AGE OF YOUTH EPISODE 7

Sebelumnya (Episode 6) <<<

[ I’m someone who shouldn’t be happy ]

Perkataan Ji Won di malam sebelumnya, berhasil membuat seluruh gadis penghuni rumah mengalami meimpi buruk yang menyeramkan. Mereka semua, sama-sama dibalut oleh perasaan takut dan rasa bersalah yang berhubungan dengan sosok hantu didalam loker tersebut.

1

Jin Myung terbagun dari tidurnya dalam kondisi basah kuyup, keringat yang dikeluarkannya saat tidur ternyata sangat banyak hingga membuatnya merasa tak nyaman.

Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, ia langsung pergi keluar rumah. Kali ini, didepan rumahnya telah berdiri dua orang pria rentenir yang lagi-lagi inginmengaih hutang kepadanya.

Reaksi Jin Myung masih sama, ia mengabaikan mereka dan berjalan begitu saja. Para rentenir itu tak bisa mengejarnya karena tiba-tiba ada yang mengguyur mereka dari atas. Siapa? Ialah nenek modis pemilik bangunan ini.

2

Jin Myung pergi ke rumah sakit tempat adiknya dirawat. Bukan untuk menjenguknya, melainkan untuk membunuhnya (?). Ia sudah bersiap-siap, mengepalkan tangannya seakan-akan hendak mencekiknya..

Namun, tiba-tiba ia mengurungkan niatnya dan ketika melihat kesamping sudah ada ibu yang berdiri disana, menatapnya heran, “Ngapain kamu kesini lagi? Sudah kubilang tak usah repot-repot berkunjung kesini!”

Jin Myung tak menjelaskan apapun, ia hanya meminta agar ibunya membuat para rentenir itu tak menagih hutang kepadanya lagi, “Kau yang berhutang, harusnya kau sendiri yang mengurusnya. Bukan aku!”

———————————————————————–

3

Meskipun mengalami mimpi buruk di malam hari, Eun Jae terbangun dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya. Karena, ia terbayag-bayang wajah Jong Yeol yang tersenyum dan terus menyatakan cinta kepadanya. entah itu dikamar tidur, di dapur ataupun di toilet, sosok Jong Yeol selalu serasa berada di dekatnya.

Bahkan, saat naik bis, Eun Jae sampai berimajinasi kalau Jong Yeol sedang berlari disamping bis-nya dan terus menyatakan cinta kepadanya…

4

Saat tiba dikampus, barulah sifat rendah diri Eun Jae kambuh lagi. Ia membayangkan, bagaimana jadinya jika ternyata semua sikap manis JOng Yeol kepadanya hanyalah tipuan belaka? Sempat ia membayangkan ketika JongYeol mempermalukannya dihadapan banya oorang dikelas.

Hal itu memang tak terjadi,.. namun ia malah mendapatkan hal yang lebih buruk. Saat bertemu dengannya, Jong Yeol dengan jelas dan gambal malah mengatakan cinta kepada cewek lain yang meminjamkannya kunci loker.

5

Hancurlah perasaan Eun Jae, bayangan Jong Yeol yang asalnya selalu membuatnya tertawa, kini berubah membuatnya terhanyut dalam ke-kesalan. Ji Won keluar dari kakamrnya dan melihat wajah masam Eun Jae, “Ada apa?” tanyanya

Eun Jae malah bertanya balik, dimana Ye Eun, karena dirinya ingin bertanya sesuatu. “Tanyakan saja padaku..” tukas Ji Won

“Hmmm.. ini bukanlah hal yang sepertinya bisa terjawab oleh-mu..” jawab Eun Jae

Setelah Ye Eun muncul Eun Jae lansgung menghampirinya dan menanyakan hal yang sangat membatnya penasaran, “Sunbae.. apakah dulu pacarmu menyatakan cintaya secara lansgung ketika mulai berpacaran, ataukah kalian hanya menikmatinya seiring waktu berjalan???”

