Kebetulan, ada seorang wanita disampingnya yang juga sedang berdandan. Detik itu ia menyadari sesuatu..


“Kebohongan mirip dengan Make-up. Ketika Make-up digunakan untuk menutupi wajah yang polos, seseorang menggunakan kebohongan untuk menutupi kebenaran. Make-up yang kugunakan semakin tebal beririnagn dengan diriku yang terus saja berbohong. Sejak kapan aku malu dengan wajah polosku? Sejak kapan aku sangat merasa malu untuk berkata jujur???”

= Ye Eun =


Didepan rumah, lagi-lagi Ye Eun melihat pria itu. Dalam hatinya, ia berkata kalau kejujuran sama menyedihkannya dengan nasih pria itu. Sayangnya, dia sendiri lebih memilih untuk menutupi perasaannya dengan kebohongan daripada harus menerima kenyataan kalau ketulusannya tak akan dianggap atau bahkan ditolak oleh orang yang dicintainya.

Eun Jae dan Ji Won terkejut melihat kepulangan Ye Eun yang lebih awal daripada yang mereka duga. Ye Eun berbohong, mengatakan jika dirinya terlalu lelah dan besok dirinya ada jadwal kuliah pagi.

Tak lama kemudian, keluarlah Jin Myung dari kamarnya. Nampaknya, ia terlalu lelah bekerja, hingga tanpa disadari hidungnya mimisan. Ia pun mengambil tissue untuk segera mengelap darahnya. Kemudian, ia membuang bekas tissue-nya ke tong samapah. Tak sengaja, ia melihat celana boxer yang dibuang disana.

Jin Myung pun mengambilnya, “Mengapa ini dibuang????” tanyanya

Yang lainnya pun menjelaskan kasus celana Boxer yang sampai saat ini belum terpecahkan. Jin Myung tertawa nyinyir, menjelaskan jika boxer itu adalah miliknya, pemberian dari nenek pemilik bangunan. Beberapa hari ini, terlihat seorang pria yang mengawasi tempat tinggal mereka, makanya boxer itu sengaja digantung diluar supaya seakan-akan ada pria yang juga tinggal di tempat ini.

Berarti misteri terpecahkan, boxer itu sama sekali tak berdosa. Namun, Ye Eun teringat ucapan Ji Won yang mengatakan bahwa Yi Na adalah pembohong, “Tebakanmu salah… berarti selama ini, kamu juga berbohong kalau kamu itu bisa melihat hantu…” ujarnya

Ji Won membela diri, mengatakan jika dirinya menebak Yi Na berbohong tentang sesuatu yang lain,… bukan tentang boxer itu.

———————————————————————–

Malam harinya, Ye Eun terbangun karena mendengar suara gaduh dari luar. Ia berlari ke balkon untuk melihatnya, ia pun memanggil yang lainnya untuk ikut melihatnya. Terjadi sebuah keributan besar, si pria stalker, menarik tangan Yi Na dan mereka berdebat hebat hingga memancing seluruh tetangga keluar rumah demi melihatnya.

Pria itu terus meyakinkan Yi Na bahwa ia sangat mencintainya. Namun, Yi Na lansgung menolaknya, mengatakan jika mereka sama sekali tak saling mengenal. Peia itu terus memohon, ia pun mengungkapkan bahwa perbuatan yang selama ini dilakukan Yi Na adalah salah, ia ingin menyelamatkannya dan juga mencintainya lebih dari siapapun. Yi Na mengelak, mengatakan jika dirinya tak butuh bantuan dan tak butuh cinta dari pria itu.

Ye Eun, Eun Jae dan Ji Won turun kebawah, mereka menghampiri Yi Na bertanya apakah dia baik-baik saja. Yi Na pun berjalan keraha mereka, mengatakan jika dirinya baik-baik saja, ia pun mengajak mereka untuk masuk kedalam.

Namun, pria itu menarik tangan Yi Na, berteriak dengan sangat keras, mengatakan “Yang kamu lakukan selama ini adalah prostitusi!!!!”

Pria itu menambahakan, jika gadis secantik Yi Na tak seharusnya melakukan hal seperti itu. Entah bagaimana dan seperti apa masa lalunya, ia yakin kalau Yi Na orang yang baik, maka dari itu ia ingin membantunya.

Sontak semua orang dibuat terkejut setelah mendengarnya, tak ada yang berkomentar, suasana senyap seketika. Yi Na pun ikut terdiam, namun berapa saat kemudian ia langsung memukul kepala pria itu dengan tasnya dan juga menjambak rambutnya, “Ini badanku, terserah aku mau melakukan apapun, termasuk jika aku ingin menjualnya kepada orang lain. Itu adalah hak-ku pribadi!”

Suasana mulai memanas lagi, yang lainnya berusaha untuk menghentikan keributan ini. Namun, tanpa perlu diperintah, Yi Na lansgung berhenti ketika melihat sosok Jin Myung datang dan menatap tajam kearahnya. Kebetulan polisi tiba di waktu yang bersamaan juga.