Ye Eun tertawa geli, menegaskan jika dulu pacarnya mengajaknya berpacaran dengan cara menembakny sambil memberiken sebuket bunga. Dan dari situlah mereka secara resmi berpacaran..

“Latas, apakah pernyataan itu sangat penting?” tanya Eun Jae

“Tentu saja..” jawab Ye Eun

Jawaban itu, membuat wajah Eun Jae berubah murung. Bagaimanapun juga, hingga detik ini Jong Yeol belum pernah mengatakan seusuatu yang menegaskan hubungan diantara mereka. Rasa-rasanya, saat ini Eun Jae sedang menjalani hubungan tanpa status yang tak jelas arah dan tujuannya.

Melihat itu, malah membuat Ye Eun dan Ji Won tersenyum cekikikan, “Lucu sekali mengerjainya..” gumam mereka

Tiba-tiba, ponsel Eun Jae berdering. Ye Eun dan Ji Won menggodanya dengan menduga-duga bahwa itu adalah telpon dari Jong Yeol. Padahal bukan,…

Eun Jae mendapat telpon yang mengabarkan bahwa ‘seseroang’ telah kecelakaan dan terdengar suara ibunya yang bernafas dengan terengah-engah menanadakan jika ia sedang panik. Sontak saja, hal itu membuat Eun Jae jadi ikutan cemas, malam itu juga ia bergegas pulang ke kampungnya demi memastikan kondisi ibunya.

6

Tak lama kemudian, Eun Jae tiba di rumah sakit. Ia melihat ibunya yang baik-baik saja dan malah tertidur pulas diatas salah satu tempat tidur pasien. Beberapa saat kemudian, muncullah ‘seseroang’ yang ibunya maksud tadi.

Ia merupakan pacar (?) baru ibunya, terlihat jika usia yang telah tua tak membuat mereka kehilangan momen-momen romantisnya. Dihadapan Eun Jae, mereka bahkan saling suap es krim dan tertawa lepas layaknya pasangan remaja yang sedang dimabuk kasmaran.

7

Entah apa alasannya, tiba-tiba Yi Na mau putus dengan salah satu kekasihnya. Tak ada pertengkaran, mereka berdua memilih untuk berpisah secara baik-baik. Bahkan, ketika pihak pria memberikan sinyal tebuka untuknya jika mau menjalin hubungan kembali, Yi Na malah menolaknya mentah-mentah dan mengatakan jika hubungan mereka harus berakhir disini saja, “aku akan merubah semua nomor telpon dan id kontakku, jadi jangan pernah ada komunikasi apapun diantara kita..”

Setelah itu, Yi Na bertandang ke bar tempatnya nongkrong seperti biasa. Dan hari ini, ia bertemu dengan Jong Gyoo lagi. Seperti yang biasa dilakukannya, ia-pun menceritakan semua hal yang dialaminya akhir-akhir ini, untuk mencurahkan segala beban yang ada di fikirannya.

Karena suasananya terlalu kaku, Yi Na mengajak Jong Gyoo untuk melakukan permainan saling tanya satu sama lain. Awalnya, hanya pertanyaan-pertanyaan standar, seperti ‘mengapa Jong Gyoo tak memiliki pacar’, ‘apakah Jong Gyoo mau menjadi pacarnya?’. Hingga akhirnya, Jong Gyoo membuat sebuah ketegangan dengan berusaha mengorek fakta yang berkaitan dengan kecelakaan yang pernah dialami oleh Yi Na.

Ekspresi Yi Na menunjukkan jika dirinya tak mau mengingat kejadian itu. Sedikit,.. ia menceritakannya kepada Jong Gyoo, mengenai dampak kecelakaan itu yang hampir saja merenggut nyawanya. Namun, ia bisa selamat mungkin hanya karena sebuah ‘keberuntungan’..