Yi Na bersama pria stalker dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Sementara itu, para penghuni rumah sibuk mendiskusikan masalah Yi Na barusan. Mereka semua nampak membenci perbuatan Yi Na yang dianggapnya sangat menjijikan. Hanya Jin Myung yang berusaha untuk sedikit membelanya dengan mengatakan kalau di zaman ini sangat banyak perempuan yang mendapatkan uang dengan cara itu.

Ye Eun yang bersifat keras, tak bisa menerima hal tersebut. Ia menganggap Yi Na telah banyak berbohong dengan mengatakan kalau dirinya adalah anak orang kaya. Jika memang Yi Na menjual dirinya, berarti dia sama sekali tak memiliki uang. Ia pun mulai mengungkapkan betapa jijik-nya perbuatan Yi Na…

Yang lainnya berusaha untuk memberikan kode agar Ye Eun menghentikan ucapannya karena sedari tadi, Yi Na telah berdiri dibelakangnya. Namun hal itu terlambat, Yi Na telah mendengar semuanya. Ia tak marah atau berkomentar apapun, ia hanya berjalan melewati mereka dan langsung masuk ke kamarnya.

Jin Myung juga memilih untuk menutup mulutnya, tak mau terlibat dalam obrolan mereka. Ia pun masuk kedalam kamarnya. Sementara Ye Eun, ia tak mau disalahkan, dengan lantang ia berkata bahwa Yi Na sendiri-lah yang sudah berbohong kepada mereka selama ini…

Sejenak terdiam, akhirnya Ye Eun menyadari sesuatu. Ternyata, apa yang dikatakan Ji Won sebelumnya, telah terbukti… Yi Na memang tak berbohong tentang boxer. Namun, ia berbohong tentang hal ini…

“Jadi…. kamu benar-benar bisa melihat hantu??????” tanya Ye Eun kepada Ji Won

Episode ini pun diakhiri dengan kamera yang menyorot ke arah loker dibawah rak sepatu……

== Bersambung ==


[ EPILOG ]

( Jadi, disetiap ending episode tuh ada epilog yang bentuknya kayak wawancara sama tiap karakter gitu. Nah.. di episode 1 Eun Jae yang jadi narasumbernya, cuman sama aku lupa diketik, hehehehe… Kalau di epsisode ini yang jadi narasumbernya Ye Eun…)

Q : Bisa kami tanya berapa beratmu?

A : Uhmmm… 47kg

Q : Kamu tampak lebih berat dari itu?

A : Aku berkata jujur! Jika aku menimbang diri di pagi hari dengan semua bajuku, aku 47 kg!

Q : Tampaknya kamu iri pada Kang Yi Na?

A : Kenapa aku iri padanya? KArena dia memiliki dada yang besar? Badannya tinggi? Itu sih gak ada apa-apanya…

Q : Bisakah kamu ceritakan tentang pacarmu?

A : Yaa.. sudah dua tahun sejak kami pertama kali bertemu.

Q : Temanmu sepertinya tidak menyukai dia?

A : Itu karena mereka tidak kenal dia. Dia adalah orang yang hebat!

Q : Bukankah dia sering terlambat, membatalkan janjinya, dan mengajakmu bertemu hanya karena ingin bermesraan. Dan juga dia memberikan sampel kosmetik sebagai hadiah. Kau masih berpikir dia orang yang baik?

A : Mmmm… itu…. semua pria juga seperti itu! Dia benar-benar baik padaku, ketika dia bersikap baik!


:::: NOTES ::::

Wowww…. konfliknya mulai berat nih. Bener-bener yaa, selama aku nonton ini, aku tuh berasa ada disitu juga. Aku ngerti, gimana rasanya jadi mereka. Sifat perempuan tuh emang complicated bangett, rumit kalau dijelaskan.

Entah kenapa, di episode ini aku jadi empati sama Ye Eun. Padahal, kalau di dunia nyata, ketemu orang kayak dia pastinya nyebelin banget. Pas dia diem di sauna sendirian, rasanya tuh pengen meluk, dengerin curhatannya, pengen hibur dia pokoknya deh.

Kebohongan dia salah enggak sih?

Bohongnya dia berhubungan sama gengsi-nya sendiri. Dia gak mau dianggap lebih ‘mencintai’, pengen dianggap biasa-biasa aja. Tapi, dia gak pede sama dirinya sendiri. Ketika dia bohong tentang datang lebih awal, aku tahu rasanya kayak gimana. Karena akupun pernah dan bahkan sering kayak gitu.

Dan yang kata-katanya tentang make-up, itutuh berasa nampar bangettt ke kita, khususnya perempuan. Sekarang, kan lagi trend banget makeup yang nude gitu. Difikir-fikir, ngapain kita beli alat-alat rias mahal, kalau hasilnya pengen kayak gak di make-up?????

Dan Yi Na… Aku agak surprise lihat kelakuannya di episode ini. Awalnya sih posistive thinking ajaa, dia emang anaknya orang kaya. Mungkin kelakuannya yang hebring karena dia anak broken home,.. eh ternyata, dia begitu…

Aduuhh belum bisa komentar banyak nih tentang dia, kita belum tahu alasannya dia berbuat itu apa? Tapi kok yaa, aku juga gak bisa sebel sama Yi Na. Malah empati dan kepo, kenapa dia kayak gituuuu…

Ketika dia langsung diem pas lihat Jin Myung, wajahnya sih nunjukkin kalau dia malu (?). Tapi kenapa? Kayaknya, Jin Myung memang sosok yang paling di’tua’-kan dan dihormati di rumah mereka.