8

Dalam fikirannya Yi Na mengingat kronologis kejadian saat dirinya tenggelam. Ia berusaha untuk menyelamtakan diri dengan berpegangan pada sebuah koper. Namun disana, ada perempuan lain yang tengah bersusah payah untuk meraih kopernya demi menyelamtakan diri juga. Perempuan itu menatpnya tajam, dan tatapan itulah yang selalu dan terus terbawa dalam mimpi-mimpi buruknya selama ini.

9

Dikamarnya, Eun Jae tengah asyik berbalas chat dengan Jong Yeol. Hingga, tiba-tiba ibunya datang dan lansgung merengek minta tidur didekatnya, “Ibu,.. apakah ahjussi tahu tingkah manjamu ini??”

Ibu menganggukan kepalanya, mengatakan jika ahjusii yang sekarang menjadi suaminya malah menganggap sikapnya ini sangatlah imut dan manis. Eun Jae bergidik geli, kemudian tertidur lelap didalam pelukan ibunya.

———————————————————————–

10

Esok harinya, Eun Jae terbangun dalam kondisi tubuh penuh keringat. Lagi-lagi, ia harus terganggu oleh mimpi buruk tentang ayahnya.

Ketika bersantai di taman, Eun Jae melihat ibunya sedang asyik bermain dengan anjing peliharaan mereka. “Bu…” teriak Eun Jae yang membuat ibu langsung berjalan kearahnya.

Eun Jae bertanya apakah ibunya pernah memikirkan ayahnya. Ibu terdiam sejenak, kemudian megenggukan kepalanya, “Tentu saja, beberapa saat atau bahkan setiap saat. Ketika aku melihat seseorang yang mirip dengannya atau ketika melihat makanan kesukaannya, ibu pasti akan teringat akan sosok ayahmu…”

Ibu berjalan masuk kedalam rumah, sementara Eun Jae menatapnya dengan tatapan sedih, “Ibu seharusnya kau berterimakasih banyak kepadaku…” gumamnya

11

Setelah jam kulaihnya selesai, Jin Myung mendapat panggilan dari pak manajer yang memintanya untuk bertemu secara lansgung. Entah apa yang ingin dibicarakannya, namun ia mengajak Jin Myung utuk makan disebuah restoran yang baru dibuka.

Alasannya sih, untuk mencoba rasa makanan direstoran tersebut…

Disela acara makannya, pak manajer menyinggung perihal niatnya yang hendak membuka sebuah bisnis makanan sendiri. Ia sedang menjaring pegawai-pegawai berkualitas seperti Jin Myung, “Tapi aku masih belum yakin, apakah kau akan terus setia saat bekerja denganku?…”

Jin Myung awalnya terdiam, namun ia lansgung menganggukan kepalanya, berusaha meyakinkan pak manajer jika dirinya dalah orang yang layak untuk mendapatkan posisi tersebut.

12

Tiba-tiba, diwaktu yang bersamaan Jae Wan beserta salah seorang temannya mendatangi restoran itu juga. Tentu saja ia melihat Jin Myung. Terlihat dari matanya, jika ia sangat kesal sekaligus cemburu. Namun, apalah daya… ia sendiri memilih untuk diam, dan bertingkah seakan-akan itu bukanlah yang perlu difikirkannya.

Ketika Jin Myung keluar dari toilet, Jae Wan hendak masuk kedalam toilet yang membuat mereka jadi berpapasan dan terpaksa melihat satu sama lain. Lagi-lagi, tak ada percakapan apapu, hanya gestur-gestur kecil pertanda sebuah perasaan terpedam yang sulit untuk dijabarkan.

13

Yi Na membersihkan kamarnya, saat membuka kotak perhiasannya, barusah ia sadar jika gelang ‘jimat’-nya telah hilang. Tentu saja, itu membuatnya panik. Ia mencari-cari di seisi rumah. Tapi, tetap saja ia tak menemukan gelang itu.

14

Di kampusnya, Eun Jae mengendap-endap untuk bisa melihat Jong Yeol yang tengah asyik bermain bola di lapangan. Namun, tak sengaja kakinya tersandung dan ia terjatuh. Jong Yeol yang melihatnya, langsung berlari menghampirinya dan menolongnya.

Ia menyuruh Eun Jae untuk duduk, sementara dirinya sibuk memijat-mijat pergelangan kaki Eun Jae, “Harusnya kamu berhati-hati.. Sekarang, beberapa bagian tubuhmu juga milikku…”

Mendengar kalimat itu, lansgung membuat dahi Eun Jae agak mengekrut heran. Namun, ia tetap membiarkan Jong Yeol untuk memijat pergelangan kakinya. Secara tak sadar, mataya terus tetuju kearah Jong Yeol, dan tangannya hendak mengelus kepala Jong Yeol..

15

Namun, belum juga terlaksana, ia memilih untuk emnarik kembali tangannya dan mengurungkan niatnya. Namun, Jong Yeol menyadari hal tersebut, “Lakukan saja… kukiran, seluruh bagian tubuhku sekarang adalah milikmu…” ujarnya

Mereka duduk berdampingan, dan suasananya berubah jadi kikuk. Tiba-tiba, Eun Jae mengatakan jika dirinya memiliki sebuah permintaan, “Tolong belikan aku es krim….”

“Huh?! Es Krim? Kenapa kau tak membalinya sendiri saja?” tanya Jong Yeol

“Entahlah,.. aku hanya ingin agar kau membelikannya untukku..” pintanya

Jong Yeol langsung memegang tangan Eun Jae dan mengajaknya untuk pergi membeli es krim bersama-sama..

16

Di sebuah bangku taman, Eun Jae duduk berdampingan dengan Jong Yeol. Kini mereka sama-sama memegang satu kon eskrim ditangannya, “Aku ingin membeli ini, karena kemarin aku melihat orang lain memakannya…”

Sekilas, Eun Jae lansgung kembali terbayang saat-saat ketika ibunya tengah memakan es krim, dengan cara yang begitu mersa dengan kekasihnya…

Eun Jae terdian melamun, ia telah membuka es krim-nya namun tak jua memakannya.Jong Yeol melihat sikapnya, ia-pun mengira Eun Jae diam saja karena diatas es krim itu terdapat banyak kacang. Dengan inisatif-nya sendiri, Jong Yeol memakan seluruh topping kacang di atas es krim milik Eun Jae.

Melihat sikap Jong Yeol, setidaknya berhasil membuat Eun Jae tersenyum kembali dan mau memakan es krim-nya sedikit demi sedikit…..

———————————————————————–

17

Hari berubah gelap, Jin Myung kini tengah berada di dalam mobil milik pak manajer-nya. Entah kemana tujuannya, namun Jin Myung terlihat sudah tidak nyaman dengan suasana dan kondisi yang kikuk ini. Ditambah, sikap pak manajer yang tiba-tiba melepas ikat rambutnya dan memintanya untuk sedikit merubah penampilannya.

TIba-tiba, mobil berhenti di depan sebuah rumah kecil yang jauh dari keramaian, “Mengapa kita kesini? Bukankah sebelumnya, anda bilang kita akan meeting di tempat makan?”

Pak Manajer tak menjawab pertanyaan itu, dan menyuruh Jin Myung untuk ikut saja kedalam bersamanya. Baru juga sampai di pintu, Jin Myung mencium ada suatu hal yang tak beres, setelah melihat sepasang slipper anak kecil yang tertata rapi disana.

18

“Kau tak akan masuk?” teriak pak manajer

Jin Myung terdiam, ia menarik nafaya dalam-dalam kemudian mengakatan dengan gamblang bahwa dirinya menolak untuk bekerjasama dengan pak manajer dan akan memilih untuk pergi meninggalkan tempat ini, sekarang juga.

“Silahkan! Pergi sana! Aku tak akan mengantarkanmu dan aku tak akan sudi untuk membantumu lagi!”