Oh… adegan favoritku di episode ini tuhh, waktu Ye Eun & Ji Won, baikan lagi dengan cara chattingan padahal mereka berada deket bangettt. Emang yah, kadangkala ada permasalahan yang gak bisa dipecahkan dengan cara ngomong langsung. Pada saat emosi lagi meledak, lebih baik kita kayak gitu. Meskipun di read doang, setidaknya sebelum tidur dia bakal kepikiran kata maaf dari kita…

>>> Episode 3 <<<

Advertisements

37 thoughts on “AGE OF YOUTH EPISODE 2

  1. Pingback: AGE OF YOUTH EPISODE 1 | my-eternalstory

  2. Walaupun belum nonton dramanya suka sekali dengan sinopsisnya,,
    Gaya penulisannya bagus,komentarnya jg keren,,,semangat terus ya…

    Like

    • Ini seruuu bangettt, sayang aja gak nge-HITZ. Dan kebetulan memang sekarang lagi banyak drama yang juga bagus.
      Oiya, kalau ada komentar apapun tentang tulisanku, boleh langsung bilang aja, biar bisa aku koreksi.
      Makasih loh jadi responden setiaa, udh dua episode meninggalkan komentarnya terus,heheheheh…

      Like

  3. Family banget ya lia^^
    Saya malah kepo sama ji won sunbae yang bisa kayak gitu orangnya hahahaha menghibur banget…
    secara ga langsung di rumah kos ini juga mereka belajar banyak hal saling support dan sharing mikehidupanzu
    Enaknya
    btw lia dulu jg ngerecap drama kosan kan ya? Yang di mnet hehe

    Like

    • Kepoo bangettt aku juga, makanya belom bisa sebel sama dia meskipun tahu kalo kelakuannya sangat amat salah dan kotor. Malah penasaran aja, ortunya kek gimana, kenapa dia kek gitu, semuanya dahhhh…
      Sebenernya, dengan Yi Na nyeritain kalau gebetannya dokter gigi yang udah nikah dihadapan mereka (Eun Jae, Ji Won, Ye Eun..) itutuh bukti kalau dia bukan tipe pembohong yang munafik.

      Like

  4. sukaaaa banget…. tadinya cuma iseng baca doank eh akhirnya ketagihan. Aq sih udah pernah tinggal satu rumah dengan cewek-cewek satu kampus so pasti ada konflik kok. Apalagi dari tingkat 2 udah bareng mereka. Aq suka ceritanya yang lain dari yang lain. Maklum drama korea sekarang temanya mirip2 🙂
    makasih ya udah ngerecapnya. Aq pasti bakal ngikutin terus karena penasaran sama ceritanya plus sinopsisnya mendetail banget dengan gaya cerita yang keren

    Like

    • Iyaaa, cuman ini doang yang temanya beda, makanya berasa fresh aja gitu lihatnya. Hahaha… yang sabar aja nunggu yaa, soalnya aku gak bisa janjiin bakal di-poting rtin setiap hari apanya 😦

      Like

  5. ditunggu nih sinopsnya lanjutannya. udah bolak balik kesini belum muncul juga episode 3. mimin update AOF kapan?:'( padahal yg di dramabeans udah smpe ep 6.

    Like

  6. Kak dahlia makasih buat tulisannya.. aku sukaaaaa banget ☺☺☺.. semngat nulisnya ya kak, ak tiap hari nih bolak balik kesini buat baca tapi blum ada lanjutannya.. tpi bakal aku tunggu kok kak.. semangat buat episd2 selanjutnya kak … ..

    Like

    • Makasihhhhhhh buanyakkkkkkkkk….
      Udah mau bulak-balik kesini. Tapi, maaf yaaa akunya ngilang dan ngaret banget posting episode berikutnya. LAgi banyak kerjaan nih, jadi sinopsisnya dikesampingnya. Kedepannya semoga bisa kekejar deh 😀

      Like

  7. Awalnya agak enggak minat sama drama ini. Heheee. Tapi setelah baca sinopsisnya, jadi pengen nonton dramanya. Seru dramanya. Suka sama semua tokoh utamanya.
    Makasih, Kak sinopsisnya. Ditunggu eps berikutnya.

    Like

  8. unnie aku sering bolak balik cek lanjutan sinopny knp nggk di update😞padahal penasaran sama cerita😂pkokny setia dah nunggu sinopsisny😂😂 figthing unnie💪💪

    Like

  9. Pingback: AGE OF YOUTH EPISODE 3 | my-eternalstory

  10. Pingback: SINOPSIS Age of Youth Episode 1 - Terakhir (Lengkap)

  11. Pingback: Sinopsis Age Of Youth Episode 1 - Terakhir « Kdramastory

  12. Pingback: Age of Youth – Site Title

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s