19

Jin Myung melangkahkan kakinya di jalanan gelap, yang ia sendiri tak tahu dimana lokasi pastinya. Ia terus berjalan hingga menemukan sebuah halte tempat menunggu bis. Namun, setelah beberapa saat duduk tak ada satupun kendaraan yang lewat didepannya. Adapun sebuah mobil kecil yang lewat dan menawarinya tumpangan, namun untuk cari aman, ia lebih memilih untuk menolaknya dan meneruskan langkah kakinya menuju terminal bis terdekat.

Sialnya, sekarang sudah terlalu malam dan bis terakhir menuju Seoul telah lewat sedari tadi…

20

Dirumah, Eun Jae sedang jadi korban keisengan yang lainnya. Mereka terus saja, menggoda Eun Jae yang polos dan buta akan cerita dan kehidupan cintanya sendiri. Bagaimana dan seperti apapun itu, Yi Na berpesan agar Eun Jae tak mencintai seseorang lebih dari orang itu mencintainya.

Mendengar hal itu, malah menyinggung perasaan Ye Eun. Ia berdiri dan mengatakan jika, seharusnya kita mencintai orang lain dengan sepenuh hati. Masalah orang itu membalas cintanya dengan porsi yang sama adalah hak-nya mereka, jika hal tersebu terjadi maka itu adalah bonus untuknya.

21

Untuk mendinginkan suasana, Ji won lansgung menyalakan laptopnya dan mengajak mereka semua untuk nonton film ‘dewasa’ bersama-sama.

Sayangnya, belum juga mulai menonton, ponselnya berdering, itu adalah telpon dari Jin Myung yang meminta bantuan mereka semua. Bukan untuk menjemputnya, melainkan untuk menggantikannya bekerja di minimarket.

———————————————————————–

22

Dengan sukarela, mereka semuanya pergi bersama-sama ke minimarket tempat Jin Myung biasanya bekerja. Ternyata, saat dilakukan, pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Dalam jumlah pasukan yang banyak-pun, mereka masih merasa kelelahan dan kerepotan.

23

Sempat terjadi, hal yang lucu sekaligus sedikit ‘menakutkan’.. Datang satu geng anak SMA, yang bertingkah angkh dan sok ‘bossy’.. Karena ini pengalaman pertama mereka, maka nampak jelas jika hl ini membuatnya cemas.

Namun, setelah anak-anak itu pergi. Mereka malah tersenyum geli, karena Ji won berusaha meniru gaya anak-anak nakal tadi.

24

Tanpa disadari, dari sebrang jalan Jae Wan terus melihat kearah toko. Ia agak kebingungan dan penasaran , karena tak melihat sosok Jin Myung disana. Terpintas niat untuk menelpon Jin Myung, namun itu tak dilakukannya karena ia mengurungkan niatnya tanpa sebab yang jelas.

Begitupun sebaliknya, ketika merasa ketakutan, Jin Myung hampir saja menelpon Jae Wan. Namun, ia menyadari kalau itu hal yang tak boleh dilakukannya dan ia memilih untuk mengurungkan niatnya juga…

———————————————————————–

25

Tak terasa, pagi hari telah datang.. Jin Myung terbangun dari tidurya dan langsung memesan tiket menuju Seoul. Setibanya di Seoul, Jin Myung lansgung menuju ke minimarket dan melihat YI Na yang tengah tertidur didepan meja kasir, ia membangunkannya dan bertanya apakah hanya ada Yi Na saja disini.

“Ohh.. tidak kok. Yang lainnya juga ada disini, tapi mereka sedang tidur didalam gudang..” jawab Yi Na

Jin Myung membuka pintu gudang, nampak dari ekspresinya jika ia merasa sangat terharu sekaligus berterimaksih kepada teman-temannya yang telah rela bekerja semalaman suntuk demi membantunya.

26

Mereka pulang kerumah bersama-sama, dengan langkah yang lusu dan mulut yang terus menguap. Mereka masih bisa tersenyum dan melihat satu sama lain dengan tatapan hangat antara sahabat.

27

Ye Eun pergi makan bersama Doo Young. Kini, hubungan mereka terlihat lebih akur dan lengket lagi. Bahkan, beberapaka kali, Doo Young menggoda Ye Eun yang terus menguap dihadapannya.

Ketika Doo Young masuk ke toilet, ponselnya yang tersimpan dimeja makan berbunyi. Ye Eun yang berada disana melihatnya dan membalas pesan dari teman Doo Young. Namun, tangannya tak berhenti disitu saja. Mumpun sedang memegang ponsel Doo Young, ia jadi penasaran akan isi chat-nya.

Perlahan, ia melihat nama-nama orang yang pernah di chat oleh Doo Young. Jarinya berhenti, ketika ia melihat chat dari seseroang dengan tulisan nama ‘dia..’. Ketika Ye Eun melihat foto profilnya, ia langsung terdiam kecewa.. Ia menyadari, bahwa itu adalah kontaknya Yi Na..

Doo Young kembali dari toilet, dari jauh ia memergoki Ye Eun yang tengah melihat layar ponselnya. Ketika ia berjalan mendekat, Ye Eun lansgung manruh ponselnya ke tempat semula. Mereka-pun sama-sama bertingkah seakan tak terjadi apapun yang mencurigakan.

28

Jin Myung memberanikan diri untuk memasuki restoran dan bekerja seperti biasanya. Namun, suasanya menandakan bahwa ada sesuatu yang tak mengenakan, terlihat dari pandangan pegawai lain terhadapnya.

Benar saja, karena tiba-tiba posisi kasir telah ditempati oleh orang lain dan dirinya harus kembali menjadi pelayan biasa, yang mengantar makanan dari dapur ke meja pelanggan, begitupun sebaliknya. JIn Myung berusaha untuk tak bersikap terkejut dan bekerja sepenuh hatinya.

29

Ye Eun diantar pulang hingga kedepan rumah, ia masih bersikap ceria dan manja dihadapan Doo Young. Padahal, Doo Young sendiri sudah menyadari apa yang Ye Eun ketahui. Namun, mereka sama-sama memilih untuk menutupi hal ini.

Masuk kedalam rumahnya, Ye Eun lansgung berhadapan dengan Yi Na yang meminta bantuannya untuk memasangkan gelang ditangannya. Yi Na yang tak tahu apapun, malah memperkeruh suasan dengan menebak-benar apakah Ye Eun yang telah mencuri gelang ‘jimat’-nya?

Ye Eun menyanggahnya dengan wajah dan jawaban yang ketus. Ia bahkan, berjalan melwati Yi Na dengan langkah dan helaan nafas yang lumayan keras…

30

Ketika Yi Na berjalan keluar, Ye Eun encurigainya dan melihatnya dari balkon. Namun, kecurigaan itu tak beralasan, karena ternyata Yi Na pergi dengan naik taxi…

Tempat yang ditujunya lagi-lagi bar dimana dirinya dan Jong Gyoo selalu bertemu. Kali ini, curhatan pertamanya mengenai sikap ketus Ye Eun kepadanya. Ia belum menyadari, apa alasan dibalik perilaku Ye Eun yang tiba-tiba jadi kasar kepadanya. Sempat, ia menyinggung masalah hilangnya gelang ‘jimat’ kesayangannya. Namun, hal itu tak terlalu dibahas, karena secara tiba-tiba ia meminta Jong Gyoo untuk menjadi paarnya, “Ada satu slot kosong, kau boleh mengisinya.. kau tak perlu membayarku.. cukup temani aku makan dan minum dan juga dengarkan segala curhatanku…”

31

Di rumah, espresi Ye Eun masih saja ketus. Bahkan, terhadap Ji Won yang lewat dihadapannya, ia mengatakan kalimat yang cukup aneh dan agak ‘menakutkan’. Mempercayai jika hantu di loker itu adalah arwah orang yang mati terbunuh, Ye Eun memaparkan pendapatnya “Hantu itu mungkin mati karena terbunuh. Tapi sekarang, dia masih belum mati. Ia akan terbunuh di kemudian hari, tapi hantunya ingin muncul lebih awal…”

Di restoran, Jin Myung masih mendapat perlakuan dingin dari rekan kerjanya. Padahal, ia sudah tak menempati posisi di kasir lagi, jadi entah kenapa merka masih menyimpan rasa iri pada Jin Myung. Suana itu terjadi diseluruh wilayah restoran, hingga di dapur-pun, Jae Wan masih tak mau mengajaknya berbicara.

———————————————————————–

Kembali ke bar, Yi Na masih berusaha membujuk Jong Gyoo agar mau menjadi kekasihnya, “Ayolah.. aku ini hanyalah sampah bsuk dan kau pria yang tak memiliki apapun. Apalagi, aku telah membunuh seseorang.. Makanya kita pantas untuk bersama…”

Mendengar kata ‘membunuh’, membuat Jong Gyoo bergidik kesal, ia mengepalkan tangannya dan mencoba untuk menahan gertakan giginya.

Jong Gyoo menarik nafasnya dalam-dalam, “Apakah kau mau pergi ke suatu tempat bersamaku??” ajaknya

32

Yi Na berada di dalam mobil bersama Jong Gyoo. Entah kemana tujuan mereka, karena sepanjang perjalanan Jong Gyoo tak mengatakan sepatah akata apapun.

Hingga tibalah mereka di sebuah wilayah di pinggir sungai. Awalnya Yi Na tak mengingat tempat ini, namun lambat laun ia sadar kalau sungai di depannya adalah lokasi saat dirinya pernah tenggelam dan hampir meninggal dunia.

“Ahjussi.. Kenapa kau membawaku kesini???”

33

Jong Gyoo mengeluarkan gelang dari dalam saku, dan menunjukkannya kepada Yi Na, “Kau ingat tempat ini?? Tahukah kau, aku adalah ayah dari pemilik gelang ini. Jadi, jelaskan padaku apa yang sebearnya terjadi pada hari itu!!!! Kenapa putriku meninggal!!!”

Jong Gyoo mengejar Yi Na hingga mereka sama-sama terjatuh ke atas rerumputan. Ia tak kuasa menahan amarahnya dan dengan senagaja mencekik leher Yi Na. Untunglah, muncul seseroang yang memergoki perbuatannya.

Merasa kehabisan waktu Jong Gyoo lansgung berlari menuju mobilnya dan berusaha untuk menakbrak Yi Na yang tetngah berlari tergopoh-gopoh demi menjauhinya….

== Bersambung ==


:::: NOTES ::::

Sampai di episode ini, kita tahu kalau masing-masing dari mereka punya masalah peliknya tersendiri. Cuman Ji Won, yang sampai sekarang bikin aku agak penasaran dan bertanya-tanya ‘Masa sih? Dia gak punya masalah yang pelik juga? Kayaknya, satu-satunya masalah dia cuman karena kesusahan buat nyari pacar????’

Hmmm.. Ji Won mempunyai peran yang cukup penting dalam gengss para wanita kece ini. Tapi sayangnya, kita belum dapet penjelasan pasti tentang serba-serbi kehidupannya…

Lagi-lagi, sikapnya Jin Myung bikin diriku frustasi. Dia selalu pengen mandiri dan gak butuh bantuan dari orang lain. Tapi,… pada kenyataannya di-episode ini dia harus minta tolong sama temen-temennya. Agek gereget juga sih, kenapa gak sekalian minta pesenin taxi aja sih.. Dia malah mem-‘bahaya’-kan dirinya sendiri dengan memilih buat nginep di halte bus yang gelap dan sepi…

Yaa, meskipun pada akhirnya selamat.. Tapi yaaa, gitudeh..

Selanjutnya, kelakuan Yi Na di akhir episode ini juga bikin geleng-geleng kepala. Kita tahu dong, pengalamannya dia pas berhadapan dengan cowok tuh udah banyak buangetttt… Tapi kenapa, ama si ahjussi yang satu ini, malah dengan mudahnya mau diajak pergi ke tempat yang dia enggak tahu sebelumnya. Come on girls,.. you’re risking your own life…

Sama hal-nya dengan Ye Eun yang masihhh aja kagak mau berubah. Dan masalahnya dia-tuh di komunikasi. Dia gak mau mengungkapkan perasaan keselnya, dan malah morang-maring gak jelas terhadap orang yang menjadi sumber kekesalannya. Heloo… gimana Yi Na mau jelasin yang sebenarnya kalau Ye Eun enggak ngomong dan nanya ke yang bersangkutan…

Untunglah dari sekian banyak hal yang bikin frustasi, ada lumayan banyak scene Eun Jae-Jong Yeol yang bikin senyum-senyum geli + geregetttt sampe pengen gigit pensil (iklan permen kalii ah…)

Lihat cute-nya mereka kalau lagi barengan, jadi flashback masa-masa PDKT. Wkwkwkwk….

>>> Episode 8 <<<

Advertisements

19 thoughts on “AGE OF YOUTH EPISODE 7

  1. Pingback: AGE OF YOUTH EPISODE 6 | my-eternalstory

  2. Hehehe… ji won ada jg ko ceritanya hanya saja mgkn blm sampai aja hehe… eun jae jg hmmmm knp dia bisa mimpi buruk terus.. eh yg jd pemeran eun jae tu yg jd adiknya yong pal kan ya? Yg sakit itu .ditunggu next episode ya… fighting!

    Like

    • Iyasih pasti ada part dianya. Cumann, dikitt nih gk banyak kayak Yeu Eun/ Jin Myung/ Eun Jae/ Yi Na. Padahal Jiwon tuh yg bikin ke-‘gaduh’-an dirumah itu.
      Kita tunggu aja, apa ceritanya diaaa. Wkwkwkwk….

      Ohyaa??? Inget banget nih, aku aja gk ngeuh Eun Jae ada di Yong Pal :p

      Like

      • Dia tuh jebolan ajang pencarian bakat nyanyi kpopstar atau ksuperstar gitu makanya sy heran waktu dia main di yongpal dan nerusin main di sini…
        Tp ternyata dia emang nyanyi ost yongpal jg dan bahkan lucky romance
        sempet akting jg di mvnya yesung. Jd di aoy lead femalenya hampir semua bisa nyanyi…sunbae yooñ aktris musikal bukan?^^

        Like

  3. Bener kata lia, saya sendiri jg ngerasa cerita ji won lbh dikit dibanding yg lain padahal karakternya kayak gitu tuh krg bs sy ngertiin, knp bs dia segitu cerianya kayak masalahnya cuma cowok dan keterbukaannya sama org lain…
    Kalo yi na mungkin saking pdnya dia sama teorinya ttg ahjussi yg di matanya baik, jd mau mau aja lia. Tiap orang punya titik lemah dan maybe di situ yi na bisa lengah. Ga perfect kan^^
    ye Eun jg mungkin butuh waktu belajar terus terang ke org lain selain pacarnya. Kita bisa liat dia curhat ttg temen kos ke pacarnya meski dia sendiri ga bisa nyeritain perasaan terdalamnya. Seperti ada kekurangsiapan dirinya buat nerima apa yg akan terjadi kalo dia bilang…
    Dan jin myung, banyak hal yg mempengaruhi tindakannya. Jadi masih mungkin pikirannya lagi kacau waktu itu haha mian kalo kesannya nyari nyari alasan tp sy tipenya gitu sih jrg bs sebel lgsg sama orang. Soalnya sy pun gatau dalam hati dan pkirannya, termasuk apa yg sdh ia lalui sampe kebawa komen drama begini ckck

    Like

  4. Pingback: AGE OF YOUTH EPISODE 8 | my-eternalstory

  5. Pingback: SINOPSIS Age of Youth Episode 1 - Terakhir (Lengkap)

  6. Pingback: Age of Youth – Site Title

Ayo tinggalkan jejakmu :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s